Sepatu Seragam dari Pemkot Jambi, Semangat Baru untuk Anak Sekolah Rakyat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung berlangsungnya Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program yang sudah berjalan di Kota Jambi itu, diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk karakter generasi bangsa sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Komitmen itu ditunjukkan dengan penyerahan bantuan berupa sepatu sekolah kepada siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 5 yang berlokasi di Sentra Alyatama, Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, pada Selasa pagi (26/8/2025).

Penyerahan itu dilakukan secara simbolis kepada empat orang peserta didik, yang dirangkai dengan pelaksanaan apel pagi dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Sentra Alyatama Jambi Hendra Permana, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jambi, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Camat Paal Merah M. Toyib, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 5 Sudarmono, serta jajaran tenaga pendidik.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang diarahkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya dari kelompok desil satu, untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas.

“Ini adalah sesuatu yang sangat baik dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, khususnya di Kota Jambi. Dan kami, Pemerintah Kota, sangat mendukung program dari Bapak Presiden ini,” ujarnya.

Menurut Maulana, bantuan sepatu yang diberikan Pemkot Jambi melalui Dinas Sosial bukan hanya sekedar perlengkapan sekolah, tetapi juga bentuk perhatian dan dorongan motivasi agar para siswa semakin bersemangat belajar.

“Hal ini kami lakukan agar seluruhnya seragam. Nanti bajunya pun ada delapan jenis seragam, tujuannya agar mereka tetap menjaga marwah dan karakter. Sehingga di luar sekolah tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan,” jelasnya.

Maulana optimistis, keberadaan Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi di berbagai bidang. Lebih jauh, Ia menilai program ini merupakan jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin melalui pendidikan.

“Melalui satu anak yang berhasil meningkatkan kesejahteraannya, maka keluarga di belakangnya pun akan ikut terangkat. Dengan begitu, rantai kemiskinan dapat diputus,” tegasnya.

Kepada para siswa, Maulana juga menyampaikan pesan motivasi. Ia menekankan bahwa pendidikan, ilmu pengetahuan, dan keimanan yang kuat akan menjadi kunci perubahan dan pengangkat derajat seseorang.

“Prinsip itu semua ada pada program Sekolah Rakyat ini. Bukan hanya untuk mengangkat derajat adik-adik sekalian, tapi juga keluarga kalian,” katanya.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan agar seluruh siswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sepenuh hati.

“Di sekolah ini, semuanya harus senang dan bersemangat. Targetnya, setelah lulus dapat melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik, baik di Indonesia maupun di dunia. Dari sini juga akan lahir kader-kader bangsa dan pemimpin masa depan yang berilmu sekaligus berakhlak,” pungkas Wali Kota Jambi itu.(*)




Wujud Kepedulian, Wali Kota Jambi Bantu Sepatu Sekolah untuk Siswa Kurang Mampu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kali ini, ia secara simbolis menyerahkan bantuan sepatu sekolah gratis kepada para siswa Sekolah Rakyat di Kecamatan Jambi Selatan, Selasa (26/8/2025).

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, khususnya mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Kami memberikan bantuan sepatu sekolah agar para siswa bisa tampil rapi dan seragam, sekaligus merasa percaya diri saat mengikuti kegiatan belajar,” kata Maulana.

Penyerahan simbolis dilakukan kepada empat orang siswa Sekolah Rakyat, sebagai perwakilan dari total 100 peserta didik tingkat SMA yang telah diterima melalui proses seleksi ketat.

Para siswa ini berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.

Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa selain bantuan sepatu, Sekolah Rakyat juga menyediakan delapan jenis seragam untuk berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar sekolah.

Tujuannya adalah agar siswa tetap menjaga sikap, karakter, dan moralitas di manapun mereka berada.

“Seragam ini tidak hanya soal penampilan, tapi juga cara kita menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan karakter yang baik kepada anak-anak, bahkan saat mereka berada di luar lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan prioritas nasional yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi masa depan untuk generasi muda agar mereka bisa memiliki keterampilan, ilmu pengetahuan, dan masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas SDM di Kota Jambi,” tegas Maulana.

Pemerintah Kota Jambi pun berkomitmen penuh mendukung keberlanjutan program ini, sebagai langkah strategis membangun masyarakat yang lebih sejahtera melalui jalur pendidikan.(*)




PBB dan BPHTB Dipermudah, Maulana Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memberikan kabar baik bagi warganya.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Pemkot Jambi mengumumkan kebijakan baru terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2025, yang berdampak langsung pada pengurangan beban pajak masyarakat.

Dari total lebih dari 182 ribu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterbitkan tahun ini, sekitar 115 ribu SPPT atau 67 persen di antaranya mengalami penurunan nilai dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, sekitar 67 persen warga merasakan penurunan PBB tahun ini. Ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada masyarakat,” kata Maulana, belum lama ini.

Sementara itu, sekitar 49 ribu SPPT (29 persen) tercatat mengalami kenaikan, yang menurut Maulana disebabkan oleh adanya pembangunan baru atau kenaikan nilai objek pajak.

Kenaikannya pun terbilang ringan, rata-rata hanya 1,8 persen. Adapun sisanya, sekitar 6 ribu SPPT (4 persen), tidak mengalami perubahan nilai.

Kebijakan fiskal ini merupakan kelanjutan dari pendekatan pro-rakyat yang konsisten dijalankan Pemkot Jambi.

Sebelumnya, pada April 2025, Pemkot juga menurunkan tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) melalui formula baru yang lebih fleksibel.

Skema tersebut tidak hanya mengacu pada Zona Nilai Tanah (ZNT), tetapi juga mempertimbangkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Langkah ini membawa hasil signifikan. Jumlah transaksi properti di Kota Jambi melonjak dari 500 menjadi 1.500 transaksi per bulan, atau meningkat hingga 300 persen.

Efek domino lainnya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sebelumnya Rp 5–6 miliar menjadi Rp 7–8 miliar per bulan.

“Dampaknya sangat positif. Tarif kita turunkan, tetapi pendapatan daerah justru meningkat. Ini bukti bahwa kebijakan yang berpihak pada rakyat bisa tetap menjaga kinerja fiskal,” jelas Maulana.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mempercepat aktivitas ekonomi di daerah.

Salah satunya adalah dengan mempercepat layanan BPHTB, yang kini dapat selesai dalam waktu 2×24 jam.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Jambi melalui kemudahan transaksi dan pengurangan beban pajak,” tutup Maulana.(*)




Wali Kota Jambi Deklarasikan Tolak Judi Online Saat Peringatan Hardiknas 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Pemerintah Kota Jambi menggelar jalan santai edukatif yang melibatkan ribuan siswa dan guru dari berbagai sekolah.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu pagi, 3 Mei 2025, dengan titik start di lapangan Kantor Wali Kota Jambi.

Acara yang diinisiasi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi, juga diisi dengan deklarasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan penolakan terhadap judi online (judol).

Dalam sambutannya, Maulana menekankan pentingnya menanamkan tujuh kebiasaan positif sejak dini, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

“Kebiasaan ini harus menjadi budaya dalam keluarga dan sekolah. Jika diterapkan secara konsisten, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi hebat,” ujar Maulana.

Maulana juga mengangkat isu serius terkait maraknya judi online yang bahkan melibatkan pegawai pemerintahan.

Ia menyebutkan bahwa banyak pegawai yang terjerat pinjaman online karena terlibat judol, bahkan ada yang sampai diberhentikan dari pekerjaannya.

“Provinsi Jambi tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat partisipasi judi online tinggi, padahal kita dikenal sebagai masyarakat religius dan berbudaya,” katanya.

Maulana menginstruksikan kepada para kepala sekolah untuk memeriksa penggunaan ponsel guru dan memberikan pembinaan jika ditemukan indikasi keterlibatan dalam judol.

“Tidak ada yang menjadi kaya karena judi online. Yang ada justru kehancuran keluarga dan masa depan,” tegasnya.

Pada Jumat (2/5/2025), Maulana juga meresmikan Program Sekolah Digital Bahagia dan menyalurkan 2.000 beasiswa pendidikan bagi siswa SD dan SMP se-Kota Jambi.

Program digitalisasi sekolah ini bertujuan untuk mendorong adaptasi teknologi dalam proses belajar-mengajar.

Melalui portal digital yang disediakan, guru, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan Dinas Pendidikan dapat memantau proses pembelajaran secara real-time.

“Semua aktivitas siswa, nilai, hingga progres belajar bisa dipantau. Ini bagian dari komitmen kami dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan merata,” ungkap Maulana.

Ia juga mendorong guru agar lebih kreatif dan inovatif dengan menggunakan media pembelajaran interaktif seperti aplikasi, video, dan platform digital lainnya.(*)




Peringati Hardiknas 2025, Walikota Maulana Dorong Revitalisasi Pendidikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Jambi.

Ia menyebut bahwa pendidikan adalah hak asasi setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu dan berkemajuan. Pendidikan bukan hanya kewajiban negara, tapi juga hak sipil setiap insan,” ujar dr Maulana dalam sambutannya.

Menurutnya, pendidikan adalah proses membangun kepribadian, akhlak mulia, dan peradaban bangsa.

Di tingkat individu, pendidikan berperan dalam menumbuhkembangkan potensi manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta berbagai kecerdasan yang dibutuhkan untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan.

Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memutus mata rantai kemiskinan, Wali Kota Maulana juga mendukung upaya revitalisasi sarana prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas guru.

“Guru harus menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban, bukan sekadar fasilitator. Mereka adalah mentor, konselor, dan orang tua kedua bagi murid-muridnya,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa harus saling mendukung agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berjalan optimal.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi semua pihak adalah kunci menciptakan generasi masa depan yang hebat dan kuat,” tutupnya.(*)




Al Haris Dijagokan Pimpin DPW PAN Jambi, Ini Lima Nama Formatur Diajukan ke DPP

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, disebut-sebut menjadi kandidat kuat Ketua DPW PAN Provinsi Jambi periode 2025–2030.

Namanya masuk dalam daftar lima formatur yang telah diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP PAN) menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dijadwalkan pada 26 April 2025 mendatang.

Kelima nama formatur tersebut yakni:

  • Al Haris (Gubernur Jambi)

  • Maulana (Wali Kota Jambi)

  • Muhammad Hafiz (Ketua DPRD Provinsi Jambi)

  • Bambang Bayu Suseno (Bupati Muaro Jambi)

  • Madian (Ketua Bappilu DPW PAN Jambi)

Sumber internal menyebut, nama-nama tersebut telah dikirim ke DPP PAN sebelum jadwal Muswil.

Selanjutnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) akan memilih satu nama untuk ditunjuk sebagai Ketua Formatur, yang kemudian otomatis akan menjabat sebagai Ketua DPW PAN Jambi periode lima tahun ke depan.

Posisi Ketua DPW PAN Jambi saat ini dipegang oleh H. Bakri, yang dipromosikan menjadi Ketua Badan Sosial DPP PAN.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PAN dalam acara halal bihalal partai beberapa waktu lalu.

Dengan beralihnya posisi H. Bakri ke tingkat pusat, peluang Al Haris untuk menduduki pucuk kepemimpinan DPW PAN Jambi semakin menguat, mengingat posisinya sebagai kepala daerah sekaligus tokoh politik berpengaruh di Jambi.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, saat dikonfirmasi menyatakan siap mengikuti apapun keputusan partai.

“Sesuai arahan Ketum, PAN Jambi harus semakin besar. Sebagai kader, kami siap membesarkan partai,” ujarnya diplomatis.

Ia juga menegaskan, keputusan Ketua Umum pasti telah mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan partai ke depan.

“Yang penting, target politik PAN bisa tercapai. Saat ini ada delapan kepala daerah yang merupakan kader PAN. Ini kekuatan besar,” tambahnya.

Sementara itu, Madian Saswadi yang juga masuk dalam daftar formatur, memilih untuk tidak berspekulasi.

“Saya belum tahu siapa saja formatur yang dipilih. Yang pasti, Ketum yang akan menentukan satu nama untuk menjadi Ketua Formatur,” ujarnya singkat.(*)




Komisi V DPR RI Bahas Masalah Banjir, Walikota Maulana: Butuh Dukungan Pemerintah Pusat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mendorong solusi konkret dalam menangani banjir yang kerap melanda kawasan Sungai Asam.

Dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI pada Senin (14/4/2025), Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat.

Kunjungan DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae itu dilakukan di lokasi pintu air Sungai Asam, Kecamatan Pasar, untuk melihat langsung penyebab banjir yang kerap terjadi di Kota Jambi.

Hadir pula dalam kunjungan tersebut Wakil Wali Kota Jambi, Sekda Provinsi Jambi, Ketua DPRD Provinsi dan Kota Jambi, serta Kepala BWSS VI dan BPJN IV Jambi.

“Jika hujan turun selama tiga jam saja, Kota Jambi langsung banjir. Maka kami mengusulkan pembangunan kolam retensi dan pembebasan lahan di sekitar Sungai Asam,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, Pemkot Jambi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar, sementara Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen memberikan Rp25 miliar.

Sisanya diharapkan dari dukungan pemerintah pusat sebesar Rp45 miliar, sehingga total kebutuhan mencapai Rp75 miliar.

“Kami sudah sepakat, tinggal menunggu dana pusat turun agar pengerjaan bisa segera dimulai,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menjelaskan bahwa, persoalan utama yang ditemukan dari hasil tinjauan adalah belum tuntasnya pembebasan lahan dan belum dibangunnya kolam retensi.

“Kami akan menyampaikan hal ini ke Kementerian PUPR agar anggaran segera dialokasikan. Presiden Prabowo memang sedang melakukan efisiensi anggaran,” sebutnya.

“Namun kami yakin pemerintah tetap memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat seperti penanggulangan banjir,” jelas Ridwan.

Diharapkan, kolaborasi lintas pemerintah ini mampu segera mengatasi persoalan banjir di Kota Jambi, khususnya di daerah rawan seperti Sungai Asam, yang setiap tahunnya terdampak genangan air saat musim hujan tiba.(*)