Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal Terbongkar di Pontianak, Amran: Ada Kekuatan Besar di Baliknya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya penyelundupan komoditas pangan kembali terbongkar.

Tim Satgas Pangan dari Bareskrim Polri berhasil menggagalkan masuknya puluhan ton bawang dan cabai impor ilegal di Pontianak.

Total komoditas yang diamankan mencapai 23,1 ton, terdiri dari berbagai jenis bawang dan cabai kering yang diduga masuk tanpa melalui prosedur resmi.

Temuan ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas harga pasar serta merugikan petani lokal.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada bawang merah, sehingga keberadaan produk ilegal tidak dapat dibenarkan.

Ia menilai masuknya komoditas ilegal bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan indikasi adanya upaya sistematis untuk merusak pasar domestik dan melemahkan sektor pertanian nasional.

Menurutnya, praktik penyelundupan pangan seperti ini diduga melibatkan jaringan terorganisir yang kerap memanfaatkan celah pengawasan, terutama di wilayah perbatasan dan jalur laut.

Dalam pengungkapan tersebut, aparat menemukan berbagai komoditas impor, mulai dari bawang merah asal Thailand, bawang putih dari China, bawang bombai dari Belanda dan India, hingga cabai kering dari China.

Amran juga menegaskan bahwa kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut pola penyelundupan pangan ilegal kerap berulang di sejumlah daerah dengan skala yang cukup besar.

Pemerintah pun berkomitmen untuk memperketat pengawasan serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna menutup celah distribusi ilegal tersebut.

Selain itu, kondisi geografis Indonesia dengan garis pantai yang panjang menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan, sehingga membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan aparat penegak hukum.

Melalui langkah tegas ini, pemerintah berharap dapat melindungi petani dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terkendali.(*)




Irigasi Tersier di Batang Hari Diperbaiki, Petani Bakal Lebih Untung

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, menyiapkan program pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengairan lahan persawahan dan mendukung produktivitas petani.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Batang Hari, Bambang Satyono, mengatakan program tersebut saat ini sudah memasuki tahap akhir persiapan dengan progres mencapai sekitar 90 persen.

“Untuk pemeliharaan jaringan irigasi tersier ini sudah siap sekitar 90 persen dan tinggal proses pemberkasan,” ujarnya di Muara Bulian, Senin (2026).

Program ini akan dilaksanakan melalui dukungan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total sekitar 10 unit jaringan irigasi yang tersebar di Kecamatan Muara Tembesi dan Muara Bulian.

Bambang menjelaskan bahwa sebelumnya program ini direncanakan menjangkau delapan kecamatan.

Namun, adanya regulasi terbaru membuat cakupan penerima menjadi lebih terbatas, termasuk ketentuan yang tidak memperbolehkan lahan tertentu seperti oplah dan CSR.

“Dengan aturan baru ini, yang memenuhi kriteria saat ini berada di Muara Tembesi dan Muara Bulian,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pemeliharaan jaringan irigasi akan dikerjakan oleh kelompok tani di masing-masing wilayah, sehingga masyarakat turut terlibat langsung dalam menjaga infrastruktur pertanian tersebut.

Bambang berharap, dengan adanya perbaikan irigasi ini, distribusi air ke lahan sawah dapat menjadi lebih merata dan stabil, sehingga hasil produksi pertanian di Batang Hari ikut meningkat.

“Harapannya, pengairan lebih efisien dan produksi petani juga meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Batang Hari.

Dengan perbaikan jaringan irigasi tersier ini, Pemkab Batang Hari optimistis produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)




500 Anggota Pramuka Dilibatkan, Kemas Faried: Ini Edukasi Nyata Ketahanan Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan mendapat sorotan dari Ketua Kwarcab Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alferelly yang mengapresiasi keterlibatan ratusan anggota Pramuka dalam kegiatan tanam padi gogo di Kota Jambi.

Menurut Faried, inisiatif yang dilakukan Kelompok Tani Kasturi menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan tidur di kawasan perkotaan menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomis.

“Kami sangat mengapresiasi Kelompok Kasturi yang telah menginisiasi pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan kelompok tani tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang luas, khususnya bagi generasi muda.

“Harapannya, lokasi ini bisa menjadi ruang edukasi, termasuk bagi anak usia dini, serta mendorong budaya pemanfaatan lahan sempit di perkotaan agar memiliki nilai ekonomis,” tambahnya.

Kegiatan tanam padi gogo yang digelar oleh Pemerintah Kota Jambi di Kelompok Tani Kasturi tersebut juga melibatkan sekitar 500 anggota Pramuka Kota Jambi yang turun langsung ke lapangan, Sabtu (11/04/2026).

Keterlibatan Pramuka ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan sekaligus mengajak mereka aktif dalam kegiatan produktif.

Sementara itu, Maulana menyebut Kelompok Tani Kasturi memiliki keunikan karena anggotanya berasal dari berbagai latar belakang dan bukan petani profesional, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap pertanian.

“Lahan yang dimanfaatkan merupakan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif, dan kini bisa memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Maulana juga melihat potensi kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi agrowisata berbasis edukasi di tengah kota.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi daerah melalui peningkatan produksi komoditas, khususnya padi.

Dengan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan Pramuka, diharapkan gerakan ini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga siap berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan.(*)




Libatkan 500 Pramuka, Pemkot Jambi Tanam Padi Gogo di Lahan Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat ketahanan pangan dengan menggelar kegiatan tanam serentak padi ladang (gogo) tahun 2026 di Kelompok Tani Kasturi.

Kegiatan ini semakin menarik karena melibatkan sekitar 500 anggota Pramuka Kota Jambi yang turut turun langsung ke lapangan, Sabtu 11 April 2026, menjadikannya sebagai ajang edukasi sekaligus aksi nyata bagi generasi muda.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyebut Kelompok Tani Kasturi memiliki keunikan tersendiri.

Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, bukan petani profesional, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap sektor pertanian.

“Kelompok tani ini berbeda karena bukan petani murni. Mereka memanfaatkan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif,” ujarnya.

Menurut Maulana, pemanfaatan lahan di tengah kota ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga memiliki potensi dikembangkan menjadi kawasan agrowisata di masa depan.

“Saya berharap lokasi ini bisa berkembang menjadi agrowisata karena berada di tengah kota dan memiliki nilai edukasi,” tambahnya.

Keterlibatan ratusan anggota Pramuka dinilai penting sebagai bagian dari pembelajaran langsung di lapangan.

Selain menanam padi, para peserta juga diajak memahami pentingnya ketahanan pangan serta aktivitas produktif di luar ruang.

“Ini menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk belajar disiplin, mengenal pertanian, dan mengurangi ketergantungan pada gadget,” tegas Maulana.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Jambi dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah seperti pemantauan harga, operasi pasar, hingga pasar murah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain itu, pengembangan padi gogo di lahan seluas sekitar 9 hektare menjadi salah satu inovasi yang terus didorong.

Pemkot juga mulai menerapkan teknologi pertanian seperti sistem Salibu yang memungkinkan panen lebih dari sekali dalam satu musim tanam.

Untuk tahun 2026, target Luas Tambah Tanam (LTT) di Kota Jambi ditetapkan mencapai 529 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dengan sinergi berbagai pihak dan optimalisasi lahan yang ada, Pemkot Jambi optimistis ketahanan pangan daerah akan semakin kuat sekaligus berdampak pada stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Wow! Anggaran Kementerian PU Dipangkas RP12 Triliun

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah melakukan penyesuaian anggaran terhadap Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan memangkas pagu sebesar Rp 12,71 triliun untuk tahun 2026.

Setelah pemangkasan, total anggaran Kementerian PU menjadi sekitar Rp 106,18 triliun.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam merespons kondisi global sekaligus menjaga defisit APBN tetap terkendali.

“Penajaman belanja dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk mitigasi kondisi global dan menjaga defisit APBN tetap terkendali,” ujar Dody dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (7/4/2026).

Pemangkasan anggaran ini mengacu pada surat Menteri Keuangan No: S-181/MK.03/2026 tanggal 1 April 2026, melalui optimalisasi pagu sebesar Rp 12,71 triliun.

Dody menambahkan, rincian pemangkasan masih dalam proses pembahasan bersama pihak terkait dan ditargetkan rampung pada 15 April 2026.

Meski ada pengurangan anggaran, Menteri PU menegaskan bahwa proyek-proyek prioritas tetap menjadi fokus utama, khususnya yang terkait dengan ketahanan pangan, sumber daya air, serta konektivitas nasional.

“Pemangkasan ini bukan berarti mengurangi kualitas proyek strategis. Infrastruktur penting tetap akan berjalan sesuai rencana, sambil memastikan penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran,” jelas Dody.

Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal di tengah tantangan global, sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.(*)




Pemkot Jambi Gerak Cepat, Bantuan Beras dan Minyak Jadi yang Tercepat Secara Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat penyaluran bantuan sosial menjelang Idul Fitri 2026.

Wali Kota Jambi, Maulana, secara langsung menyerahkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Februari dan Maret kepada masyarakat di Kecamatan Alam Barajo, Rabu (11/3/2026).

Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dari Bulog serta 4 liter minyak goreng kemasan Minyak Kita.

Penyaluran tersebut tercatat sebagai yang pertama dan tercepat secara nasional.

Secara keseluruhan, bantuan ini menyasar 50.213 keluarga penerima manfaat di Kota Jambi. Total bantuan yang didistribusikan mencapai lebih dari 1 juta kilogram beras dan ratusan ribu liter minyak goreng.

Maulana menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang Lebaran.

Menurutnya, ketersediaan pangan merupakan aspek mendasar yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia juga memastikan bahwa distribusi bantuan dilakukan sebelum Idul Fitri agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Dengan bantuan ini, kami berharap sebagian masyarakat tidak perlu lagi membeli beras dan minyak, sehingga pengeluaran bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Pemkot Jambi menargetkan sekitar 20 persen warga penerima bantuan tidak perlu membeli kebutuhan pokok tersebut menjelang hari raya.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan tambahan melalui Baznas dan program CSR. Selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, sekitar 80 ribu paket sembako telah didistribusikan.

Jika digabungkan dengan bantuan pangan pemerintah, total bantuan mencapai sekitar 130 ribu paket, yang berarti lebih dari separuh warga Kota Jambi terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Di sisi lain, Maulana juga mengingatkan seluruh camat dan lurah untuk tetap siaga di wilayah masing-masing menjelang Lebaran. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan aparatur guna menjaga kondisi kota tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, pihak Perum Bulog Wilayah Jambi menyebut penyaluran bantuan di Jambi menjadi yang tertinggi secara nasional berdasarkan data terbaru.

Provinsi Jambi bahkan menempati peringkat pertama dalam realisasi penyaluran bantuan pangan, mengungguli sejumlah daerah lain seperti Bali dan Jawa Timur.

Percepatan distribusi ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Dengan bantuan yang diterima, masyarakat diperkirakan dapat mengurangi pembelian beras dan minyak selama beberapa waktu, sehingga permintaan pasar tetap terkendali.

Bulog juga memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman, dengan cadangan ribuan ton beras dan ratusan ton minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan.

Program bantuan ini merupakan hasil sinergi berbagai instansi, termasuk Badan Pangan Nasional, Bulog, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Sosial, guna memastikan penyaluran tepat sasaran.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menekan beban pengeluaran masyarakat, mengendalikan inflasi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.(*)




Pasokan Terbatas, Harga Cabai Rawit dan Merah Naik Tajam di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga sejumlah jenis cabai di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga paling terasa pada cabai rawit dan cabai merah keriting yang kini dijual jauh lebih mahal dibandingkan pekan sebelumnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Angso Duo, Fitri, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai sudah terjadi hampir sepekan.

Cabai merah yang sebelumnya dijual dengan harga Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, kini melonjak hingga kisaran Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram.

Menurut Fitri, kenaikan harga dipicu oleh pasokan cabai yang sangat terbatas di tingkat pedagang. Kondisi ini membuat harga cepat terdorong naik karena permintaan pasar tetap tinggi.

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai hijau masih terpantau relatif stabil dan belum menunjukkan kenaikan berarti.

Padahal, beberapa hari sebelumnya harga cabai merah sempat turun dan berada di kisaran Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram sebelum kembali melonjak dalam dua hari terakhir.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan secara rutin melakukan pemantauan harga pangan setiap hari.

Berdasarkan laporan pengelola Pasar Angso Duo, kenaikan harga cabai merah keriting terjadi akibat berkurangnya cabai yang layak jual di pasar.

Meskipun pasokan cabai dari daerah Kerinci maupun dari luar Provinsi Jambi masih tersedia, sebagian besar cabai yang masuk dalam kondisi terlalu basah sehingga tidak dapat dipasarkan.

Akibatnya, jumlah cabai yang siap edar berkurang dan berdampak pada kenaikan harga di tingkat pedagang.

Saat ini, harga cabai merah keriting di tingkat pasar berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Johansyah memastikan bahwa harga cabai di Pasar Angso Duo masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yakni sekitar Rp51.700 per kilogram, sehingga secara umum kondisi harga masih tergolong stabil.

Untuk mencegah kenaikan harga lanjutan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan agen dan distributor guna memperpendek rantai distribusi.

Ke depan, pasokan cabai akan lebih dioptimalkan dari daerah terdekat seperti Kerinci agar kualitas tetap terjaga dan harga dapat dikendalikan di pasaran.(*)




BMKG Prediksi La Nina Melemah hingga Maret 2026, Cuaca Menuju Normal

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan fenomena La Nina yang selama ini memicu peningkatan curah hujan di Indonesia akan melemah secara bertahap hingga Maret 2026.

Setelah periode tersebut, kondisi iklim nasional diperkirakan berangsur masuk ke fase netral atau normal.

Prediksi ini disampaikan BMKG di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap cuaca ekstrem yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah, seperti hujan lebat berkepanjangan, banjir, hingga potensi tanah longsor.

BMKG menjelaskan bahwa sejumlah indikator iklim global menunjukkan tren pelemahan La Nina.

Meski dampaknya masih dirasakan pada awal 2026, intensitasnya dinilai tidak sekuat fase sebelumnya yang memicu anomali cuaca signifikan.

“La Nina saat ini berada dalam fase melemah dan diperkirakan berakhir sekitar Maret 2026. Setelah itu, kondisi iklim Indonesia akan bergerak menuju fase normal,” demikian keterangan BMKG.

Meski tren menunjukkan perbaikan, BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi selama masa peralihan.

Beberapa daerah tetap berisiko mengalami hujan dengan intensitas tinggi, terutama wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, namun tidak perlu panik.

BMKG memastikan pemantauan dinamika atmosfer dan laut terus dilakukan secara intensif untuk memberikan peringatan dini yang akurat.

Ke depan, pola curah hujan diprediksi akan lebih terkendali dibandingkan puncak La Nina sebelumnya.

Kondisi ini diharapkan dapat membantu mengurangi gangguan aktivitas masyarakat serta meminimalkan dampak bencana.

BMKG juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyesuaikan langkah mitigasi bencana sesuai kondisi cuaca yang masih fluktuatif.

Koordinasi lintas sektor dinilai krusial agar risiko dapat ditekan semaksimal mungkin.

Di sisi lain, sektor pertanian dan ketahanan pangan diproyeksikan mulai mendapat angin segar.

Dengan berkurangnya anomali iklim, petani diharapkan bisa menyusun pola tanam yang lebih stabil dan terencana.

Sebagai penutup, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dari kanal resmi dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

“Informasi cuaca terbaru terus kami sampaikan melalui kanal resmi BMKG agar dapat menjadi acuan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutup BMKG.(*)




Warga Jambi Tak Perlu Khawatir, Stok Beras Bulog Masih Melimpah

JAMBI – Ketersediaan beras di Provinsi Jambi dipastikan dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan. Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi menegaskan stok beras yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Kanwil Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihhuddin, mengatakan Bulog Jambi saat ini memiliki stok beras Public Service Obligation (PSO) sekitar 10.471 ton. Selain itu, dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan dari DKI Jakarta sebanyak 9.000 ton.

“Kalau semuanya sudah masuk, total stok beras kita sekitar 19 ribu ton,” ujar Ahmad.

Dengan rata-rata penyaluran sekitar 3.000 ton per bulan, Ahmad menyebut stok beras Bulog Jambi diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan. Selain beras PSO, Bulog Jambi juga masih memiliki cadangan beras premium sebanyak 351 ton.

Dari sisi harga, Bulog Jambi menjual beras medium dengan harga Rp11.300 per kilogram atau Rp56.500 per kemasan.

Harga tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“HET beras premium SPHP itu paling mahal Rp13.100 per kilogram, jadi yang dijual Bulog masih sangat terjangkau,” jelasnya.

Bulog juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Ahmad mengatakan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengecer yang menjual beras di atas HET.

Setiap pengecer telah menandatangani pakta integritas, dan pelanggaran akan berujung pada pencabutan izin penyaluran.

Menutup keterangannya, Ahmad mengimbau masyarakat Jambi agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras dan kebutuhan pangan lainnya.

“Untuk pangan jangan khawatir, Bulog membuka penjualan setiap hari. Bahkan di hari libur dan tanggal merah tetap buka. Stok cukup dan harga terjangkau,” tutupnya.(*)




Swasembada Pangan Kabupaten Sarolangun, Pemerintah Daerah dan Polri Bersinergi

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus berkomitmen mewujudkan swasembada pangan melalui sektor pertanian, sebagai dukungan nyata terhadap kebijakan Pemerintah Pusat.

“Pemkab Sarolangun bersama Polres terus bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan, guna mendukung program ketahanan pangan,” kata H. Hurmin, Bupati Sarolangun, usai melakukan panen raya pada Sabtu lalu.

Panen raya kuartal I Tahun 2026 ini berlangsung di lahan produktif Desa Rantau Tenang, Kecamatan Pelawan, dengan hasil jagung, cabai, padi, dan semangka.

Hurmin menegaskan, keterlibatan Pemkab Sarolangun dan jajaran Polres di sektor pertanian merupakan langkah konkret mendukung kemandirian pangan nasional.

Ia menyebut, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional, yang harus dijaga melalui sinergi lintas sektor.

“Kehadiran pemerintah daerah dan Polri adalah bentuk dukungan nyata kepada petani agar merasa diperhatikan serta termotivasi meningkatkan produksi. Kami hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendukung swasembada pangan nasional sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto,” ucap Hurmin.

Sementara itu, Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, menegaskan bahwa Polri siap berperan aktif sebagai penggerak dan pendamping masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian.

“Keterlibatan Polri tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung program strategis nasional yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pertanian adalah sektor strategis yang harus dijaga bersama demi terwujudnya Indonesia mandiri pangan,” ungkap Wendi.

Panen raya ini menjadi simbol sinergi antara Pemkab Sarolangun dan Polres Sarolangun dalam menjaga stabilitas ekonomi, ketahanan pangan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Sarolangun.(*)