Setelah 94 TPS Ditutup, Muncul Iuran Sampah Baru di Kota Jambi, Warga Soroti Biaya Tambahan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebijakan Pemerintah Kota Jambi menutup puluhan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi maupun TPS liar mulai memunculkan dampak baru di tengah masyarakat.

Di balik klaim keberhasilan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sebagian warga kini dihadapkan pada tambahan biaya pengangkutan sampah rumah tangga yang nilainya mencapai puluhan ribu rupiah setiap bulan.

Program penataan pengelolaan sampah yang dijalankan Pemkot Jambi dilakukan melalui skema berbasis masyarakat dengan membentuk Operator Pengumpulan Berbasis Masyarakat (OPBM).

Sistem ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPS konvensional yang selama ini menjadi titik penumpukan sampah.

Dalam pelaksanaannya, setiap lingkungan RT didorong memiliki sarana pendukung berupa gerobak motor pengangkut sampah dan perangkat pengawasan CCTV yang pembiayaannya berasal dari Program Kampung Bahagia.

Namun, kewajiban tersebut tidak berlaku bagi wilayah yang telah memiliki fasilitas TPS3R maupun depo sampah.

Wali Kota Jambi, dr Maulana, menjelaskan bahwa sistem baru tersebut memungkinkan sampah diangkut langsung dari rumah warga menuju depo sampah atau bank sampah sebelum akhirnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Menurutnya, pola ini diharapkan mampu menghilangkan penumpukan sampah di TPS sekaligus meningkatkan kebersihan lingkungan permukiman.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan yang dilakukan pemerintah daerah, sedikitnya 352 unit gerobak motor OPBM dibutuhkan untuk melayani seluruh wilayah Kota Jambi yang tersebar di 11 kecamatan.

Kecamatan Alam Barajo menjadi wilayah dengan kebutuhan armada terbanyak, disusul Paal Merah dan Kota Baru.

Iuran Sampah Berpotensi Capai Rp45 Ribu

Di sisi lain, operasional sistem baru tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pemkot Jambi memperkirakan satu unit OPBM memerlukan dana operasional sekitar Rp4,47 juta setiap bulan.

Biaya itu mencakup honor operator dan kru, kebutuhan bahan bakar, penggantian oli, hingga perawatan kendaraan.

Dengan asumsi satu armada melayani sekitar 100 kepala keluarga, maka besaran iuran yang harus dibayar warga diperkirakan mencapai Rp45 ribu per bulan atau sekitar Rp1.500 per hari.

Pemerintah menyebutkan kelompok masyarakat kurang mampu akan mendapatkan pengecualian dari kewajiban membayar iuran tersebut.

Sebagian Warga Sudah Berlangganan Jasa Angkut Sampah

Fakta di lapangan menunjukkan tidak sedikit warga yang sebelumnya telah menggunakan layanan pengangkutan sampah melalui TPS3R maupun jasa swasta.

Ketua RT 19 Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Zainal Abidin, mengatakan hampir setengah dari warga di lingkungannya telah membayar layanan TPS3R sekitar Rp35 ribu per bulan dengan sistem jemput sampah langsung dari rumah.

Menurutnya, kerja sama dengan pihak ketiga selama ini menjadi solusi yang paling memungkinkan karena pihak RT tidak memiliki armada sendiri untuk melakukan pengangkutan sampah secara mandiri.

Hal serupa juga terjadi di Perumahan Green Kenali, Kelurahan Mayang Mangurai.

Ketua RT setempat menyebut warga telah lama menggunakan jasa pengangkutan sampah swasta dengan tarif yang relatif sama dan pelayanan yang dinilai berjalan lancar.

Warga Pertanyakan Beban Tambahan

Perubahan sistem pengelolaan sampah ini memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Sebagian warga mempertanyakan potensi bertambahnya pengeluaran rumah tangga akibat adanya iuran baru yang harus dibayarkan setiap bulan.

Miftah, salah seorang warga Kecamatan Alam Barajo, menilai setelah TPS ditutup, tanggung jawab pengelolaan sampah kini lebih banyak dialihkan kepada masyarakat melalui mekanisme iuran.

Ia juga menyoroti keberadaan retribusi kebersihan yang selama ini telah dibayarkan warga melalui tagihan air bersih.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan terkait perbedaan fungsi antara retribusi kebersihan dengan iuran pengangkutan sampah yang kini mulai diterapkan.

Selain persoalan biaya, muncul pula kekhawatiran bahwa tidak semua warga mampu membayar iuran rutin tersebut.

Kondisi itu dikhawatirkan dapat memicu praktik pembuangan sampah sembarangan ke sungai, lahan kosong, atau lokasi lain yang tidak semestinya.

Sampah Masih Ditemukan di Sejumlah Titik

Meski penutupan TPS telah berjalan, tumpukan sampah masih terlihat di beberapa lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan warga.

Kondisi tersebut diduga terjadi karena sebagian masyarakat belum sepenuhnya terlayani sistem pengangkutan baru.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi mengklaim program OPBM mulai menunjukkan perkembangan positif.

Hingga saat ini sekitar 70 OPBM swadaya telah terbentuk dan melayani ratusan RT di berbagai wilayah kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan masyarakat yang belum memiliki layanan OPBM dapat memanfaatkan TPS3R, bank sampah, maupun bergabung dengan wilayah RT lain yang telah memiliki armada pengangkutan.

Dengan target penertiban seluruh TPS liar hingga akhir tahun, tantangan terbesar pemerintah saat ini bukan hanya menjaga kebersihan kota.

Tetapi juga memastikan sistem pengelolaan sampah yang baru dapat diakses dan dijangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa menimbulkan beban ekonomi yang berlebihan.(*)




Kebakaran Hebat di Poll BBM Kota Baru Jambi: Api Nyaris Picu Ledakan Tangki, Damkar Beraksi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat terjadi di lokasi penyalur BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi di RT 19, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat malam (15/5/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga melalui layanan darurat Call Center Bahagia 112 sekitar pukul 19.05 WIB.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat dan tiba di lokasi delapan menit kemudian.

Sebanyak 60 personel diterjunkan bersama tujuh unit armada tempur dan suplai untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar di area berpagar seng tersebut.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan membahayakan lingkungan sekitar karena terdapat kendaraan pengangkut BBM di dalam area kebakaran.

“Setelah dilakukan pembongkaran pagar seng, ditemukan satu unit truk modifikasi penyimpan BBM mengalami kebocoran pada bagian pipa. BBM yang tumpah kemudian terbakar dan menyebabkan api cepat membesar,” ujar Mustari.

Api kemudian merembet dan membakar dua unit mobil tangki BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi, satu unit truk, serta satu unit kendaraan pick up.

Menurut Mustari, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari akses jalan yang sempit hingga banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian.

Petugas Damkartan juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik serta meminta bantuan Pertamina menggunakan fire foam guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah ledakan lanjutan.

“Kami bersama TNI dan Polri melakukan pengamanan area serta pengaturan lalu lintas armada agar proses pemadaman berjalan lancar,” katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 29 ribu liter air dan 150 liter liquid foam bindoil untuk menjinakkan api.

Damkartan Kota Jambi menerapkan metode 5T yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas sehingga api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam 30 menit.

“Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi,” ungkap Mustari.

Berdasarkan hasil investigasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting pada mesin genset yang berada di dekat truk modifikasi penyimpan BBM.

Dalam insiden tersebut, dua personel Damkartan yakni M Ishak Effendi dan Bambang Apriandi mengalami sesak napas dan dehidrasi saat bertugas.

Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis dari Tim PSC 119.

Operasi pemadaman dinyatakan selesai dan seluruh personel kembali ke markas komando sekitar pukul 21.02 WIB.(*)




Heboh Kebakaran Besar di Belakang Gedung BPK Jambi, Gudang Diduga Penimbunan BBM Terbakar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat menggemparkan warga Kota Jambi pada Jumat malam, 15 Mei 2026.

Sebuah bangunan yang diduga menjadi lokasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaporkan terbakar hebat sekitar pukul 19.30 WIB di kawasan belakang Gedung BPK Jambi, Kecamatan Kota Baru.

Kobaran api dengan cepat membesar dan memicu kepanikan warga sekitar.

Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi hingga dapat disaksikan dari jarak cukup jauh.

Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang berdatangan ke sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, bangunan yang terbakar diduga selama ini digunakan sebagai gudang penyimpanan minyak.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas yang sebenarnya berlangsung di lokasi tersebut.

“Saat api mulai membesar, warga langsung keluar rumah karena takut api merembet,” ujar salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman.

Petugas tampak berjibaku melawan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area sekitar bangunan yang dipagari seng tersebut.

Warga terlihat memadati area sekitar sambil menyaksikan proses pemadaman berlangsung.

Hingga malam hari, petugas masih melakukan pendinginan dan pengamanan lokasi kebakaran.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun kemungkinan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Aparat terkait juga masih melakukan penyelidikan mengenai dugaan aktivitas penimbunan BBM di lokasi kebakaran.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pemadaman masih berlangsung dan pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.(*)




Kolam Retensi Paal Lima Ditargetkan Atasi Banjir, Wawako Diza: Dampak Signifikan Mulai 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, meninjau progres pembangunan kolam retensi di kawasan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Senin (17/11).

Pembangunan yang menjadi salah satu proyek strategis daerah ini ditargetkan menjadi solusi besar dalam pengendalian banjir di Kota Jambi beberapa tahun ke depan.

Diza menegaskan bahwa pembangunan kolam retensi merupakan upaya penting pemerintah untuk mengurangi potensi banjir, khususnya pada kawasan yang kerap terdampak saat musim hujan.

Proyek tersebut juga melibatkan pembebasan lahan, terdiri dari 51 bidang milik warga dan 85 bidang milik Pemerintah Provinsi.

“Pembangunan ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari warga. Kolam retensi ini berdasarkan kajian dapat mengurangi risiko banjir hingga hampir 60 persen,” ujarnya.

Menurut Diza, proyek ini ditargetkan rampung pada tahun depan, dan dampak pengurangan banjir diperkirakan mulai terasa signifikan pada tahun 2027, seiring berfungsinya kolam retensi secara maksimal.

Selain sebagai pengendali banjir, kolam retensi Paal Lima juga akan difungsikan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan ekonomi kreatif, termasuk festival UMKM dan kegiatan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut, Diza mengimbau warga tetap waspada menghadapi musim hujan.

Meski beberapa titik masih mengalami genangan, intensitasnya disebut jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

“Pak Wali telah menginstruksikan normalisasi sungai sepanjang 43 kilometer,” kata dia.

“Hasilnya mulai terlihat, dan akan semakin efektif dengan keberadaan kolam retensi ini. Kami mengajak warga menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.(*)