Pesan Kuat Walikota Maulana di DPRD, Kolaborasi Jadi Solusi Permasalahan Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat adalah kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan penuh dari DPRD.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi dalam agenda penyampaian rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025, Senin (20/04/2026).

Menurut Maulana, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang ada di Kota Jambi.

“Jika kita bergerak bersama-sama dan didukung oleh DPRD, saya yakin persoalan di masyarakat bisa diselesaikan secara bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi saat ini tengah fokus membangun sistem yang terintegrasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar program yang dijalankan dapat berjalan optimal.

Dalam rapat tersebut, Maulana juga menilai berbagai rekomendasi yang disampaikan DPRD melalui Pansus LKPJ 2025 sangat konstruktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Beberapa sektor yang menjadi sorotan antara lain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan aset, tata kelola sampah, hingga penguatan sistem keamanan berbasis CCTV.

“Semua rekomendasi ini sangat baik dan akan terus kami jadikan prioritas dalam pembangunan ke depan,” katanya.

Ia juga menyebut, sejumlah masukan dari DPRD telah sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Jambi, termasuk Program Kampung Bahagia yang saat ini tengah berjalan.

Program tersebut, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun sistem serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Maulana memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah diinstruksikan untuk merespons rekomendasi DPRD secara positif sebagai bagian dari evaluasi kinerja.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jambi Muhammad Yasir menyatakan dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam menyelesaikan persoalan sosial yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal jalannya program sekaligus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah.

Rapat paripurna ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif demi mendorong pembangunan Kota Jambi yang lebih efektif dan berkelanjutan.(*)




Ketua DPRD Kota Jambi: Sampah Harus Jadi Energi, Bukan Lagi Masalah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri yang digelar di kawasan Rest Area Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jambi Al Haris, dan Wali Kota Jambi Maulana tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama terhadap pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kemas Faried menilai gerakan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Kota Jambi.

“Ini terobosan yang sangat baik untuk menjawab persoalan sampah di Kota Jambi. Ke depan, sampah tidak hanya ditangani, tetapi harus bisa diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat,” ujar Kemas Faried.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan solusi jangka panjang yang tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga pada sistem pengolahan yang bernilai ekonomi.

Ia menilai program waste to energy yang sedang didorong pemerintah pusat merupakan langkah strategis yang harus didukung penuh oleh seluruh pihak, termasuk DPRD Kota Jambi.

“DPRD tentu sangat mendukung kebijakan ini karena menyangkut kepentingan masyarakat luas dan masa depan lingkungan kota,” tegasnya.

Kemas Faried juga mengapresiasi dipilihnya Danau Sipin sebagai lokasi kegiatan Gerakan Nasional Indonesia Asri.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai strategis sebagai ikon wisata sekaligus ruang publik yang harus dijaga kebersihannya.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus berlanjut dalam bentuk program nyata di lapangan.

“Harapannya ini bukan hanya kegiatan simbolis, tapi menjadi gerakan berkelanjutan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran DPRD Kota Jambi dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong kebijakan lingkungan yang lebih progresif.

Kemas Faried menegaskan bahwa DPRD siap mengawal kebijakan pengelolaan sampah agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kebersihan maupun potensi ekonomi.(*)




Wali Kota Jambi Dorong OPBM, Danau Sipin Jadi Simbol Kota Bersih Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan langkah besar Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq dalam apel dan aksi gotong royong Gerakan Nasional Indonesia Asri di kawasan Rest Area Danau Sipin, Sabtu (11/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Maulana menjelaskan bahwa OPBM menjadi strategi utama Pemkot Jambi untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari rumah tangga.

Program ini akan melibatkan sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi, di mana sampah akan diangkut dari rumah ke depo sebelum dipilah dan dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.

“Kami sedang menyiapkan OPBM yang akan melibatkan masyarakat secara luas. Sampah akan diambil dari rumah, dibawa ke depo, lalu dipilah sebelum ke pengolahan akhir,” ujar Maulana.

Wali Kota Jambi itu menegaskan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi sampah yang dibuang sembarangan, dibakar, maupun dibuang ke sungai.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di perkotaan.

“Target kami jelas, tidak ada lagi sampah liar. Semua harus terkelola dengan baik dan terintegrasi,” tegasnya.

Maulana juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kota Jambi telah menunjukkan hasil positif. Salah satunya Kecamatan Pelayangan yang kini sudah dinyatakan bebas dari tempat pembuangan sampah liar.

Program OPBM ini direncanakan akan resmi diluncurkan pada 2 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Jambi.

Peluncuran ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan sampah modern berbasis masyarakat di Kota Jambi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq dalam arahannya menegaskan bahwa Kota Jambi termasuk daerah yang masuk program nasional waste to energy berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Ia juga mendorong agar daerah memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, sejalan dengan program OPBM yang disiapkan Wali Kota Jambi.

Kegiatan di Danau Sipin tersebut juga diisi dengan aksi gotong royong yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, Forkopimda, dan masyarakat.

Aksi ini menjadi simbol kolaborasi menuju Kota Jambi yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

Dengan langkah strategis yang digagas Wali Kota Maulana, Kota Jambi menargetkan menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.(*)




Di Hadapan Menteri LH: Walikota Maulana Tegaskan Komitmen, Kota Jambi Jadi Daerah Percontohan Waste to Energy

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui program berbasis masyarakat yang terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup RI ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo, Sabtu (11/4/2026).

Maulana menyebut, Pemkot Jambi saat ini tengah menggerakkan program “Kampung Bahagia” sebagai strategi utama dalam mengubah pola pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Program ini melibatkan warga hingga tingkat RT dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah langsung dari rumah ke rumah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi sampah yang dibuang sembarangan, dibakar, atau masuk ke sungai. Semua harus dikelola dengan sistem yang jelas dan terkontrol,” tegas Maulana.

Ia menjelaskan, sistem pengangkutan sampah juga diperkuat dengan penggunaan kendaraan bentor yang dikelola masyarakat, sehingga proses pengangkutan menjadi lebih efektif dan berbasis komunitas.

Selain itu, Pemkot Jambi juga mulai menertibkan titik-titik pembuangan sampah liar serta menerapkan sanksi tegas sesuai aturan daerah bagi pelanggar.

Maulana menegaskan bahwa penguatan pengelolaan sampah di tingkat hulu menjadi kunci utama dalam mendukung kesiapan Jambi menuju sistem pengolahan sampah modern berbasis energi.

“Kita tidak bisa hanya fokus di hilir. Hulu harus kuat. Ini yang sedang kita benahi secara bertahap,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi terhadap sistem pengelolaan sampah di Kota Jambi, khususnya di TPA Talang Gulo yang dinilai sudah memiliki desain dan operasional yang baik.

Menteri LH juga menegaskan bahwa Jambi termasuk dalam 33 kawasan prioritas nasional untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), yang akan segera dilelang dan direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.

Gubernur Jambi, Al Haris, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan PSEL di daerah tersebut sebagai bagian dari solusi jangka panjang penanganan sampah.

Dengan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kota, Wali Kota Maulana optimistis Jambi dapat menjadi salah satu kota percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan.(*)




Walikota Maulana Raih Anugerah Tokoh Pramuka, Sebut Bukan Kebanggaan Personal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menerima penganugerahan sebagai Tokoh Gerakan Pramuka sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan kepramukaan di daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan turut dihadiri Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, bersama jajaran pengurus serta undangan lainnya.

Penghargaan Tokoh Gerakan Pramuka merupakan salah satu bentuk apresiasi bergengsi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kepada individu yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan gerakan kepramukaan.

Penghargaan ini sejajar dengan tanda kehormatan Pramuka lainnya, seperti Lencana Tunas Kencana, Lencana Melati, dan berbagai lencana jasa.

Dalam pernyataannya, Maulana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata-mata prestasi pribadi, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen Pramuka di Kota Jambi.

“Berbagai kegiatan kepramukaan yang telah dilaksanakan mendapat apresiasi. Ini bukan kebanggaan personal, tetapi menjadi motivasi bersama dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Pramuka, khususnya di Kota Jambi,” ujar Maulana.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah menerima penghargaan internasional dari Persekutuan Pengakap Malaysia berupa Semangat Rimba Silver.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Majlis Istiadat Penganugerahan Bintang dan Pingat PPM yang digelar di Dewan Seri Utama, Pejabat TYT Yang di-Pertua Negeri Melaka, pada Jumat (06/03/2026).

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali Bin Mohd Rustam.

Maulana menegaskan, penghargaan yang diterima menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berkontribusi dalam membina karakter generasi muda serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui Gerakan Pramuka,” tutupnya.(*)




Libatkan 500 Pramuka, Pemkot Jambi Tanam Padi Gogo di Lahan Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat ketahanan pangan dengan menggelar kegiatan tanam serentak padi ladang (gogo) tahun 2026 di Kelompok Tani Kasturi.

Kegiatan ini semakin menarik karena melibatkan sekitar 500 anggota Pramuka Kota Jambi yang turut turun langsung ke lapangan, Sabtu 11 April 2026, menjadikannya sebagai ajang edukasi sekaligus aksi nyata bagi generasi muda.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyebut Kelompok Tani Kasturi memiliki keunikan tersendiri.

Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, bukan petani profesional, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap sektor pertanian.

“Kelompok tani ini berbeda karena bukan petani murni. Mereka memanfaatkan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif,” ujarnya.

Menurut Maulana, pemanfaatan lahan di tengah kota ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga memiliki potensi dikembangkan menjadi kawasan agrowisata di masa depan.

“Saya berharap lokasi ini bisa berkembang menjadi agrowisata karena berada di tengah kota dan memiliki nilai edukasi,” tambahnya.

Keterlibatan ratusan anggota Pramuka dinilai penting sebagai bagian dari pembelajaran langsung di lapangan.

Selain menanam padi, para peserta juga diajak memahami pentingnya ketahanan pangan serta aktivitas produktif di luar ruang.

“Ini menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk belajar disiplin, mengenal pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada gadget,” tegas Maulana.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Jambi dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah seperti pemantauan harga, operasi pasar, hingga pasar murah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain itu, pengembangan padi gogo di lahan seluas sekitar 9 hektare menjadi salah satu inovasi yang terus didorong.

Pemkot juga mulai menerapkan teknologi pertanian seperti sistem Salibu yang memungkinkan panen lebih dari sekali dalam satu musim tanam.

Untuk tahun 2026, target Luas Tambah Tanam (LTT) di Kota Jambi ditetapkan mencapai 529 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dengan sinergi berbagai pihak dan optimalisasi lahan yang ada, Pemkot Jambi optimistis ketahanan pangan daerah akan semakin kuat sekaligus berdampak pada stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Soal Dugaan Keracunan MBG di SMPN 7, Walikota Jambi: Masih Tunggu Hasil Lab

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID— Wali Kota Jambi, Maulana, menanggapi dugaan insiden gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 7 Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Maulana menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta instansi terkait.

Ia juga menekankan bahwa seluruh penyedia makanan wajib memenuhi standar Sertifikat Higiene Sanitasi (SHS) dari Dinas Kesehatan.

“Semua SPPG harus memiliki sertifikat SHS dari Dinas Kesehatan. Saat ini terdapat 39 proses pembangunan, dan targetnya 100 titik SPPG akan beroperasi,” ujar Maulana, Jumat (10/4/2026).

Terkait insiden di SMPN 7, Maulana menyebut pemerintah belum dapat menyimpulkan adanya keracunan makanan.

Mengingat belum adanya hasil pemeriksaan laboratorium, sementara sebagian besar siswa dan guru yang mengonsumsi makanan tidak mengalami gejala serupa.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium, apakah berasal dari makanan atau faktor lain. Karena siswa dan guru lain yang mengonsumsi makanan tersebut tidak mengalami keluhan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi belum dapat menarik kesimpulan sebelum hasil resmi keluar dari laboratorium.

Meski demikian, Maulana mengimbau seluruh SPPG dan penyedia makanan agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait proses pengolahan makanan, sanitasi, dan waktu penyajian.

“Secara umum kami mengimbau seluruh SPPG untuk mematuhi SOP, terutama dalam proses memasak, kebersihan, dan sanitasi. Kita belum bisa menyimpulkan sebagai keracunan sebelum hasil lab keluar,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak SMP Negeri 7 Kota Jambi telah memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Sekolah menyebut hanya tiga guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Humas SMPN 7 Kota Jambi, Junarso, menjelaskan bahwa ketiga guru tersebut memiliki kondisi kesehatan berbeda, sehingga diduga turut memengaruhi munculnya gejala.

“Yang mengalami gangguan hanya tiga guru. Mereka memiliki kondisi kesehatan berbeda, seperti asam lambung kronis, pascaoperasi gigi, dan satu lagi kondisi fisik sedang lemah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa puluhan guru dan siswa lainnya turut mengonsumsi makanan yang sama namun tidak mengalami keluhan serupa.

“Sekitar 20 guru dan lebih dari 30 siswa ikut mengonsumsi makanan itu, tetapi tidak ada keluhan. Jadi belum bisa dipastikan ini keracunan,” katanya.

Pihak sekolah menilai isu keracunan mencuat karena waktu kejadian berdekatan dengan konsumsi menu MBG. Namun hingga kini, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan Kota Jambi telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Sampel makanan serta sampel medis korban juga telah dikirim ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut.

Ketiga guru sempat mendapatkan perawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dua orang telah diperbolehkan pulang, sementara satu guru masih menjalani perawatan akibat riwayat kesehatan sebelumnya.

Hingga kini, pemerintah dan pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.(*)




Wali Kota Jambi Ingatkan Warga Waspada Kebakaran di Musim Kemarau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Maulana mengingatkan masyarakat Kota Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan ekstrem berdasarkan informasi cuaca dari BMKG.

Imbauan tersebut disampaikan saat dirinya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha melakukan kunjungan ke lokasi korban kebakaran di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (10/04/2026).

Maulana menegaskan bahwa kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan api, karena saat ini kita sudah memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran,” ujarnya.

Ia juga meminta peran aktif camat, lurah, serta ketua RT untuk terus mengingatkan warga agar lebih waspada dan sigap terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Pemkot Jambi juga telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk memastikan ketersediaan air bersih melalui peningkatan produksi oleh PDAM guna mengantisipasi dampak kekeringan.

“Kami sudah melakukan langkah antisipasi, termasuk memastikan layanan air bersih tetap tersedia. Jika ada wilayah yang mengalami kendala, segera laporkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi yang bergerak cepat dalam menangani kejadian kebakaran di Kelurahan Kenali Besar.

Berdasarkan laporan, tim Damkartan tiba di lokasi dalam waktu sekitar sembilan menit dengan mengerahkan 25 personel dan lima unit mobil pemadam, sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke rumah warga lainnya.

Kunjungan Wali Kota Jambi tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.(*)




Tragedi Kebakaran di Alam Barajo, Maulana-Diza Turun Beri Bantuan dan Trauma Healing

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau dan menyerahkan bantuan kepada warga korban kebakaran di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (10/04/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan ke rumah Agus Lisya yang mengalami musibah kebakaran pada Senin (06/04/2026).

Peristiwa itu diduga dipicu oleh percikan api yang mengenai kasur di bagian luar rumah hingga merambat ke plafon dan membakar sebagian besar bangunan.

Dalam kejadian tersebut, seorang anak berusia enam tahun, Kairan Al Gaisan Abkorri, turut menjadi korban dan mengalami luka akibat percikan api saat berusaha membantu memadamkan api.

Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan sehari-hari, perlengkapan sekolah, serta bantuan dana kebencanaan sebesar Rp2 juta dari Baznas Kota Jambi.

Maulana menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa keluarga korban dan berharap mereka tetap diberikan ketabahan.

“Kami hadir tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan semangat. Setiap musibah adalah ujian yang harus kita hadapi dengan sabar dan ikhlas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan melakukan verifikasi lanjutan untuk menentukan tingkat kerusakan rumah korban.

Setelah proses tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan tambahan untuk perbaikan rumah melalui mekanisme gotong royong.

Selain itu, Maulana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang berdasarkan prediksi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan api, karena risiko kebakaran meningkat pada musim kemarau,” katanya.

Ia juga meminta peran aktif camat, lurah, dan ketua RT untuk terus mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Dalam upaya mitigasi dampak kekeringan, Pemkot Jambi juga telah menginstruksikan peningkatan produksi air bersih oleh PDAM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami sudah melakukan antisipasi, termasuk memastikan layanan air bersih tetap berjalan. Jika ada wilayah yang mengalami kendala, segera laporkan,” tambahnya.

Wali Kota Jambi juga memberikan apresiasi kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi yang bergerak cepat dalam menangani kebakaran tersebut.

Berdasarkan laporan, tim Damkartan tiba di lokasi dalam waktu sekitar sembilan menit dengan mengerahkan 25 personel dan lima unit mobil pemadam, sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke rumah lain.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam Alam Barajo, Baznas Kota Jambi, FKRT Kenali Besar, serta tokoh masyarakat setempat.(*)




Anjangsana PWI Kota Jambi, Wali Kota Jambi Tekankan Peran Pers dalam Lawan Hoaks

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Pemerintah Kota Jambi, Jumat (10/4/2026).

Rombongan PWI dipimpin oleh Rizal Zebua dan disambut langsung oleh Walikota Jambi, Maulana di ruang kerjanya.

Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Saleh Ridha.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat kolaborasi antara insan pers dan pemerintah daerah, terutama menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua PWI Kota Jambi pada Juni mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa peran media sangat strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Ia berharap PWI Kota Jambi dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak terpengaruh hoaks. Peran pers sangat penting dalam membangun kepercayaan publik,” ujar Maulana.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan media akan menjadi kunci dalam menyukseskan berbagai program pembangunan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Sementara itu, Rizal Zebua menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Jambi.

Ia menilai pertemuan ini menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara PWI dan pemerintah daerah.

“Kami berharap sinergi ini terus terjaga dan semakin kuat ke depan, meskipun nantinya akan ada dinamika dalam organisasi PWI,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sebagai simbol kemitraan yang telah terjalin, kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat dari PWI Kota Jambi kepada Wali Kota Jambi.(*)