Como Hancurkan Lens 9-1 di Liga Champions!

SEPUCUKJAMBI.ID – Como menciptakan kejutan besar di Liga Champions 2026-2027 setelah menghancurkan Lens dengan skor telak 9-1.
Bermain di Stade Bollaert-Delelis, Kamis 5 November 2026 dini hari WIB, wakil Italia tersebut tampil dominan dan membuat pertahanan tuan rumah tak berdaya sepanjang pertandingan.
Anastasios Douvikas menjadi bintang utama kemenangan I Lariani setelah mencetak hat-trick.
Sementara itu, Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan pemain muda berusia 18 tahun, Matteo Papaccioli, masing-masing turut menyumbangkan gol.
Lens hanya mampu membalas melalui Ruben Aguilar pada menit ke-65.
Namun, gol tersebut tidak mampu menghentikan pesta gol Como yang terus menggempur pertahanan tuan rumah hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan 9-1 ini menjadi salah satu hasil paling mencolok dalam perjalanan fase liga Liga Champions musim ini.
Douvikas Menggila, Como Unggul Tiga Gol pada Babak Pertama
Como tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan.
Baru tujuh menit pertandingan berjalan, Douvikas berhasil menjebol gawang Lens setelah memanfaatkan situasi sepak pojok yang diawali Luis Milla dan sundulan Maxi Perrone.
Penyerang asal Yunani tersebut kembali mencetak gol pada menit ke-32.
Kali ini, Douvikas menyelesaikan umpan silang Alex Valle yang sebelumnya menerima bola dari Nico Paz.
Keunggulan Como bertambah menjadi 3-0 pada menit ke-40.
Nico Paz berhasil memaksimalkan umpan Douvikas melalui tembakan keras kaki kiri yang gagal dihentikan penjaga gawang Lens.
Paz tidak merayakan gol tersebut secara berlebihan. Ia justru memperlihatkan pesan penghormatan kepada Jesus de Miguel yang meninggal dunia pada pekan tersebut setelah mengalami insiden tragis di lapangan.
Hingga turun minum, Como sudah unggul tiga gol tanpa balas.
Babak Kedua Berubah Menjadi Pesta Gol Como
Memasuki babak kedua, Como tidak mengendurkan tekanan. Bahkan, hanya satu menit setelah pertandingan kembali berjalan, Lucas Da Cunha mencetak gol keempat.
Da Cunha menyelesaikan kombinasi umpan bersama Nico Paz dengan tembakan terukur ke sudut bawah gawang.
Lens semakin kesulitan menghadapi permainan cepat dan agresif tim tamu.
Pada menit ke-53, Marc-Oliver Kempf memperbesar keunggulan menjadi 5-0. Bek Como tersebut menyambut umpan silang Luis Milla melalui sundulan yang mengarah ke gawang.
Empat menit berselang, Douvikas melengkapi hat-trick. Ia memanfaatkan umpan terobosan Nico Paz, melewati penjaga gawang, kemudian menyelesaikan peluang dengan tenang.
Como kini unggul 6-0 dan semakin leluasa mengendalikan pertandingan.
Mattia Liberali kemudian menambah penderitaan Lens pada menit ke-62.
Pemain tersebut melepaskan tembakan dari sisi kanan kotak penalti setelah menemukan celah di pertahanan tuan rumah.
Lens Cetak Gol Hiburan, Como Tetap Mengamuk
Lens akhirnya mendapatkan gol hiburan pada menit ke-65. Ruben Aguilar yang tidak terkawal dalam situasi sepak pojok berhasil melepaskan tembakan voli ke sudut bawah gawang.
Namun, gol tersebut tidak mengubah dominasi Como.
Hanya empat menit kemudian, Martin Baturina mencatatkan namanya di papan skor.
Ia memperlihatkan kemampuan individu dengan melewati sejumlah pemain bertahan Lens sebelum menaklukkan penjaga gawang dalam situasi satu lawan satu.
Skor berubah menjadi 8-1 untuk keunggulan Como.
Pemain Debutan 18 Tahun Tutup Kemenangan 9-1
Pesta gol Como akhirnya ditutup oleh pemain muda Matteo Papaccioli pada menit 90+2.
Pemain berusia 18 tahun tersebut memanfaatkan umpan Mattia Liberali setelah berhasil melewati jebakan offside.
Wasit sempat memeriksa gol melalui VAR sebelum akhirnya mengesahkannya.
Gol tersebut menjadi momen istimewa bagi Papaccioli sekaligus melengkapi kemenangan fantastis Como dengan skor 9-1.
Hasil di Stade Bollaert-Delelis memperlihatkan ketajaman lini serang Como.
Douvikas tampil sebagai pencetak hat-trick, Nico Paz berkontribusi melalui gol dan assist, sedangkan sejumlah pemain lainnya ikut mencatatkan nama di papan skor.
Bagi Lens, kekalahan telak di hadapan pendukung sendiri menjadi hasil yang sulit diterima.
Sementara Como pulang dari Prancis dengan kemenangan besar yang semakin menarik perhatian dalam persaingan Liga Champions 2026-2027.(*)