Drama Grup A! Indonesia dan Malaysia Sama-Sama 7 Poin, Garuda Jadi Juara Grup

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah finis di posisi teratas Grup A.

Drama perebutan puncak klasemen berlangsung hingga pertandingan terakhir. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin dan memiliki selisih gol +9.

Namun, produktivitas menjadi pembeda.

Indonesia mencetak 11 gol sepanjang fase grup, sedangkan Malaysia menghasilkan 9 gol.

Faktor tersebut membuat Garuda berhak menempati posisi pertama sekaligus melaju ke final.

Kepastian itu didapat setelah Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Pada pertandingan yang berlangsung bersamaan, Malaysia juga meraih kemenangan telak 6-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Indonesia Cetak 9 Gol

Indonesia tampil agresif sejak awal ketika menghadapi Bangladesh.

Mitchell Baker membuka keunggulan pada menit ke-11. Sembilan menit kemudian, Baker kembali mencetak gol untuk membawa Indonesia unggul 2-0.

Rizky Ridho kemudian memperlebar jarak pada menit ke-32.

Bangladesh sempat merespons melalui Shahriar Emon pada menit ke-36. Namun, Indonesia kembali menjauh melalui Baker yang mencetak gol ketiganya dalam pertandingan tersebut.

Baker kemudian melengkapi quattrick pada menit ke-42.

Justin Hubner menutup babak pertama dengan gol pada masa tambahan waktu. Indonesia pun memasuki jeda dengan keunggulan 6-1.

Tekanan Indonesia berlanjut setelah turun minum.

Luke Vickery menambah gol pada menit ke-89. Bangladesh sempat mencetak gol kedua melalui Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90.

Namun, Indonesia kembali mencetak dua gol pada masa tambahan waktu.

Kevin Diks lebih dahulu menjebol gawang Bangladesh sebelum Baker mencatatkan gol kelimanya untuk menutup pertandingan dengan skor 9-2.

Malaysia Juga Menang Besar

Di Bandung, Malaysia tidak kalah agresif.

Bergson da Silva membuka keunggulan Harimau Malaya melalui eksekusi penalti pada menit ke-8.

Stuart Wilkin kemudian menggandakan keunggulan Malaysia pada menit ke-26.

Singapura gagal membalas hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Memasuki babak kedua, Malaysia semakin menjauh.

Bergson kembali mencetak gol pada menit ke-62 sebelum Paulo Josue membuat skor menjadi 4-0 pada menit ke-76.

Syahir Bashah kemudian menambah keunggulan Malaysia pada menit ke-87.

Bergson melengkapi hattrick pada masa tambahan waktu. Malaysia akhirnya menang 6-0.

Mengapa Indonesia di Atas Malaysia?

Hasil kedua pertandingan tersebut menghasilkan situasi yang sangat ketat di klasemen.

Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki:

  • 3 pertandingan

  • 2 kemenangan

  • 1 hasil imbang

  • 0 kekalahan

  • 7 poin

  • Selisih gol +9

Pembeda terdapat pada jumlah gol yang dicetak.

Indonesia mencetak 11 gol, sementara Malaysia mencetak 9 gol.

Karena itu, Indonesia berada di posisi pertama Grup A dan Malaysia harus puas di peringkat kedua.

Dengan hasil tersebut, pesta sembilan gol Indonesia ke gawang Bangladesh bukan sekadar kemenangan besar.

Produktivitas tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Klasemen Akhir Grup A

Posisi Tim Main Menang Seri Kalah Gol Kebobolan SG Poin
1 Indonesia 3 2 1 0 11 2 +9 7
2 Malaysia 3 2 1 0 9 0 +9 7
3 Singapura 3 1 0 2 1 8 -7 3
4 Bangladesh 3 0 0 3 2 13 -11 0

Hasil Pertandingan Terakhir Grup A

  • Indonesia 9-2 Bangladesh

  • Malaysia 6-0 Singapura

Indonesia kini bersiap menghadapi pertandingan final setelah menyelesaikan fase grup sebagai pemuncak klasemen.(*)




Hitung-hitungan Peluang Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026, Menang atas Singapura Harga Mati

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam memang membuat langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 semakin berat.

Namun, peluang Garuda untuk melaju ke babak semifinal belum sepenuhnya tertutup.

Hasil di Stadion Pakansari, Bogor, membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin.

Sementara Vietnam mengambil alih puncak klasemen dengan tujuh poin, unggul selisih gol atas Singapura yang menempati posisi kedua dengan jumlah poin sama.

Situasi tersebut membuat laga terakhir Grup A menjadi pertandingan hidup-mati bagi skuad asuhan John Herdman.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat 7 Agustus 2026, dalam duel yang akan menentukan nasib kedua tim.

Tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin. Kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang dapat menjaga asa Garuda menuju babak empat besar.

Apabila berhasil mengalahkan Singapura, Indonesia akan mengumpulkan sembilan poin.

Raihan tersebut berpeluang mengantarkan Garuda finis di dua besar klasemen Grup A sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.

Sebaliknya, hasil imbang maupun kekalahan dipastikan mengakhiri perjalanan Indonesia di fase grup.

Tambahan satu poin tidak cukup untuk mengejar Singapura yang saat ini berada di atas Indonesia, sehingga peluang lolos otomatis tertutup.

Di sisi lain, Vietnam berada dalam posisi yang lebih nyaman. Tim berjuluk The Golden Star Warriors itu masih akan menghadapi Kamboja pada laga terakhir.

Jika mampu meraih hasil positif, Vietnam diperkirakan tetap bertahan di posisi teratas klasemen.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia praktis tidak perlu bergantung pada hasil pertandingan lain.

Fokus utama Garuda adalah mengamankan tiga poin saat menghadapi Singapura.

Persaingan di Grup A memang masih berlangsung ketat. Vietnam memimpin klasemen dengan tujuh poin dan selisih gol +10.

Singapura berada tepat di bawahnya dengan tujuh poin dan selisih gol +3.

Indonesia menempati posisi ketiga dengan enam poin serta selisih gol +4. Di bawahnya, Kamboja mengoleksi tiga poin, sedangkan Timor Leste belum meraih satu poin pun sepanjang turnamen.

Melihat peta persaingan tersebut, duel melawan Singapura menjadi laga paling menentukan bagi Timnas Indonesia.

Kemenangan akan menjaga mimpi Garuda untuk terus bersaing memperebutkan gelar Piala AFF 2026.

Sebaliknya, apabila gagal membawa pulang tiga poin dari Kallang, langkah Indonesia dipastikan terhenti di fase grup dan harus mengubur harapan melangkah ke semifinal.(*)




Meksiko Kuasai Grup A Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan 1-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Tim nasional Meksiko semakin dekat dengan tiket menuju fase gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan penting 1-0 atas Korea Selatan dalam laga kedua Grup A yang berlangsung di Stadion Akron, Guadalajara, Jumat 19 Juni 2026 WIB.

Gol tunggal Luis Romo pada awal babak kedua menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.

Kemenangan ini membuat El Tri semakin kokoh di puncak klasemen sementara Grup A sekaligus menjaga peluang besar lolos sebagai juara grup.

Duel Ketat Sejak Menit Awal

Pertandingan langsung berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.

Korea Selatan mencoba mengambil inisiatif lewat kecepatan Son Heung-min dan kreativitas Lee Kang-in yang beberapa kali merepotkan lini belakang tuan rumah.

Namun, agresivitas Korea Selatan juga terlihat dari awal. Lee Kang-in harus menerima kartu kuning saat pertandingan baru berjalan empat menit akibat pelanggaran keras.

Meksiko tak tinggal diam. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Javier Aguirre beberapa kali menciptakan peluang berbahaya melalui Roberto Alvarado dan Brian Gutierrez.

Peluang terbaik Korea Selatan pada babak pertama hadir pada menit ke-18 ketika Son Heung-min mendapatkan ruang tembak di depan gawang.

Beruntung bagi Meksiko, Edson Alvarez melakukan sapuan krusial di garis gawang yang menyelamatkan timnya dari kebobolan.

Memasuki pertengahan babak pertama, kedua tim saling bergantian menekan. Namun rapatnya pertahanan masing-masing membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga turun minum.

Gol Romo Ubah Jalannya Laga

Meksiko tampil lebih agresif setelah jeda. Tekanan yang mereka bangun sejak awal babak kedua akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-50.

Gol bermula dari kemelut di dalam kotak penalti Korea Selatan. Bola liar yang gagal dibersihkan lini belakang lawan langsung disambar Luis Romo ke gawang yang terbuka.

Gol tersebut disambut meriah puluhan ribu pendukung Meksiko yang memadati Stadion Akron.

Unggul satu gol membuat Meksiko lebih percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan. Sebaliknya, Korea Selatan dipaksa bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan.

Korea Selatan Menekan, Rangel Jadi Tembok Terakhir

Tertinggal satu gol membuat Korea Selatan meningkatkan intensitas serangan. Lee Kang-in menjadi motor permainan dengan sejumlah percobaan dari luar kotak penalti yang terus menguji pertahanan tuan rumah.

Memasuki 15 menit terakhir, tekanan Korea Selatan semakin meningkat. Son Heung-min, Cho Gue-sung, hingga Hwang In-beom silih berganti mencoba membongkar lini pertahanan Meksiko.

Namun, penampilan gemilang kiper Raul Rangel menjadi faktor penting yang menjaga keunggulan El Tri.

Rangel melakukan beberapa penyelamatan krusial pada menit-menit akhir pertandingan, termasuk menggagalkan peluang emas Cho Gue-sung dan Hwang In-beom yang nyaris mengubah jalannya laga.

Meski mendapatkan sejumlah sepak pojok pada masa injury time, Korea Selatan tetap gagal menembus pertahanan disiplin Meksiko.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah tidak berubah.

Peluang Lolos Makin Terbuka

Tambahan tiga poin membuat Meksiko berada dalam posisi sangat menguntungkan menjelang pertandingan terakhir fase grup.

Sebaliknya, Korea Selatan kini berada dalam tekanan dan wajib meraih hasil positif pada laga pamungkas jika ingin menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.

Dengan performa solid di lini belakang dan efektivitas serangan yang terus meningkat, Meksiko semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kandidat kuat dari Grup A untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)




Ceko Ditahan Afrika Selatan, Persaingan Grup A Memanas

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Republik Ceko gagal mengamankan kemenangan penting setelah ditahan Afrika Selatan dengan skor 1-1 pada laga kedua Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis 19 Juni 2026.

Sempat unggul sejak menit-menit awal pertandingan, Ceko harus merelakan dua poin yang sudah di depan mata setelah Afrika Selatan menyamakan kedudukan melalui penalti Teboho Mokoena pada penghujung laga.

Hasil tersebut membuat persaingan di Grup A semakin terbuka. Baik Republik Ceko maupun Afrika Selatan masih memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya, dengan nasib keduanya akan ditentukan pada pertandingan terakhir fase grup.

Ceko Unggul Cepat

Republik Ceko tampil agresif sejak awal pertandingan dan langsung mengambil kendali permainan. Upaya mereka membuahkan hasil saat laga baru berjalan enam menit.

Michal Sadilek sukses memanfaatkan umpan terobosan di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams.

Gol cepat itu membuat Ceko tampil lebih percaya diri. Mereka beberapa kali mengancam melalui kombinasi Adam Hlozek dan Patrik Schick yang merepotkan lini pertahanan lawan.

Meski tertinggal, Afrika Selatan tidak tinggal diam. Tim berjuluk Bafana Bafana itu mencoba membalas melalui serangan cepat yang dimotori Oswin Appollis.

Peluang terbaik mereka di babak pertama hadir pada menit ke-14 saat Appollis melepaskan tendangan voli yang sempat berubah arah setelah mengenai pemain bertahan Ceko.

Namun kiper Matej Kovar masih mampu mengamankan situasi.

Skor 1-0 untuk keunggulan Ceko bertahan hingga turun minum.

Afrika Selatan Bangkit di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua pertandingan, duel berlangsung lebih terbuka. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan demi mengamankan hasil maksimal.

Ceko hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-47 melalui tembakan jarak jauh yang mengarah ke sudut gawang.

Namun Ronwen Williams kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting.

Saat pertandingan tampak akan berakhir untuk kemenangan Ceko, drama terjadi pada menit ke-83.

Wasit menunjuk titik putih setelah bola hasil tendangan Thapelo Maseko mengenai tangan pemain bertahan Ceko di dalam kotak penalti.

Teboho Mokoena yang dipercaya menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Gelandang Afrika Selatan itu melepaskan tendangan keras ke sisi kanan gawang dan gagal dijangkau Matej Kovar.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat Afrika Selatan di sisa pertandingan.

Nasib Ditentukan di Laga Terakhir

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Kedua tim harus puas membawa pulang satu poin dari laga yang berlangsung ketat tersebut.

Hasil imbang ini membuat perebutan tiket lolos dari Grup A masih terbuka lebar menjelang matchday terakhir.

Republik Ceko akan menghadapi tantangan berat saat bertemu Meksiko, sementara Afrika Selatan dijadwalkan menghadapi Korea Selatan dalam laga penentuan yang diprediksi berlangsung sengit.

Dengan selisih poin yang masih tipis, setiap gol dan hasil pertandingan pada laga terakhir berpotensi menjadi penentu nasib tim-tim di Grup A Piala Dunia 2026.(*)




Drama VAR Warnai Duel Korea Selatan vs Ceko, Taeguk Warriors Menang 2-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Korea Selatan membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan penting setelah menundukkan Republik Ceko 2-1 dalam laga Grup A yang berlangsung di Estadio Guadalajara, Jumat 12 Juni 2026.

Kemenangan ini diraih dengan cara yang tidak mudah.

Sempat tertinggal lebih dulu di babak kedua, Taeguk Warriors mampu bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.

Tambahan tiga poin membuat Korea Selatan langsung bersaing di papan atas klasemen Grup A.

Tim asuhan Hong Myung-bo kini menempati posisi kedua, hanya kalah selisih gol dari Meksiko yang sebelumnya mengalahkan Afrika Selatan 2-0.

Sejak menit awal pertandingan, Korea Selatan tampil dominan dan berusaha mengambil kendali permainan.

Son Heung-min menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Ceko melalui sejumlah pergerakan cepat dan kombinasi dengan Lee Jae-sung serta Lee Kang-in.

Peluang terbaik Korea Selatan di babak pertama hadir melalui Son Heung-min yang menerima umpan matang dari Lee Jae-sung.

Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan kiper Republik Ceko, Matej Kovar.

Kovar kembali menjadi penyelamat timnya ketika menggagalkan peluang emas Lee Kang-in.

Di sisi lain, Republik Ceko memilih bermain lebih sabar dengan mengandalkan serangan balik dan disiplin menjaga area pertahanan.

Meski menguasai jalannya pertandingan, Korea Selatan gagal memecah kebuntuan hingga turun minum. Skor 0-0 bertahan sampai jeda.

Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Korea Selatan tetap mendominasi penguasaan bola, sementara Ceko menunggu kesempatan menyerang melalui transisi cepat.

Namun justru Republik Ceko yang berhasil mencuri gol lebih dulu pada menit ke-59.

Berawal dari lemparan ke dalam Vladimir Coufal, bola berhasil disambut sundulan Ladislav Krejci yang gagal diantisipasi lini belakang Korea Selatan.

Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan wakil Eropa tersebut.

Gol itu membuat Korea Selatan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-67 ketika Hwang In-beom berhasil menyamakan kedudukan.

Gelandang Korea Selatan tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa saat menerima bola di dalam kotak penalti.

Setelah mengecoh pemain bertahan dan kiper lawan, ia melepaskan tembakan akurat yang bersarang di sudut bawah gawang Ceko.

Pertandingan semakin menarik ketika Tomas Soucek sempat membawa Ceko kembali unggul pada menit ke-76 melalui sundulan memanfaatkan bola mati.

Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena Soucek berada dalam posisi offside.

Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan.

Empat menit kemudian, Korea Selatan berhasil membalikkan keadaan.

Hwang In-beom yang tampil impresif mengirimkan umpan silang terukur dari sisi kanan yang berhasil dimanfaatkan Oh Hyeon-gyu menjadi gol.

Gol tersebut memastikan Korea Selatan berbalik unggul 2-1 sekaligus membakar semangat para pemain hingga akhir laga.

Republik Ceko berupaya mencari gol penyeimbang pada sisa waktu pertandingan.

Namun pertahanan Korea Selatan mampu bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Korea Selatan dalam persaingan Grup A Piala Dunia 2026.

Sementara Republik Ceko harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos ke babak gugur.

Susunan Pemain

Korea Selatan: Kim Seung-gyu; Lee Gi-hyuk, Kim Min-jae, Lee Han-beom; Lee Tae-seok, Paik Seung-ho, Hwang In-beom, Seol Young-woo; Lee Jae-sung, Son Heung-min, Lee Kang-in.

Pelatih: Hong Myung-bo.

Republik Ceko: Matej Kovar; Ladislav Krejci, Robin Hranac, Stepan Chaloupek; Jaroslav Zeleny, Lukas Sojka, Tomas Soucek, Vladimir Coufal; Pavel Sulc, Patrik Schick, Lukas Provod.

Pelatih: Miroslav Koubek.(*)




Drama Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka, Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Meksiko memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Mexico City Stadium, El Tri menundukkan Afrika Selatan dengan skor 2-0 pada laga perdana Grup A, Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan ini membawa Meksiko langsung memuncaki klasemen sementara Grup A dengan raihan tiga poin.

Sebaliknya, Afrika Selatan harus pulang tanpa angka setelah laga yang diwarnai tiga kartu merah tersebut.

Tampil sebagai tuan rumah, Meksiko tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan dominasi.

Tim asuhan Javier Aguirre langsung menekan sejak menit-menit awal dan hampir membuka keunggulan melalui Raul Jimenez pada menit kelima.

Namun peluang tersebut masih mampu digagalkan kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams.

Gol yang ditunggu publik tuan rumah akhirnya hadir pada menit kesembilan.

Berawal dari kesalahan lini belakang Afrika Selatan, Erik Lira berhasil merebut bola dan menciptakan situasi berbahaya.

Julian Quinones yang berada di posisi tepat tanpa kesulitan menuntaskan peluang dan membawa Meksiko unggul 1-0.

Keunggulan tersebut membuat Meksiko semakin percaya diri.

Sementara Afrika Selatan terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan kerap kehilangan bola di area sendiri akibat tekanan tinggi yang diterapkan El Tri.

Sepanjang babak pertama, Meksiko terus menguasai jalannya pertandingan.

Quinones hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-19 melalui tembakan jarak jauh.

Sementara Jimenez juga dipaksa gigit jari setelah peluang emasnya pada menit ke-42 digagalkan Williams. Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, petaka menghampiri Afrika Selatan.

Baru empat menit laga berjalan, Sphephelo Sithole mendapat kartu merah langsung setelah menjatuhkan Marcel Ruiz Gutierrez yang berada dalam posisi bebas menuju gawang.

Unggul jumlah pemain membuat Meksiko semakin leluasa mengendalikan pertandingan. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-67.

Aksi cerdas Julian Quinones dalam mempertahankan penguasaan bola menjadi awal terciptanya gol tersebut.

Penyerang kelahiran Kolombia itu kemudian mengalirkan bola kepada Roberto Alvarado yang bergerak di sisi kanan.

Umpan silang akurat Alvarado langsung disambut sundulan Raul Jimenez untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Drama kembali terjadi menjelang akhir pertandingan.

Afrika Selatan harus kehilangan pemain kedua setelah wasit mengeluarkan kartu merah kepada Themba Zwane usai meninjau tayangan VAR pada menit ke-83.

Kontak terhadap wajah Roberto Alvarado dinilai sebagai tindakan kekerasan sehingga tim tamu terpaksa melanjutkan pertandingan dengan sembilan pemain.

Meski unggul dua pemain, Meksiko juga tidak sepenuhnya lepas dari masalah.

Pada masa injury time, Cesar Montes diganjar kartu merah setelah menghentikan peluang berbahaya Afrika Selatan.

Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tidak berubah.

Meksiko sukses mengamankan tiga poin penting sekaligus mengirim peringatan kepada para pesaing di Grup A bahwa mereka siap menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan pada Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Meksiko: Raul Rangel; Cesar Montes, Johan Vasquez, Israel Reyes, Jesus Gallardo; Erik Lira, Alvaro Fidalgo, Brian Gutierrez; Raul Jimenez, Julian Quinones, Roberto Alvarado.

Pelatih: Javier Aguirre.

Afrika Selatan: Ronwen Williams; Aubrey Modiba, Mbekezeli Mbokazi, Nkosinathi Sibisi, Khuliso Mudau, Ime Okon; Teboho Mokoena, Sphephelo Sithole, Jayden Adams; Lyle Foster, Iqraam Rayners.

Pelatih: Hugo Broos.(*)