Daftar Kabinet Prabowo Terbaru, Pasca Reshuffle Per 1 Oktober 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Presiden Prabowo Subianto merombak sejumlah posisi strategis pemerintahan dan kepolisian pada Kamis 1 Oktober 2026.

Salah satu perubahan paling menonjol terjadi di tubuh Polri setelah Komjen Pol Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Prabowo melantik Suyudi bersama Komjen Pol Wahyu Hadiningrat yang kini menjabat Wakapolri dalam upacara di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan tersebut mengacu pada Keppres Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026.

Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut menjadi bagian dari rangkaian perubahan jabatan yang dilakukan pemerintah pada 1 Oktober 2026.

Sebelum dilantik, Suyudi mendapat persetujuan DPR RI melalui proses di parlemen untuk menggantikan Listyo Sigit.

Sementara itu, Listyo Sigit mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Posisi tersebut sebelumnya ditempati Dudung Abdurachman yang dalam reshuffle kali ini bergeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Suyudi Pimpin Polri, Wahyu Jadi Wakapolri

Pelantikan Suyudi dan Wahyu berlangsung bersamaan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.

Dengan pelantikan tersebut, Suyudi resmi mengambil alih jabatan Kapolri, sementara Wahyu Hadiningrat menempati posisi Wakapolri.

Usai pelantikan, Suyudi menyampaikan agenda awalnya berupa konsolidasi internal dan evaluasi terhadap program yang telah berjalan.

Ia mengatakan program yang masih relevan akan dilanjutkan, sementara bagian yang membutuhkan perbaikan akan dievaluasi.

Pergeseran Posisi Menteri

Selain pergantian Kapolri, Prabowo juga mengubah sejumlah posisi di Kabinet Merah Putih.

Sekretariat Negara mencatat terdapat 10 menteri dan wakil menteri yang dilantik dalam rangkaian pelantikan berdasarkan Keppres Nomor 104/P Tahun 2026.

Bahlil Lahadalia kini mendapat mandat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Sementara Sugiono berpindah dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Kursi Menteri Luar Negeri kemudian ditempati Arrmanatha Christiawan Nasir.

Dudung Abdurachman juga masuk jajaran menteri sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Adapun M. Sarmuji dipercaya menjadi Menteri Perindustrian.

Pada level wakil menteri, pemerintah juga melakukan sejumlah perubahan untuk posisi di bidang perekonomian, keuangan, pertanian, serta kelautan dan perikanan.

Listyo Sigit Masuk Lingkaran Istana

Perubahan jabatan Listyo Sigit menjadi salah satu bagian penting dari reshuffle kali ini.

Mantan Kapolri tersebut kini menempati posisi Kepala Staf Kepresidenan. Pada saat yang sama, Dedi Prasetyo mendapat jabatan sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Presiden juga melantik Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Ombudsman Juga Berganti Kepemimpinan

Perubahan tidak hanya terjadi di kabinet dan Polri.

Presiden juga menyaksikan pengucapan sumpah Ketua dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan 2026–2031.

Nuzran Joher menempati posisi Ketua Ombudsman, sedangkan Radian Syam menjadi anggota.

Dengan demikian, rangkaian pelantikan 1 Oktober 2026 mencakup perubahan di sejumlah sektor, mulai dari kabinet, kepolisian, Kantor Staf Presiden, badan pemerintah, hingga Ombudsman.

Daftar 18 Pejabat yang Dilantik

Berikut daftar pejabat yang dilantik dalam rangkaian reshuffle dan pergantian jabatan tersebut:

  1. Bahlil Lahadalia — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

  2. Sugiono — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

  3. Dudung Abdurachman — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

  4. Arrmanatha Christiawan Nasir — Menteri Luar Negeri.

  5. M. Sarmuji — Menteri Perindustrian.

  6. Drajad Hari Wibowo — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

  7. Nurkholisoh Ibnu Aman — Wakil Menteri Keuangan.

  8. Luky Alfirman — Wakil Menteri Keuangan.

  9. Muhammad Saleh Mustafa — Wakil Menteri Pertanian.

  10. Irwan Meilano — Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

  11. Listyo Sigit Prabowo — Kepala Staf Kepresidenan.

  12. Dedi Prasetyo — Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

  13. Ariyanto Wibowo — Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

  14. Muhammad Fadil Imran — Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

  15. Nuzran Joher — Ketua Ombudsman Republik Indonesia.

  16. Radian Syam — Anggota Ombudsman Republik Indonesia.

  17. Suyudi Ario Seto — Kapolri.

  18. Wahyu Hadiningrat — Wakapolri.

Khusus untuk posisi Kapolri dan Wakapolri, Sekretariat Negara mengonfirmasi bahwa Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat resmi dilantik Prabowo pada Kamis, 1 Oktober 2026. (*)




Hadiri Panen Raya di Sekernan, Wabup Junaidi Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar di Desa Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan panen raya tersebut dilaksanakan secara virtual bersama Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, dan diikuti 25 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan nasional.

Di lokasi Desa Tunas Mudo, panen dipimpin Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. M. Mustaqim, didampingi Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, serta dihadiri Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Wakapolda Jambi menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendampingi masyarakat dalam program strategis seperti ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini berdampak nyata bagi kesejahteraan petani Muaro Jambi,” ujarnya.

Panen raya kali ini dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 26,36 hektare dengan estimasi produksi mencapai 36 ton jagung. Angka tersebut menjadi indikator positif bagi penguatan komoditas jagung di daerah.

Secara regional, Provinsi Jambi mencatat tren peningkatan produksi jagung. Pada tahun 2025, total produksi jagung di Jambi mencapai 1.500,3 ton, menunjukkan potensi besar sektor pertanian dalam menopang perekonomian daerah.

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan lahan produktif untuk budidaya jagung, termasuk mendorong modernisasi alat pertanian agar proses pascapanen lebih efektif dan efisien.

“Kita dorong penggunaan teknologi pertanian, termasuk proses pemipilan yang lebih cepat, sehingga dapat menekan potensi kerugian dan meningkatkan pendapatan petani,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan.

“Pemerintah Daerah Muaro Jambi mendukung penuh program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Melalui kolaborasi bersama Polri, TNI, dan masyarakat, kita ingin memastikan ketahanan pangan tetap terjaga dan memberi manfaat luas bagi petani,” tegasnya.

Kegiatan panen raya ini diharapkan menjadi momentum penguatan sektor pertanian sekaligus mendorong kemandirian pangan di Muaro Jambi dan Provinsi Jambi secara berkelanjutan.(*)




Indeks Hukum dan Ketertiban Tinggi, Kapolri Sebut Kinerja Polri Diakui Publik

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendapatkan penilaian positif dari masyarakat.

Hal tersebut tercermin dari berbagai hasil survei kepercayaan publik yang menunjukkan tren peningkatan, baik dari lembaga survei nasional maupun internasional.

Menurut Kapolri, apresiasi masyarakat menjadi indikator bahwa upaya pembenahan dan reformasi internal Polri mulai dirasakan secara nyata.

Peningkatan kepercayaan publik dinilai tidak lepas dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan profesionalisme personel, serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal tersebut ditunjukkan dengan survei kepercayaan publik yang terus mengalami tren positif dan memperoleh pengakuan dari lembaga survei nasional maupun internasional,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri juga memaparkan capaian Indonesia dalam survei internasional terkait law and order index atau indeks hukum dan ketertiban.

Dalam survei tersebut, Indonesia mencatat skor 89 dan menempati peringkat ke-19 dari 144 negara.

“Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap aparat penegak hukum. Capaian ini menunjukkan kondisi keamanan nasional yang relatif terjaga,” jelas Kapolri.

Ia menilai, hasil tersebut mencerminkan keberhasilan Polri dalam menjaga situasi kamtibmas di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus berkembang.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pendekatan preventif, penegakan hukum yang terukur, hingga peningkatan kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Meski demikian, Kapolri menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak boleh terlena dengan hasil survei.

Ia mengakui masih adanya kritik dan harapan masyarakat yang harus dijawab melalui perbaikan berkelanjutan.

“Kami menyadari masih banyak yang harus dibenahi, khususnya terkait integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Polri harus terus berbenah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung tugas kepolisian, mulai dari personel Polri, TNI, pemerintah pusat dan daerah, hingga elemen masyarakat.

“Capaian ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan masyarakat luas. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen bangsa yang terus mendukung Polri,” ucapnya.

Ke depan, Kapolri menegaskan Polri akan terus melanjutkan agenda reformasi institusi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, guna menjaga serta memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja nyata di lapangan.(*)