Pasca Hujan Lebat, Damkar Kota Jambi Berhasil Evakuasi Bangunan Roboh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dampak hujan deras yang mengguyur Kota Jambi pada Sabtu (3/4/2026) menyebabkan sebuah bangunan milik Dinas Provinsi Jambi roboh di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura.

Bangunan yang ditempati Zulkifli (50) beserta satu keluarga mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi, Mustari Affandy, menyatakan bahwa timnya bergerak cepat setelah menerima laporan pukul 07.29 WIB melalui layanan WA dan call center Damkar Kota Jambi.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 07.48 WIB, menempuh jarak 4,2 kilometer.

“Tim langsung berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik agar aman, kemudian merobohkan bangunan secara terkendali menggunakan armada tempur dan sling. Alhamdulillah, evakuasi berjalan aman dan lancar tanpa menimbulkan korban,” ujar Mustari Affandy.

Operasi ini melibatkan enam personel Damkar dengan pimpinan operasi Danki M. Hafiz, didukung Danton dan Danru pleton 1.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 2 jam 30 menit, berpedoman pada standar SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah sesuai Permendagri No. 114 Tahun 2018.

Selain Damkar, tim respons bencana turut melibatkan Polsek Telanaipura, Camat dan Lurah Telanaipura, Kasi Trantib, serta PLN Kota Jambi.

Tindakan dilakukan dengan prinsip 5T: Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas, guna memastikan keselamatan warga sekitar.

Mustari Affandy menekankan pentingnya koordinasi cepat dan mitigasi risiko saat menghadapi dampak hujan deras.

Ia juga mengingatkan warga untuk melaporkan bangunan yang rawan roboh agar tim tanggap bencana dapat bertindak cepat.(*)




Layanan Darurat SAR Jambi: Masyarakat Bisa Hubungi Kontak Emergency, Aktif 24 Jam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masyarakat yang membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan di Provinsi Jambi dapat langsung menghubungi tim SAR melalui Emergency Call 115 atau nomor 0851-7990-9115 yang aktif 24 jam.

Imbauan ini disampaikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi dalam rilis akhir tahun 2025, sebagai langkah memastikan keselamatan warga tetap terjaga.

Sepanjang 2025, Kantor SAR Jambi menangani 37 operasi di berbagai wilayah.

Dari total kejadian, 23 kasus termasuk kondisi membahayakan jiwa manusia, sebagian besar terkait orang tenggelam.

Sementara itu, tercatat 11 kecelakaan kapal dan 3 kejadian bencana, tanpa adanya kecelakaan pesawat.

“Kegiatan masyarakat di perairan masih menjadi risiko tertinggi dalam operasi pencarian dan pertolongan,” bunyi informasi Kantor SAR Jambi.

Pelaksanaan operasi dilakukan oleh Kantor SAR Jambi bersama unit siaga dan pos SAR di bawah naungannya.

Pos SAR Bungo menangani operasi terbanyak, 15 kejadian, diikuti Kantor SAR Jambi 10 kejadian, Unit Siaga SAR Nipah 5, Unit Siaga SAR Tungkal 4, dan Pos SAR Kerinci 3 kejadian.

Sebaran operasi ini menyoroti tingginya aktivitas darurat, terutama di kawasan sungai dan perairan.

Dari total 37 operasi, tim SAR gabungan mencatat 91 korban. Sebanyak 57 orang berhasil diselamatkan, 28 meninggal dunia, 5 hilang, dan 1 luka berat. Tidak ada korban luka ringan.

Kantor SAR Jambi menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sinergi tim SAR, TNI-Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

Kantor SAR Jambi kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di perairan, sungai, dan wilayah rawan bencana, serta tidak ragu untuk segera melapor ketika terjadi keadaan darurat.

“Jika membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan, masyarakat dapat menghubungi Emergency Call 115 atau nomor 0851-7990-9115 yang aktif 24 jam,” jelas imbauan resmi.(*)




Siaga Karhutla Dicabut, BPBD Jambi Alihkan Fokus Hadapi Bencana Hidrometeorologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi resmi mengakhiri status darurat siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 31 Oktober 2025.

Saat ini, fokus penanganan bencana bergeser pada kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah seiring meningkatnya curah hujan dan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa perubahan status ini mengikuti hasil evaluasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan bahwa wilayah Jambi telah memasuki awal musim hujan.

“Wilayah Jambi sudah mulai memasuki musim hujan. Status siaga Karhutla resmi berakhir dan kita beralih ke status kesiapsiagaan hidrometeorologi basah,” ujar Bachyuni, Sabtu (1/11).

Ancaman bencana kini bergeser dari kebakaran hutan dan lahan ke banjir, tanah longsor, serta angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem.

Warga diharapkan berhati-hati terutama di wilayah dengan kondisi tanah labil dan daerah aliran sungai.(*)