Program Kartu Bahagia Kota Jambi Sukses Lindungi 15.740 Pekerja, Santunan Tembus Rp3,4 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Kartu Bahagia yang dijalankan Pemerintah Kota Jambi bersama BPJS Ketenagakerjaan terus menunjukkan dampak positif dalam memperluas perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja rentan.

Keberhasilan program tersebut menjadi salah satu capaian yang disampaikan Wali Kota Jambi dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625 yang digelar di Ruang Paripurna Swarna Bhumi DPRD Kota Jambi, Selasa (2/6/2026).

Dalam pemaparannya, Wali Kota Jambi menegaskan bahwa perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat yang memiliki risiko pekerjaan namun belum sepenuhnya terjangkau program jaminan sosial.

Melalui Program Kartu Bahagia, sebanyak 8.660 peserta baru berhasil didaftarkan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Penambahan tersebut terdiri dari pekerja rentan, petugas keagamaan, sekretaris RT, petugas Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), hingga petugas rumah ibadah.

Dengan penambahan itu, total penerima manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Jambi kini mencapai 15.740 orang.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 7.080 peserta.

Selain memperluas cakupan kepesertaan, program tersebut juga telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejak Februari 2025 hingga pertengahan 2026, BPJS Ketenagakerjaan tercatat telah menyalurkan santunan dan manfaat program senilai lebih dari Rp3,46 miliar kepada 76 penerima manfaat dan ahli waris peserta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja yang rentan terhadap risiko kerja.

“Semakin banyak pekerja yang terlindungi, maka semakin besar pula jaminan keamanan ekonomi bagi keluarga mereka ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut Hendra, sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Jambi akan terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) secara simbolis kepada ahli waris peserta yang terdaftar melalui pembiayaan APBD Kota Jambi.

Santunan diberikan kepada keluarga almarhum Pahrurozi dan almarhum Muslim sebagai bentuk perlindungan negara terhadap pekerja dan keluarganya.

Penyaluran santunan itu menjadi bukti nyata manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dalam membantu keluarga yang kehilangan pencari nafkah utama.

Ke depan, Pemerintah Kota Jambi bersama BPJS Ketenagakerjaan menargetkan perluasan cakupan Program Kartu Bahagia agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja di Kota Jambi.(*)




Kisah Haru! Baznas Kota Jambi Bantu Siswa MI Lunasi Tunggakan Sekolah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Akses pendidikan yang terhambat akibat keterbatasan ekonomi masih menjadi persoalan nyata di tengah masyarakat.

Hal ini sempat dialami oleh seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Jambi yang harus menunggak biaya sekolah.

Melalui program Jambi Kota Cerdas, BAZNAS Kota Jambi hadir memberikan solusi dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa tersebut.

Bantuan diserahkan langsung di lingkungan sekolah pada Selasa (14/4/2026).

Dana bantuan yang diberikan berasal dari zakat asnaf miskin, yang difokuskan untuk membantu keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan biaya.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, M. Padli, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memastikan tidak ada anak di Kota Jambi yang putus sekolah hanya karena kendala ekonomi.

“Kami ingin memastikan pendidikan tetap berjalan. Bantuan ini adalah amanah dari para muzaki untuk membantu anak-anak yang membutuhkan,” ujarnya.

Dengan bantuan tersebut, siswa kini dapat kembali fokus mengikuti kegiatan belajar tanpa dibayangi persoalan tunggakan.

Pihak sekolah dan keluarga pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan.

Program Jambi Kota Cerdas dinilai menjadi salah satu solusi konkret dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Komitmen BAZNAS Dorong Kesejahteraan dan Pendidikan

Selain bantuan pendidikan, BAZNAS Kota Jambi juga terus mengoptimalkan berbagai program sosial yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai lembaga resmi negara dalam pengelolaan zakat, BAZNAS menjalankan sejumlah program unggulan, seperti:

  • Jambi Bertakwa untuk pembinaan keagamaan
  • Jambi Cerdas untuk dukungan pendidikan
  • Program pemberdayaan ekonomi masyarakat

Menurut M. Padli, program yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat bangkit dan mandiri, bukan sekadar memberikan bantuan sementara,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pendistribusian dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan berdampak luas.

Dengan berbagai program strategis tersebut, BAZNAS Kota Jambi optimistis dapat terus berperan dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.(*)




Kepemimpinan Maulana–Diza Buahkan Prestasi, IPM Kota Jambi Capai 82,32

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza, Kota Jambi kembali mencatat prestasi gemilang dalam bidang pembangunan manusia.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Rabu (5/11/2025), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi tahun 2025 mencapai 82,32 poin.

Capaian tersebut menjadikan Kota Jambi sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Jambi dengan status “sangat tinggi”, atau berada pada kategori IPM ≥ 80.

Meski demikian, peningkatan IPM Kota Jambi tahun ini tercatat paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di provinsi, yakni hanya naik 0,55 poin atau 0,67 persen dari tahun 2024.

Kendati pertumbuhannya melambat, posisi Kota Jambi tetap tidak tergoyahkan sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Jambi.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa secara keseluruhan, Provinsi Jambi mencatat peningkatan IPM menjadi 75,13 pada tahun 2025, naik 0,77 poin dibanding tahun sebelumnya.

Seluruh kabupaten/kota di Jambi mengalami kenaikan IPM, termasuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mencatat peningkatan tertinggi sebesar 0,99 poin atau 1,37 persen.

“Kota Jambi masih menjadi daerah dengan kualitas pembangunan manusia terbaik di provinsi ini,” kata dia.

“Namun, tantangannya ke depan adalah menjaga keberlanjutan peningkatan, terutama dalam sektor pendidikan dan kesehatan,” ujar Agus.

Dengan tidak adanya lagi daerah berstatus “sedang” atau “rendah” dalam capaian IPM, Pemerintah Provinsi Jambi menyebut bahwa distribusi pembangunan manusia kini semakin merata di seluruh wilayah.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Jambi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan manusia yang berkelanjutan, agar tidak stagnan di masa mendatang.

Pemerintah Kota Jambi diharapkan terus memperkuat program pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial guna menjaga prestasi tersebut.(*)