PERWOSI Jambi Juara Lagi! Pertahankan Gelar Senam Kreasi Nasional 2026 di Jakarta

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — PERWOSI Provinsi Jambi kembali menjadi yang terbaik di panggung nasional.

Tim senam Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Jambi berhasil merebut juara pertama Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Rabu 23 September 2026.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Jambi pada ajang yang sama. Setelah menjadi juara pada 2025, tim PERWOSI Jambi kembali merebut posisi teratas pada edisi 2026.

Tampil dengan nomor urut enam, tim Jambi harus bersaing dengan peserta dari sejumlah daerah, di antaranya Maluku, Jawa Barat, Maluku Utara, Jawa Tengah hingga Papua Barat Daya.

Di hadapan para peserta dan penonton, tim Jambi menampilkan koreografi yang mengandalkan kekompakan, dinamika gerakan dan kekuatan penampilan kelompok.

Identitas daerah juga ditonjolkan melalui kostum bercorak kain tradisional khas Jambi. Perpaduan gerakan dan busana tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Lomba tersebut dibuka Ketua Umum PERWOSI, Tri Tito Karnavian.

Diperkuat Atlet Berprestasi

Keberhasilan Jambi mempertahankan gelar tidak lepas dari komposisi tim yang diperkuat sejumlah atlet berprestasi.

Tim Jambi diisi oleh peraih medali cabang gimnastik pada Pekan Olahraga Nasional (PON), serta atlet dari Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Jambi.

Mereka menjalani persiapan di bawah arahan Aprilian Anggara, pesenam Jambi yang sebelumnya meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara.

Kombinasi pengalaman atlet dan persiapan tersebut menjadi salah satu modal tim Jambi menghadapi persaingan pada lomba tahun ini.

Pembina PERWOSI Jambi, Hesti Haris, yang hadir menyaksikan perlombaan, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim mempertahankan gelar.

“Alhamdulillah, saya ikut bangga karena kembali meraih gelar juara untuk kedua kalinya,” kata Hesti.

Menurut Hesti, capaian tersebut merupakan hasil dari latihan yang dilakukan secara serius oleh para anggota tim.

Dukungan KONI Provinsi Jambi juga disebut menjadi bagian dari proses persiapan tim.

Persaingan Tahun Ini Makin Ketat

Ketua PERWOSI Jambi, Fitriani Ulinda, mengaku keberhasilan mempertahankan gelar terasa semakin berarti karena persaingan tahun ini berlangsung ketat.

Menurutnya, sejumlah kontingen tampil dengan persiapan yang matang, baik dari sisi koreografi maupun penampilan visual.

“Peserta lainnya juga tampil menarik dan lebih siap, baik dari sisi gerakan maupun kostum,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan 2025, PERWOSI Jambi juga berhasil mengamankan juara pertama sekaligus membawa pulang penghargaan kostum terbaik.

Tahun ini, Jambi kembali menunjukkan konsistensinya dengan merebut gelar juara utama.

Daftar Pemenang Senam Kreasi Nasional 2026

  • Juara I: PERWOSI Jambi

  • Juara II: PERWOSI Maluku

  • Juara III: PERWOSI Jawa Barat

  • Harapan I: PERWOSI Maluku Utara

  • Harapan II: PERWOSI Jawa Barat II

  • Harapan III: PERWOSI Jawa Tengah

Daftar Peraih Kostum Terbaik

  • Provinsi Riau

  • PERWOSI Banten

  • PERWOSI Papua

Bagi Jambi, kemenangan tersebut bukan hanya mempertahankan gelar, tetapi juga menunjukkan konsistensi tim dalam bersaing pada ajang senam kreasi tingkat nasional.(*)




Menuju PON 2028, KONI Jambi Siapkan Pelatda Mulai Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyusun strategi lebih awal untuk menghadapi babak prakualifikasi PON 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemusatan latihan daerah (Pelatda) yang ditargetkan mulai berjalan Oktober 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari persiapan KONI Jambi untuk meningkatkan capaian olahraga prestasi pada ajang PON mendatang.

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Jambi, H AS Budianto, bersama Tim Pembinaan Prestasi (Binpres) telah menyerahkan proposal Pelatda kepada Ketua Umum KONI Jambi melalui Kepala Sekretariat KONI Jambi, Murni, di Jambi.

Dalam proposal itu, KONI Jambi menyiapkan tiga skema Pelatda yang dapat diterapkan sepanjang 2026.

Skema pertama berupa Pelatda khusus bagi 76 atlet berprestasi yang sebelumnya tampil pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Skema kedua adalah Pelatda berjalan yang melibatkan seluruh cabang olahraga anggota KONI Provinsi Jambi.

Saat ini terdapat 54 cabang olahraga yang berada di bawah KONI Jambi.

Sementara skema ketiga berupa Training Camp selama 10 hari di Kerinci pada Desember 2026.

“Training Camp tersebut direncanakan akan diikuti 50 atau 30 atlet terseleksi hasil Pelatda khusus 76 atlet berprestasi PON Aceh-Sumut dan Pelatda berjalan seluruh cabor,” kata H AS Budianto.

KONI Jambi merencanakan peresmian Pelatda pada 18 September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan HUT KONI 2026.

Sementara pelaksanaan program latihan diusulkan berlangsung mulai 1 Oktober hingga Desember 2026.

Namun, agar agenda tersebut dapat berjalan sesuai jadwal, Tim Binpres KONI Jambi mengusulkan sejumlah langkah yang perlu segera diputuskan.

Pertama, KONI Jambi perlu menerbitkan Surat Keputusan mengenai penunjukan Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatda KONI Jambi Tahun 2026.

Kedua, dilakukan revisi anggaran dari dana PON Bela Diri Sulawesi Utara 2026 untuk mendukung pembiayaan Pelatda 2026.

Ketiga, Ketua Umum KONI Jambi diminta segera menentukan opsi Pelatda yang akan digunakan berdasarkan skema yang diajukan Tim Binpres.

Dengan demikian, persiapan tidak hanya menyangkut program latihan atlet, tetapi juga kepastian struktur pelaksana dan dukungan anggaran.

Pelatda 2026 diposisikan sebagai tahap awal untuk membangun kesiapan atlet Jambi menghadapi rangkaian persiapan PON.

Pada 2027, para atlet akan menghadapi babak prakualifikasi PON. Atlet dan cabang olahraga yang berhasil lolos kemudian diproyeksikan melanjutkan persiapan menuju PON 2028 di NTB-NTT.

H AS Budianto mengatakan KONI Jambi telah menyusun program pembinaan melalui Tim Binpres dengan target memperbaiki pencapaian Jambi pada PON berikutnya.

“Jambi menargetkan bisa naik peringkat pada PON 2028 dibandingkan prestasi pada PON 2024 di Aceh-Sumut lalu, program telah disusun oleh Binpres KONI Jambi untuk bisa meraih prestasi pada PON mendatang,” katanya.

Karena itu, tiga bulan terakhir 2026 akan menjadi salah satu fase penting dalam pematangan program pembinaan atlet Jambi.

Mulai dari pemetaan atlet, pelaksanaan Pelatda, seleksi menuju Training Camp hingga persiapan menghadapi prakualifikasi PON 2027 akan menjadi rangkaian yang saling berkaitan.

KONI Jambi kini tinggal menunggu keputusan mengenai skema Pelatda yang akan dipilih serta sejumlah perangkat pendukung agar program tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.(*)




Kejuaraan Anggar Kota Jambi Perdana Digelar, Bidik Regenerasi Atlet Menuju Pra PON 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan atlet anggar mulai memanas di Kota Jambi. Kejuaraan Anggar Kota Jambi resmi digelar di Aula SMAN 1 Kota Jambi, Sabtu, 19 September 2026.

Bukan sekadar perebutan medali, kejuaraan tersebut menjadi momentum awal Pengkot IKASI Kota Jambi membangun pembinaan atlet secara lebih terukur.

Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kalender kompetisi yang lebih besar, termasuk Babak Kualifikasi PON (BK PON) atau Pra PON 2027.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, hadir dalam pembukaan bersama sejumlah pengurus olahraga dan jajaran SMAN 1 Kota Jambi.

Hadir pula Ketua KONI Kota Jambi Antoni Karia Gumay, Ketua KONI Tebo Fadlin Hafizi, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi Atri Widowati, Ketua Pelaksana AKBP Ambar Puji Utomo, serta Kepala SMAN 1 Kota Jambi Irwansyah.

Mat Sanusi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Menurut dia, penyelenggaraan Kejuaraan Kota Jambi kali ini memiliki kualitas yang dinilainya sudah mendekati level Kejuaraan Provinsi.

“Terima kasih Kota Jambi, semoga ini menjadi contoh baik ke depannya,” kata Mat Sanusi.

Pelaksanaan kejuaraan di SMAN 1 Kota Jambi juga menjadi catatan tersendiri. Sekolah tersebut untuk pertama kalinya menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan anggar.

Bagi Mat Sanusi, pemanfaatan venue di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan olahraga prestasi kepada generasi muda.

Ia juga mendorong atlet agar tidak berhenti pada kejuaraan tingkat kota.

Menurutnya, peluang berkarier melalui jalur prestasi olahraga juga semakin terbuka, termasuk melalui institusi pemerintah, TNI, dan Polri.

“Raihlah prestasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pesan tersebut berkaitan dengan agenda yang sudah menunggu di depan. Tahun 2027, atlet akan menghadapi BK PON atau Pra PON sebagai salah satu tahapan menuju PON NTT-NTB 2028.

Karena itu, Mat Sanusi meminta atlet Jambi mulai mempersiapkan kemampuan sejak sekarang.

“Saya harapkan kepada seluruh atlet agar menyiapkan diri menjadi atlet handal yang bisa membawa nama baik Provinsi Jambi untuk PON kedepannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan atlet untuk menjaga sportivitas dan disiplin selama pertandingan.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi, Atri Widowati, menyebut kejuaraan ini memiliki arti penting karena menjadi penyelenggaraan perdana yang dilakukan Pengkot IKASI Kota Jambi.

Menurut Atri, agenda serupa tidak akan berhenti pada kejuaraan kali ini.

Pengprov IKASI Jambi tengah mendorong format pertandingan rutin berbentuk sirkuit yang melibatkan kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Pengprov ke depannya akan mengadakan kegiatan rutin yang kita sebut sirkuit pertandingan yang diwajibkan kepada seluruh kabupaten/kota secara bergilir,” ujar Atri.

Format tersebut diharapkan membuat atlet memiliki kesempatan bertanding secara lebih rutin sekaligus memberi ruang bagi pengurus, pelatih, dan daerah untuk mengukur perkembangan atlet.

Agenda penting berikutnya dijadwalkan pada November. Pengprov IKASI Jambi akan menggelar seleksi BK PON yang sekaligus dirangkai dengan Kejuaraan Provinsi.

Atri meminta atlet tidak menunggu hingga kompetisi dimulai untuk melakukan persiapan.

“Jadi kepada seluruh atlet agar bersiap dan tetap bersemangat,” katanya.

Kejuaraan Kota Jambi juga menjadi ajang menguji atlet-atlet binaan dari sejumlah kabupaten dan kota.

Atri menyebut sebagian atlet yang tampil telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional.

Salah satu catatannya adalah keikutsertaan mereka dalam kejuaraan open nasional di Palembang sekitar dua bulan sebelumnya.

Dari ajang tersebut, atlet Jambi berhasil membawa pulang dua medali perunggu.

Catatan itu menjadi modal awal menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Namun, konsistensi pertandingan dan pembinaan tetap menjadi pekerjaan berikutnya jika Jambi ingin membangun kekuatan anggar yang kompetitif hingga level PON.

Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumay, yang membuka kejuaraan, menempatkan event tersebut tidak semata-mata sebagai arena mengejar podium.

Menurut Antoni, pertandingan juga menjadi ruang bagi atlet untuk menyalurkan energi ke aktivitas positif sekaligus mempertemukan pengurus, pelatih, dan atlet dalam suasana kompetitif.

“Kita bisa berdiskusi di sini, sharing, saling bertukar pikiran. Yang paling penting energi lebih yang dimiliki anak-anak ini dapat disalurkan kepada hal-hal positif di bidang olahraga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sportivitas selama pertandingan. Bagi Antoni, kejuaraan tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur proses pembinaan atlet anggar di Kota Jambi.

Dengan agenda sirkuit yang direncanakan Pengprov IKASI serta seleksi BK PON pada November, Kejuaraan Anggar Kota Jambi kini menjadi salah satu pijakan awal menuju persaingan yang lebih besar pada 2027 dan PON NTT-NTB 2028.(*)




6 Atlet Jambi Resmi Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak enam atlet asal Provinsi Jambi dipastikan menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Keenam atlet tersebut tersebar di lima cabang olahraga (cabor).

Mereka akan membawa nama Indonesia sekaligus menjadi wakil Jambi dalam ajang olahraga terbesar di Asia yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengatakan masuknya enam atlet Jambi ke dalam skuad Merah Putih menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

“Keenam atlet tersebut berasal dari lima cabang olahraga berbeda dan telah terpilih masuk dalam skuad Merah Putih untuk multievent terbesar di Asia tersebut,” kata Mat Sanusi didampingi Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jambi, H AS Budianto, di Jambi, Jumat.

Enam atlet Jambi yang akan tampil bersama kontingen Indonesia berasal dari cabang atletik, basket, dayung, dan angkat besi.

Berikut daftar lengkapnya:

  • Violine Intan Puspita — atletik nomor jalan cepat.

  • Nathania Claresta Orville — basket 5×5.

  • Subhi — dayung nomor canoeing.

  • Ali Mardiansyah — dayung nomor rowing.

  • Mutiara Rahma Putri — dayung nomor rowing.

  • Juliana Clarissa — angkat besi.

Komposisi tersebut menunjukkan atlet Jambi tidak hanya tampil pada satu cabang olahraga.

Wakil Jambi akan bersaing di sejumlah disiplin dengan karakter pertandingan yang berbeda, mulai dari jalan cepat dan olahraga beregu hingga dayung dan angkat besi.

KONI Jambi menyambut keikutsertaan enam atlet tersebut sebagai bagian dari perjalanan pembinaan olahraga daerah menuju level internasional.

Mat Sanusi berharap para atlet mampu memberikan penampilan terbaik selama memperkuat Indonesia di Aichi-Nagoya.

“Keikutsertaan enam atlet ini menjadi kebanggaan bagi Provinsi Jambi sekaligus menunjukkan eksistensi atlet Jambi di level nasional hingga internasional,” ujarnya.

Menurut dia, para atlet tersebut tidak hanya membawa misi untuk berprestasi bersama Indonesia, tetapi juga menjadi representasi pembinaan olahraga Jambi di panggung Asia.

“Mereka adalah duta Jambi. Kami berharap bisa memberikan hasil terbaik dan menginspirasi generasi muda di daerah untuk terus berprestasi,” kata Mat Sanusi.

Asian Games 2026 akan digelar di kawasan Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang multievent tersebut mempertemukan atlet dari berbagai negara Asia dalam puluhan cabang olahraga.

KONI Jambi berharap keberadaan enam atlet dalam kontingen Indonesia dapat menjadi momentum bagi olahraga Jambi untuk terus berkembang.

Keikutsertaan mereka juga menjadi bagian dari perjalanan panjang atlet daerah yang berhasil menembus persaingan nasional hingga memperoleh kesempatan tampil di level internasional.

Kini, enam atlet tersebut tinggal menuntaskan persiapan menuju pertandingan dan berjuang memberikan hasil terbaik bersama kontingen Merah Putih di Asian Games 2026.(*)




Mantan Karateka Peraih Perak PON, Putra Jambi Erlando Dipercaya Latih Timnas di Asian Games

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan Erlando Stevano di dunia karate memasuki babak baru.

Mantan karateka asal Jambi yang pernah mempersembahkan medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2018 di Jawa Barat itu kini dipercaya menjadi bagian dari tim pelatih nasional Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 di Jepang.

Erlando ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) sebagai pelatih tim nasional karate nomor kata untuk ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Sekretaris Umum KONI Jambi, Dr Muhammad Ali, mengatakan penunjukan tersebut menjadi catatan penting bagi olahraga Jambi.

Pasalnya, Erlando tidak hanya pernah menjadi atlet andalan daerah, tetapi kini mendapat kepercayaan untuk mendampingi atlet Indonesia di panggung olahraga Asia.

“Salah satu putra daerah Jambi, Erlando Stevano, ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) sebagai pelatih tim nasional karate nomor kata untuk Asian Games di Jepang,” kata Ali di Jambi, Selasa 15 September 2026.

Sebelum dipercaya menangani atlet nasional, Erlando lebih dulu membangun rekam jejak sebagai karateka.

Ia pernah membawa pulang medali perak untuk Jambi pada PON 2018 di Jawa Barat.

Selain prestasi di level nasional, Erlando juga tercatat beberapa kali meraih gelar juara pada kompetisi internasional nomor kata perorangan.

Pengalaman sebagai atlet tersebut kini menjadi bekal untuk menjalankan peran baru sebagai pelatih.

Bagi PB FORKI, penunjukan Erlando menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kapasitasnya dalam pembinaan dan persiapan atlet nasional, khususnya untuk nomor kata.

Ali menyebut kehadiran Erlando di jajaran tim pelatih nasional sekaligus menjadi kebanggaan bagi Jambi.

“Ini adalah kebanggaan bagi Jambi. Erlando yang lahir dan besar di Jambi kini dipercaya menjadi pelatih timnas untuk Asian Games. Kami berharap pengalaman dan ilmunya bisa membawa prestasi terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Keterlibatan Jambi di Asian Games 2026 tidak berhenti pada Erlando.

Data KONI Jambi mencatat tiga atlet asal Jambi juga masuk dalam tim Merah Putih yang akan berlaga di ajang olahraga Asia tersebut.

Dengan demikian, Jambi memiliki empat perwakilan yang akan terlibat dalam kontingen Indonesia, terdiri dari tiga atlet dan satu pelatih.

Kehadiran Erlando sebagai pelatih sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pembinaan olahraga Jambi.

Ia kini berada pada posisi berbeda: bukan lagi bertanding untuk merebut medali, melainkan membantu mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi persaingan di level Asia.

KONI Jambi berharap keberhasilan Erlando menembus jajaran pelatih tim nasional dapat menjadi motivasi bagi pembinaan karate di daerah.

Pengalaman mantan atlet yang kemudian dipercaya menangani tim nasional juga memperlihatkan bahwa jalur prestasi olahraga tidak berhenti setelah seorang atlet meninggalkan arena pertandingan.

Erlando diharapkan dapat membawa pengalaman bertanding, pengetahuan teknik serta pengalaman kompetisinya untuk membantu persiapan tim karate Indonesia menghadapi Asian Games 2026.

Di sisi lain, kiprahnya di level nasional diharapkan turut memberi dampak terhadap regenerasi karateka Jambi, sehingga semakin banyak atlet daerah yang mampu menembus kompetisi nasional maupun internasional.

Asian Games 2026 di Jepang pun menjadi panggung berikutnya bagi karate Indonesia. Nomor kata menjadi salah satu nomor yang akan mendapat perhatian dalam persiapan kontingen Merah Putih.

Bagi Jambi, keterlibatan tiga atlet dan satu pelatih sekaligus memperpanjang daftar putra-putri daerah yang mendapat kesempatan membawa nama Indonesia pada kompetisi olahraga tingkat Asia.(*)




Taklukkan Pesaing Enam Negara, Panahan Jambi Raih Emas di Satria Legawa 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  — Busur atlet Jambi kembali berbicara di panggung internasional.

Tim panahan Provinsi Jambi berhasil merebut medali emas nomor beregu compound putra 50 meter pada Satria Legawa Pro Archery Championship 2026 di Jakarta.

Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi Pengprov Perpani Jambi karena kemenangan diraih dalam kejuaraan yang mempertemukan atlet Indonesia dengan peserta dari enam negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Kanada, Prancis dan Hong Kong.

Kompetisi berlangsung di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Jakarta, pada 21-25 Agustus 2026.

Medali emas itu sekaligus menunjukkan kemampuan atlet panahan Jambi untuk bersaing dalam level kompetisi yang lebih luas, tidak hanya di arena nasional.

Ketua Umum Pengprov Perpani Provinsi Jambi, Heri Yanto, menyambut keberhasilan tersebut dengan penuh apresiasi.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui latihan, kedisiplinan dan kesiapan mental para atlet.

“Atas nama Pengprov Perpani Jambi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga yang luar biasa kepada atlet-atlet kita yang telah mengharumkan nama Provinsi Jambi di kancah internasional,” kata Heri Yanto, Rabu 26 Agustus 2026.

Heri menilai keberhasilan merebut podium tertinggi memiliki arti lebih dari sekadar tambahan koleksi medali.

Tim Jambi mampu melewati persaingan dengan atlet dari sejumlah negara peserta yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

“Mereka mampu bersaing dan mengalahkan atlet terbaik dari enam negara sahabat: Singapura, Malaysia, Thailand, Kanada, Prancis, dan Hong Kong,” ujarnya.

Bagi Perpani Jambi, capaian itu menjadi modal penting untuk terus memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing cabang olahraga panahan di daerah.

Heri berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai satu pencapaian, tetapi menjadi pemicu lahirnya atlet-atlet baru yang mampu membawa nama Jambi dan Indonesia ke kompetisi yang lebih tinggi.

Di balik prestasi yang diraih, Heri juga menyoroti kebutuhan dukungan terhadap pembinaan atlet, terutama dari sisi sarana dan peralatan pertandingan.

Menurut dia, prestasi atlet perlu diikuti dengan dukungan fasilitas yang memadai agar kemampuan atlet dapat terus berkembang.

“Kami berharap kemenangan ini menjadi awal dari deretan prestasi lain, sekaligus menginspirasi generasi muda Jambi untuk berani bermimpi besar dan mengangkat busur demi Merah Putih,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan KONI memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan peralatan cabang olahraga panahan.

Permintaan tersebut dinilai penting agar atlet Jambi tidak hanya mampu mempertahankan prestasi.

Tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kompetisi nasional maupun internasional berikutnya.

Heri turut memberikan penghargaan kepada jajaran pelatih, ofisial, orang tua atlet serta masyarakat Jambi yang selama ini memberikan dukungan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak lahir hanya dari performa atlet saat berada di arena pertandingan.

Pembinaan, dukungan keluarga, kerja pelatih dan kesiapan tim menjadi bagian dari proses menuju podium.

“Terima kasih kepada pelatih, official, orang tua, dan seluruh masyarakat Jambi atas dukungan yang luar biasa. Jambi bisa, Jambi juara!” ucap Heri.

Emas dari Jakarta tersebut kini menjadi tambahan energi bagi Perpani Jambi untuk melanjutkan pembinaan.

Tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan podium, tetapi memastikan prestasi internasional tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang lahirnya atlet panahan Jambi berkelas nasional dan dunia.(*)




Ratusan Atlet Ramaikan Kejurprov Panjat Tebing Jambi 2026, KONI Siapkan Bank Data Atlet Berprestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jambi 2026 resmi bergulir di kawasan RTH Ratu Pinang Masak Angso Duo, Kota Jambi, Jumat 31 Juli 2026.

Ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota ambil bagian dalam ajang yang menjadi salah satu agenda penting pembinaan olahraga prestasi di Provinsi Jambi.

Kejuaraan yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Jambi itu dibuka oleh Bidang Organisasi Pengurus Pusat FPTI, Rahmad Heru Syafutra.

Turut hadir Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi Novriadi, Wakil Ketua Umum III KONI Jambi Cecep Suryana, serta jajaran pengurus FPTI.

Selain menjadi arena perebutan gelar juara, kejuaraan ini diproyeksikan sebagai sarana seleksi dan evaluasi atlet yang berpotensi dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat nasional.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan pembinaan panjat tebing di daerah mulai berkembang.

Menurutnya, kompetisi rutin menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kesinambungan prestasi atlet.

“Panjat tebing merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan fisik, ketahanan mental, konsentrasi, dan disiplin tinggi. Kompetisi seperti ini menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di level lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menilai kejuaraan tingkat provinsi memiliki peran strategis dalam mengukur hasil pembinaan yang dilakukan masing-masing daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan program latihan berikutnya.

Data Performa Atlet Akan Didokumentasikan

Dalam kesempatan tersebut, KONI Jambi juga mengungkapkan rencana memperkuat sistem pembinaan berbasis data.

Hasil pertandingan, catatan performa, hingga perkembangan atlet akan dihimpun dalam Bank Data Atlet Berprestasi sebagai bahan evaluasi jangka panjang.

Menurut Mat Sanusi, pendekatan tersebut diharapkan membantu pelatih dan pengurus cabang olahraga dalam memetakan potensi atlet secara lebih objektif, termasuk untuk kebutuhan seleksi menuju kejuaraan nasional.

Selain itu, penerapan sport science secara bertahap juga disebut akan menjadi bagian dari pengembangan sistem pembinaan atlet di Jambi.

“Kami berharap ajang ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan,” katanya.

Minat Generasi Muda Terus Bertambah

Sementara itu, Wakil Ketua Umum FPTI Provinsi Jambi, Eriyadi, menyebut jumlah peserta yang mencapai ratusan orang menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga panjat tebing.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal positif bagi pengembangan olahraga panjat tebing di Jambi apabila diikuti dengan kompetisi yang berkesinambungan dan pembinaan yang konsisten.

Selama kejuaraan berlangsung, para atlet akan bertanding pada sejumlah nomor sesuai regulasi Federasi Panjat Tebing Indonesia.

FPTI Jambi berharap kompetisi berjalan kompetitif sehingga mampu menghasilkan atlet-atlet yang siap mewakili daerah pada ajang yang lebih tinggi.

Melalui penyelenggaraan Kejurprov 2026, pembinaan olahraga panjat tebing di Jambi diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek.

Tetapi juga membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan melalui kompetisi rutin, pendataan atlet, dan peningkatan kualitas latihan.(*)




KONI Jambi Gandeng Media dan Dunia Usaha, Bidik 10 Besar PON

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyusun strategi baru untuk mengangkat prestasi olahraga daerah.

Di tengah keterbatasan anggaran, KONI memilih memperkuat kolaborasi dengan insan pers serta membuka peluang kerja sama dengan perusahaan melalui program bapak angkat bagi cabang olahraga.

Langkah tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, saat Coffee Morning bersama puluhan jurnalis olahraga di Jambi, Jumat 31 Juli 2026.

Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum V Sukendro, Wakil Ketua Umum VIII Aswan Hidayat, Sekretaris Umum Muhammad Ali, serta jajaran pengurus KONI.

Mat Sanusi menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan motivasi atlet.

Menurutnya, pemberitaan yang konsisten akan membantu memperkenalkan potensi olahraga Jambi di tingkat nasional.

“Tanpa dukungan rekan-rekan pers, perkembangan olahraga Jambi akan sulit dikenal masyarakat luas. Kami berharap media terus menjadi mitra dalam mengawal kebangkitan prestasi olahraga daerah,” kata Mat Sanusi.

Selain menggandeng media, KONI Jambi juga tengah menjajaki dukungan sektor swasta untuk memperkuat pembinaan atlet.

Skema yang disiapkan adalah program bapak angkat, di mana perusahaan dapat mendukung pembiayaan cabang olahraga secara berkelanjutan.

Menurut Mat Sanusi, pendekatan tersebut menjadi solusi atas keterbatasan anggaran pembinaan yang selama ini menjadi tantangan.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jambi, termasuk PetroChina dan SKK Migas, dapat berpartisipasi mendukung cabang olahraga. Jika program bapak angkat ini berjalan optimal, peluang Jambi menembus 10 besar PON akan semakin terbuka,” ujarnya.

Ia menegaskan, target tersebut tidak hanya bergantung pada pembiayaan, tetapi juga kesiapan atlet menghadapi sejumlah agenda penting, mulai dari PON Bela Diri di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang hingga Babak Kualifikasi PON 2027.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum V KONI Jambi, Sukendro, mengatakan proses seleksi atlet untuk PON Bela Diri tahun ini dilakukan lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.

Seleksi difokuskan agar hanya atlet dengan kesiapan fisik, teknik, dan mental terbaik yang diberangkatkan.

“Kami ingin memastikan atlet yang dikirim benar-benar siap bersaing dan berpeluang meraih medali. Seleksi dilakukan lebih selektif agar kualitas kontingen semakin baik,” ujarnya.

Sukendro juga menilai dukungan media memiliki dampak psikologis bagi atlet. Pemberitaan yang positif diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri dan semangat juang atlet saat bertanding.

Melalui sinergi antara KONI, media, pemerintah, dan dunia usaha, KONI Jambi optimistis pembinaan olahraga prestasi dapat berjalan lebih berkelanjutan dan membawa hasil yang lebih baik pada ajang nasional mendatang.(*)




Kejurprov Atletik Jambi 2026 Resmi Dibuka, 325 Atlet Berebut Tiket Menuju Kejurnas dan PON

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya mencetak atlet berprestasi dan menjaring bibit unggul atletik Provinsi Jambi kembali dilakukan.

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Jambi resmi membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jambi 2026 di Stadion Mini Kota Jambi, Jumat 17 Juli 2026.

Pembukaan Kejurprov Atletik Jambi 2026 dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PASI Jambi Ramli Taha serta para Ketua KONI dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 325 atlet dari seluruh daerah di Provinsi Jambi ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Keikutsertaan seluruh kabupaten/kota menjadi bukti semakin kuatnya pembinaan olahraga atletik di tingkat daerah.

PASI Jambi Bidik Atlet Berprestasi untuk Kejurnas dan PON

Ketua PASI Jambi, Ramli Taha, mengatakan Kejurprov Atletik merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari program pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi tempat persaingan meraih medali, tetapi juga menjadi sarana menemukan atlet potensial yang dapat membawa nama Jambi di tingkat nasional.

“Kejurprov ini adalah agenda rutin tahunan kami, di mana tujuan akhirnya adalah melahirkan prestasi gemilang di tingkat Kejurnas,” kata dia.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi karena 11 kabupaten/kota di Jambi kompak mengirimkan perwakilan atlet terbaik mereka untuk berkompetisi di sini,” ungkap Ramli Taha.

Selain pertandingan, tim pemandu bakat PASI Jambi juga melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet potensial untuk masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat regenerasi atlet atletik Jambi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi nasional.

KONI Jambi Apresiasi Konsistensi Pembinaan PASI

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, memberikan apresiasi terhadap konsistensi PASI Jambi dalam menggelar kompetisi dan melakukan pembinaan atlet dari tingkat daerah.

Menurutnya, Kejurprov Atletik menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam membangun prestasi olahraga Jambi secara berkelanjutan.

“Kami dari KONI Jambi sangat mengapresiasi Kejurprov Atletik ini. Ini adalah bukti komitmen nyata dari jajaran pengurus PASI Jambi yang rutin melakukan pembinaan dari bawah,” tegas Mat Sanusi.

Ia menyebut perkembangan atletik Jambi menunjukkan peningkatan positif setelah berhasil menembus 10 besar nasional pada Kejurnas terakhir.

KONI Jambi berharap Kejurprov Atletik 2026 dapat menjadi momentum penting dalam mempersiapkan atlet menuju Babak Kualifikasi PON 2027 dan PON 2028.

Dengan mengusung semangat “Bumi Siginjai Berlari”, PASI Jambi optimistis proses regenerasi atlet akan terus berjalan dan mampu melahirkan atlet-atlet baru dengan mental juara serta prestasi nasional.(*)




Ketua Baru IBCA MMA Jambi Terpilih, KONI Fokus Persiapan PON Beladiri 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Provinsi Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Jambi diminta bergerak cepat setelah terbentuknya kepengurusan baru.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menargetkan cabang olahraga tersebut mampu bersaing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 hingga kualifikasi PON 2027.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, usai Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) IBCA MMA Provinsi Jambi yang digelar di Kota Jambi, Minggu 5 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, Reval Kurniawan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi IBCA MMA Jambi periode 2026-2030 setelah mendapat dukungan dari 11 pengurus cabang (Pengcab) kabupaten dan kota.

Mat Sanusi mengatakan kepengurusan baru tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi karena agenda nasional sudah menanti.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyusun kepengurusan sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi PON Beladiri yang dijadwalkan berlangsung di Manado pada Oktober 2026.

“Kami berharap pengurus baru segera bekerja dan menyiapkan atlet untuk PON Beladiri serta babak prakualifikasi PON 2027,” ujarnya.

Selain pembinaan atlet, KONI Jambi juga mendorong IBCA MMA membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, sebagai langkah memperkuat pembinaan olahraga melalui dukungan sponsor atau bapak angkat.

Menurut Mat Sanusi, kolaborasi tersebut penting agar atlet memperoleh dukungan pembinaan yang berkelanjutan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia berharap dengan kepengurusan baru dan program pembinaan yang terarah, IBCA MMA dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali bagi Provinsi Jambi pada ajang nasional.

Sementara itu, Ketua Karateker IBCA MMA Jambi yang juga pengurus PP IBCA MMA, Delfi Rahman, mengatakan Musprovlub bukan hanya bertujuan memilih ketua baru, tetapi juga menjadi momentum mengevaluasi organisasi dan menyusun arah pembinaan atlet ke depan.

Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci untuk melahirkan atlet MMA asal Jambi yang mampu berprestasi di level nasional.

Ketua terpilih IBCA MMA Jambi, Reval Kurniawan, menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi yang profesional dan transparan.

Selain itu, pihaknya akan memperluas pembinaan atlet usia dini, memperbanyak klub dan komunitas MMA di seluruh kabupaten dan kota, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, serta membangun kemitraan dengan pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

Reval juga menargetkan penyelenggaraan kompetisi secara berjenjang sebagai bagian dari proses regenerasi atlet menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.(*)