Kenali Ciri-Ciri Menjelang Meninggal Menurut Kondisi Medis

SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang akhir hayat, tubuh manusia umumnya mengalami berbagai perubahan fisik dan perilaku secara bertahap.

Kondisi tersebut dapat berbeda pada setiap orang tergantung usia, penyakit yang dialami, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Memahami tanda-tanda ini penting agar keluarga dapat memberikan pendampingan dan perawatan yang lebih nyaman bagi pasien di masa-masa terakhir kehidupannya.

Berikut beberapa ciri yang umum muncul sebelum seseorang meninggal dunia.

1. Tubuh Terasa Sangat Lemah

Salah satu tanda yang paling sering terjadi adalah tubuh kehilangan banyak energi.

Seseorang biasanya menjadi lebih sering tidur, sulit bangun, dan tidak lagi mampu melakukan aktivitas normal seperti sebelumnya.

2. Nafsu Makan dan Minum Menurun

Menjelang akhir hayat, tubuh membutuhkan energi lebih sedikit sehingga keinginan makan dan minum menurun drastis.

Kondisi ini umum terjadi pada pasien dengan penyakit kronis atau usia lanjut.

3. Perubahan Pola Napas

Pernapasan dapat menjadi lebih lambat, berat, atau tidak teratur.

Dalam beberapa kondisi, muncul jeda napas beberapa detik sebelum kembali bernapas.

Perubahan ini terjadi karena fungsi tubuh mulai melemah.

4. Penurunan Kesadaran

Pasien biasanya tampak lebih sering mengantuk, linglung, atau sulit merespons percakapan di sekitarnya.

Penurunan kesadaran dapat berlangsung secara bertahap.

5. Tangan dan Kaki Terasa Dingin

Sirkulasi darah mulai melambat sehingga bagian tubuh seperti tangan dan kaki terasa dingin.

Warna kulit juga dapat tampak pucat atau sedikit kebiruan.

6. Detak Jantung dan Tekanan Darah Menurun

Menjelang meninggal, detak jantung umumnya melemah dan tekanan darah menurun akibat fungsi organ tubuh yang semakin berkurang.

7. Perubahan Pola Buang Air Kecil

Produksi urine biasanya berkurang dan warnanya menjadi lebih pekat karena fungsi ginjal mulai menurun.

8. Menarik Diri dari Lingkungan Sekitar

Sebagian orang menjadi lebih pendiam dan tidak tertarik banyak berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Kondisi ini termasuk hal yang umum terjadi menjelang akhir hayat.

Perubahan-perubahan tersebut merupakan bagian alami dari proses tubuh menjelang kematian.

Meski demikian, dukungan emosional, pendampingan keluarga, dan perawatan yang nyaman tetap sangat penting agar pasien merasa lebih tenang dan tidak mengalami ketidaknyamanan berlebihan.(*)




Muncul Benjolan di Kulit? Kenali Penyebab dan Tanda Bahayanya

SEPUCUKJAMBI.ID – Benjolan di tubuh sering kali membuat seseorang panik, apalagi jika muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

Padahal, tidak semua benjolan menandakan penyakit serius. Banyak benjolan bersifat jinak dan umum terjadi, baik di kulit, otot, maupun jaringan di bawah kulit.

Meski demikian, penting untuk mengenali jenis-jenis benjolan yang sering muncul serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai.

Dengan begitu, seseorang dapat lebih tenang sekaligus tahu kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Jenis Benjolan yang Umum Terjadi

Salah satu benjolan yang paling sering ditemukan adalah lipoma.

Lipoma merupakan kumpulan lemak di bawah kulit yang terasa empuk, mudah digerakkan, dan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.

Pertumbuhannya lambat dan hampir selalu bersifat jinak, sehingga biasanya tidak memerlukan penanganan khusus kecuali jika mengganggu kenyamanan.

Selain lipoma, kista juga cukup sering dialami. Kista adalah kantung berisi cairan atau bahan setengah padat yang bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti wajah, punggung, atau payudara.

Sebagian besar kista tidak berbahaya, namun jika membesar, terinfeksi, atau terasa nyeri, pemeriksaan medis perlu dilakukan.

Jenis benjolan lain yang perlu diperhatikan adalah abses, yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri. Abses biasanya disertai tanda peradangan seperti kemerahan, rasa panas, dan nyeri.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar jika tidak ditangani dengan benar.

Benjolan juga bisa muncul akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini sering terjadi saat tubuh melawan infeksi. Kelenjar yang membesar biasanya terasa kenyal dan bisa digerakkan.

Namun, jika pembengkakan berlangsung lama tanpa penyebab jelas, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan.

Selain itu, hematoma atau penumpukan darah akibat benturan juga dapat menimbulkan benjolan. Biasanya disertai memar dan nyeri pada awalnya, lalu berangsur mengecil seiring waktu.

Tanda Benjolan yang Perlu Diwaspadai

Meski sebagian besar benjolan bersifat jinak, ada beberapa ciri yang tidak boleh diabaikan.

Benjolan yang cepat membesar, terasa keras dan tidak dapat digerakkan, menimbulkan nyeri hebat, atau disertai demam dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas perlu mendapat perhatian serius.

Benjolan yang tidak kunjung mengecil atau justru semakin bertambah dalam waktu singkat juga sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika benjolan menimbulkan kekhawatiran, langkah paling aman adalah berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan bisa dimulai dari evaluasi fisik, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang seperti USG, tes darah, atau biopsi bila diperlukan.

Dengan memahami jenis benjolan dan tanda bahayanya, masyarakat diharapkan tidak mudah panik, namun juga tidak menunda pemeriksaan saat gejala mencurigakan muncul.

Deteksi dini menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.(*)




Efek Konsumsi Susu Kental Manis Sachet Berlebihan bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Susu kental manis sachet merupakan produk olahan susu yang populer di Indonesia karena teksturnya kental dan rasanya sangat manis.

Produk ini dibuat dengan mengurangi air melalui proses evaporasi, lalu ditambahkan gula agar rasa manis tetap terjaga dan kemasan dapat bertahan lama.

Secara nutrisi, kandungan gula menjadi komponen utama, sementara protein, lemak, vitamin (A, D, B1), dan mineral seperti kalsium hanya ada dalam jumlah kecil.

Karena gula mendominasi, susu kental manis sachet sebaiknya tidak dijadikan sumber makanan utama, melainkan sebagai penambah rasa pada minuman atau makanan.

Meski ada sedikit vitamin dan mineral, manfaat gizinya terbatas.

Konsumsi berlebihan justru membawa risiko kesehatan, termasuk karies gigi, kenaikan berat badan, resistensi insulin, serta peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Untuk tetap menikmati susu kental manis secara aman, gunakan sebagai pelengkap, perhatikan label nutrisi, dan jaga kebersihan gigi setelah konsumsi.

Bagi yang peduli kesehatan atau memiliki kondisi khusus seperti diabetes dan obesitas, alternatif seperti susu segar, susu rendah lemak, atau susu nabati tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan lebih sehat.

Singkatnya, susu kental manis sachet praktis dan menambah rasa, tetapi konsumsinya harus dibatasi dan tidak dijadikan sumber nutrisi utama demi kesehatan tubuh.(*)




Gaya Hidup Sehat ala Ade Rai: Bukan Soal Berat Badan

Ade Rai menjelaskan pentingnya gaya hidup sehat melalui latihan beban dan menjaga komposisi tubuh, bukan sekadar menurunkan berat badan.

SEPUCUKJAMBI.ID – Selama ini, banyak orang menganggap obesitas sebagai penyebab utama berbagai penyakit degeneratif. Pandangan tersebut bahkan sering menjadi dasar dalam kebijakan layanan kesehatan. Gaya hidup sehat sering kali dipahami hanya sebatas menurunkan berat badan. Namun, menurut Ade Rai, atlet binaraga dan pakar kebugaran, hidup sehat bukan hanya soal angka di timbangan, melainkan memperhatikan komposisi tubuh serta menjadikan olahraga sebagai bagian rutinitas sehari-hari. Dalam salah satu penjelasannya, Ade Rai menekankan bahwa yang lebih penting bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi memperhatikan komposisi tubuh dan menjadikan olahraga sebagai bagian gaya hidup sehari-hari.

1. Meluruskan Mitos tentang Obesitas

Obesitas memang dapat meningkatkan risiko penyakit, tetapi bukan berarti semua penyakit degeneratif berakar hanya dari masalah berat badan. Menurut Ade Rai, cara pandang ini bisa menyesatkan. Kesehatan tidak bisa diukur dari timbangan semata, melainkan harus dilihat dari kualitas tubuh secara menyeluruh, termasuk massa otot, lemak, dan gaya hidup yang dijalani.

2. Pentingnya Komposisi Tubuh

Komposisi tubuh jauh lebih menentukan kualitas kesehatan dibanding berat badan. Dua orang dengan berat sama bisa memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, tergantung pada jumlah massa otot dan lemak di tubuh mereka. Massa otot yang baik dapat meningkatkan metabolisme, membantu tubuh tetap bugar, dan melindungi dari berbagai risiko penyakit.

Baca juga:  Pola Hidup Sehat untuk Remaja di Era Modern

3. Latihan Beban sebagai Kunci Sehat

Ade Rai menekankan pentingnya latihan beban (resistance training) sebagai fondasi gaya hidup sehat. Olahraga ini bukan hanya untuk membentuk tubuh ideal, melainkan untuk:

  • meningkatkan metabolisme,

  • menjaga kekuatan otot dan tulang,

  • memperbaiki postur tubuh,

  • serta menjaga kebugaran di usia lanjut.

Dengan latihan beban yang teratur, tubuh lebih mudah mempertahankan keseimbangan antara otot dan lemak, sehingga kesehatan bisa lebih optimal.

4. Panduan Praktis Gaya Hidup Sehat

Untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat, Ade Rai menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja:

  • Kombinasikan olahraga: gabungkan latihan kardio (lari, bersepeda) dengan latihan beban.

  • Pantau komposisi tubuh, bukan hanya angka berat badan.

  • Atur pola makan bergizi: perbanyak protein, sayur, serat, dan lemak sehat.

  • Konsistensi lebih penting daripada instan: mulai dari langkah kecil yang bisa dijalani rutin.

  • Cukup istirahat: tidur dan pemulihan tubuh sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Pesan utama dari Ade Rai adalah bahwa hidup sehat bukan soal mengejar angka di timbangan, melainkan soal keseimbangan tubuh dan kebiasaan positif yang dijalani secara konsisten. Dengan memahami pentingnya komposisi tubuh dan menerapkan latihan beban serta pola hidup sehat, kita bisa menjadikan kesehatan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tujuan sesaat (*)

Gaya Hidup Sehat, Hidup Sehat, Ade Rai, Latihan Beban, Komposisi Tubuh, Obesitas, Fitness, Kesehatan




Dokter PPDS Unpad Diduga Perkosa Keluarga Pasien di RSHS

Dokter PPDS Unpad Priguna Anugerah Pratama

Bandung, SEPUCUKJAMBI.ID Publik dikejutkan dengan dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter muda dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Priguna Anugerah Pratama (31), dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi, diduga memperkosa seorang perempuan berinisial FH (21) yang merupakan keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Peristiwa ini terjadi di lantai 7 gedung Medical Check-Up Center RSHS. Berdasarkan keterangan korban, pelaku mengajak FH ke ruangan dengan alasan pemeriksaan darah. Namun di dalam ruangan, Priguna justru menyuntikkan jarum hingga 15 kali ke tubuh korban, yang menyebabkan korban kehilangan kesadaran.

Setelah tidak sadarkan diri, FH mengaku mengalami pelecehan seksual oleh pelaku. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Polisi segera bergerak cepat melakukan pencarian terhadap pelaku.

Baca juga:  Kasus Judi Sabung Ayam Way Kanan: Kapendam TNI Sebut Ada Oknum yang Terlibat

Baca juga:  Kejaksaan Agung Gali Peran Ahok dalam Kasus Korupsi PT Pertamina

Pelaku akhirnya ditemukan di unit apartemennya. Saat hendak ditangkap, pelaku ditemukan dalam kondisi luka parah di pergelangan tangan akibat percobaan bunuh diri. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Polda Jawa Barat menyatakan bahwa pelaku kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal tentang pemerkosaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang ancaman hukumannya mencapai 12 tahun penjara.

Universitas Padjadjaran sebagai institusi pendidikan pelaku menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Pihak kampus menegaskan akan mendukung penuh proses hukum yang berjalan dan mengevaluasi sistem pembinaan serta pengawasan terhadap mahasiswa residen.

Kasus ini memicu kemarahan warganet dan masyarakat luas. Banyak yang mempertanyakan keamanan dan etika profesi dalam dunia medis, terutama saat dokter justru melakukan tindakan yang melanggar hukum dan kemanusiaan.

Hingga kini, proses penyelidikan terus berlangsung. Korban telah mendapat pendampingan hukum dan psikologis. Sementara itu, pelaku masih dalam perawatan medis sambil menunggu proses hukum selanjutnya. (*)




17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi melakukan pengujian sampel produk makanan yang dijual di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa, produk-produk yang beredar di pasar tersebut bebas dari bahan berbahaya.

Seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow, yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil 17 sampel dari berbagai jenis produk yang dijual di pasar bedug, termasuk tahu, minuman, mie, pempek, dan lontong—makanan yang sering kali dicampur dengan bahan berbahaya.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

“Kami melakukan uji sampel untuk mendeteksi bahan-bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow. Hasilnya, semua sampel yang kami uji aman dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Veramika.

Pengujian ini merupakan bagian dari program pengawasan BPOM yang akan berlanjut hingga 12 Maret 2025.

Selama periode ini, pengawasan sampel akan dilakukan di beberapa titik di Kota Jambi untuk memastikan bahwa, produk yang dijual di pasar-pasar tradisional dan pasar bedug aman dikonsumsi.

“Pengawasan ini akan kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang digunakan dalam produk makanan,” kata dia.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan,” tambah Veramika.

Dengan pengawasan ini, BPOM Jambi bertujuan untuk, melindungi masyarakat dari konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya dan memastikan bahwa makanan yang dijual di pasar-pasar Jambi aman dan berkualitas.

Veramika juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan memilih makanan yang terjamin keamanannya untuk kesehatan.(*)