Drama 120 Menit! Ferran Torres Bungkam Argentina di Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB.

Gol tunggal kemenangan La Furia Roja dicetak Ferran Torres pada babak tambahan waktu kedua.

Hasil ini mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah, sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan dominasinya di panggung sepak bola dunia.

Spanyol Dominasi Babak Pertama, Argentina Bertahan Solid

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan dengan penguasaan bola yang dominan.

Peluang pertama hadir pada menit kelima ketika Lamine Yamal melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti.

Namun, kiper Argentina Emiliano Martinez berhasil melakukan penyelamatan.

Meski terus menguasai pertandingan, Spanyol kesulitan menembus rapatnya pertahanan Argentina.

Sebaliknya, skuad Lionel Scaloni lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang berikutnya baru tercipta pada menit ke-39 melalui sepakan Mikel Oyarzabal, tetapi kembali mampu diamankan Emiliano Martinez.

Menjelang turun minum, Argentina kehilangan Lisandro Martinez yang mengalami cedera dan digantikan Nicolas Otamendi.

Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor 0-0.

Argentina Kehilangan Enzo Fernandez

Memasuki babak kedua, Argentina memasukkan Leandro Paredes menggantikan Nico Gonzalez.

Pertandingan masih berjalan ketat. Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola, sementara Argentina lebih mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik.

Pelatih Luis de la Fuente kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Ferran Torres dan Pedri pada menit ke-62.

Pergantian tersebut membuat serangan Spanyol semakin berbahaya.

Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi Emiliano Martinez tampil gemilang di bawah mistar gawang Argentina.

Drama terjadi pada masa injury time ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran.

Argentina pun harus bermain dengan 10 orang hingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Ferran Torres Jadi Pahlawan Spanyol

Unggul jumlah pemain, Spanyol tampil semakin agresif pada babak perpanjangan waktu.

Nico Williams sempat mengancam melalui sundulan pada awal extra time, tetapi Emiliano Martinez kembali melakukan penyelamatan penting.

Spanyol bahkan sempat mencetak gol melalui Nico Williams. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Gol yang dinanti akhirnya lahir pada awal babak tambahan waktu kedua.

Berawal dari umpan sundulan Nico Williams di dalam kotak penalti, Ferran Torres berhasil menyambar bola dan menaklukkan Emiliano Martinez untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Argentina mencoba merespons dengan bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Ferran Torres kembali sempat membobol gawang Argentina beberapa menit kemudian.

Namun, gol tersebut dianulir karena penyerang Spanyol itu lebih dulu berada dalam posisi offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Argentina gagal mencetak gol penyeimbang. Spanyol pun memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Spanyol Raih Gelar Piala Dunia Kedua

Keberhasilan mengalahkan Argentina membuat Spanyol kembali menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.

Penampilan disiplin di lini belakang dan gol tunggal Ferran Torres menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.

Sementara itu, Argentina harus puas menjadi runner-up setelah gagal membongkar pertahanan solid La Furia Roja.

Susunan Pemain

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri, Dani Olmo; Alex Baena, Mikel Oyarzabal, Lamine Yamal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinez, Cristian Romero, Gonzalo Montiel; Nico Gonzalez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul; Julian Alvarez, Lionel Messi.

Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Argentina Susul Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tumbang 3-1 di Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Kansas City Stadium.

Pertandingan harus diselesaikan hingga babak tambahan waktu sebelum La Albiceleste mengunci kemenangan.

Alexis Mac Allister lebih dulu membawa Argentina unggul pada babak pertama. Swiss kemudian memaksa laga berlanjut ke extra time melalui gol Dan Ndoye.

Namun keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

Hasil ini mempertemukan Argentina dengan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, setelah The Three Lions lebih dulu mengamankan tiket usai menyingkirkan Norwegia.

Argentina Awali Laga dengan Gol Cepat

Kedua tim langsung bermain terbuka sejak peluit pertama dibunyikan.

Argentina tampil agresif, sementara Swiss memilih tetap berani meladeni permainan cepat yang diperagakan skuad Lionel Scaloni.

Keunggulan Argentina datang saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Lionel Messi mengirim sepak pojok akurat yang disambut sundulan Alexis Mac Allister tanpa mampu dihalau Gregor Kobel.

Gol tersebut membuat La Albiceleste memimpin 1-0.

Swiss tidak kehilangan keberanian meski tertinggal.

Djibril Sow sempat mengancam melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Emiliano Martinez masih mampu mengamankan bola.

Setelah gol pembuka, pertandingan berubah menjadi lebih keras.

Kedua tim saling melancarkan tekel demi memutus aliran serangan lawan sehingga peluang bersih semakin jarang tercipta.

Hingga turun minum, Argentina tetap mempertahankan keunggulan tipis 1-0.

Swiss Bangkit, Embolo Diusir Wasit

Memasuki babak kedua, Swiss meningkatkan tekanan.

Dan Ndoye nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tekel krusial Lisandro Martinez menggagalkan peluang emas tersebut.

Tak lama berselang, Breel Embolo juga hampir mencetak gol melalui sundulan, namun Emiliano Martinez kembali tampil sigap menjaga gawang Argentina.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.

Dan Ndoye memanfaatkan kombinasi umpan dengan Ricardo Rodriguez sebelum melepaskan penyelesaian dari sudut sempit yang sukses menaklukkan Emiliano Martinez.

Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum Swiss berubah drastis beberapa menit kemudian.

Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan diving di dalam kotak penalti.

Kartu merah itu memaksa Swiss menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Lionel Scaloni mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.

Messi bahkan memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Skor imbang bertahan hingga 90 menit sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Alvarez dan Lautaro Kunci Kemenangan

Di babak extra time, Argentina terus mendominasi permainan.

Thiago Almada yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi warna baru di lini depan dan sempat menggetarkan tiang gawang Swiss.

Ketika pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina akhirnya menemukan celah.

Pada menit ke-112, Julian Alvarez menyambar umpan Jose Manuel Lopez untuk membawa La Albiceleste kembali unggul 2-1.

Swiss yang mulai kehabisan tenaga kesulitan memberikan respons.

Menjelang pertandingan berakhir, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina melalui gol ketiga yang sekaligus mengakhiri perlawanan tim asuhan Murat Yakin.

Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Argentina pun melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Inggris dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Zakaria, Akanji, Elvedi, Ricardo Rodriguez; Granit Xhaka, Freuler; Djibril Sow, Fabian Rieder, Dan Ndoye; Breel Embolo.

Pelatih: Murat Yakin.(*)




Argentina Bangkit dari Maut! Messi Pimpin Comeback Gila, Mesir Tersingkir Dramatis 3-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol dari Mesir, La Albiceleste membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.

Lionel Messi kembali menjadi tokoh utama di balik kebangkitan sang juara bertahan.

Mesir membuka pertandingan dengan penuh percaya diri.

Tim asuhan Hossam Hassan langsung memberikan tekanan dan berhasil memimpin lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati.

Gol tersebut membuat Argentina berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tertinggal, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Kesempatan terbaik hadir lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di area terlarang.

Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dimentahkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama.

Shobeir berkali-kali menjadi penyelamat timnya.

Ia sukses menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan juga menepis peluang berbahaya dari Julian Alvarez.

Berkat penampilan gemilang sang kiper, Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico.

Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Tekanan Mesir akhirnya benar-benar membuahkan hasil pada menit ke-67.

Mostafa Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez dan kali ini gol disahkan.

Keunggulan 2-0 membuat Mesir semakin dekat dengan tiket menuju perempat final sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara.

Lionel Scaloni melakukan perubahan strategi yang membuat intensitas serangan La Albiceleste meningkat drastis.

Gol kebangkitan akhirnya lahir pada menit ke-79.

Berawal dari umpan matang Lionel Messi, Cristian Romero sukses menanduk bola ke dalam gawang Mesir dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang kapten melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Mostafa Shobeir.

Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu Argentina.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru memberikan pukulan telak kepada Mesir.

Pada menit 90+2, serangan balik cepat yang dibangun Lautaro Martinez diselesaikan dengan sundulan akurat Enzo Martinez.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

Hasil ini mengantar Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Swiss melawan Kolombia.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Mesir (4-4-2): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Argentina Selamat! Messi Bawa Albiceleste Singkirkan Cape Verde Lewat Drama Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Juara bertahan itu menaklukkan Cape Verde dengan skor 3-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu pada laga 32 besar yang berlangsung di Miami Stadium, Sabtu 4 Juli 2026 pagi WIB.

Lionel Messi kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan Albiceleste.

Sang kapten mencetak satu gol dan berperan dalam terciptanya gol penentu yang membawa Argentina bertahan di jalur perebutan gelar juara dunia.

Kemenangan ini membuat Argentina melaju ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Mesir yang sebelumnya menyingkirkan Australia lewat drama adu penalti.

Messi Pecah Kebuntuan

Cape Verde sempat mengejutkan Argentina pada awal pertandingan melalui percobaan Ryan Mendes.

Namun setelah ancaman tersebut, Argentina mulai menguasai permainan dan mendominasi penguasaan bola.

Lionel Messi beberapa kali mengancam gawang lawan, baik melalui tembakan terbuka maupun tendangan bebas.

Kiper Vozinha tampil impresif dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.

Kebuntuan akhirnya pecah setelah Lisandro Martinez mengirim umpan panjang akurat ke kotak penalti.

Messi mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan penyelesaian yang membawa Argentina unggul 1-0.

Argentina terus menekan hingga akhir babak pertama, tetapi gagal menambah keunggulan.

Cape Verde Bangkit

Dominasi Argentina masih berlanjut selepas jeda. Namun justru Cape Verde yang mampu mencuri gol penyama kedudukan pada menit ke-59.

Ryan Mendes menusuk dari sisi lapangan sebelum mengirim umpan kepada Deroy Duarte.

Gelandang tersebut kemudian melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan Emiliano Martinez.

Gol itu membuat pertandingan berubah semakin terbuka.

Pelatih Lionel Scaloni merespons dengan memasukkan Julian Alvarez dan Nicolas Gonzalez demi menambah daya gedor.

Argentina menciptakan banyak peluang, termasuk dua tendangan bebas Messi yang kembali dimentahkan Vozinha.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap 1-1 sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Drama Extra Time

Argentina langsung tancap gas di awal extra time.

Pada menit ke-93, sepak pojok Alexis Mac Allister disambut Lisandro Martinez yang melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti untuk membawa Albiceleste kembali unggul 2-1.

Namun Cape Verde belum menyerah.

Tim asuhan Bubista kembali menyamakan kedudukan melalui gol indah Sidny Lopes Cabral yang melepaskan tendangan melengkung dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Saat pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina kembali mendapatkan sepak pojok.

Pada menit ke-112, tendangan sudut Lionel Messi menciptakan kemelut di depan gawang.

Bola kemudian mengenai bek Cape Verde, Diney Borges, sebelum masuk ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri tersebut menjadi pembeda sekaligus memastikan kemenangan Argentina 3-2.

Cape Verde sempat memberikan tekanan pada sisa pertandingan, tetapi lini belakang Argentina mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil ini membawa Lionel Messi dan kolega melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Mesir dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martinez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Cape Verde (4-1-4-1): Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Sidny Cabral; Kevin Pina; Ryan Mendes, Laros Duarte, Deroy Duarte, Jovane Cabral; Nuno da Costa.

Pelatih: Bubista.(*)




Argentina Tak Terbendung! Yordania Takluk 1-3 di Laga Pamungkas Grup J

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga terakhir Grup J.

Bermain dengan dominasi penuh sejak awal pertandingan, skuad Lionel Scaloni memastikan tiga poin lewat gol Giovanni Lo Celso, Lautaro Martínez (penalti) di babak pertama.

Serta tambahan satu gol Lionel Messi pada babak kedua. Yordania hanya mampu membalas lewat Musa Al-Taamari.

Hasil ini membuat Argentina keluar sebagai juara Grup J dengan koleksi 9 poin sempurna, sementara Yordania harus tersingkir sebagai juru kunci.

Argentina Langsung Kendalikan Permainan

Sejak menit awal, Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Namun, rapatnya pertahanan low block Yordania membuat La Albiceleste sempat kesulitan menciptakan peluang bersih.

Meski begitu, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Giovanni Lo Celso mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang melengkung ke sudut atas gawang Yordania, membawa Argentina unggul 1-0.

Penalti Lautaro Gandakan Keunggulan

Argentina kembali mendapat momentum setelah VAR menunjuk titik putih pada menit ke-30, usai pelanggaran di kotak terlarang yang mengenai Marco Senesi.

Lautaro Martínez yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Argentina.

Yordania sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun skor tetap bertahan hingga turun minum.

Yordania Bangkit, Messi Pastikan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih agresif dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui Musa Al-Taamari.

Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup. Argentina kemudian memasukkan Lionel Messi, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada untuk menambah daya gedor.

Hasilnya terlihat pada menit ke-80. Lionel Messi mencetak gol lewat tendangan bebas khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Yordania, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Argentina.

Argentina Sempurna, Yordania Tersingkir

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.

Argentina pun menutup fase grup dengan tiga kemenangan dari tiga laga, sementara Yordania harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-3): Abulaila; Abu Dahab, Al-Arab, Nasib; Abu Taha, Al-Rawabdeh, Al-Rashdan, Haddad; Olwan, Al-Fakhouri, Azaizeh
Pelatih: Jamal Sellami

Argentina (4-4-2): E. Martínez; Tagliafico, Senesi, Otamendi, Simeone; Lo Celso, Palacios, Paredes, Paz; L. Martínez, Álvarez
Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Lionel Messi Pecahkan Rekor Piala Dunia, Argentina Kalahkan Austria 2-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Austria dengan skor 2-0 pada matchday kedua Grup J.

Dalam laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Selasa 23 Juni 2026 dini hari WIB, Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan sekaligus mencetak rekor baru sebagai top skor sepanjang sejarah Piala Dunia.

Kapten Timnas Argentina itu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan La Albiceleste.

Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-8, Messi mampu bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik dunia.

Gol pertama Argentina lahir pada menit ke-38. Messi menyelesaikan kerja sama apik lini serang Argentina dengan tendangan melengkung yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Austria.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Austria berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Argentina tampil solid dan disiplin dalam meredam ancaman yang dibangun Marcel Sabitzer maupun Michael Gregoritsch.

Saat Austria mulai kehilangan momentum, Messi kembali menunjukkan magisnya.

Pada masa injury time tepatnya menit ke-90+5, bintang berusia 39 tahun itu mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan Argentina 2-0.

Hasil tersebut membuat Argentina mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Austria tetap berada di posisi kedua Grup J dengan raihan tiga poin.

Lionel Messi Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Kemenangan atas Austria menjadi momen bersejarah bagi Lionel Messi.

Gol pembuka yang dicetak pada menit ke-38 menjadi gol ke-17 Messi di ajang Piala Dunia, sekaligus membuatnya melewati rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.

Tak berhenti di situ, gol kedua pada penghujung pertandingan membuat koleksi gol Messi di Piala Dunia bertambah menjadi 18 gol.

Catatan tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Meski gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan, Messi tetap tampil dominan sepanjang laga.

Pergerakannya di lini depan beberapa kali membongkar pertahanan Austria dan menciptakan peluang berbahaya bagi Argentina.

Argentina Kirim Sinyal Kuat dalam Perburuan Gelar Piala Dunia 2026

Sebagai juara bertahan, Argentina kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat terkuat peraih trofi Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni mampu mengontrol jalannya pertandingan dan minim memberikan peluang bersih kepada lawan.

Lautaro Martinez dan Thiago Almada tampil aktif membuka ruang di lini serang.

Sementara Enzo Fernandez serta Rodrigo De Paul menjaga keseimbangan permainan dari lini tengah sehingga aliran bola Argentina tetap berjalan efektif.

Austria sempat memperoleh peluang terbaik melalui sundulan Michael Gregoritsch pada menit ke-68.

Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang sehingga gagal memperkecil ketertinggalan.

Dengan dua kemenangan beruntun, Argentina kini kokoh di puncak klasemen Grup J dengan enam poin.

Austria menempati posisi kedua dengan tiga poin, sedangkan Yordania dan Algeria masih belum meraih poin.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Argentina akan menghadapi Yordania. Sementara Austria wajib meraih hasil maksimal saat bertemu Algeria untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Performa impresif Lionel Messi dan solidnya permainan Argentina menjadi sinyal kuat bagi para pesaing. Jika mampu mempertahankan konsistensi ini, La Albiceleste(*)




Hattrick Messi Antar Argentina Kuasai Grup J Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Messi Cetak Hattrick, Argentina Langsung Kuasai Grup J Piala Dunia 2026

Timnas Argentina mengawali langkah mereka dalam mempertahankan gelar juara dunia dengan kemenangan meyakinkan.

Menghadapi Aljazair pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026, Albiceleste menang telak 3-0 di Kansas City, Rabu 17 Juni 2026 WIB.

Sorotan utama pertandingan tertuju kepada Lionel Messi. Kapten Argentina itu tampil luar biasa dengan memborong seluruh gol kemenangan timnya sekaligus mengirim pesan bahwa dirinya masih menjadi sosok sentral dalam ambisi Argentina mempertahankan trofi Piala Dunia.

Hasil tersebut langsung membawa Argentina ke puncak klasemen sementara Grup J dengan raihan tiga poin.

Sementara Aljazair harus memulai turnamen dengan hasil mengecewakan dan berada di posisi terbawah grup.

Pertandingan sebenarnya berlangsung cukup menarik sejak menit-menit awal. Argentina sempat mengira sudah membuka keunggulan ketika laga baru berjalan lima menit lewat penyelesaian Messi.

Namun, gol tersebut dianulir karena sang kapten lebih dulu terjebak offside.

Tak lama berselang, Aljazair juga merasakan kekecewaan serupa. Gol Fares Chaibi pada menit kedelapan dibatalkan VAR setelah ditemukan pelanggaran offside dalam proses serangan.

Setelah kedua tim sama-sama kehilangan gol akibat keputusan teknologi video assistant referee, Argentina mulai mengambil alih kendali permainan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-17. Berawal dari kombinasi serangan cepat di area depan kotak penalti, Rodrigo De Paul mengirim umpan matang yang disambut Messi dengan sepakan terukur ke pojok kanan atas gawang.

Luca Zidane tak mampu menjangkau bola dan Argentina unggul 1-0.

Keunggulan tersebut membuat Albiceleste semakin nyaman memainkan ritme pertandingan.

Penguasaan bola didominasi Argentina, sementara Aljazair lebih banyak menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Meski demikian, tim Afrika Utara itu sempat menciptakan peluang berbahaya menjelang turun minum.

Fares Chaibi mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti, tetapi Emiliano Martinez melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Argentina tetap aman hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Argentina kembali tampil agresif. Lautaro Martinez dan Alexis Mac Allister bergantian menguji ketangguhan Luca Zidane yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga peluang Aljazair tetap hidup.

Namun tekanan yang terus menerus akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60.

Messi kembali muncul di tempat yang tepat saat bola liar memantul di dalam kotak penalti.

Dengan ketenangan khasnya, pemain berusia 39 tahun tersebut menaklukkan Luca Zidane untuk membawa Argentina unggul dua gol.

Aljazair mencoba merespons melalui sejumlah serangan cepat. Houssem Aouar memperoleh peluang emas pada menit ke-69, tetapi tembakannya hanya melintas tipis di sisi gawang Argentina.

Saat Aljazair berusaha mencari gol balasan, Messi justru melengkapi malam sempurnanya.

Pada menit ke-76, Nicolas Gonzalez mengirim bola ke area depan kotak penalti.

Messi yang menerima umpan tersebut langsung melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di sudut kiri bawah gawang tanpa mampu dihentikan Luca Zidane.

Gol itu memastikan hattrick bagi Messi sekaligus mengunci kemenangan Argentina dengan skor 3-0.

Penampilan impresif sang kapten menjadi sinyal bahwa Argentina masih memiliki kekuatan besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara.

Selain mengamankan tiga poin penting, kemenangan ini juga memperlihatkan bahwa Albiceleste tetap bergantung pada kualitas dan pengalaman Messi dalam momen-momen krusial.

Dengan modal kemenangan meyakinkan tersebut, Argentina kini berada dalam posisi ideal untuk melangkah ke fase gugur.

Sementara Aljazair dituntut segera bangkit pada laga berikutnya jika tidak ingin peluang mereka terhenti lebih cepat di fase grup.(*)




Skuad Final Argentina Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Lionel Messi Masih Memimpin

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina akhirnya resmi merilis daftar 26 pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026.

Pelatih Lionel Scaloni memastikan Lionel Messi tetap masuk dalam skuad utama Albiceleste untuk turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Pengumuman skuad final dilakukan pada Jumat waktu setempat setelah sebelumnya Scaloni menyeleksi lebih dari 50 pemain dalam daftar sementara.

Kepastian masuknya Lionel Messi langsung menjadi perhatian publik sepak bola dunia.

Jika benar tampil nanti, bintang Inter Miami itu akan mencatat sejarah sebagai pemain yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.

Sebelumnya, Messi sudah memperkuat Argentina di Piala Dunia 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.

Puncaknya terjadi di Qatar saat ia berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia dan mengakhiri penantian panjang sejak gelar terakhir tahun 1986.

Meski sempat diragukan akibat kondisi kebugarannya, Messi tetap dipercaya menjadi bagian penting dalam skuad Lionel Scaloni.

Pemain berusia 38 tahun itu sebelumnya diketahui mengalami masalah hamstring dan sempat ditarik keluar lebih cepat saat membela Inter Miami.

Namun pengalaman, kualitas, dan pengaruh besar Messi di ruang ganti membuat Scaloni tetap memasukkan sang kapten dalam daftar final.

Selain Messi, Argentina juga masih diperkuat sejumlah pemain inti yang menjadi tulang punggung saat menjuarai Piala Dunia 2022 lalu.

Di sektor pertahanan, nama Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, hingga Nahuel Molina kembali dipercaya menjaga lini belakang Albiceleste.

Sementara lini tengah tetap diisi pemain-pemain berpengalaman seperti Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, dan Giovani Lo Celso.

Untuk lini serang, Argentina membawa kombinasi pemain muda dan senior yang sedang tampil impresif bersama klub masing-masing.

Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Thiago Almada, Giuliano Simeone, hingga Nico Paz diproyeksikan menjadi pendamping Messi di lini depan.

Di bawah mistar gawang, Emiliano Martinez masih menjadi pilihan utama setelah tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ada beberapa nama yang harus tersingkir dari skuad akhir.

Franco Mastantuono, Gianluca Prestianni, dan Marcos Acuna dipastikan tidak masuk daftar pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026.

Dengan komposisi pemain yang cukup lengkap dan berpengalaman, Argentina kembali disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia pada edisi kali ini.

Berikut daftar lengkap skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026:

Kiper:
Emiliano Martinez (Aston Villa), Geronimo Rulli (Olympique Marseille), Juan Musso (Atletico Madrid)

Bek:
Leonardo Balerdi (Olympique Marseille), Nicolas Tagliafico (Olympique Lyon), Gonzalo Montiel (River Plate), Lisandro Martinez (Manchester United), Cristian Romero (Tottenham Hotspur), Nicolas Otamendi (Benfica), Facundo Medina (Olympique Marseille), Nahuel Molina (Atletico Madrid)

Gelandang:
Leandro Paredes (Boca Juniors), Rodrigo De Paul (Inter Miami), Valentin Barco (Racing Strasbourg), Giovani Lo Celso (Real Betis), Exequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Alexis Mac Allister (Liverpool), Enzo Fernandez (Chelsea)

Penyerang:
Julian Alvarez (Atletico Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), Nico Gonzalez (Atletico Madrid), Thiago Almada (Atletico Madrid), Giuliano Simeone (Atletico Madrid), Nico Paz (Como), Juan Manuel Lopez (Palmeiras), Lautaro Martinez (Inter Milan)(*)