Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia dan Bertemu Argentina di 8 Besar Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swiss menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Selasa 7 Juli 2026 malam waktu setempat atau Rabu WIB itu berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu tos-tosan.

Kemenangan tersebut memastikan Swiss melaju ke delapan besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam salah satu laga paling dinantikan di babak perempat final.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil hati-hati. Swiss maupun Kolombia sama-sama enggan mengambil risiko sehingga permainan lebih banyak berlangsung di lini tengah.

Peluang bersih baru muncul memasuki menit ke-21 ketika Gustavo Puerta melepaskan tembakan keras dari sisi kiri.

Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Swiss membalas ancaman pada menit ke-30 melalui Fabian Rieder.

Sayangnya, sepakan gelandang muda itu masih mampu diamankan penjaga gawang Kolombia, Camilo Vargas.

Hingga turun minum, tidak banyak peluang berbahaya tercipta. Kedua tim gagal menemukan celah di lini pertahanan lawan sehingga babak pertama ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Murat Yakin mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Djibril Sow menggantikan Ardon Jashari.

Pergantian tersebut membuat Swiss lebih agresif pada awal babak kedua. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi belum cukup merepotkan pertahanan Kolombia.

Di sisi lain, Kolombia mengandalkan serangan balik cepat.

Luis Diaz memperoleh kesempatan emas pada menit ke-60, namun penyelesaiannya masih mampu diamankan Kobel yang kembali tampil solid di bawah mistar.

Memasuki 30 menit terakhir, intensitas pertandingan kembali menurun.

Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi memecah kebuntuan, tetapi tidak ada perubahan signifikan.

Skor tanpa gol bertahan hingga waktu normal usai.

Babak tambahan waktu juga berlangsung ketat. Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumi menghantam mistar gawang Swiss.

Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik sepanjang pertandingan.

Swiss juga berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kelelahan membuat penyelesaian akhir kedua tim jauh dari maksimal.

Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Drama terjadi pada babak tos-tosan. Penendang kedua Kolombia, Davinson Sanchez, gagal setelah bola menghantam mistar.

Swiss sebenarnya sempat kehilangan peluang saat Manuel Akanji juga gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Gregor Kobel kembali menjadi pembeda. Kiper Borussia Dortmund itu berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez dan membuka jalan bagi Swiss untuk mengamankan kemenangan.

Ruben Vargas yang maju sebagai penendang terakhir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Swiss pun memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengunci tiket terakhir menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat Swiss akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di fase gugur turnamen.

Susunan Pemain

Swiss (4-3-3): Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Remo Freuler, Granit Xhaka, Ardon Jashari; Fabian Rieder, Breel Embolo, Dan Ndoye.

Pelatih: Murat Yakin.

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Luis Suarez, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.(*)




Kolombia Lolos ke 16 Besar! Gol Jhon Arias Singkirkan Ghana dari Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Ghana dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Kansas City Stadium, Sabtu 4 Juli 2026.

Gol semata wayang Jhon Arias pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.

Kemenangan ini membawa Los Cafeteros melangkah ke fase berikutnya untuk menghadapi Swiss dalam perebutan tiket perempat final.

Gol Cepat Arias Bawa Kolombia Unggul

Laga berlangsung terbuka sejak menit awal dengan kedua tim sama-sama tampil agresif.

Kolombia lebih dulu kehilangan Jhon Cordoba yang mengalami cedera pada menit kedelapan. Penyerang tersebut digantikan Luis Suarez.

Tak lama berselang, Ghana juga melakukan pergantian setelah Marvin Senaya mengalami cedera dan posisinya digantikan Alidu Seidu.

Perubahan itu justru memberi dampak positif bagi Kolombia.

Pada menit ke-14, Luis Suarez mengirim umpan silang dari sisi kanan yang disambut Jhon Arias dengan penyelesaian akurat di dalam kotak penalti.

Bola meluncur ke gawang Ghana dan membawa Kolombia unggul 1-0.

Setelah mencetak gol, Kolombia semakin percaya diri mengendalikan permainan.

Luis Diaz sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Lawrence Ati-Zigi masih mampu mengamankan bola.

Menjelang turun minum, Johan Mojica hampir menggandakan keunggulan melalui sundulan memanfaatkan umpan Daniel Munoz.

Namun, Zigi kembali tampil gemilang menjaga gawang Ghana tetap aman.

VAR Gagalkan Gol Luis Diaz

Memasuki babak kedua, Kolombia tetap tampil dominan dan terus menekan pertahanan Ghana.

Lawrence Ati-Zigi kembali dipaksa bekerja keras dengan menggagalkan peluang Gustavo Puerta dan Luis Diaz dalam rentang awal babak kedua.

Kolombia sebenarnya sempat mencetak gol kedua pada menit ke-57 melalui Luis Diaz.

Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena sang winger lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Di sisi lain, Ghana mulai meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan.

Tim asuhan Carlos Queiroz mencoba membangun serangan dari berbagai sisi lapangan, tetapi lini belakang Kolombia tampil disiplin dalam meredam setiap ancaman.

Pada menit ke-80, Davinson Sanchez hampir memperbesar keunggulan Kolombia melalui sundulan hasil situasi bola mati.

Akan tetapi, Lawrence Ati-Zigi kembali menunjukkan refleks impresif untuk menggagalkan peluang tersebut.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Kolombia.

Hasil ini mengantarkan Los Cafeteros ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, sementara Ghana harus mengakhiri perjalanan mereka di fase gugur.

Susunan Pemain

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Jhon Cordoba, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.

Ghana (4-3-3): Lawrence Ati-Zigi; Gideon Mensah, Richard Ofori Opoku, Derrick Luckassen, Marvin Senaya; Abu Francis Sibo, Thomas Partey, Yirenkyi; Antoine Semenyo, Andre Ayew, Ernest Nuamah Williams.

Pelatih: Carlos Queiroz.(*)




Hasil Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Juara, Portugal Runner-up

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kolombia memastikan diri finis sebagai juara Grup K Piala Dunia 2026 usai bermain imbang tanpa gol melawan Portugal pada laga terakhir fase grup di Miami Stadium, Minggu 28 Juni 2026 pagi WIB.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil 0-0 sudah cukup membawa Los Cafeteros mengoleksi tujuh poin dan mengamankan posisi teratas klasemen.

Portugal tetap lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup dengan enam poin.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Kolombia tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan.

Namun penampilan luar biasa kiper Portugal, Diogo Costa, menjadi alasan utama mengapa gawang Selecao das Quinas tetap perawan hingga laga usai.

Kolombia Langsung Menekan

Kolombia nyaris membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Luis Diaz menusuk dari sisi kiri sebelum bola mengarah kepada Jhon Cordoba.

Namun sundulan sang penyerang masih melayang tipis di atas mistar.

Portugal mencoba membalas melalui skema bola mati. Bruno Fernandes mengirim umpan ke arah Cristiano Ronaldo, tetapi lini belakang Kolombia masih mampu mengantisipasi ancaman tersebut.

Tim asuhan Nestor Lorenzo terus mengendalikan permainan.

Jhon Cordoba beberapa kali merepotkan pertahanan Portugal lewat duel fisik dan tembakan keras yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting.

Peluang terbaik Kolombia hadir pada menit ke-22. James Rodriguez mengirim umpan terukur kepada Jhon Arias yang lolos tanpa kawalan.

Namun, Ruben Neves melakukan penyelamatan heroik dengan menyapu bola tepat di garis gawang.

Pertandingan sempat dihentikan sementara karena cooling break akibat suhu panas di Miami.

Setelah laga kembali dilanjutkan, kedua tim tetap bermain terbuka meski intensitas permainan sedikit menurun.

Menjelang turun minum, Portugal mulai menemukan ritme permainan.

Bruno Fernandes hampir mencetak gol melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Camilo Vargas tampil sigap melakukan penyelamatan.

Cristiano Ronaldo juga sempat memperoleh peluang dari bola muntah, namun gagal memanfaatkannya.

Di sisi lain, James Rodriguez hampir membawa Kolombia unggul lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi Diogo Costa kembali menunjukkan refleks luar biasa.

Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Diogo Costa Jadi Penyelamat Portugal

Portugal melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Diogo Dalot dan Joao Neves demi meningkatkan intensitas permainan.

Namun justru Kolombia yang kembali mendominasi. Jefferson Lerma melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan gemilang.

Tak lama berselang, Jhon Arias dan Richard Rios bergantian mengancam gawang Portugal, tetapi lagi-lagi Costa tampil sebagai penyelamat.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak peluang melalui penyelesaian umpan Joao Felix. Namun gol urung terjadi karena lebih dulu terjebak offside.

Melihat timnya terus gagal mencetak gol, Nestor Lorenzo melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Luis Suarez, Juan Quintero, Kevin Castano, Richard Rios, dan Daniel Munoz untuk menambah daya gedor.

Tekanan Kolombia semakin masif pada 20 menit terakhir pertandingan. Gustavo Puerta, Daniel Munoz hingga Jhon Arias silih berganti menguji ketangguhan Diogo Costa yang tampil nyaris tanpa cela.

Drama terjadi pada masa injury time. Davinson Sanchez sempat membawa Kolombia unggul lewat sundulan keras memanfaatkan bola mati.

Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena bek Kolombia itu berada dalam posisi offside dengan margin yang sangat tipis.

Kolombia terus menggempur pertahanan Portugal hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal mencetak gol, hasil imbang tanpa gol sudah cukup mengantarkan mereka finis sebagai juara Grup K.

Sementara Portugal juga tetap melangkah ke babak 32 besar sebagai runner-up grup berkat koleksi enam poin.

Susunan Pemain

Kolombia: Camilo Vargas; Santiago Arias (Daniel Munoz 87′), Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Deiver Machado; Gustavo Puerta, Jefferson Lerma (Richard Rios 60′), Jhon Arias (Kevin Castano 76′); James Rodriguez (Juan Quintero 76′), Jhon Cordoba (Luis Suarez 60′), Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo.

Portugal: Diogo Costa; Joao Cancelo (Diogo Dalot 46′), Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes (Matheus Nunes 90+3′); Ruben Neves (Joao Neves 46′), Vitinha (Samu Costa 70′); Pedro Neto, Bruno Fernandes, Joao Felix (Rafael Leao 70′); Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.(*)




Luis Diaz Bersinar, Kolombia Tundukkan Uzbekistan di Laga Pembuka

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Uzbekistan harus mengakui keunggulan Kolombia dengan skor 1-3 pada laga Grup K Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis waktu setempat.

Meski sempat mencetak gol bersejarah di babak kedua, Uzbekistan gagal membendung tekanan Kolombia hingga akhir pertandingan.

Sejak awal laga, Uzbekistan kesulitan mengimbangi tempo permainan Kolombia yang tampil lebih dominan.

Beberapa peluang tercipta di babak pertama, termasuk tembakan Jhon Arias pada menit ke-17 yang masih melebar serta sepakan Luis Diaz pada menit ke-32 yang hanya membentur tiang gawang.

Dominasi Kolombia akhirnya berbuah gol pada menit ke-40. Umpan terobosan Luis Diaz berhasil dimanfaatkan Daniel Munoz yang menusuk ke kotak penalti sebelum mencetak gol pembuka.

Skor 1-0 untuk Kolombia bertahan hingga turun minum.

Uzbekistan Bangkit, Cetak Gol Perdana di Piala Dunia

Memasuki babak kedua, pelatih Uzbekistan Fabio Cannavaro melakukan perubahan cepat dengan memasukkan Farrukh Sayfiev dan Dostonbek Khamdamov untuk menambah daya gedor.

Perubahan tersebut langsung memberikan dampak. Uzbekistan tampil lebih agresif dan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui Abbosbek Fayzullaev.

Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan bola rebound dari kiper Kolombia Camilo Vargas yang gagal mengamankan tendangan Eldor Shomurodov.

Gol tersebut menjadi catatan penting karena merupakan gol pertama Uzbekistan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Kolombia Respons Cepat, Kunci Kemenangan di Akhir Laga

Namun, momentum Uzbekistan tidak bertahan lama. Hanya lima menit berselang, Kolombia kembali unggul lewat aksi Luis Diaz yang memanfaatkan situasi pressing tinggi untuk menembus lini pertahanan lawan. Skor berubah menjadi 2-1.

Uzbekistan berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan.

Namun, upaya tersebut justru kembali dimanfaatkan Kolombia pada masa tambahan waktu.

Pada menit ke-90+9, kombinasi pemain pengganti Kolombia berbuah gol ketiga melalui sundulan Jaminton Campaz, yang memastikan kemenangan 3-1 untuk tim berjuluk Los Cafeteros.

Kolombia Puncaki Grup K

Hasil ini membuat Kolombia memimpin klasemen sementara Grup K dengan tiga poin.

Sementara itu, Republik Demokratik (RD) Kongo dan Portugal berada di posisi berikutnya dengan masing-masing satu poin setelah bermain imbang 1-1 di laga sebelumnya.

Uzbekistan harus berada di posisi terbawah tanpa poin.

Pada laga selanjutnya, Kolombia akan menghadapi RD Kongo di Stadion Akron, Zapopan, Rabu 24 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.

Sementara Uzbekistan dijadwalkan menghadapi Portugal di Stadion Houston pada hari yang sama pukul 00.00 WIB.

Susunan Pemain

Uzbekistan: Utkir Yusupov (GK), Rustam Ashurmatov, Abdukodir Khusanov, Abdulla Abdullaev, Bekhruz Karimov, Akmal Mozgovoy, Otabek Shukurov, Sherzod Nasrullaev, Abbosbek Fayzullaev, Oston Urunov, Eldor Shomurodov (C).
Pelatih: Fabio Cannavaro.

Kolombia: Camilo Vargas (GK), Daniel Munoz, Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Johan Mojica, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta, Jhon Arias, James Rodriguez (C), Luis Diaz, Luis Javier Suarez.
Pelatih: Nestor Lorenzo.