Minat Baca Indonesia Naik, Gen Z Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Literasi

SEPUCUKJAMBI.ID – Minat baca masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Terutama berkat dorongan kuat dari generasi muda, khususnya Gen Z.

Para penggiat literasi menilai perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi penguatan budaya membaca di Tanah Air.

Data terbaru Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Tingkat Gemar Membaca (TGM) nasional naik dari 66,77 pada 2023 menjadi 72,44 pada 2024.

Kenaikan tersebut tidak hanya berasal dari meningkatnya jumlah buku yang dibaca.

Tetapi juga dari semakin populernya konsumsi bacaan digital, seperti e-book, artikel daring, serta konten literasi di media sosial.

Tren seperti booktok dan bookgram terbukti mendorong anak muda lebih aktif membaca sekaligus membentuk ekosistem literasi yang kreatif.

Salah satu penggiat literasi nasional menyebut bahwa Gen Z menjadi motor utama pertumbuhan literasi.

Mereka dinilai lebih adaptif dengan format digital dan aktif membangun komunitas baca yang dinamis.

Tak hanya dunia digital, literasi dalam bentuk fisik juga tumbuh signifikan.

Berbagai pameran buku seperti Big Bad Wolf Books maupun book fair lokal selalu mendapat sambutan meriah, terutama dari anak-anak, remaja, hingga keluarga.

Program pemerintah seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan layanan perpustakaan digital iPusnas juga dinilai mulai memberikan dampak.

Meski akses buku fisik di beberapa daerah masih menjadi tantangan.

Namun, para ahli literasi mengingatkan bahwa meningkatnya minat baca belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas literasi.

Banyak anak muda masih lebih sering memilih bacaan populer atau konten cepat.

Sehingga kemampuan analisis dan pemahaman bacaan belum turut meningkat secara signifikan.

Survei nasional serta data dari BBW Books menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata membaca sekitar enam buku per tahun.

Angka ini menunjukkan bahwa meski tren membaca meningkat, kebiasaan membaca rutin masih relatif rendah dan belum merata di berbagai wilayah.

Meski demikian, para pengamat melihat tren positif ini sebagai peluang besar untuk memperkuat budaya baca nasional.

Pemanfaatan teknologi, pengembangan konten digital, serta komunitas literasi kreatif dinilai mampu memperluas akses terhadap bacaan berkualitas dan menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Generasi muda, khususnya Gen Z, diharapkan menjadi ujung tombak transformasi literasi.

Tidak hanya membaca untuk hiburan, tetapi turut mengembangkan komunitas literasi yang inklusif dan kolaboratif.

Dengan momentum yang dipimpin generasi muda, para penggiat literasi optimistis bahwa peningkatan minat baca masyarakat dapat terus berlanjut.

Sehingga Indonesia mampu membangun budaya membaca yang kuat, berkelanjutan, dan merata di masa depan.(*)




Peringati Hari Santri, Komunitas Jambi Karya Raya Gelar Sharing Literasi di Ponpes An Nur

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Komunitas Jambi Karya Raya (JKR) menggelar program literasi bertajuk “Santri Berkarya, Negeri Berjaya.”

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan JKR yang berlangsung sepanjang bulan Oktober hingga November 2025.

Pada Jumat (31/10/2025), Jambi Karya Raya mengadakan kegiatan perdana di Pondok Pesantren An Nur, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Acara tersebut menghadirkan Rahma Yuniarsih, penulis asal Jambi sekaligus founder JKR, sebagai pemateri utama dalam sesi sharing motivation.

Rahma Yuniarsih, yang akrab disapa Raya, menyampaikan pentingnya semangat membaca dan menulis di kalangan santri.

Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pesantren agar para santri dapat berkontribusi aktif di berbagai bidang.

“Santri memiliki potensi besar untuk berkarya. Melalui literasi, mereka bisa ikut membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita dengan penuh semangat,” ujar Raya.

Suasana hangat terasa selama kegiatan berlangsung. Para santri dan santriwati menyambut antusias kehadiran tim JKR.

Momen haru pun terjadi ketika salah satu santriwati bernama Anis menitikkan air mata usai menyampaikan rasa bangganya karena dapat menunjukkan karya tulis miliknya langsung kepada Raya.

Kegiatan literasi Jambi Karya Raya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, serta sejumlah brand muslimah seperti Elzatta dan Azila, juga lembaga sosial Dompet Dhuafa.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Jambi Karya Raya dalam memperluas gerakan literasi di kalangan pelajar dan santri di Provinsi Jambi, agar semakin banyak generasi muda yang mencintai dunia membaca dan menulis.(*)