Udara di Kota Jambi Memburuk, Siswa PAUD, TK hingga Kelas 2 SD Bisa Diliburkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi menyiapkan skema khusus untuk melindungi peserta didik dari paparan udara tercemar di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, aktivitas pembelajaran tidak serta-merta dihentikan seluruhnya ketika kualitas udara menurun.

Pemkot Jambi menyiapkan kebijakan bertingkat berdasarkan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Artinya, semakin buruk kualitas udara, semakin ketat pula perlindungan yang diterapkan terhadap siswa.

Skema ini menjadi bagian dari langkah antisipasi Pemkot Jambi menghadapi ancaman kabut asap yang berkaitan dengan karhutla.

Pemerintah memilih pendekatan bertahap agar perlindungan terhadap anak tetap berjalan tanpa langsung menghentikan seluruh aktivitas belajar.

Maulana menjelaskan, ketika rata-rata ISPU berada di atas 100 tetapi masih di bawah 200, tidak semua siswa langsung diliburkan.

Kelompok peserta didik yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan udara buruk menjadi prioritas perlindungan.

Mereka mencakup anak-anak TK, PAUD, serta siswa kelas 1 dan 2 SD.

“Khusus untuk pengamanan anak-anak yang berisiko tinggi, ketika kadar ISPU rata-rata di atas 100 sampai di bawah 200, maka yang diliburkan adalah anak-anak yang punya risiko tinggi, yakni TK, PAUD, serta kelas 1 dan 2 SD,” kata Maulana.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa tingkat pencemaran udara menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan pola pembelajaran.

Bukan hanya kondisi asap yang terlihat, tetapi angka ISPU menjadi indikator penting dalam menentukan langkah perlindungan.

Situasinya berubah ketika rata-rata ISPU Kota Jambi menembus lebih dari 200.

Pada kondisi tersebut, Pemkot Jambi akan meningkatkan level perlindungan dengan mengalihkan kegiatan pembelajaran untuk jenjang SD dan SMP menjadi pembelajaran daring.

“Kalau sudah di atas 200, maka semua di-online-kan, SD dan SMP,” ujar Maulana.

Dengan skema tersebut, aktivitas belajar tetap dapat berlangsung tanpa mengharuskan siswa datang ke sekolah dan terpapar udara luar yang kualitasnya memburuk.

Bagi orang tua, angka ISPU menjadi penting untuk dipantau karena berkaitan langsung dengan kebijakan pembelajaran anak.

Pemkot Jambi tidak menetapkan kebijakan pembelajaran tersebut secara permanen.

Maulana mengatakan evaluasi akan dilakukan secara berkala dengan melihat perkembangan kualitas udara.

“Kita evaluasi tiga hari sekali,” tegasnya.

Evaluasi tersebut menjadi penentu apakah kebijakan pembelajaran tetap diberlakukan, diperlonggar, atau justru diperketat.

Jika kualitas udara kembali membaik, aktivitas pembelajaran dapat disesuaikan. Sebaliknya, apabila pencemaran semakin tinggi, pemerintah memiliki ruang untuk meningkatkan langkah perlindungan.

Kebijakan terhadap sekolah tersebut berjalan beriringan dengan permintaan Maulana kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi untuk memperbarui informasi kualitas udara kepada masyarakat.

Informasi ISPU diminta disampaikan setidaknya tiga kali dalam sehari.

Bagi pemerintah, keterbukaan informasi menjadi penting karena masyarakat membutuhkan dasar yang jelas untuk mengambil keputusan.

Termasuk menentukan apakah anak perlu beraktivitas di luar rumah atau sebaiknya tetap berada di dalam ruangan.

Terlebih, anak-anak termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat.

Kebijakan terhadap sekolah ini menjadi bagian dari respons yang lebih luas Pemkot Jambi terhadap sejumlah persoalan yang muncul bersamaan, mulai dari karhutla, kabut asap, kekeringan hingga gangguan keamanan.

Dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Maulana meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak menunggu persoalan membesar sebelum mengambil tindakan.

“Yang paling penting adalah kecepatan kita merespons. Jangan sampai masyarakat sudah terdampak baru kita bergerak,” kata Maulana.

Dalam konteks kualitas udara, prinsip tersebut diterapkan dengan menjadikan ISPU sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan.

Pemerintah tidak hanya menunggu keluhan warga atau peningkatan kasus kesehatan.

Kondisi udara dipantau, informasi disampaikan, dan kebijakan pembelajaran disesuaikan dengan tingkat risikonya.

Dengan adanya skema bertingkat tersebut, orang tua dan sekolah perlu mengikuti informasi resmi Pemkot Jambi mengenai perkembangan ISPU.

Perubahan angka ISPU dapat berpengaruh terhadap aktivitas pembelajaran, terutama bagi kelompok siswa yang masuk kategori rentan.

Kebijakan ini pada akhirnya menempatkan keselamatan peserta didik sebagai pertimbangan utama, sementara kegiatan belajar tetap diupayakan berjalan melalui penyesuaian metode.

Di tengah kabut asap yang menyelimuti Jambi, angka ISPU kini bukan sekadar informasi kualitas udara.

Bagi keluarga dan dunia pendidikan, angka tersebut dapat menjadi penentu apakah anak tetap masuk sekolah, sebagian siswa diliburkan, atau pembelajaran SD dan SMP harus dilakukan dari rumah.(*)




Wali Kota Jambi Maulana Perintahkan ISPU Dipantau 3 Kali Sehari, Kasus ISPA Ikut Diawasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mulai memperketat langkah antisipasi menghadapi sejumlah ancaman yang berpotensi langsung menekan masyarakat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, kekeringan, hingga gangguan keamanan akibat aksi geng motor.

Pesan Wali Kota Jambi Maulana dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) cukup jelas: pemerintah tidak boleh bergerak setelah masalah telanjur membesar.

Kecepatan respons menjadi salah satu poin utama yang ditekankan Maulana.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tidak bekerja secara parsial, melainkan saling berbagi informasi dan bergerak sesuai kewenangannya.

“Yang paling penting adalah kecepatan kita merespons. Jangan sampai masyarakat sudah terdampak baru kita bergerak,” kata Maulana.

Kualitas Udara Jadi Alarm Awal

Di tengah ancaman karhutla, perhatian Pemkot Jambi tidak hanya tertuju pada titik api.

Dampak yang paling cepat dirasakan warga perkotaan adalah memburuknya kualitas udara ketika asap menyebar.

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi diminta lebih aktif membuka informasi mengenai kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Maulana meminta informasi kualitas udara disampaikan kepada publik sedikitnya tiga kali dalam sehari.

Kebijakan tersebut penting karena informasi ISPU bukan sekadar angka.

Kondisi kualitas udara menjadi pertimbangan warga dalam menentukan apakah aktivitas di luar ruangan masih aman dilakukan atau perlu dikurangi.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, menjadi pihak yang paling membutuhkan informasi tersebut.

“DLH saya minta jangan hanya melakukan pemantauan, tetapi informasi mengenai kondisi udara juga harus disampaikan secara berkala. Minimal tiga kali sehari,” ujarnya.

Dengan pola penyampaian informasi yang lebih rutin, pemerintah diharapkan tidak hanya bertindak sebagai pihak yang menangani dampak, tetapi juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Kasus ISPA Diminta Jangan Menunggu Meledak

Dampak kualitas udara juga diarahkan untuk dipantau dari sisi kesehatan.

Dinas Kesehatan Kota Jambi diminta memperbarui perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama jika terdapat indikasi peningkatan kasus seiring memburuknya kondisi udara.

Maulana meminta pemantauan tidak berhenti pada laporan administratif.

Perkembangan di fasilitas kesehatan harus dibaca sebagai indikator untuk melihat apakah perubahan kualitas udara mulai memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

“Kalau ada kecenderungan peningkatan, harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Langkah ini membuat persoalan kabut asap tidak lagi dilihat hanya sebagai masalah lingkungan.

Ketika kualitas udara menurun dan kasus gangguan pernapasan meningkat, pemerintah perlu memastikan respons kesehatan ikut bergerak dengan cepat.

Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendirian

Karhutla menjadi persoalan lain yang mendapat perhatian dalam rapat Forkopimda.

Bagi Kota Jambi, dampak kebakaran di wilayah tertentu tidak berhenti di lokasi kejadian. Asap dapat bergerak dan mengganggu kualitas udara di kawasan perkotaan.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta instansi yang memiliki kewenangan dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Pemantauan wilayah rawan, pencegahan, hingga respons ketika kebakaran muncul dinilai harus menjadi satu rangkaian kerja.

Maulana mengingatkan agar kondisi di lapangan tidak dianggap sepele. Menunggu api membesar hanya akan memperluas dampak yang harus ditangani.

Geng Motor Masuk Radar Keamanan Kota

Di luar persoalan lingkungan dan kesehatan, aksi geng motor juga menjadi perhatian dalam koordinasi tersebut.

Masalah ini tidak semata-mata dipandang sebagai gangguan ketertiban.

Bagi masyarakat, keberadaan aksi kelompok bermotor yang mengarah pada pelanggaran hukum juga menyentuh persoalan rasa aman.

Untuk aspek penegakan hukum, Pemkot Jambi menyerahkan kewenangan kepada aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan.

Pemerintah kota menyatakan siap mendukung koordinasi agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Namun, penanganan geng motor juga diharapkan tidak berhenti pada tindakan hukum.

Pembinaan generasi muda dan penanganan faktor sosial yang menjadi latar belakang munculnya perilaku tersebut tetap diperlukan agar persoalan tidak terus berulang.

“Untuk persoalan hukum, tentu kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Kepolisian dan kejaksaan memiliki kewenangan masing-masing,” ujar Maulana.

Kekeringan Diminta Diantisipasi Sebelum Meluas

Ancaman lain yang tidak luput dari pembahasan adalah kekeringan.

Pemkot Jambi meminta OPD terkait memetakan wilayah yang berpotensi terdampak dan menyiapkan langkah mitigasi jika kondisi semakin meluas.

Bagi pemerintah daerah, ancaman karhutla, kekeringan, kabut asap, gangguan kesehatan, dan keamanan tidak semestinya ditangani sebagai persoalan yang berdiri sendiri.

Semuanya membutuhkan koordinasi dan pembacaan kondisi lapangan secara cepat.

“Karhutla kita tangani, kualitas udara kita pantau, kesehatan masyarakat kita awasi, keamanan kita jaga, dan kekeringan juga harus kita siapkan langkah mitigasinya. Jangan bekerja sendiri-sendiri,” kata Maulana.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan koordinasi tersebut bukan hanya rapat dan laporan. Pemerintah dituntut memastikan keputusan yang dibuat benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan.

Maulana menegaskan seluruh OPD harus menjalankan tugas sesuai kewenangan dan menyampaikan perkembangan secara berkala.

Bagi masyarakat Kota Jambi, pesan itu bermuara pada satu hal: ketika ancaman mulai muncul, pemerintah harus lebih dulu bergerak sebelum dampaknya menjadi lebih besar.(*)




Dua Penghargaan Dibawa Pulang Maulana, Pemkot Jambi Ukir Prestasi di Bidang Hukum

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mendapat pengakuan atas kinerja tata kelola pemerintahan berbasis hukum.

Bertepatan dengan Hari Pengayoman ke-81, Pemkot Jambi membawa pulang dua penghargaan dari Kementerian Hukum RI.

Dua penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Jambi Maulana di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Rabu 19 Agustus 2026.

Penghargaan diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi Jonson Siagian.

Capaian pertama datang dari Penilaian Indeks Reformasi Hukum Tahun 2026.

Pemkot Jambi memperoleh predikat Istimewa, yang menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berbasis hukum.

Penghargaan kedua diraih melalui Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Tahun 2025.

Dalam penilaian tersebut, Kota Jambi menempati peringkat II tingkat Provinsi Jambi dengan predikat A atau Sangat Baik, dengan nilai 79.

Maulana: Bukan Sekadar Penghargaan

Wali Kota Jambi Maulana menyambut capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama jajaran Pemkot Jambi sekaligus buah dari kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi.

“Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan Pemerintah Kota Jambi mendapatkan dua penghargaan,” ujar Maulana.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai pencapaian administratif.

Justru, capaian itu harus menjadi dorongan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang baik antara Kanwil Hukum dengan Pemerintah Kota Jambi untuk terus meningkatkan berbagai hal, termasuk kesadaran masyarakat mengenai hukum,” katanya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengelolaan dokumentasi produk hukum daerah.

Maulana menjelaskan, berbagai produk hukum yang diterbitkan pemerintah, mulai dari peraturan daerah hingga peraturan kepala daerah, harus terdokumentasi dan tersinkronisasi dengan baik.

“Proses pendokumentasian hukum yang terbit, mulai dari peraturan kepala daerah, peraturan daerah, semuanya disinkronisasi,” jelasnya.

Dengan sistem dokumentasi yang tertata, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi mengenai regulasi yang berlaku.

Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Tiga Daerah Jambi Raih Predikat Istimewa

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi Jonson Siagian mengatakan, Hari Pengayoman ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat transformasi pelayanan hukum.

Menurut Jonson, pelayanan hukum ke depan harus semakin modern dengan memanfaatkan teknologi digital, tetapi tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

“Kami dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi dalam rangka Hari Pengayoman ke-81 berkomitmen untuk mewujudkan transformasi digital secara transparan dan akuntabel dan tetap bersinergi dengan pemerintah daerah serta mitra kerja lainnya,” ujar Jonson.

Ia menilai sinergi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan hukum dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Jonson juga mengungkapkan bahwa tiga pemerintah daerah di Provinsi Jambi berhasil memperoleh predikat Istimewa dalam Penilaian Indeks Reformasi Hukum Tahun 2026.

Ketiganya yakni Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Capaian ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berbasis hukum,” katanya.

Menurut Jonson, capaian tersebut diharapkan tidak hanya dipertahankan, tetapi terus ditingkatkan sehingga berdampak terhadap kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Bagi Pemkot Jambi, dua penghargaan tersebut menjadi modal untuk melanjutkan pembenahan tata kelola pemerintahan.

Terutama dalam memastikan produk hukum terdokumentasi dengan baik dan informasi hukum semakin mudah diakses masyarakat.(*)




Veteran di Jambi Menua, Walikota Maulana Siapkan Layanan Kesehatan hingga Rumah Layak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Penghormatan kepada veteran di Kota Jambi tidak ingin berhenti pada seremoni tahunan.

Memasuki usia lanjut dan ketika jumlah mereka terus menyusut, Wali Kota Jambi Maulana memastikan perhatian pemerintah diarahkan pada kebutuhan nyata para veteran, mulai dari kesehatan, rumah layak hingga alat bantu.

Maulana mengatakan, kondisi para veteran saat ini berbeda dibanding masa ketika mereka masih aktif berjuang.

Sebagian telah mengalami penurunan kesehatan, sementara sebagian lainnya telah meninggal dunia.

Karena itu, menurut Maulana, pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik kepada para veteran yang masih ada.

“Memang dari waktu ke waktu jumlah veteran semakin berkurang. Ada yang sakit dan ada juga yang meninggal dunia. Karena itu, yang masih ada harus kita berikan kehormatan selayaknya, termasuk pelayanan terbaik di bidang kesehatan,” ujar Maulana.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETMAS) ke-77 dan HUT Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) ke-62 di Kota Jambi.

Rumah veteran dibedah, bantuan kursi roda disiapkan

Maulana menegaskan bentuk penghormatan terhadap veteran tidak hanya berupa piagam maupun kegiatan seremonial.

Pemkot Jambi juga melihat langsung kebutuhan para veteran, termasuk kondisi tempat tinggal mereka.

Sejumlah rumah veteran disebut telah mendapatkan program bedah rumah.

Sementara bagi veteran yang belum memiliki tempat tinggal layak, pemerintah akan mengupayakan pembangunan rumah.

Tidak berhenti di sana, Pemkot Jambi juga menyiapkan bantuan alat bantu bagi veteran yang membutuhkan.

“Ada beberapa veteran yang rumahnya sudah kami bedah. Bagi yang belum mempunyai rumah, kita bangunkan. Ada juga beberapa veteran yang membutuhkan kursi roda dan dalam waktu dekat akan kami berikan,” kata Maulana.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan para veteran dapat menjalani masa tua dengan kondisi yang lebih layak.

Kesehatan veteran jadi perhatian

Selain tempat tinggal, kesehatan menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian Pemkot Jambi.

Maulana mengatakan pemerintah memiliki program Lansia Bahagia yang dapat menjadi salah satu instrumen pelayanan bagi warga lanjut usia, termasuk para veteran.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan di bidang kesehatan, terutama melalui program Lansia Bahagia,” ujarnya.

Bagi Maulana, pelayanan kesehatan menjadi penting karena sebagian besar veteran kini telah memasuki usia lanjut dan membutuhkan perhatian yang lebih spesifik.

Ia menilai pemerintah tidak boleh menunggu persoalan muncul lebih besar sebelum memberikan intervensi.

Maulana minta semangat veteran diteruskan

Menurut Maulana, penghormatan kepada veteran juga memiliki makna yang lebih luas.

Pengorbanan para pejuang tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus diteruskan melalui sikap generasi sekarang dalam membangun daerah.

Jika generasi veteran dahulu berjuang dengan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk kemerdekaan, generasi saat ini memiliki tugas menjaga serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

Maulana juga berharap anak-anak dan keluarga veteran dapat meneruskan nilai perjuangan tersebut.

“Anak-anak dari veteran kami berharap bisa meneladani semangat juang mereka. Sudah waktunya kita menunjukkan jati diri untuk membangun. Jangan sampai ada perpecahan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa persatuan menjadi salah satu warisan penting dari perjuangan para pendahulu.

Karena itu, semangat perjuangan harus diwujudkan dalam pembangunan dan kehidupan sosial, bukan sekadar diingat setiap peringatan Hari Veteran.

Pemerintah diminta hadir sampai masa tua veteran

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Jangcik Moza mengatakan peringatan HARVETMAS menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para pejuang sekaligus memastikan penghormatan kepada mereka tetap berjalan.

Menurutnya, bangsa yang besar tidak melupakan orang-orang yang telah berjuang untuk kemerdekaan.

“Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga mengingat kembali nilai-nilai perjuangan bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujar Jangcik.

Ia menilai perhatian pemerintah terhadap veteran harus diwujudkan dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan mereka.

Pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, peningkatan kesejahteraan dan pendampingan menjadi semakin penting karena para veteran kini mayoritas telah memasuki usia lanjut.

“Negara dan pemerintah harus memastikan para pejuang bangsa memperoleh penghargaan yang layak, termasuk melalui pelayanan kesehatan, perlindungan sosial dan dukungan terhadap kesejahteraan mereka,” katanya.

Jangan sampai veteran hanya dikenang saat seremoni

Bagi Pemkot Jambi, berkurangnya jumlah veteran justru membuat perhatian terhadap mereka semakin mendesak.

Kesempatan untuk memberikan penghormatan secara langsung kepada para pejuang yang masih hidup semakin terbatas.

Karena itu, program kesehatan, perbaikan rumah, bantuan kursi roda dan bentuk dukungan sosial lainnya menjadi bagian dari upaya menerjemahkan penghormatan tersebut ke dalam tindakan nyata.

Pada akhirnya, warisan terbesar para veteran bukan hanya catatan sejarah perjuangan, tetapi juga semangat persatuan dan pengabdian yang harus diteruskan generasi berikutnya.

Selagi para veteran masih berada di tengah masyarakat, penghormatan kepada mereka tidak cukup hanya melalui peringatan.

Perhatian harus hadir dalam bentuk pelayanan yang benar-benar mereka rasakan.(*)




Wali Kota Jambi Maulana Soroti Krisis Air Baku, Kolam Retensi Mulai Dilirik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kemarau panjang mulai menguji ketahanan pasokan air bersih di Kota Jambi.

Debit Sungai Batanghari yang menurun disertai meningkatnya kekeruhan air baku membuat Perumdam Tirta Mayang memangkas produksi sekitar 20 persen.

Dampaknya mulai dirasakan pelanggan, terutama mereka yang mendapat pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan IPA Tanjung Sari). Sekitar 5.300 sambungan rumah (SR) terdampak akibat berkurangnya jam pelayanan.

Kondisi tersebut diperkirakan belum akan segera berakhir. Perumdam Tirta Mayang memperkirakan gangguan pasokan dapat berlangsung hingga September 2026, tergantung perkembangan musim kemarau dan kondisi Sungai Batanghari.

Persoalan tidak hanya terjadi pada pelanggan jaringan perpipaan. Warga yang selama ini mengandalkan sumur juga mulai menghadapi ancaman kekeringan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan penurunan debit dan peningkatan kekeruhan Batanghari memaksa perusahaan daerah menyesuaikan proses pengolahan air.

“Memang kondisi kemarau menyebabkan debit air Batanghari turun dan kekeruhan meningkat. Akibatnya produksi harus dikurangi. Di sisi lain, masyarakat yang tidak menggunakan PDAM juga mulai mengalami sumurnya kering,” ujar Maulana.

Bukan sekadar produksi turun

Menurut Maulana, pengurangan produksi tidak dapat dilihat semata sebagai persoalan kapasitas Perumdam Tirta Mayang.

Air baku yang semakin keruh membutuhkan penyesuaian dalam proses pengolahan. Langkah tersebut dilakukan agar kualitas air yang sampai ke pelanggan tetap memenuhi standar.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto sebelumnya menjelaskan, pengurangan produksi awalnya berada di kisaran 10 persen.

Namun, ketika tingkat kekeruhan air baku meningkat, penyesuaian produksi harus diperbesar hingga sekitar 20 persen.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga,” kata Arianto.

Dengan kondisi tersebut, Perumdam memilih mempertahankan kualitas air yang diproduksi meski konsekuensinya jam pelayanan kepada sebagian pelanggan harus dikurangi.

Mobil tangki dikerahkan

Pemkot Jambi kini meminta Perumdam Tirta Mayang memperkuat penanganan di lapangan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis ke kawasan yang mengalami gangguan pasokan maupun wilayah yang sumber airnya mulai mengering.

“Kami sudah perintahkan PDAM untuk mengantarkan kebutuhan air bersih semaksimal mungkin ke daerah-daerah yang memang terdampak kekeringan,” ujar Maulana.

Selain mobil tangki, Perumdam juga menyiapkan pompa bergerak dan pemasangan pipa intake untuk menjaga keberlangsungan pengambilan air baku.

Langkah tersebut menjadi penanganan darurat sembari pemerintah melihat perkembangan kondisi Sungai Batanghari dan musim kemarau.

Pemkot mulai pikirkan sumber air selain Batanghari

Di tengah tekanan terhadap sumber air utama, Pemkot Jambi mulai melihat persoalan ini sebagai masalah jangka panjang.

Maulana mengatakan ketergantungan terhadap Sungai Batanghari perlu dikurangi dengan menyiapkan sumber air baku alternatif.

Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah pemanfaatan kolam retensi sebagai sumber air baku tambahan bagi Perumdam Tirta Mayang.

“Kita juga harus berpikir soal ketersediaan air baku. Bisa kita pertimbangkan nanti apakah kolam-kolam retensi ini bisa menjadi sumber air baku bagi PDAM,” katanya.

Namun, rencana tersebut belum bisa langsung diterapkan.

Pemerintah perlu mengkaji kapasitas tampungan, kontinuitas debit, kualitas air serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan sebelum kolam retensi dapat digunakan sebagai sumber air baku.

Jika layak secara teknis, keberadaan sumber air alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kondisi Sungai Batanghari ketika kemarau panjang kembali terjadi.

Krisis air berpotensi berulang

Bagi Pemkot Jambi, kondisi yang terjadi saat ini menjadi peringatan bahwa persoalan air baku tidak cukup ditangani dengan langkah darurat setiap musim kemarau.

Penurunan debit sungai dan perubahan kualitas air berpotensi kembali terjadi ketika kemarau berlangsung panjang.

“Ke depan ini harus dipikirkan karena masalah seperti ini memang terjadi setiap tahun,” tegas Maulana.

Karena itu, selain memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat, pemerintah mulai diarahkan untuk membangun sistem penyediaan air yang lebih tahan terhadap perubahan musim.

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak selama kondisi pasokan belum kembali normal.

Di sisi lain, Perumdam Tirta Mayang memastikan proses pengolahan tetap mengikuti standar operasional, sementara distribusi bantuan air bersih terus diarahkan ke wilayah yang paling terdampak.

Dengan perkiraan gangguan dapat berlangsung hingga September, persoalan air bersih Kota Jambi kini bukan hanya soal berkurangnya produksi.

Krisis air baku juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memastikan ketahanan pasokan air dalam menghadapi kemarau berikutnya.(*)




Wali Kota Jambi Minta ASN Bijak Bermedsos, Kinerja Akan Dievaluasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

ASN diminta tidak membuat konten yang bertentangan dengan etika profesi maupun aturan kepegawaian.

Peringatan tersebut disampaikan Maulana usai memimpin apel peningkatan disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi, Senin.

Menurut Maulana, profesionalisme ASN saat ini tidak hanya diukur dari kinerja di kantor, tetapi juga dari perilaku dan jejak digital yang ditampilkan di ruang publik, termasuk media sosial.

Karena itu, ASN diminta menjaga sikap dan tidak memanfaatkan jam kerja untuk kepentingan pribadi, termasuk melakukan siaran langsung atau membuat konten pribadi saat menjalankan tugas kedinasan.

“ASN tidak boleh membuat konten yang bertentangan dengan etika,” tegas Maulana.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat ASN yang telah terbukti melakukan pelanggaran dan sedang menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Kota Jambi juga mengingatkan seluruh pegawai agar tidak mengulangi tindakan serupa.

Meski demikian, Maulana menegaskan pemerintah tidak melarang ASN menggunakan media sosial.

Sebaliknya, platform digital justru diharapkan menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi pembangunan, program pemerintah, serta edukasi kepada masyarakat.

Menurut dia, pemanfaatan media sosial secara positif dapat membantu mempercepat penyebaran informasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan daerah.

Selain menyoroti etika bermedia sosial, Maulana juga menekankan pentingnya peran aktif ASN dalam mendukung agenda pembangunan Kota Jambi.

Ia menilai setiap ASN harus memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap program pemerintah daerah, bukan sekadar menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“ASN harus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat,” ujarnya.

Maulana menegaskan bahwa keterlibatan ASN dalam menyukseskan program pemerintah akan menjadi salah satu indikator evaluasi kinerja.

Sebaliknya, pegawai yang tidak mendukung atau bahkan menghambat pelaksanaan program pemerintah dapat menjadi perhatian khusus dalam penilaian.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas birokrasi, Pemerintah Kota Jambi juga akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi secara berjenjang.

Melalui mekanisme tersebut, ASN yang menunjukkan kinerja baik akan mendapatkan apresiasi. Sementara pegawai dengan capaian kerja di bawah target selama tiga bulan berturut-turut akan dievaluasi lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi memperkuat disiplin, profesionalisme, dan akuntabilitas aparatur di tengah perkembangan era digital yang menuntut ASN semakin adaptif sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.(*)




Investasi di Kota Jambi Tembus Rp1,32 Triliun, Maulana Sebut Kepercayaan Investor Terus Meningkat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi terus menunjukkan tren positif sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

Sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Kota Jambi mencapai Rp1,32 triliun, sementara dukungan pembiayaan pembangunan menembus Rp1,96 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Maulana saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Jambi, Selasa 2 Juni 2026, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625.

Menurut Maulana, tingginya nilai investasi yang masuk menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi dan stabilitas pembangunan di Kota Jambi.

“Investasi yang terus tumbuh menunjukkan bahwa Kota Jambi semakin dipercaya sebagai daerah yang layak untuk pengembangan usaha dan penanaman modal,” ujarnya.

Masuknya investasi tersebut turut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi justru meningkat dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen pada tahun 2025.

Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami kenaikan dari Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun.

Sementara indeks gini yang menggambarkan tingkat ketimpangan ekonomi turun dari 0,395 menjadi 0,339.

Maulana menjelaskan bahwa peningkatan investasi tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur, memperbaiki layanan publik, mendorong kemudahan berusaha, serta memperluas ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha dan UMKM.

Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi pada tahun 2025 mencapai Rp615,08 miliar atau meningkat 35,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp455,25 miliar.

Seiring meningkatnya PAD, total pendapatan APBD Kota Jambi juga naik menjadi Rp2,013 triliun dari sebelumnya Rp1,765 triliun.

Menurut Maulana, investasi yang masuk tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal itu terlihat dari menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen serta turunnya angka kemiskinan dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi akan terus memperkuat berbagai program strategis yang mendukung iklim investasi, mulai dari pembangunan infrastruktur perkotaan, pengendalian banjir, pengembangan kawasan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, sejumlah agenda nasional yang akan digelar di Kota Jambi juga diharapkan mampu mendongkrak perputaran ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi investasi Kota Jambi kepada investor dari berbagai daerah.

“Kami akan terus membuka ruang kolaborasi dan investasi yang lebih luas agar pertumbuhan ekonomi Kota Jambi semakin kuat, inklusif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Maulana.

Dengan tren investasi yang terus meningkat dan berbagai proyek strategis yang sedang berjalan, Kota Jambi optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus tujuan investasi yang menjanjikan di Provinsi Jambi.(*)




HUT Kota Jambi 2026: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Kampung Bahagia Jadi Andalan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625 dengan mengusung tema “Pertumbuhan dan Kemajuan untuk Kota Jambi yang Bahagia dan Berkelanjutan”.

Dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Jambi, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih sekaligus memaparkan agenda prioritas pembangunan Kota Jambi sepanjang tahun 2026.

Menurut Maulana, peringatan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga kesempatan untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang telah membangun fondasi kemajuan Kota Jambi sejak era Kerajaan Melayu Islam hingga pemerintahan modern saat ini.

“Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan warisan para pendahulu demi mewujudkan Kota Jambi yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Maulana mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kota Jambi berhasil mencatat dukungan pembiayaan pembangunan sebesar Rp1,96 triliun serta investasi mencapai Rp1,32 triliun.

Dari sisi pendapatan daerah, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi mencapai Rp615,08 miliar atau meningkat 35,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp455,25 miliar.

Peningkatan tersebut turut mendorong pendapatan APBD Kota Jambi menjadi Rp2,013 triliun atau naik 14,06 persen dibandingkan tahun 2024.

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Kota Jambi juga berhasil meraih 36 penghargaan tingkat internasional, nasional dan provinsi.

Sementara hingga pertengahan tahun 2026, Kota Jambi telah mengoleksi 15 penghargaan baru dari berbagai sektor.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi meningkat dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen. Pendapatan per kapita naik menjadi Rp73,6 juta per tahun, sementara angka ketimpangan yang tercermin melalui indeks gini turun dari 0,395 menjadi 0,339.

Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen.

“Berbagai capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan implementasi program-program unggulan daerah yang terus kami jalankan,” kata Maulana.

Untuk tahun 2026, Pemkot Jambi tetap fokus menjalankan 11 program unggulan daerah yang menjadi fondasi pembangunan Kota Jambi Bahagia.

Salah satu program yang diperluas adalah Kartu Bahagia melalui penambahan cakupan BPJS Ketenagakerjaan bagi 8.660 penerima baru yang terdiri dari pekerja rentan, petugas keagamaan, sekretaris RT, operator pengelola sampah berbasis masyarakat, serta petugas rumah ibadah.

Pemkot Jambi juga mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, menyediakan beasiswa bagi 2.013 pelajar kurang mampu, memperluas jaringan gas rumah tangga, serta melanjutkan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Di sektor lingkungan, Program Kampung Bahagia terus diperkuat melalui pengembangan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini telah terbentuk di puluhan wilayah dan berhasil menutup puluhan tempat pembuangan sampah liar.

Sementara untuk mendukung keamanan lingkungan, Pemkot Jambi akan memasang lebih dari 1.100 kamera CCTV yang terintegrasi dengan Jambi Command Center dan beroperasi selama 24 jam.

Di bidang infrastruktur, pemerintah juga menargetkan pembangunan dan peningkatan drainase, jalan lingkungan, normalisasi sungai, serta percepatan penanganan banjir melalui pembangunan kolam retensi dan sistem pengendalian banjir terpadu.

Selain pembangunan fisik, Kota Jambi juga akan menjadi tuan rumah sejumlah agenda nasional bergengsi, di antaranya MTQ Provinsi Jambi, Healthy Cities Summit VII, National Smart City Forum, dan Rakernas Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Maulana menegaskan seluruh keberhasilan yang dicapai Kota Jambi merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha hingga masyarakat.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, persatuan, dan kebersamaan demi mewujudkan Kota Jambi yang semakin maju, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh warganya.(*)




Sambutan Lengkap Walikota Jambi, di Momen Puncak HUT Kota Jambi ke-625 Tahun

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi

Salam sejahtera untuk kita semua

Yang Terhormat Yang Kami hormati Yang Kami hormati

Yang Kami hormati Bapak Gubernur Jambi beserta Ibu Hj. Hesnidar Haris

Yang Kami hormati Anggota DPR-RI Dapil Jambi

Yang Kami hormati Anggota DPD-RI Dapil Jambi

Yang Saya hormati Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jambi

Yang Saya hormati Rekan-rekan Para Bupati dan Walikota se Provinsi Jambi atau yang mewakili.

Yang Saya hormati Rekan-rekan Para Bupati dan Walikota dari Provinsi tatangga atau yang mewakili

Yang Saya hormati, Saudara Ketua, Para Wakil Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jambi,

Yang Saya hormati Rekan-rekan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan Ketua Pengadilan Negeri Jambi, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi; dan saudara Ketua Pengadilan Agama Kota Jambi;

Yang Saya hormati, Bapak-bapak para Mantan Walikota dan Wakil Walikota Jambi,

Yang Saya hormati Bapak Wakil Walikota Jambi beserta Ibu

Yang Saya hormati saudara Sekretaris Daerah Kota Jambi,

Yang Saya hormati Para Staf Ahli Walikota, Para Asisten Sekda, Para  Kepala  Perangkat  Daerah,  Camat  dan  Lurah,  serta  Para

Pejabat Struktural dan Fungsional, Direktur RS HAM dan HAS, serta Seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah di Lingkup Pemerintah Kota Jambi.

Yang Saya hormati Dirut PDAM Tirta Mayang dan Perumda Sigijai Sakti.

Yang Saya hormati Ibu Ketua tim Penggerak PKK Kota Jambi,

Yang Saya hormati Ketua Partai Politik, Organisasi Kemasyarakatan, LSM, Organisasi Profesi dan Pers

Yang saya hormati Ketua Lembaga Adat Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi.

Yang saya hormati Para Alim Ulama, Tuo-tuo Tengganai, Cerdik Pandai; Kecik idak Besebut Namo, Besak idak besebut Gelanyo.

Hadirin undangan yang berbahagia,

Sebelum memulai sambutan ini, perkenankan Saya sampaikan seloka Melayu Kota Jambi berikut:

Kalau elok dipakai santun, Kalau tinggi jangan meninggi,

Kalau besar jangan membesar diri, Adat dijunjung Pusako dijago Marwah negeri akan terpeliharo

Tanah dipilih menjadi negeri, Pusako batuah jadi pegangan, Bulat air dek pembuluh,

Bulat kato dek mufakat, Bersatu kito teguh, Bercerai kito runtuh.

Mengawali pertemuan ini, marilah kita memanjatkan puji dan bersyukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini Kita dapat bersama-sama memperingati  Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Jambi yang ke-80 dan juga Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi yang ke 625 dalam suasana kebersamaan dalam semangat membangun Kota tercinta.

Shalawat beriring salam tidak lupa Kita sampaikan kepada junjungan Baginda Rasul MUHAMMAD SAW, beserta keluarga dan para sahabat. Semoga kita semua pengikutnya mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir kelak. Aamin yaa rabbal alamiin.

Selanjutnya, perkenankan Saya dengan tulus hati menyampaikan ucapan “terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara hadirin yang mulia, yang telah berkenan hadir di tempat yang terhormat ini”.

Saudara-saudara yang saya muliakan

Hari Kamis, 28 Mei 1401, 625 Tahun silam merupakan penanda hari jadi “Tanah Pilih Pusako Batuah” negeri yang diwariskan dengan keberkahan; yang harus terus dijaga, dirawat, dan kita majukan bersama.

Peringatan hari jadi Tanah Pilih ini adalah momentum untuk mengenang dan meresapi sejarah panjang perjuangan para pemimpin terdahulu mulai dari Orang Kayo Hitam dari masa Kerajaan Melayu Islam hingga para Walikota Jambi di era pemerintah modern. Setiap masa ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada masanya.

Para pemimpin terdahulu dengan gigih telah membangun kemajuan, nilai-nilai islam dan norma adat melayu, serta mewarisi semangat dan persatuan yang menjadi landasan kokoh dan kekuatan bagi generasi selanjutnya dalam menghadapi cobaan dan tantangan perkembangan zaman, bak seloko:

Titian teras bertanggo batu,

Lantak nan dak goyah, kaping idak tagenso.

Cermin nan dak kabur, dak lapuk dek hujan, dak lekang dek panas. Kato seiyo, kato nan sekato, kato nan samo.

Adat lamo pusako usang,

Yang terpahat di tiang panjang, Yang terlukis di bendul jati. Setitik nan dak ilang, sebaris nan dak tebo.

Setitik nak di lautkan, segumpal nak di gunungkan. Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah

Paripurna Dewan yang Terhormat

Saat ini, Kota Jambi tidak hanya dipandang sebagai pusat pemerintahan, pusat pertumbuhan ekonomi, sosial dan kebudayaan di Provinsi Jambi. Kota ini telah menjelma menjadi Kota Besar, dengan skala pelayanan Nasional. Kota yang menjadi kebanggaan dan simbol identitas masyarakat Jambi.

Pada momen peringatan HUT Pemerintah Kota Jambi ke-80 dan hari jadi Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi yang ke 625 Tahun, Kami mengusung tema “Pertumbuhan dan Kemajuan untuk Kota Jambi yang Bahagia dan Berkelanjutan” yang menunjukkan tekad dan harapan seluruh elemen masyarakat di Tanah Pilih ini.

Bapak Ibu yang berbahagia

Hingga hari ini, 462 hari sudah Saya dan Pak Diza membersamai Pemerintahan Kota Jambi dan seluruh elemen masyarakat di Tanah Pilih ini bersama membangun Kota yang Kita Banggakan ini.

Alhamdulillah begitu banyak dukungan dalam upaya mewujudkan Kota Jambi yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera. KOTA JAMBI BAHAGIA..

Misalnya, di sepanjang Tahun 2025 dengan kerja keras dan kesungguhan, Kami mencatat berbagai sumber dukungan pembiayaan untuk peningkatan pembangunan Kota Jambi sebesar 1,96 Triliun rupiah dan dukungan investasi sebesar 1,32 Triliun.

Dalam pengelolaan Pendapatan Daerah, pada tahun 2025 lalu realisasi PAD mencapai 615,08 Miliar Rupiah, naik 35,11% dari realisasi 2024 sebesar 455,25 Miliar Rupiah.

Kondisi ini turut meningkatkan APBD Kota Jambi, dari sisi pendapatan mencapai 2,013 Triliun, dari sebelumnya 1,765 Triliun rupiah atau terjadi peningkatan 14,06%.

Lebih dari itu, Tahun 2025 Pemerintah Kota Jambi meraih 36 Penghargaan, baik di tingkat Internasional, Nasional dan Provinsi Jambi, di tahun 2026 hingga hari ini telah diterima 15 Penghargaan, antara lain:

  • Penghargaan 100% Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 dari
  • Penghargaan Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
  • Indeks Reformasi Birokrasi Kota Jambi naik signifikan dari 72,97 dengan katagori BB menjadi 82,36 dengan Kategori A-, berdasarkan Hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi oleh KemenPAN-RB.
  • Penghargaan Atas Kesuksesan Mewujudkan Kampung Bahagia dan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Kota Jambi dari Kapolda Jambi Bapak Irjen. Pol. Krisno H. Siregar.

Selanjutnya, keberhasilan itu ditunjukkan juga oleh gambaran

Indikator Makro Daerah yang dicapai.

Tahun 2025 lalu, di tengah perekonomian dunia yang melambat, Pertumbuhan Ekonomi Kota Jambi justru naik dari 4,88% menjadi 5,13%. Pendapatan Perkapita meningkat dari 68,5 juta menjadi 73,6 juta rupiah perkapita pertahun.

Indeks Gini yang menggambarkan celah ketimpangan, turun dari 0,395 menjadi 0,339.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa, aktivitas ekonomi dan investasi mengalami peningkatan, terutama pada sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Jambi.

Pertumbuhan ini tidak terlepas dari upaya Kita mendorong investasi, memperkuat UMKM, serta meningkatkan konektivitas infrastruktur kota melalui program-program unggulan yang langsung menyentuh dan menstimulasi geliat ekonomi masyarakat.

Selain itu, sepanjang 2025 Inflasi dapat dikendalikan di kisaran 2 plus-minus 1.

Pada April 2026, inflasi year on year Kota Jambi adalah 1,73%, yang termasuk 10 Kota Indonesia dengan inflasi rendah.

Saudara-saudara

Capaian tersebut, tidak terlepas dari intensi yang kuat pada Implementasi 11 Program Unggulan Daerah, dengan hasil yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan daerah, termasuk memberikan hasil positif dalam menekan Angka Kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka.

Angka Kemiskinan turun dari 7,73% menjadi 7,69%. Penurunan ini ditandai pula dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang turun dari 7,38% menjadi 7,08%.

Secara keseluruhan, capaian Indikator makro tersebut juga berkontribusi signifikan pada peningkatan Indikator Strategis Pembangunan, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencapai angka 82,32 (kategori Sangat Tinggi), naik dari 81,77 poin.

Bapak Ibu Hadirin yang berbahagia

Pada Tahun 2026, melalui momentum peringatan hari yang bersejarah ini, perkenankan Saya menyampaikan beberapa Agenda Prioritas Kota Jambi Bahagia, melalui 11 Program Unggulan Daerah, antara lain yaitu;

Pertama:

Pada Tahun ini, untuk meningkatkan perluasan cakupan Program Kartu Bahagia, maka Kita akan menambah Cakupan BPJS Ketenaga- Kerjaan kepada 8.660 orang, yaitu kepada:

  • 000 orang Pekerja Rentan
  • 860 orang Petugas Keagamaan
  • 650 orang Sekretaris RT
  • 000 orang OPBM
  • 150 orang Petugas Rumah Ibadah

Sehingga Penerima BPJS Ketenaga-kerjaan menjadi 15.740 orang, dari sebelumnya 7.080 orang.

Sejak Februari 2025 hingga saat ini BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan santunan bagi 76 penerima manfaat dengan nilai sebesar 3,46 Miliar lebih.

Untuk BPJS Kesehatan, kita tetap akan memenuhi 100% UHC, termasuk menyediakan anggaran untuk biaya pendamping pasien rujukan di luar kota jambi.

Kami juga akan melaksanakan khitanan gratis sepanjang tahun bagi warga kurang mampu di seluruh puskesmas Kota Jambi, yang bekerjasama dengan Baznas Kota Jambi.

Di bidang Pendidikan, Kami telah menyiapkan beasiswa bagi 2.013 anak kurang mampu di tingkat SD dan SMP.

Kita juga melanjutkan revitalisasi Satuan Pendidikan, yang tahun lalu telah dilaksanakan pada 24 Satuan Pendidikan.

Saat ini, tengah diproses usulan revitalisasi 150 Satdik, dan Pembangunan 2 Unit Sekolah Baru yang disetujui Kemendikdasmen.

Untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, Tahun ini Kita melanjutkan upaya guna meningkatkan tambahan Sambungan Rumah Jaringan Gas (SR-JARGAS) yang hingga 2025 baru terpasang 11.025 SR.

Pada tahun 2026 hingga saat ini telah ditambahkan 13.265 SR-JARGAS baru, dari target 15.000, sisanya segera dituntaskan.

Usulan Kami untuk tambahan 50.000 SR-JARGAS lagi bagi masyarakat juga telah mendapatkan persetujuan dan kesepakatan.

Kami juga akan menuntaskan perbaikan 225 unit rumah MBR yang tidak layak huni, dengan rincian: 191 unit (APBN), 11 Unit (Baznas), dan 23 unit (APBD Kota).

Kedua:

Program Kampung Bahagia, yang Tahap I Tahun 2026 ini, telah di launching langsung oleh Bapak Wamendagri yang memberikan testimoni:

“Kampung Bahagia adalah inovasi konkret yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan, dan bagaimana uang rakyat kembali ke rakyat, serta dampaknya langsung dirasakan masyarakat—

Kampung Bahagia ini merupakan contoh praktek baik yang berdampak: meningkatnya kohesivitas antar warga masyarakat, serta masyarakat dengan pemerintah dan stakeholder pembangunan”.

Saat ini, 76% dari 796 RT Tahap I sudah menuntaskan proposalnya. Tercatat 164 usulan pengadaan gerobak motor (bentor) yang akan mendukung Pengelolaan Sampah Tertutup melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang kami inisiasi.

Inisiatif ini adalah solusi inovatif guna melaksanakan amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, bahwa rumah tangga berkewajiban untuk menangani dan mengurangi sampahnya masing-masing dengan cara yang berwawasan lingkungan. Lebih lanjut, Perda Kota Jambi No. 5 Tahun 2020 mengatur mengenai Pemilhan Sampah.

Melalui OPBM, Kita menciptakan ruang bagi warga untuk melaksanakan tanggung jawab dan perannya dalam menangani sampah yang dihasilkan sejak dari rumah.

OPBM akan melakukan penjemputan sampah terpilah langsung ke rumah-rumah warga.

Bank Sampah dan TPS 3R sebagai kesatuan dalam sistim OPBM, akan mengelola nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan OPBM dan masyarakat.

Residunya, diangkut ke transfer depo sebelum di bawa ke TPA Talang Gulo.

Saat ini sedang dirampungkan proses pembangunan 7 unit Transfer Depo.

Pola ini tentunya mendukung upaya kita bersama dalam menciptakan ekosistim ekonomi sirkular yang berkontribusi pada pengurangan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan indeks kualitas lingkungaan serta kesehatan masyarakat, serta mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI.

Kami bersyukur, bahwa Inisitif ini telah mendorong terbentuknya

70 OPBM swadaya masyarakat yang cakupan pelayanannya mencapai 200 RT. Sehingga 94 TPS dan TPS liar di wilayah yang melaksanakan OPBM, telah ditutup, akhir tahun ini tidak ada lagi TPS di Kota yang tercinta ini.

Bapak Ibu Hadirin yang terhormat

Untuk mendukung sistim keamanan lingkungan, di Tahap 1 ini akan di pasang lebih dari 1.100 CCTV integratif yang terhubung ke JCOC Kota Jambi selama 24 jam penuh.

Hal ini tentunya akan berdampak pada penurunan angka kriminalitas, sehingga rasa AMAN dan kenyamanan masyarakat yang akan meningkat.

Selain itu, terdapat juga kegiatan pembangunan/peningkatan parit jalan dan drainase sepanjang ±12.000 meter, serta pembangunan jalan lingkungan sepanjang ±15.650 meter.

Ketiga:

Implementasi Program Kota Tangguh di tahun ini, tetap difokuskan pada peningkatan akses dan layanan sistim perkotaan, penangan banjir, lingkungan hidup, resiliensi terhadap perubahan iklim; pengembangan Kawasan ekonomi dan investasi.

Adapun agenda prioritasnya, antara lain yang terkait pengendalian banjir, yaitu:

  • Penuntatasan pelaksanaan normalisasi drainase Sungai Asam hingga 16,4 km.
  • Mendukung kelancaran pelaksanaan Kemajuan pembangunan kolam retensi Danau Kajang Lako oleh BWSS VI yang saat ini progresnya sudah mencapai 65%.

Insha Allah, menjelang akhir tahun ini dapat berfungsi.

  • Pembangunan drainase sepanjang 3,2 km dan normalisasi alur sepanjang 2,5 km.
  • Menuntaskan penanganan sistim sungai Kenali dan Kambang untuk mereduksi potensi banjir genangan dengan membangun Kolam Retensi di lokasi dekat JBC Sipin dan Simpang Rimbo.

Selain itu, Kami juga akan melaksanakan pembangunan 274 ruas jalan lingkungan serta pemeliharaan 60 jalan status kota.

Bapak Ibu yang kami banggakan

Lebih dari pada itu, Kami juga akan memperkuat capaian dan dampak program unggulan lainnya bagi peningkatan kapasitas Kota dan kesejahteraan masyarakat, misalnya:

– Memperkuat atensi dan dukungan Program Strategis Nasional di Kota Jambi, yaitu: Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi, Koparasi Merah Putih; dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekolah Rakyat Kota Jambi yang menempati lahan seluas 5,6 Ha, saat ini proses pembangunannya terus dilakukan, direncanakan seluruh pembangunan fisiknya akan rampung di akhir Juli nanti.

Tentunya keberadaan Sekolah dengan kapasitas bagi 1.080 siswa dari keluarga yang kurang mampu ini, menjadi solusi strategik dalam memutus rantai kemiskinan antar-generasi, sedangkan bagi pemerintah Kota Jambi, program ini membantu upaya pemerataan pendidikan, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Tanah Pilih Kota Jambi ini.

Untuk Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis, progressnya di Kota Jambi relatif sangat baik:

Jumlah MBG (target 100):

  • yang operasional 43 SPPG
  • siap operasional 10 SPPG
  • Tenaga Kerja terserap 160 orang

Jumlah Penerima manfaat 109.442 orang:

  • Sekolah : 535 orang
  • 3B :     907 orang

Komoditas dan Rantai Pasok:

  • 35-40 komoditas bahan pangan
  • Pasokan diperoleh dari petani & peternak lokal kota dan provinsi jambi, disuplay langsung melalui Koperasi dan distributor

Bapak Ibu yang kami banggakan

  • Kami juga akan terus mengembangkan destinasi menarik yang memiliki keunikan dan sejarah. Kami juga mendorong terselenggaranya berbagai even untuk meningkatkan kepariwisataan dan ekraf, yang memacu geliat ekonomi.
  • Seiring itu, peningkatan Daya Saing UMKM dan Tenaga Kerja, serta Akses pada Sumber Daya Produktif terus diperkuat melalui Kerjasama berbagai pihak.
  • Setelah sukses menjadi Tuan Rumah MUNAS HIPMI beberapa waktu lalu, Kota Jambi kembali akan menjadi Tuan Rumah 4 Momen bergengsi, yaitu:
  • Pelaksanaan MTQ Provinsi, Healthy Cities Summit (HCS) ke-VII, Penyelenggaraan National Smart City Forum dan Rakernas IDI.
  • Membuka ruang lebih luas bagi terciptanya khasanah budaya dan kearifan melayu Kota Jambi, serta kerukunan dan toleransi dalam kehidupan perkotaan yang majemuk.
  • Kami terus bekerja keras untuk melanjutkan dan meningkatkan hasil pembangunan dengan mengakses berbagai program pemerintah dan internasional ke Kota Termasuk alternatif pembiayaan kreatif dan Kerjasama Daerah. Memperkuat peran CSR, Baznas, dan lain-lain, termasuk mengoptimalkan Pendapatan Daerah.
  • Kami akan tingkatkan respon time kebencanaan dan kegawat-daruratan, serta kewaspadaan dan ketangguhan masyarakat dalam beradaptasi dengan perubahan iklim.

Melalui UPTD Call Center 112 yang melayani 18 jenis pengaduan dengan 11 instansi (termasuk PLN dan Kepolisian), sejak dibentuk pada Juni 2025, tercatat 9.250 Panggilan dengan panggilan insiden sebanyak 1.758 sambungan, 96%-nya telah ditindak lanjuti.

Bapak Gubernur dan seluruh undangan yang saya muliakan dan hormati;

Keberhasilan yang dicapai, bukanlah upaya individu, kelompok, maupun golongan, ini adalah buah dari kesungguhan, kerja cerdas dan sinergi seluruh elemen dan masyarakat.

Untuk itu, di momen terhormat ini, Kami selaku Kepala Daerah, atas nama Jajaran Pemerintah Kota Jambi, DPRD, FORKOPIMDA, serta seluruh masyarakat Kota Jambi, menyampaikan terima kasih dan penghargaan tulus kepada Bapak Gubernur, Kementerian dan Lembaga, instansi Vertikal, serta semua pihak yang berkontribusi positif dan bersinergi dalam harmoni mewujudkan Kota Jambi BAHAGIA.

Saya juga menghimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat di Tanah Pilih ini untuk selalu menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk terus bergandeng tangan dan bersinergi guna memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan dan kejayaan negeri, karena masa depan bergantung pada apa yang Kita lakukan hari ini.

“DIRGAHAYU!!

PEMERINTAH KOTA JAMBI KE-80, DAN HARI JADI

TANAH PILIH PUSAKO BATUAH KE 625 TAHUN”

Semoga Allah SWT, senantiasa memberikan berkah dan ridho-Nya kepada kita semua untuk terus merawat warisan nilai, budaya, dan sejarah yang telah diperjuangkan para pendahulu.

Dalam harmoninya, Kota ini akan terus bergerak menghadirkan pembangunan yang bermanfaat, membanggakan dan membahagiakan seluruh masyarakatnya.

Terima kasih

Billahittaufiq Walhidayah

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

WALIKOTA

 dr. H. MAULANA, MKM

 

Download di sini sambutan lengkap walikota Jambi Paripurna_HUT_Kota_Jambi!




Reformasi Birokrasi Kota Jambi Melonjak, Maulana-Diza Raih Predikat A- Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Pemkot Jambi berhasil meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tahun 2025 sebesar 82,36 dengan predikat A-.

Capaian tersebut berdasarkan hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Tahun 2025 yang tertuang dalam surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Nomor B/157/RB.06/2026 tertanggal 10 April 2026.

Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, Pemerintah Kota Jambi masih berada pada kategori BB dengan nilai 72,97.

Kini, nilainya melonjak lebih dari 9 poin hingga berhasil masuk kategori A-.

Tak hanya mengalami kenaikan tajam, capaian tersebut juga menempatkan Kota Jambi berada di atas nilai Reformasi Birokrasi Provinsi Jambi yang sama-sama meraih kategori A-, namun dengan skor 81,35.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Jambi, Rini Yuliani, mengatakan peningkatan tersebut menjadi bukti komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Alhamdulillah tahun ini Indeks Reformasi Birokrasi Kota Jambi meningkat signifikan menjadi 82,36 dengan kategori A-. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Rini, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai upaya pembenahan birokrasi yang terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan digital, hingga pembangunan budaya kerja ASN yang profesional dan adaptif.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas Reformasi Birokrasi di Kota Jambi.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus melakukan inovasi dan pembenahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tambahnya.

Peningkatan nilai Reformasi Birokrasi ini sekaligus menjadi indikator bahwa implementasi tata kelola pemerintahan di Kota Jambi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen terus menghadirkan birokrasi yang sigap, transparan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan publik yang optimal.(*)