UIN STS Jambi Gandeng Kemendikdasmen Perkuat Bahasa Indonesia, Mahasiswa Disiapkan Berdaya Saing Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi memperkuat langkah pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN STS Jambi dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, Selasa 4 Agustus 2026.
Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.
Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tingkat universitas. Sebagai tindak lanjut, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Bahasa Provinsi Jambi dengan sejumlah unit akademik UIN STS Jambi, yakni Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, serta Unit Pengembangan Bahasa.
Perkuat Kompetensi Bahasa di Lingkungan Kampus
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, mengatakan kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas kebahasaan di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, penguatan bahasa Indonesia menjadi bagian penting dalam peningkatan kompetensi mahasiswa maupun tenaga pendidik, terutama di tengah tuntutan dunia akademik yang semakin kompetitif.
“Kita menandatangani Nota Kesepahaman antara UIN STS Jambi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini sangat penting karena banyak sisi positif yang telah kita rasakan selama empat tahun terakhir,” ujar Kasful.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian mahasiswa UIN STS Jambi dalam berbagai ajang kebahasaan, khususnya Duta Bahasa Provinsi Jambi.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir mahasiswa UIN STS Jambi konsisten meraih prestasi hingga dipercaya mewakili Provinsi Jambi pada ajang Duta Bahasa tingkat nasional.
“Saya merasa bahagia dan bangga. Dalam tiga hingga empat tahun terakhir, UIN STS Jambi selalu menjadi wakil Provinsi Jambi pada ajang Duta Bahasa tingkat nasional,” katanya.
Kolaborasi Pendidikan Jadi Kunci
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, mengapresiasi komitmen UIN STS Jambi dalam membangun kolaborasi untuk pengembangan bahasa dan sastra.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, hingga komunitas pendidikan.
“Sejatinya kita tidak mungkin bekerja sendiri. Dalam setiap aktivitas kita membutuhkan dukungan, bantuan, dan kerja sama dari berbagai pihak,” ujar Hafidz.
Ia menjelaskan, Kemendikdasmen terus mendorong konsep partisipasi semesta dalam membangun pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Kerja sama dengan UIN STS Jambi dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas peran perguruan tinggi dalam pengembangan bahasa Indonesia, kesastraan, serta peningkatan kompetensi kebahasaan generasi muda.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Dalam Nota Kesepahaman tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan berbagai program kebahasaan dan kesastraan di lingkungan UIN STS Jambi.
Beberapa program yang menjadi ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pengembangan bidang penerjemahan dan penjurubahasaan, serta peningkatan kompetensi bahasa bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Selain itu, kerja sama juga mencakup program praktik kerja lapangan, magang, implementasi Kurikulum Kampus Berdampak, penyediaan narasumber seminar dan workshop, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Melalui kemitraan tersebut, UIN STS Jambi dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen berharap dapat melahirkan generasi yang memiliki kemampuan bahasa lebih kuat, kompetensi akademik yang meningkat, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Penguatan bahasa Indonesia di lingkungan kampus juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi ilmiah dalam dunia pendidikan tinggi.(*)







