Risiko Mikroplastik dari Kebiasaan Ngopi, Ini Solusinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan ritual wajib untuk memulai hari.

Dari kopi instan di rumah hingga kopi takeaway dalam perjalanan, kebiasaan ngopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Namun di balik kenikmatan itu, ada risiko yang jarang disadari: mikroplastik bisa ikut masuk ke tubuh melalui cara kita menikmati kopi.

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari penguraian plastik besar atau pelepasan dari produk berbahan plastik.

Partikel ini tidak terlihat mata, tetapi bisa tertelan melalui makanan dan minuman, termasuk kopi.

Salah satu sumber utamanya adalah wadah minuman sekali pakai, seperti gelas plastik atau gelas kertas yang dilapisi plastik tipis.

Saat kopi panas dituangkan ke dalam wadah tersebut, suhu tinggi dapat memicu pelepasan partikel mikroplastik ke minuman. Semakin panas kopi, semakin besar potensi partikel plastik ikut terlepas.

Hal yang sama juga bisa terjadi pada tutup gelas plastik, sedotan, hingga kantong kopi celup atau drip bag yang mengandung plastik.

Paparan mikroplastik sehari-hari memang terlihat sepele, tetapi bisa terakumulasi jika dilakukan terus-menerus.

Sejumlah penelitian bahkan menemukan mikroplastik di darah dan jaringan manusia.

Meski dampak jangka panjangnya masih diteliti, ahli menduga paparan kronis dapat memicu peradangan, stres oksidatif, dan gangguan fungsi sel.

Mengurangi risiko mikroplastik dari kopi tidak sulit. Langkah paling sederhana adalah beralih ke wadah nonplastik, seperti cangkir atau tumbler berbahan kaca, keramik, atau stainless steel.

Membawa tumbler sendiri saat membeli kopi di luar juga membantu menekan paparan sekaligus ramah lingkungan.

Metode seduh kopi juga penting. Alat seduh yang minim kontak dengan plastik, seperti French press kaca atau saringan logam, bisa menjadi pilihan.

Jika tetap menggunakan kopi celup atau drip bag, pilih produk bebas plastik atau berbahan alami.

Dengan kesadaran dan sedikit perubahan, kebiasaan ngopi tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan. Kopi tidak hanya memberi energi, tetapi juga lebih aman bagi kesehatan jangka panjang.(*)