10,8 Ton Bawang Ilegal Dimusnahkan di Jambi, Polairud Tegaskan Lindungi Petani

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Polairud Polda Jambi melalui Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) melaksanakan pemusnahan sebanyak 10.800 kilogram bawang merah ilegal pada Selasa (26/8) di TPA Talang Gulo, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Proses dilakukan dengan alat berat dan penguburan, disaksikan oleh perwakilan kepolisian, Balai Karantina, serta Kejaksaan.

Menurut AKBP Ade Candra, Kasubdit Gakkum Polairud, tindakan ini merupakan langkah tegas terhadap penyelundupan produk pertanian yang tidak mengikuti prosedur karantina sah.

Pemusnahan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan melindungi petani lokal dari dampak negatif bawang ilegal yang dapat merusak pasar.

“Kami berupaya mencegah produk ilegal ini masuk ke pasar. Setiap langkah ini penting demi menjaga kedaulatan pangan dan keadilan bagi petani,” tegasnya.

Kombes Pol Agus Tri Waluyo, Direktur Polairud Polda Jambi, menambahkan bahwa pemusnahan ini memperlihatkan komitmen mereka dalam memberantas kejahatan perairan, terutama penyelundupan pangan.

“Langkah ini membuktikan bahwa Polairud serius menjaga standar karantina dan keamanan pangan warga,” ujarnya melalui AKBP Ade Candra.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam penegakan hukum, stabilisasi pasar, dan penguatan ketahanan pangan nasional.(*)




AKBP Wendi Oktariansyah: Panen Jagung Jadi Bukti Polri Dukung Kemandirian Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. memimpin langsung kegiatan panen raya jagung di lahan milik Bumdes Bina Karya Muda yang terletak di Desa Sukajadi, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Kamis (21/8/2025).

Panen raya ini digelar di atas lahan seluas 1 hektare dan menjadi bagian dari komitmen Polri, khususnya Polres Sarolangun, dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh dan pejabat daerah, seperti Staf Ahli Bupati Hendrik Andilala, S.ST.P, Kadis TPHP Dulmuin, S.P, Kadis PMD Mulyadi, S.Sos, Camat Bathin VIII Ario L Fajrin, S.IP, Kapolsek Bathin VIII IPTU Erik Kurniawan, SH, MH, serta kelompok tani Bina Karya Muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam hal keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam sektor strategis seperti pangan. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara aparat dan masyarakat,” tegas AKBP Wendi Oktariansyah dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi para petani lokal untuk terus meningkatkan hasil produksi jagung dan komoditas pangan lainnya.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga akan terus diperkuat guna menjaga kedaulatan pangan di wilayah Kabupaten Sarolangun.

“Kita ingin sektor pertanian, khususnya jagung, bisa menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa. Maka perlu sinergi dan keberlanjutan program seperti ini,” lanjut Kapolres.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Dulmuin, S.P., juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Sarolangun yang telah ikut mendorong pembangunan pertanian lokal.

“Langkah Polres Sarolangun sangat positif dan patut dicontoh. Harapan kami, inisiatif ini bisa diperluas ke kecamatan-kecamatan lainnya,” ungkap Dulmuin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan simbolis tongkol jagung, proses perontokan pipilan menggunakan mesin, dan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta panen raya.(*)




5.000 Bibit Ikan Nila Ditebar, Polairud Polda Jambi Gencarkan Ketahanan Pangan

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi melalui Markas Unit (Marnit) Kuala Tungkal melaksanakan kegiatan penebaran 5.000 bibit ikan nila serta penanaman jagung di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (06/08/2025).

Kegiatan ini berlangsung di lahan milik H. Manan, seorang tokoh masyarakat setempat, dan dihadiri oleh berbagai unsur seperti personel Ditpolairud Polda Jambi, Kasat Polairud Polres Tanjab Barat Iptu Putra, Kapolsek KSKP Iptu Widiharto, Babinsa Kodim 0419 Serka Sarbani, Kadis Perikanan Tanjab Barat Hapriansyah S.St.Pi, perwakilan BPSDM Dita Sitanggang, santri Pondok Pesantren As-Syatibi, dan masyarakat nelayan sekitar.

Kegiatan dimulai dengan penebaran 5.000 ekor bibit ikan nila, dilanjutkan penanaman jagung di lahan seluas 5.000 meter persegi.

Aksi ini merupakan kolaborasi nyata antara kepolisian, TNI, instansi pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong keberlanjutan ketahanan pangan di wilayah pesisir.

Direktur Polairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap ketahanan pangan sekaligus sarana membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat pesisir.

“Kegiatan ini adalah wujud dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional, sekaligus membangun sinergi positif dengan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik inisiatif ini karena dianggap memberikan dampak langsung terhadap lingkungan dan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.(*)




Panen Raya Jagung di Merangin, Wabup Khafid Moein Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita Prabowo-Gibran

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Bupati Merangin H A Khafid Moein bersama Kapolres Merangin AKBP Rony Syahendra, melakukan panen raya jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rabu (26/2/2025).

Panen tersebut berlangsung di lahan milik warga yang dikelola oleh Kelompok Tani Pasundan di Desa Tambang Emas, Kecamatan Pemenang Selatan.

Panen raya ini menandai keberhasilan awal dari program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian.

Pemkab Merangin sepenuhnya mendukung program ketahanan pangan ini, baik dari pihak Polri, TNI, maupun petani setempat. Jika tahun ini lima hektar yang siap panen, tahun depan kami akan tingkatkan menjadi 10 hektar,” ujar Wabup Khafid Moein.

Baca juga: Wabup Merangin Buka Festival Memantai Adat, Lebih dari 60 Kerbau Dipotong Massal

Baca juga: Wabup Merangin Ungkap Inflasi Terkendali, IPH Merangin Turun Jauh dari Minggu Sebelumnya

Wabup Khafid Moein mengucapkan terima kasih kepada warga, yang telah memberikan izin untuk menanami lahannya dengan jagung.

Sementara itu, Kapolres Merangin, AKBP Rony Syahendra menjelaskan bahwa, lahan yang siap panen di Kabupaten Merangin saat ini mencapai sekitar lima hektar, dengan potensi panen lebih banyak lagi dalam waktu dekat.

Mengenai harga jagung yang dipanen, Kapolres Rony Syahendra menambahkan, bahwa harga jual akan mengacu pada ketentuan Bulog, yaitu Rp 5.500 per kilogram.

“Kami akan terus mendukung kelompok-kelompok tani, terutama yang menanam jagung, untuk terus meningkatkan kualitas dan hasil panennya,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kualitas dan hasil panen jagung, Kapolres menjelaskan bahwa, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Merangin melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), aparat desa, dan Babinsa.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan jagung dengan kualitas terbaik serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Hadir dalam acara tersebut, Plt Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Merangin Zainal Abidin, Kadis Nakbun Hendri, Kadis Perindag Merangin Dadang, Kabag Ekonomi Setda Merangin Daryanto, serta sejumlah pejabat lainnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Merangin, sekaligus mendukung visi besar pemerintah untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia.(*)