Jelang Health City Summit, Maulana Tekankan Keramahan LO kepada Gubernur hingga Wali Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wali Kota Jambi Maulana meminta seluruh Liaison Officer (LO) yang akan mendampingi tamu Health City Summit tidak sekadar menjalankan tugas teknis, tetapi juga menjadi wajah Kota Jambi selama para tamu berada di daerah tersebut.

Pesan itu disampaikan Maulana saat memimpin rapat koordinasi LO pendamping tamu bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Jumat 25 September 2026.

Para LO nantinya bertugas mendampingi sejumlah tamu undangan, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah yang dijadwalkan hadir dalam Health City Summit di Kota Jambi.

Maulana menilai interaksi langsung antara LO dan para tamu akan ikut menentukan kesan terhadap Kota Jambi.

Karena itu, ia meminta para LO menjaga sikap, keramahan, serta kualitas pelayanan sejak tamu tiba hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Saya mengumpulkan semua LO pendamping dari seluruh tamu yang akan hadir di Kota Jambi dalam gelaran Health City Summit. Seluruh bupati, wali kota, dan gubernur akan hadir di Kota Jambi,” ujar Maulana.

Ia mengingatkan agar tidak ada pelayanan yang justru menimbulkan kesan kurang baik bagi tamu.

“Keramahan LO menjadi catatan penting. Jangan sampai ada hal yang menimbulkan kesan tidak baik kepada para tamu,” tegasnya.

Persiapan Health City Summit tidak hanya menyasar pelaksanaan agenda utama.

Pemkot Jambi juga mulai mengoordinasikan sektor pendukung, termasuk hotel, restoran dan sejumlah lokasi yang akan menjadi bagian dari aktivitas para peserta selama berada di Kota Jambi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan tamu dapat terlayani sekaligus menciptakan pengalaman yang baik selama kegiatan berlangsung.

Bagi Maulana, kedatangan kepala daerah dari berbagai wilayah juga menjadi peluang yang lebih luas bagi Kota Jambi.

Ia berharap aktivitas selama summit ikut menggerakkan sektor ekonomi lokal dan membuka peluang kunjungan maupun kerja sama dengan daerah lain.

“Kita berharap kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian dan menjadi daya ungkit agar Kota Jambi semakin dikenal sebagai salah satu lokasi kunjungan,” katanya.

Rangkaian Health City Summit juga akan diisi dengan agenda city tour ke sejumlah lokasi di Kota Jambi.

Beberapa destinasi yang disiapkan antara lain Kampung Bahagia, kawasan SPAL-D, lokasi pengelolaan sampah, hingga kawasan Candi.

Agenda tersebut dirancang untuk memperkenalkan Kota Jambi dari sisi yang lebih luas kepada para peserta.

Tidak hanya mengenai pelayanan kesehatan dan tata kelola pemerintahan, peserta juga akan melihat potensi pariwisata, lingkungan, pengelolaan kawasan, hingga aktivitas masyarakat kota.

Dengan demikian, Health City Summit diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan antardaerah, tetapi juga menjadi momentum promosi potensi Kota Jambi.

Maulana kembali menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan akan menjadi bagian penting dalam membangun citra Kota Jambi di hadapan para tamu.

Para LO diminta memahami bahwa mereka merupakan pihak yang akan banyak berinteraksi langsung dengan peserta.

Pemkot Jambi berharap seluruh rangkaian Health City Summit berjalan lancar, memberikan pengalaman positif bagi peserta, sekaligus membuka peluang baru bagi Kota Jambi melalui sektor ekonomi, pariwisata dan kerja sama antardaerah.(*)




Perjuangkan BPJS untuk Marbot dan Imam Masjid, Ini Langkah Nyata Wali Kota Maulana

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen meningkatkan kesejahteraan petugas keagamaan kembali ditegaskan Wali Kota Jambi, Maulana.

Ia memastikan Pemerintah Kota Jambi tengah memperjuangkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh marbot dan imam masjid di Kota Jambi.

Langkah ini menjadi perhatian khusus di tengah momentum Ramadan 2026, sebagai bentuk penghargaan terhadap peran besar marbot dan imam dalam menjaga kehidupan spiritual masyarakat.

“Untuk saat ini kami sedang memperjuangkan semua marbot dan imam masjid di Kota Jambi agar memperoleh BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Maulana saat kegiatan buka puasa bersama pimpinan pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan di Aula Griya Mayang, Sabtu (28/02/2026).

Menurutnya, marbot dan imam masjid merupakan garda terdepan dalam menjaga rumah ibadah sekaligus membina akhlak umat.

Namun selama ini, perhatian terhadap jaminan sosial mereka dinilai masih belum maksimal.

Program BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja maupun jaminan kematian bagi para petugas masjid.

Dengan begitu, mereka dapat menjalankan tugas dengan rasa aman dan terlindungi.

Maulana menekankan bahwa pembangunan Kota Jambi tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan spiritual dan kesejahteraan tokoh agama.

“Kalau kita ingin Kota Jambi benar-benar bahagia, maka kesejahteraan dan perlindungan bagi petugas keagamaan harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Selain memperjuangkan BPJS bagi marbot dan imam masjid, Pemkot Jambi juga terus menggulirkan Program Kampung Bahagia yang menyasar 1.583 RT di seluruh Kota Jambi sepanjang 2026.

Program tersebut melibatkan tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, serta perangkat RT dalam Kelompok Kerja (Pokja) untuk memastikan pembangunan berjalan partisipatif dan merata.

Maulana berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya tokoh agama, terus terjalin erat demi mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia yang dimulai dari kekuatan spiritual warganya.(*)