Kebakaran Dua Rumah di Telanaipura, Damkartan Kota Jambi Sigap Padamkan Api

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua rumah, satu semi permanen dan satu permanen, hangus dilalap api di Jl. Raden Perang Rt 09, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (27/2/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menyatakan bahwa tim pemadam bertindak cepat sehingga kobaran api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Respon cepat petugas menjadi kunci agar api tidak meluas. Alhamdulillah, pemadaman berlangsung aman dan lancar,” ujar Mustari Affandi, AP, ME.

Menurut laporan sementara, kebakaran bermula di dapur rumah semi permanen milik Suyati yang terdiri dari 5 penghuni.

Diduga konsleting listrik pada kabel plafon dipicu angin kencang sehingga api merambat ke rumah permanen milik Saimin, yang juga dihuni 5 anggota keluarga.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, namun kobaran semakin membesar hingga akhirnya menghubungi Damkartan melalui call center 112 dan layanan WA 0811-7113-113.

Tim Damkartan dipimpin langsung oleh Kadis Mustari Affandi, didukung 45 personel dari Pleton I Mako, Regu Posyankar Alam Barajo, dan Posyankar Jamkose.

Sarana yang digunakan meliputi 1 unit armada komando, 6 armada tempur, 1 armada supply, serta 1 unit ambulance PSC 119.

Hambatan di lapangan termasuk jalan sempit yang menyulitkan manuver armada damkar dan banyaknya warga yang menonton serta melakukan live streaming di media sosial, sehingga petugas memberikan teguran agar lebih peduli terhadap korban.

Langkah utama pemadaman meliputi koordinasi dengan PLN untuk mematikan aliran listrik, pengamanan lokasi bersama TNI dan Polri, serta pemutusan penyebaran api ke area yang mudah terbakar.

Total air yang digunakan mencapai ±24.000 liter, dengan prinsip bertindak 5T: Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.

Setelah api padam, lokasi diserahkan kepada Polsek Telanaipura untuk pemasangan police line dan investigasi lebih lanjut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dari warga maupun petugas. Kerugian materiil belum dapat dipastikan.

Mustari Affandi menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap instalasi listrik rumah.

“Kebakaran ini menjadi pengingat agar masyarakat rutin memeriksa jaringan listrik dan tidak panik, segera hubungi Damkartan jika terjadi kebakaran,” tegasnya.(*)




DPRD Tebo Hentikan Sementara Operasi Tambang PT A4, Jalan Warga Nyaris Longsor

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Akses jalan utama warga di Desa Simpang Semangko, Kabupaten Tebo, Jambi, berada dalam kondisi rawan longsor akibat lubang bekas tambang batu bara yang belum direklamasi.

Hingga Kamis (29/1/2026), kondisi jalan dilaporkan nyaris amblas dan mengancam keselamatan warga yang melintas setiap hari.

Jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur keluar-masuk warga sekaligus akses vital untuk mengangkut hasil pertanian, terutama kelapa sawit.

Sekitar 3.000 hektare kebun sawit milik masyarakat setempat sangat bergantung pada jalur ini.

Jika jalan terputus, aktivitas ekonomi warga dipastikan lumpuh.

Kekhawatiran warga akhirnya sampai ke DPRD Kabupaten Tebo. Menindaklanjuti laporan itu, Komisi III DPRD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Sekretaris Komisi III DPRD Tebo, Liga Malisa, menilai kondisi jalan sudah sangat kritis dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Ia menyebut, struktur tanah di sisi jalan sudah tergerus dan berpotensi longsor sewaktu-waktu.

Menurutnya, pihak perusahaan tambang sempat mengusulkan pemindahan jalur jalan.

Namun usulan tersebut mendapat penolakan dari warga RT 17 Simpang Semangko karena dianggap memperpanjang jarak tempuh dan meningkatkan biaya angkut hasil kebun.

“Warga menolak pemindahan jalan karena berdampak langsung pada biaya operasional, terutama pengangkutan sawit,” jelasnya.

Sebagai langkah sementara, DPRD meminta agar aktivitas perusahaan dihentikan hingga tercapai kesepakatan dengan masyarakat.

DPRD juga menegaskan kewajiban perusahaan untuk segera melakukan reklamasi bekas galian tambang yang berada dekat dengan badan jalan.

“Dalam aturan sudah jelas, reklamasi itu wajib. Harus ada penyangga tanah agar jalan tidak putus dan membahayakan warga,” tegas Liga.

Hal senada disampaikan Ketua RT 17 Simpang Semangko, Maman Syaputra. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang dimiliki warga.

Menurutnya, jika jalan sampai longsor, perekonomian masyarakat akan terhenti total.

Maman juga menyebut warga masih membuka ruang dialog, termasuk jika perusahaan membangun jalan secara permanen.

Namun ia menekankan, warga menginginkan tindakan nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tebo, Eryanto, membenarkan adanya bekas galian tambang yang belum direklamasi dan posisinya sangat dekat dengan jalan warga.

Pihaknya memastikan akan menindaklanjuti temuan tersebut melalui berita acara pemeriksaan dan rapat dengar pendapat (RDP).

Dari pihak perusahaan, Humas PT Anugerah Alam Andalas Andalan (A4), Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan berada di bawah manajemen baru.

Ia menyebut manajemen lama sempat berhenti beroperasi akibat musibah, dan operasional baru kembali berjalan beberapa bulan terakhir.

“Kami masih dalam masa transisi manajemen. Izin operasi masih berlaku sampai 2028,” ujarnya.(*)




Jembatan Rusak di Desa Kebun IX Segera Diganti Permanen, Ini Kata Bupati BBS

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan akan membangun jembatan permanen Air Hitam di Desa Kebun IX, Kecamatan Sungai Gelam, pada tahun 2026.

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), menyampaikan kepastian pembangunan ini setelah meninjau kondisi jembatan yang rusak berat dan menjadi akses utama warga menuju Kota Jambi.

“Jembatan ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat. Tahun ini kita upayakan dibangun jembatan permanen,” kata Bupati Bambang.

Jembatan Air Hitam selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga, termasuk untuk kegiatan ekonomi, sosial, dan transportasi.

Kerusakan parah pada struktur jembatan dinilai membahayakan keselamatan pengguna, terutama karena sering dilalui kendaraan bermuatan berat.

Bupati Bambang menjelaskan bahwa jembatan awalnya dibangun oleh PT Pertamina.

Namun, menurut laporan pemerintah desa, truk batu bara dengan tonase melebihi kapasitas mempercepat kerusakan jembatan.

Dalam peninjauan, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi Taufik Hidayat dan Kepala Dinas Kominfo Muaro Jambi M. Faisal Harahap.

Pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan OPD dan tim teknis untuk menindaklanjuti pembangunan jembatan.

Bupati meminta masyarakat bersabar karena proses perencanaan dan pembangunan infrastruktur membutuhkan tahapan teknis dan administrasi.

“Kami berkomitmen memperbaiki jembatan ini agar ke depan dapat digunakan secara aman dan nyaman,” tambahnya.

Pembangunan jembatan permanen Air Hitam diharapkan menjadi langkah strategis memperbaiki akses transportasi dan keselamatan warga pedesaan di Muaro Jambi.(*)




Data Akhir Tahun: Aktivitas Perairan Jadi Penyebab Utama Operasi SAR di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sepanjang 2025, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi mencatat 37 operasi SAR yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Dari total kejadian, 23 masuk kategori membahayakan jiwa manusia, terutama kasus orang tenggelam.

Sedangkan 11 kejadian terkait kecelakaan kapal, 3 bencana alam, dan tidak ada kecelakaan pesawat.

Pelaksanaan operasi dilakukan oleh Kantor SAR Jambi bersama pos SAR dan unit siaga.

Pos SAR Bungo tercatat menangani paling banyak, yakni 15 operasi, diikuti Kantor SAR Jambi 10 operasi, Unit Siaga SAR Nipah 5, Unit Siaga SAR Tungkal 4, dan Pos SAR Kerinci 3 operasi.

Sepanjang tahun, tim SAR gabungan menolong 57 orang, sedangkan 28 orang meninggal dunia, 5 hilang, dan 1 mengalami luka berat.

Kantor SAR Jambi menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil sinergi cepat tim SAR, TNI-Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

Kantor SAR Jambi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan dan daerah rawan bencana.

Laporan darurat dapat disampaikan melalui Emergency Call 115 atau 0851-7990-9115 yang aktif 24 jam.

“Sepanjang 2025, kami terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat demi keselamatan jiwa manusia di seluruh wilayah Provinsi Jambi,” tegas Kantor SAR Jambi.(*)




TMA Tanggo Rajo Naik 50 Cm! BPBD Kota Jambi Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Kenaikan Debit Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih kerap terjadi.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyusul kondisi cuaca dan dinamika tinggi muka air di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

Doni meminta masyarakat agar berhati-hati saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Ia secara khusus mengingatkan warga untuk menghindari saluran drainase yang meluap, karena berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika hujan lebat terjadi, hindari berada di sekitar drainase atau aliran air yang meluap,” kata dia.

“Orang tua juga diminta menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak mendekat ke aliran air,” ujar Doni.

Hasil Pengamatan Tinggi Muka Air

Berdasarkan hasil pengamatan pada Jumat, 19 Desember 2025, terhadap Tinggi Muka Air (TMA) di Pos Duga Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI yang tersebar di Wilayah Sungai (WS) Batanghari, dari total 43 titik pantau, diperoleh kondisi sebagai berikut:

  1. Terdapat 3 lokasi pos duga air dengan kenaikan TMA kumulatif signifikan, yakni kenaikan lebih dari 1 meter.

  2. Sebagian besar titik pantau menunjukkan kondisi TMA mengalami penurunan.

  3. Secara fluktuatif, tercatat 15 lokasi mengalami kenaikan TMA, 0 lokasi tetap, dan 21 lokasi mengalami penurunan.

  4. Terdapat 1 lokasi dengan TMA mencapai batas Muka Air Banjir, yakni di Rimbo Bujang.

  5. Untuk Sungai Batanghari di Kota Jambi, pengamatan di Pos Tanggo Rajo menunjukkan TMA berada di ketinggian 12,20 meter, masih di bawah batas Siaga III (13,87 meter) dengan selisih 1,57 meter.

  6. Diketahui pula 1 lokasi belum menyampaikan data dan 7 lokasi memiliki data yang tidak lengkap.

BPBD Kota Jambi memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.(*)




Kemas Faried Dorong Percepatan Tanggul Darurat! untuk Selamatkan Warga Kelurahan Buluran Kenali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, kembali turun meninjau progres pembangunan tanggul sementara penahan tebing longsor di RT 03 Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Jumat (28/11/2025).

Peninjauan dilakukan bersama Kabid SDA Dinas PUPR Kota Jambi, Berlian, Lurah Buluran Kenali Nurkholis, dan warga setempat.

Kehadiran Kemas Faried menunjukkan respons cepat legislatif terhadap ancaman longsor yang mengintai bantaran sungai di kawasan tersebut.

Beberapa waktu lalu, Kemas Faried menerima laporan bahwa sejumlah rumah warga sudah terdampak longsor, sementara rumah lain berada dalam kondisi rawan dan berpotensi roboh tanpa penguatan struktur segera.

Menanggapi situasi ini, Ketua DPRD menekankan percepatan pengerjaan tanggul darurat sebagai langkah penyelamatan.

“Secara cepat kami mengambil tindakan dan meminta pemerintah kota untuk melakukan pergeseran dana BTT sebagai upaya tanggap darurat,” ujar Kemas Faried di lokasi.

Tanggul sementara dibangun menggunakan geobag berisi pasir yang diperkuat dengan kayu racuk.

Pekerjaan tanggul ini memiliki panjang 19 meter dan lebar 4,5 meter, dengan pengerjaan yang sudah berlangsung sekitar dua pekan.

Kemas Faried menegaskan, tanggul ini sifatnya sementara dan fokus pada penanganan darurat untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut serta menahan pergerakan tanah di titik rawan.

“Pengerjaan ini tidak dilakukan permanen karena saat ini fokus menanggulangi keadaan darurat terlebih dahulu,” tambahnya.

Raden Hasan Basri, warga RT 03, menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul darurat.

“Kami mengucapkan terima kasih telah membangun geobag tanggul darurat. Mudah-mudahan ini benar-benar bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Berlianto, Kabid SDA Dinas PUPR Kota Jambi, menjelaskan pengerjaan ini difasilitasi dana tanggap darurat Pemerintah Kota Jambi, dengan persetujuan wali kota dan dukungan Ketua DPRD, meskipun lokasi sebenarnya berada di bawah wewenang Balai Air.

Kemas Faried menekankan pentingnya sinergi legislatif-eksekutif dalam menanggapi kondisi kritis yang bersentuhan langsung dengan keselamatan warga.

“Insya Allah, ke depan kita bisa terus berkolaborasi merespons kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat,” tuturnya.(*)