Walikota Maulana Tegaskan Peran Vital Damkar, Bukan Sekadar Pemadam Api!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa peran petugas pemadam kebakaran tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri apel dan meninjau latihan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Maulana, kehadiran Damkar di tengah masyarakat sangat vital, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan ketangguhan fisik maupun mental.

“Petugas Damkar bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi mereka adalah pahlawan yang berada di garis depan dalam melindungi dan menyelamatkan warga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para personel yang selama ini telah bekerja keras dan mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Maulana sekaligus memberikan motivasi kepada tim Damkartan yang akan mewakili Kota Jambi pada National Firefighter Skill Competition di Palembang pada 27–29 April 2026.

Pemerintah Kota Jambi mengirimkan dua tim untuk bersaing dalam ajang tersebut, yang diikuti oleh puluhan daerah dari seluruh Indonesia.

Maulana optimistis tim Damkar Jambi mampu meraih prestasi terbaik.

Ia bahkan menjanjikan bonus pribadi sebesar Rp10 juta apabila tim berhasil meraih juara pertama.

Selain itu, ia menyatakan akan hadir langsung memberikan dukungan jika tim berhasil melaju ke babak final.

Sementara itu, Kepala Disdamkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyampaikan bahwa persiapan tim sudah dilakukan secara maksimal.

Dengan pengalaman dan rekam jejak prestasi sebelumnya, ia yakin tim Damkar Jambi mampu bersaing dan mencapai hasil membanggakan di tingkat nasional.(*)




Wali Kota Jambi Targetkan Juara, Tim Damkar Siap Berlaga di National Firefighter Skill Competition

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Kota Jambi, Maulana, memberikan suntikan semangat kepada tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) yang akan berlaga di ajang nasional akhir April mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan saat apel sekaligus peninjauan latihan di markas Damkar Kota Jambi, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyaksikan langsung simulasi dan atraksi yang akan dipertandingkan dalam National Firefighter Skill Competition yang digelar di Palembang pada 27–29 April 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut akan diikuti oleh puluhan daerah dari seluruh Indonesia.

Pemerintah Kota Jambi sendiri mengirimkan dua tim terbaik untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Dalam arahannya, Maulana menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para personel Damkartan yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat.

Menurutnya, peran petugas pemadam kebakaran tidak hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penyelamatan warga.

Ia pun menargetkan tim Kota Jambi mampu meraih hasil terbaik.

Bahkan, ia menyatakan kesiapan hadir langsung di lokasi pertandingan jika tim berhasil menembus babak final.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Maulana menjanjikan bonus pribadi sebesar Rp10 juta bagi tim yang mampu membawa pulang gelar juara pertama.

Tak lupa, ia mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kondisi fisik dan terus meningkatkan kemampuan selama mengikuti kompetisi.

Sementara itu, Kepala Disdamkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang timnya.

Ia menilai persiapan yang dilakukan sudah cukup matang, ditambah pengalaman sebelumnya dalam berbagai ajang serupa, termasuk prestasi yang pernah diraih di kompetisi tingkat nasional.

Dengan bekal tersebut, ia yakin tim Damkar Jambi mampu bersaing dan menembus babak final.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi juga menyerahkan secara simbolis perlengkapan dan seragam kepada para peserta sebagai tanda dukungan penuh dari pemerintah daerah.(*)




Kota Tua Jambi Resmi Dibuka, Wali Kota Dorong Wisata Sejarah dan UMKM Terpadu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi resmi menggelar grand opening Kawasan Wisata Kota Tua yang berlokasi di Kecamatan Pasar, Jumat 3 April 2026 malam.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon baru pariwisata berbasis sejarah, kuliner, dan ekonomi kreatif yang terintegrasi, sekaligus menghidupkan kembali denyut perdagangan di pusat kota.

Wali Kota Jambi, Maulana dalam sambutannya menegaskan bahwa penataan kawasan Kota Tua dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan berbagai sektor, mulai dari sejarah, religi, kuliner hingga fashion.

“Kawasan kota tua ini akan kita tata secara integratif agar mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Kita memang bukan daerah dengan sumber daya seperti batu bara atau minyak, tapi kita punya potensi besar dari sisi SDM dan pengusaha. Ini yang harus kita angkat,” ujar Wali Kota Jambi.

Kawasan Terintegrasi: Sejarah, Kuliner, hingga Fashion

Kawasan Kota Tua Pasar Jambi akan dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu.

Pengunjung tidak hanya menikmati suasana bangunan bersejarah, tetapi juga dapat merasakan pengalaman wisata kuliner khas Melayu dan India seperti nasi minyak, serta menikmati aktivitas ekonomi kreatif dari pelaku UMKM.

Pemerintah juga akan membagi segmentasi kawasan untuk menghindari konflik ruang. Area tertentu difokuskan untuk wisata religi, khususnya di sekitar Masjid Margasari, sementara area lainnya dikembangkan sebagai pusat kuliner dan fashion.

“Nanti ada segmentasi, ada kawasan religi, ada kuliner, ada juga fashion. Tidak setiap malam, tapi akan ada event tertentu supaya tidak mengganggu fungsi jalan umum,” jelasnya.

Penataan Infrastruktur dan Penertiban Kawasan

Sebagai bagian dari revitalisasi, pemerintah melakukan pembenahan infrastruktur seperti pembangunan pedestrian, penataan parkir, hingga pengaturan lalu lintas di kawasan padat seperti Talang Banjar.

Wali Kota juga menekankan pentingnya penertiban aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, termasuk pedagang yang tidak tertata.

“Kita ingin kawasan ini tertib. Tidak boleh ada konflik ruang yang berkepanjangan. Semua harus diatur agar nyaman bagi pengunjung,” tegasnya.

Dorong UMKM dan Aktivasi Ruko

Program ini juga melibatkan pelaku usaha lokal. Ruko-ruko yang sebelumnya hanya aktif di siang hari akan dihidupkan kembali pada malam hari untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Pemerintah akan mengatur estetika kawasan, termasuk pengecatan bangunan agar lebih menarik secara visual.

“Kita ajak pengusaha, pemilik ruko, semuanya terlibat. Kawasan ini harus hidup siang dan malam. Pemerintah akan mengatur regulasi, termasuk tampilan bangunan supaya lebih menarik,” kata Wali Kota.

Targetkan Peningkatan PAD

Dengan hadirnya Kawasan Wisata Kota Tua, pemerintah optimistis dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Konsep integrasi ini diharapkan menjadikan kawasan Pasar Jambi sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

“Kalau kawasan ini ramai dan tertata, tentu akan berdampak pada peningkatan PAD. Kita ingin Kota Jambi mandiri dari sektor yang kita miliki,” pungkasnya.(*)