Kabut Asap Memburuk, BPBD Kota Jambi Siapkan Posko dan Antisipasi Status Siaga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi memburuk pada Senin 24 Agustus 2026.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi menyiapkan posko penanganan dampak kabut asap di halaman Kantor BPBD Kota Jambi.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan meningkatnya dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Senin pagi menunjukkan kualitas udara di beberapa daerah Jambi berada pada level yang perlu diwaspadai.

Stasiun Pemantau Paal Lima di Kota Jambi mencatat angka ISPU 199, yang masuk kategori Tidak Sehat.

Kondisi lebih buruk tercatat di Kabupaten Muaro Jambi dengan ISPU mencapai 274 atau kategori Sangat Tidak Sehat.

Sementara itu, ISPU di Kabupaten Tanjung Jabung Timur berada pada angka 55 atau kategori Sedang. Kabupaten Tebo relatif lebih baik dengan angka 19 atau kategori Baik.

Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak penurunan kualitas udara belum merata di seluruh wilayah Jambi.

Namun, peningkatan angka pencemaran di Kota Jambi dan Muaro Jambi menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan, posko telah disiapkan untuk mengantisipasi kondisi yang lebih serius.

Menurutnya, BPBD ingin memastikan fasilitas dan personel sudah siap apabila pemerintah nantinya menetapkan status siaga darurat.

“Posko sudah kita siapkan. Nanti apabila diputuskan siaga darurat, kita sudah stand by dan siap untuk melakukan penanganan,” kata Doni, Senin 24 Agustus 2026.

Posko tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi.

BPBD juga akan memanfaatkannya sebagai lokasi penyimpanan bantuan yang kemungkinan diterima selama penanganan dampak kabut asap.

“Posko ini nantinya menjadi tempat rapat koordinasi dalam penanganan dampak kabut asap. Termasuk juga untuk menyimpan bantuan-bantuan yang nantinya diterima,” ujarnya.

Kesiapan itu dilakukan sembari BPBD terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap di lapangan.

Keputusan mengenai langkah lanjutan akan dibahas melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dengan mempertimbangkan perkembangan situasi.

Kabut asap mulai terlihat di sejumlah kawasan Kota Jambi sejak Minggu 23 Agustus 2026.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama setelah data kualitas udara menunjukkan peningkatan pencemaran.

BPBD Kota Jambi dijadwalkan mengikuti rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wali Kota Jambi.

Rapat tersebut menjadi forum untuk menentukan langkah yang perlu dilakukan pemerintah menghadapi kondisi udara yang memburuk.

Dengan angka ISPU Kota Jambi yang sudah mencapai 199, penanganan tidak hanya berkaitan dengan sumber asap, tetapi juga bagaimana pemerintah mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang masuk kelompok rentan terhadap dampak kualitas udara buruk.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara semakin memburuk.

Doni meminta warga menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Untuk masyarakat perlu waspada dan memakai masker,” katanya.

Kondisi kualitas udara Jambi selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan kabut asap dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah kini menempatkan kesiapsiagaan sebagai langkah awal sambil menunggu hasil koordinasi dan perkembangan data kualitas udara.

Jika kondisi terus memburuk, posko yang telah disiapkan BPBD akan menjadi salah satu titik penting dalam koordinasi penanganan dampak kabut asap di Kota Jambi.(*)




Tirta Mayang Bangun Sinergi dengan Polresta Jambi, Fokus Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., melakukan kunjungan silaturahmi ke Polresta Jambi dan bertemu dengan Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., Senin 27 Juli 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada Kombes Pol. Ananto Herlambang atas amanah barunya sebagai Kapolresta Jambi.

Di sisi lain, kedua pihak juga membahas pentingnya memperkuat sinergi dalam mendukung pelayanan publik di Kota Jambi.

Dalam kunjungan itu, Arianto didampingi Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Mayang, Andri Susanto, S.Kom.

Sementara Kapolresta Jambi didampingi Kabag Log Polresta Jambi, Kompol F. Marpaung, S.H., S.I.K., M.M.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain membangun komunikasi antarlembaga, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Kapolresta Jambi menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting.

Karena itu, kualitas pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga agar distribusi air bersih tetap berjalan optimal, aman, dan memenuhi standar.

Menanggapi hal tersebut, Perumda Tirta Mayang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Perusahaan juga berupaya memastikan air bersih yang didistribusikan tetap memenuhi standar mutu, sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Polresta Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Kapolresta Jambi.

Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin diharapkan semakin kuat melalui kolaborasi yang konstruktif demi mendukung pelayanan publik yang profesional, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan air bersih yang optimal bagi masyarakat Kota Jambi,” ujar Arianto.(*)




Walikota Maulana Tegaskan Peran Vital Damkar, Bukan Sekadar Pemadam Api!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa peran petugas pemadam kebakaran tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri apel dan meninjau latihan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Maulana, kehadiran Damkar di tengah masyarakat sangat vital, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan ketangguhan fisik maupun mental.

“Petugas Damkar bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi mereka adalah pahlawan yang berada di garis depan dalam melindungi dan menyelamatkan warga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para personel yang selama ini telah bekerja keras dan mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Maulana sekaligus memberikan motivasi kepada tim Damkartan yang akan mewakili Kota Jambi pada National Firefighter Skill Competition di Palembang pada 27–29 April 2026.

Pemerintah Kota Jambi mengirimkan dua tim untuk bersaing dalam ajang tersebut, yang diikuti oleh puluhan daerah dari seluruh Indonesia.

Maulana optimistis tim Damkar Jambi mampu meraih prestasi terbaik.

Ia bahkan menjanjikan bonus pribadi sebesar Rp10 juta apabila tim berhasil meraih juara pertama.

Selain itu, ia menyatakan akan hadir langsung memberikan dukungan jika tim berhasil melaju ke babak final.

Sementara itu, Kepala Disdamkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyampaikan bahwa persiapan tim sudah dilakukan secara maksimal.

Dengan pengalaman dan rekam jejak prestasi sebelumnya, ia yakin tim Damkar Jambi mampu bersaing dan mencapai hasil membanggakan di tingkat nasional.(*)




Wali Kota Jambi Targetkan Juara, Tim Damkar Siap Berlaga di National Firefighter Skill Competition

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Kota Jambi, Maulana, memberikan suntikan semangat kepada tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) yang akan berlaga di ajang nasional akhir April mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan saat apel sekaligus peninjauan latihan di markas Damkar Kota Jambi, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyaksikan langsung simulasi dan atraksi yang akan dipertandingkan dalam National Firefighter Skill Competition yang digelar di Palembang pada 27–29 April 2026.

Kompetisi bergengsi tersebut akan diikuti oleh puluhan daerah dari seluruh Indonesia.

Pemerintah Kota Jambi sendiri mengirimkan dua tim terbaik untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Dalam arahannya, Maulana menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para personel Damkartan yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat.

Menurutnya, peran petugas pemadam kebakaran tidak hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penyelamatan warga.

Ia pun menargetkan tim Kota Jambi mampu meraih hasil terbaik.

Bahkan, ia menyatakan kesiapan hadir langsung di lokasi pertandingan jika tim berhasil menembus babak final.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Maulana menjanjikan bonus pribadi sebesar Rp10 juta bagi tim yang mampu membawa pulang gelar juara pertama.

Tak lupa, ia mengingatkan seluruh personel untuk menjaga kondisi fisik dan terus meningkatkan kemampuan selama mengikuti kompetisi.

Sementara itu, Kepala Disdamkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang timnya.

Ia menilai persiapan yang dilakukan sudah cukup matang, ditambah pengalaman sebelumnya dalam berbagai ajang serupa, termasuk prestasi yang pernah diraih di kompetisi tingkat nasional.

Dengan bekal tersebut, ia yakin tim Damkar Jambi mampu bersaing dan menembus babak final.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi juga menyerahkan secara simbolis perlengkapan dan seragam kepada para peserta sebagai tanda dukungan penuh dari pemerintah daerah.(*)




Kota Tua Jambi Resmi Dibuka, Wali Kota Dorong Wisata Sejarah dan UMKM Terpadu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi resmi menggelar grand opening Kawasan Wisata Kota Tua yang berlokasi di Kecamatan Pasar, Jumat 3 April 2026 malam.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon baru pariwisata berbasis sejarah, kuliner, dan ekonomi kreatif yang terintegrasi, sekaligus menghidupkan kembali denyut perdagangan di pusat kota.

Wali Kota Jambi, Maulana dalam sambutannya menegaskan bahwa penataan kawasan Kota Tua dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan berbagai sektor, mulai dari sejarah, religi, kuliner hingga fashion.

“Kawasan kota tua ini akan kita tata secara integratif agar mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Kita memang bukan daerah dengan sumber daya seperti batu bara atau minyak, tapi kita punya potensi besar dari sisi SDM dan pengusaha. Ini yang harus kita angkat,” ujar Wali Kota Jambi.

Kawasan Terintegrasi: Sejarah, Kuliner, hingga Fashion

Kawasan Kota Tua Pasar Jambi akan dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu.

Pengunjung tidak hanya menikmati suasana bangunan bersejarah, tetapi juga dapat merasakan pengalaman wisata kuliner khas Melayu dan India seperti nasi minyak, serta menikmati aktivitas ekonomi kreatif dari pelaku UMKM.

Pemerintah juga akan membagi segmentasi kawasan untuk menghindari konflik ruang. Area tertentu difokuskan untuk wisata religi, khususnya di sekitar Masjid Margasari, sementara area lainnya dikembangkan sebagai pusat kuliner dan fashion.

“Nanti ada segmentasi, ada kawasan religi, ada kuliner, ada juga fashion. Tidak setiap malam, tapi akan ada event tertentu supaya tidak mengganggu fungsi jalan umum,” jelasnya.

Penataan Infrastruktur dan Penertiban Kawasan

Sebagai bagian dari revitalisasi, pemerintah melakukan pembenahan infrastruktur seperti pembangunan pedestrian, penataan parkir, hingga pengaturan lalu lintas di kawasan padat seperti Talang Banjar.

Wali Kota juga menekankan pentingnya penertiban aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, termasuk pedagang yang tidak tertata.

“Kita ingin kawasan ini tertib. Tidak boleh ada konflik ruang yang berkepanjangan. Semua harus diatur agar nyaman bagi pengunjung,” tegasnya.

Dorong UMKM dan Aktivasi Ruko

Program ini juga melibatkan pelaku usaha lokal. Ruko-ruko yang sebelumnya hanya aktif di siang hari akan dihidupkan kembali pada malam hari untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Pemerintah akan mengatur estetika kawasan, termasuk pengecatan bangunan agar lebih menarik secara visual.

“Kita ajak pengusaha, pemilik ruko, semuanya terlibat. Kawasan ini harus hidup siang dan malam. Pemerintah akan mengatur regulasi, termasuk tampilan bangunan supaya lebih menarik,” kata Wali Kota.

Targetkan Peningkatan PAD

Dengan hadirnya Kawasan Wisata Kota Tua, pemerintah optimistis dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Konsep integrasi ini diharapkan menjadikan kawasan Pasar Jambi sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

“Kalau kawasan ini ramai dan tertata, tentu akan berdampak pada peningkatan PAD. Kita ingin Kota Jambi mandiri dari sektor yang kita miliki,” pungkasnya.(*)