Angkutan Lebaran 2026 di Jambi Berjalan Aman dan Lancar, Ini Data Lengkap dari BPTD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDAngkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi berjalan aman, lancar, dan terkendali, berkat koordinasi ketat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Pelaksanaan ini merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 56 Tahun 2026, yang menegaskan BPTD Jambi sebagai Penanggung Jawab Pos Koordinasi di wilayah provinsi.

Selama masa Angkutan Lebaran 2026 (H-10 hingga H+9), tercatat 63 posko dan fasilitas pendukung, meliputi:

  • 8 Posko Moda Darat

  • 5 Posko Moda Laut

  • 3 Posko Moda Udara

  • 45 Pos Pengamanan dan Pelayanan (28 pos pengamanan, 17 pos pelayanan, 1 pos terpadu)

  • 111 rest area dan masjid ramah pemudik

Kinerja Angkutan per Moda:

Moda Darat (13–29 Maret 2026)

  • Kedatangan bus: 3.469 unit (-17%)

  • Penumpang datang: 5.200 orang (+22%)

  • Keberangkatan bus: 3.756 unit (-15%)

  • Penumpang berangkat: 14.169 orang (+28%)
    Puncak arus mudik terjadi H-6 (15 Maret, 1.377 penumpang) dan puncak arus balik H+7 (28 Maret, 690 penumpang). Terminal Alam Barajo menjadi terminal tersibuk.

Moda Laut (13–29 Maret 2026)

  • Kedatangan kapal: 157 unit (+391%)

  • Penumpang datang: 9.549 orang (+98%)

  • Keberangkatan kapal: 162 unit (+413%)

  • Penumpang berangkat: 6.354 orang (+2%)
    Puncak arus mudik H-3 (18 Maret), arus balik H+4 (25 Maret).

Moda Udara (13–29 Maret 2026)

  • Kedatangan pesawat: 252 unit (+3%)

  • Penumpang datang: 36.484 orang (stabil)

  • Keberangkatan pesawat: 254 unit (+3%)

  • Penumpang berangkat: 35.104 orang (+6%)
    Puncak arus mudik H-4 (17 Maret), arus balik H+6 (27 Maret).

Dominasi Kendaraan Pribadi

Mayoritas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi:

  • Sepeda motor: 478.753 unit

  • Mobil pribadi: 510.898 unit
    Keberadaan Jalan Tol Pijoan–Tempino mempengaruhi pola perjalanan masyarakat dan aktivitas terminal.

Rest Area dan Lalu Lintas

Di rest area UPPKB Jambi Merlung dan Muara Tembesi:

  • Kendaraan singgah: 87 unit

  • Pemudik: 408 orang
    Tercatat peningkatan signifikan, menunjukkan rest area menjadi tempat favorit pemudik beristirahat.

Keselamatan Pemudik

Data Jasa Raharja Wilayah Jambi mencatat:

  • Korban meninggal dunia: 5 orang (-85% dibanding 2025)

  • Korban luka-luka: 121 orang (-12%)

  • Nilai santunan turun 87%
    Tidak terdapat korban meninggal dari penumpang angkutan umum, menandakan peningkatan signifikan keselamatan transportasi.

Meski berjalan lancar, BPTD Jambi mencatat beberapa hal yang perlu perhatian:

  • Pelanggaran operasional angkutan barang

  • Praktik menaik-turunkan penumpang di titik tidak resmi

  • Operasional travel gelap (angkutan ilegal)

  • Kapal penyeberangan rakyat <7 GT belum memiliki izin operasional dan perlindungan asuransi

Ke depan, BPTD Kelas II Jambi akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KSOP, dan Jasa Raharja untuk pengawasan keselamatan, perizinan, serta perlindungan penumpang.

Alhamdulillah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi berjalan aman dan lancar. Semua ini berkat sinergi pemangku kepentingan,” ujar Kepala BPTD Kelas II Jambi.

BPTD Kelas II Jambi berkomitmen meningkatkan pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung sistem transportasi nasional.(*)




Pengemudi Pajero yang Tabrak Pagar Mapolda Jambi Jalani Observasi Kejiwaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Daerah Jambi terus memantau perkembangan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pengemudi mobil Pajero menabrak pagar Mapolda Jambi.

Penyidik memastikan proses hukum berjalan dan penetapan tersangka akan dilakukan setelah proses medis rampung.

Meski demikian, pemeriksaan terhadap pengemudi sebagai calon tersangka belum bisa dilakukan karena yang bersangkutan sedang menjalani observasi kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi.

Langkah ini dilakukan berdasarkan rekomendasi Tim Asesmen Terpadu (TAT), yang melibatkan BNNP, Kejaksaan, Polri, serta dokter ahli, untuk memastikan kondisi psikologis pengemudi.

“Kondisi pengemudi sedang diamati di RSJ Jambi selama kurang lebih 14 hari, tergantung hasil perkembangan. Saat ini observasi baru berjalan tiga hari,” jelas Kombes Pol Erlan Munaji, Kabid Humas Polda Jambi.

Sementara itu, proses penyidikan tetap berjalan dengan menggunakan metode scientific investigation melalui Traffic Accident Analysis (TAA).

Teknologi ini memungkinkan penyidik merekonstruksi kecelakaan secara digital, dari awal hingga akhir, sehingga kronologi kejadian dapat dipastikan secara ilmiah.

“Metode TAA membantu kami melihat secara jelas bagaimana kecelakaan terjadi. Data ini menjadi bagian penting dalam pembuktian hukum,” tambah Erlan.

Selain aspek hukum, polisi juga menekankan penyelesaian secara kemanusiaan, dengan memfasilitasi mediasi antara korban dan keluarga pengemudi untuk membahas proses ganti rugi.

Penyidik menegaskan seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, dan berhati-hati, sambil menunggu hasil observasi medis pengemudi yang menjadi bagian penting kelanjutan kasus ini.(*)