Lagu Terbaru eńau ft. Ari Lesmana Mengangkat Kisah Kehilangan dan Kerinduan

SEPUCUKJAMBI.ID – Musisi eńau kembali hadir dengan karya terbaru, kali ini berkolaborasi dengan Ari Lesmana dalam lagu berjudul “Sesi Potret”.

Dirilis pada awal 2026, lagu ini mengangkat tema reflektif tentang perasaan, penerimaan, dan proses berdamai dengan diri sendiri.

Lagu ini menjadi pertemuan musikal dua karakter vokal yang berbeda namun saling melengkapi.

eńau membawa lirik emosional yang jujur dan puitis, sementara Ari Lesmana menambahkan dimensi ekspresif dan kuat, menjadikan “Sesi Potret” sebagai dialog rasa yang intim.

Menurut rilis resmi yang diterima media, lagu ini ditulis pada November 2025 dan terinspirasi dari kisah nyata orang-orang di sekitar eńau.

Tema utama lagu menyentuh duka kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap waktu yang tidak bisa diulang.

Pesannya mengingatkan pendengar untuk tidak lalai menghargai momen bersama orang tercinta karena gengsi atau penundaan.

Produksi musik lagu ini dipercayakan kepada Kevin Pangestu, dengan dukungan musisi pengisi gitar, bass, dan drum.

Liriknya juga dibantu oleh Mulia Kennedy, yang merangkai kata menjadi ungkapan puitis dan emosional.

“Sesi Potret” sudah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi sorotan karena kedalaman cerita dan kombinasi vokal yang harmonis antara eńau dan Ari Lesmana.

Berikut ini merupakan lirik lagu “Sesi Potret” – enau ft. Ari Lesmana.

Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan

Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh,
kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi

Ooh… Satu… dua… tiga…
Ini nyata, kau telah pergi…

Reff:

Ku bertamu kerumah barumu,
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir

Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu. (*)