Pegal, Nyeri, dan Lelah Sepanjang Hari? Kenali Penyebab Badan Sakit Semua

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernah bangun tidur dengan tubuh terasa pegal, nyeri di punggung, kaki berat, dan energi habis?

Kondisi yang sering disebut “badan sakit semua” ini sebenarnya adalah sinyal tubuh bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Nyeri tubuh menyeluruh bukan penyakit tunggal, melainkan gejala yang bisa disebabkan berbagai faktor.

Salah satu penyebab paling umum adalah infeksi virus, seperti flu.

Saat tubuh melawan virus, sistem imun melepaskan zat peradangan yang membuat otot terasa nyeri dan lemah.

Inilah alasan mengapa badan terasa letih dan nyeri saat sedang sakit.

Selain infeksi, kekurangan vitamin D bisa membuat otot dan sendi lebih mudah nyeri.

Vitamin ini penting untuk menjaga kekuatan tulang dan kesehatan otot.

Dehidrasi juga berkontribusi terhadap nyeri tubuh karena mengganggu keseimbangan elektrolit yang diperlukan untuk kerja otot, sehingga kram dan rasa sakit muncul lebih mudah.

Stres mental menjadi faktor lain yang sering diabaikan.

Ketegangan yang berlangsung lama membuat otot terus tegang, menimbulkan nyeri menyebar.

Aktivitas fisik berlebihan tanpa pemanasan atau pendinginan juga kerap memicu pegal dan nyeri pada seluruh tubuh.

Dalam kasus tertentu, badan sakit semua bisa menjadi tanda kondisi kronis seperti fibromyalgia, yang ditandai nyeri luas, kelelahan ekstrem, dan gangguan tidur.

Jika keluhan terjadi terus-menerus tanpa penyebab jelas, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Ada beberapa cara sederhana untuk meredakan nyeri tubuh:

  • Istirahat cukup untuk memberi waktu otot pulih

  • Minum air yang cukup agar fungsi otot tetap optimal

  • Mandi atau kompres hangat untuk melemaskan otot tegang

  • Peregangan ringan, yoga, atau jalan santai untuk melancarkan sirkulasi darah

  • Konsumsi makanan kaya vitamin D, magnesium, dan protein untuk mendukung kesehatan otot

Obat pereda nyeri bisa digunakan bila diperlukan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan tanpa saran dokter.

Segera temui tenaga medis jika nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari, semakin berat, atau disertai demam tinggi, pembengkakan, dan kesulitan bergerak.

Mendengarkan sinyal tubuh adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan. Tubuh jarang memberi “peringatan” tanpa alasan.(*)




Buah Kersen Kecil tapi Kaya Manfaat, Ini Khasiatnya untuk Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Buah kersen dikenal dengan bentuknya yang kecil dan warna merah cerah.

Meski kerap dianggap buah liar dan dipandang sebelah mata, kersen ternyata menyimpan beragam nutrisi penting seperti vitamin C, serat, flavonoid, polifenol, protein nabati, serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Buah ini tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia dan mudah ditemukan di pekarangan atau pinggir jalan.

Kersen dapat dikonsumsi langsung, maupun diolah menjadi jus, selai, atau minuman segar. Di balik tampilannya yang sederhana, manfaat buah kersen cukup beragam.

Salah satu manfaat utama kersen adalah mendukung daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C di dalamnya membantu merangsang sistem imun agar bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi ringan seperti flu dan batuk.

Kersen juga kaya akan antioksidan alami. Senyawa flavonoid dan polifenol membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Asupan antioksidan secara rutin berperan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Dari sisi kesehatan jantung, buah kersen dapat menjadi pendukung alami.

Serat dan antioksidannya membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta membantu mengontrol kadar kolesterol, dua faktor penting dalam menjaga fungsi jantung tetap optimal.

Buah kecil ini juga dikenal memiliki sifat antiradang ringan.

Kandungan flavonoid di dalamnya berpotensi membantu meredakan peradangan dan nyeri ringan pada tubuh bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Selain itu, kersen juga memiliki potensi dalam mendukung kestabilan tekanan darah.

Vitamin C berperan membantu relaksasi pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar, terutama bila dibarengi dengan gaya hidup sehat.

Bagi penderita asam urat, buah kersen sering dikaitkan dengan manfaat pendukung.

Vitamin C di dalamnya dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dan berpotensi mengurangi risiko kekambuhan nyeri sendi, meski tetap perlu dikombinasikan dengan pola makan yang tepat.

Kersen juga bermanfaat dalam mendukung pencegahan anemia. Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, sehingga tubuh lebih optimal dalam membentuk sel darah merah.

Terakhir, kandungan serat alami pada buah kersen membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Serat berperan melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, serta mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.

Meski ukurannya mungil, manfaat buah kersen tidak bisa diremehkan. Menambahkan buah ini ke dalam menu harian, baik dikonsumsi segar maupun diolah, bisa menjadi cara sederhana untuk meningkatkan asupan nutrisi alami bagi tubuh.(*)




Cara Alami Membantu Meredakan Gejala Gondongan di Rumah

SEPUCUKJAMBI.ID – Gondongan merupakan infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar air liur, terutama kelenjar parotis di area pipi dan rahang.

Kondisi ini kerap disertai nyeri saat menelan atau mengunyah, serta dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga sistem kekebalan tubuh berhasil melawan virus penyebabnya.

Karena belum ada obat khusus yang dapat membunuh virus gondongan secara langsung, perawatan umumnya difokuskan pada meredakan gejala dan membantu tubuh pulih dengan lebih nyaman.

Dalam praktiknya, sejumlah bahan alami sering digunakan sebagai pendukung selama masa pemulihan.

Salah satu langkah paling sederhana adalah memperbanyak minum air putih. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga hidrasi tubuh, mendukung fungsi sistem imun, serta mencegah dehidrasi yang bisa terjadi saat demam.

Lidah buaya juga kerap dimanfaatkan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat pembengkakan.

Gel lidah buaya dapat diaplikasikan secara luar pada area wajah yang bengkak sebagai kompres dingin alami. Sensasi sejuknya membantu meredakan nyeri dan memberi rasa nyaman sementara.

Untuk keluhan nyeri di tenggorokan, berkumur dengan air garam hangat sering menjadi pilihan.

Larutan ini membantu menjaga kebersihan rongga mulut sekaligus meredakan iritasi ringan di sekitar jaringan yang terdampak.

Dari sisi nutrisi, beberapa bahan alami dikenal dapat mendukung daya tahan tubuh. Bawang putih, misalnya, mengandung senyawa allicin yang sering dikaitkan dengan dukungan sistem imun.

Mengonsumsinya sebagai bagian dari makanan hangat seperti sup dapat membantu tubuh tetap bertenaga selama masa pemulihan.

Jahe juga kerap dipilih karena sifatnya yang menghangatkan dan membantu meredakan peradangan ringan.

Jahe bisa diolah menjadi minuman hangat atau ditambahkan ke dalam masakan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada tubuh.

Untuk pembengkakan di area kelenjar, kompres dingin menggunakan es batu yang dibungkus kain lembut dapat dicoba. Suhu dingin membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri secara sementara.

Perlu diingat, bahan-bahan alami ini hanya bersifat pendukung, bukan pengganti penanganan medis. Gondongan umumnya akan membaik seiring kerja sistem imun.

Namun jika gejala bertambah berat, nyeri semakin hebat, atau tidak menunjukkan perbaikan, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.(*)




Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Bibir Terlihat Pucat

SEPUCUKJAMBI.ID – Warna bibir sering kali mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Bibir yang sehat umumnya tampak merah merona karena aliran darah dan kadar oksigen yang cukup.

Namun, ketika bibir terlihat lebih pucat dari biasanya, terutama jika terjadi secara mendadak atau berlangsung lama, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran.

Salah satu penyebab paling umum bibir pucat adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Akibatnya, suplai darah beroksigen ke bibir berkurang, sehingga warnanya tampak memudar. Anemia biasanya juga disertai keluhan lain seperti mudah lelah, pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Selain anemia, dehidrasi juga dapat memengaruhi warna bibir. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun dan sirkulasi darah ke kulit serta bibir menjadi kurang optimal.

Kondisi ini membuat bibir terlihat lebih pucat, kering, dan kusam.

Bibir pucat akibat dehidrasi umumnya membaik setelah kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Infeksi tertentu, terutama yang disertai demam atau kondisi tubuh yang melemah, juga bisa menyebabkan bibir tampak pucat.

Saat tubuh melawan infeksi, aliran darah dan distribusi oksigen dapat terganggu sementara, sehingga memengaruhi warna bibir.

Paparan suhu dingin turut menjadi faktor yang sering tidak disadari. Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit dan bibir akan menyempit untuk mempertahankan suhu tubuh.

Akibatnya, aliran darah ke area bibir berkurang dan warna bibir tampak lebih pucat. Biasanya, perubahan ini bersifat sementara dan akan kembali normal ketika tubuh menghangat.

Kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat juga berperan dalam munculnya bibir pucat.

Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Jika asupannya kurang, produksi sel darah merah dapat terganggu dan memengaruhi warna bibir.

Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti sariawan, nafsu makan menurun, dan tubuh terasa lemas.

Dalam beberapa kasus, bibir pucat dapat berkaitan dengan penyakit kronis, seperti gangguan jantung, paru-paru, atau ginjal.

Penyakit-penyakit ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah, sehingga bibir tampak pucat atau kusam secara menetap.

Untuk menilai apakah bibir pucat masih tergolong ringan atau perlu pemeriksaan medis, penting memperhatikan gejala yang menyertainya.

Bibir pucat akibat dehidrasi ringan atau udara dingin biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Namun, jika warna bibir tetap pucat dalam waktu lama atau disertai keluhan seperti sesak napas, pusing berat, atau kelelahan ekstrem, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.

Menjaga asupan nutrisi yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta rutin memantau kondisi kesehatan dapat membantu mencegah beberapa penyebab umum bibir pucat dan menjaga tubuh tetap sehat secara menyeluruh.(*)




Jahe, Solusi Alami untuk Mual, Nyeri Otot, dan Tubuh Lebih Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Jahe bukan hanya bumbu dapur yang memberi rasa hangat dan aroma khas, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

Rempah ini telah digunakan secara tradisional di banyak negara, termasuk Indonesia, untuk membantu meredakan berbagai keluhan tubuh.

Salah satu manfaat jahe yang paling populer adalah meredakan mual.

Ibu hamil kerap memanfaatkan jahe untuk mengurangi mual di pagi hari, sementara pasien yang menjalani kemoterapi juga menggunakannya sebagai bantuan alami.

Senyawa aktif dalam jahe memengaruhi sistem saraf yang memicu rasa mual sehingga keluhan bisa lebih ringan.

Tidak hanya itu, jahe juga mendukung kesehatan pencernaan.

Konsumsi jahe dapat mempercepat proses pengosongan lambung, mengurangi rasa kembung atau perut penuh setelah makan. Inilah alasan teh jahe sering dikonsumsi setelah santap berat.

Selain itu, jahe memiliki sifat antiinflamasi, yang membantu meredakan nyeri otot, kekakuan sendi, bahkan keluhan kronis seperti artritis.

Rempah ini juga dipercaya mendukung kesehatan jantung, dengan potensi menurunkan kolesterol dan tekanan darah dua faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Bagi perempuan, jahe kerap dimanfaatkan untuk meredakan kram menstruasi, karena efek hangat dan antiperadangannya membantu mengurangi kontraksi berlebihan pada otot rahim.

Jahe kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas dan mendukung sistem imun.

Beberapa penelitian awal bahkan menunjukkan jahe dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Serta membantu mengontrol nafsu makan dan metabolisme untuk mendukung program penurunan berat badan.

Tak kalah penting, jahe juga memiliki sifat antibakteri dan antivirus ringan, membantu meredakan iritasi tenggorokan dan batuk.

Jahe dapat dinikmati dalam berbagai bentuk segar, bubuk, teh, atau dicampur dalam masakan.

Namun, konsumsi berlebihan tetap harus dihindari karena bisa mengganggu pencernaan atau berinteraksi dengan obat tertentu.

Dengan mengonsumsi jahe secara bijak dan seimbang, rempah ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang sederhana namun bermanfaat, meningkatkan kualitas hidup secara alami.(*)




Puasa Berselang Jadi Tren, Apa Manfaat dan Risikonya?

SEPUCUKJAMBI.ID Intermittent fasting atau puasa berselang semakin banyak diterapkan sebagai cara mengatur pola makan yang lebih terstruktur.

Metode ini diminati bukan hanya oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan, tetapi juga oleh orang-orang yang ingin membangun kebiasaan makan lebih sadar dan terkontrol.

Berbeda dengan pola diet yang menitikberatkan pada pembatasan jenis makanan, intermittent fasting lebih berfokus pada pengaturan waktu makan.

Prinsip dasarnya adalah membagi hari ke dalam periode makan dan periode puasa, sehingga tubuh memiliki jeda tanpa asupan kalori dalam jangka waktu tertentu.

Salah satu pola yang paling populer adalah metode 16/8, yakni berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.

Selain itu, ada metode 5:2 yang memungkinkan seseorang makan seperti biasa selama lima hari, lalu membatasi asupan kalori pada dua hari lainnya.

Beberapa orang juga memilih puasa penuh selama 24 jam satu atau dua kali dalam seminggu.

Daya tarik utama intermittent fasting terletak pada fleksibilitasnya. Dengan membatasi jam makan, asupan kalori sering kali berkurang secara alami tanpa perlu menghitung makanan secara detail.

Karena itu, metode ini kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan dan perbaikan metabolisme.

Sejumlah penelitian awal juga menunjukkan bahwa intermittent fasting berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, yang berperan penting dalam pengaturan kadar gula darah.

Selain itu, pola ini disebut-sebut dapat membantu tubuh lebih efisien dalam menggunakan energi yang tersimpan.

Meski terdengar sederhana, intermittent fasting sebaiknya dijalani secara bertahap, terutama bagi pemula.

Menggeser waktu makan secara perlahan dapat membantu tubuh beradaptasi tanpa menimbulkan efek tidak nyaman seperti pusing atau lemas berlebihan.

Selama masa puasa, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi. Air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam tanpa tambahan pemanis umumnya masih diperbolehkan.

Sementara itu, saat waktu makan tiba, pemilihan makanan bergizi seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Perlu diingat, intermittent fasting tidak cocok untuk semua orang.

Ibu hamil dan menyusui, individu dengan riwayat gangguan makan, serta penderita kondisi medis tertentu disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menerapkan pola ini.

Hingga kini, penelitian mengenai dampak jangka panjang intermittent fasting masih terus berkembang.

Meski sejumlah temuan menunjukkan potensi manfaat bagi metabolisme dan kesehatan jantung, diperlukan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk memastikan keamanannya dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, intermittent fasting bukan sekadar tren diet, melainkan salah satu pendekatan dalam membentuk kebiasaan makan.

Jika dilakukan secara bijak dan disesuaikan dengan kondisi tubuh, metode ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.(*)




Kuku Tampak Pucat atau Rapuh? Waspadai Tanda Gangguan Ginjal

SEPUCUKJAMBI.ID – Kuku tidak hanya berperan sebagai pelindung ujung jari, tetapi juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dalam dunia medis, perubahan pada kuku kerap dikaitkan dengan gangguan tertentu, termasuk masalah pada fungsi ginjal.

Salah satu tanda yang sering dibahas adalah perubahan warna kuku.

Pada sebagian orang dengan gangguan ginjal, kuku dapat terlihat lebih pucat atau tampak putih di bagian tengah, sementara bagian tepinya cenderung lebih gelap.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan aliran darah atau penumpukan zat sisa metabolisme dalam tubuh.

Tak hanya warna, tekstur kuku juga bisa mengalami perubahan.

Kuku yang menjadi rapuh, mudah pecah, atau muncul garis-garis pada permukaannya dapat mengindikasikan gangguan metabolisme.

Fungsi ginjal yang menurun dapat memengaruhi penyerapan nutrisi penting, sehingga berdampak pada kesehatan kuku.

Dalam beberapa kasus, kuku dapat terlihat kebiruan atau keabu-abuan. Warna ini bisa menandakan gangguan oksigenasi darah atau ketidakseimbangan elektrolit.

Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh, sehingga ketika fungsinya terganggu, dampaknya dapat terlihat hingga ke bagian kuku.

Perubahan bentuk kuku juga dilaporkan pada sebagian penderita gangguan ginjal.

Ujung kuku yang tampak lebih membulat atau menebal dapat berkaitan dengan masalah sirkulasi darah dan distribusi oksigen ke jaringan tubuh.

Meski demikian, perubahan pada kuku tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan ginjal.

Faktor lain seperti anemia, kekurangan vitamin, penyakit hati, hingga infeksi jamur juga dapat memengaruhi kondisi kuku.

Oleh karena itu, tanda pada kuku sebaiknya dilihat sebagai sinyal awal, bukan sebagai diagnosis.

Jika perubahan kuku disertai gejala lain seperti pembengkakan pada kaki atau pergelangan, rasa lelah berlebihan, mual, atau perubahan pola buang air kecil, pemeriksaan medis sangat disarankan.

Tes darah dan urin dapat membantu memastikan apakah terdapat gangguan fungsi ginjal atau penyebab lainnya.

Memerhatikan kondisi kuku secara rutin dapat menjadi langkah sederhana untuk mengenali perubahan dalam tubuh.

Deteksi dini terhadap tanda-tanda kesehatan yang tidak normal memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat dan tepat.(*)




Fakta Tersembunyi di Balik Gelas Es Teh Manis

SEPUCUKJAMBI.ID – Es teh manis hampir selalu hadir di meja makan orang Indonesia, mulai dari warung kaki lima, rumah makan, hingga restoran mewah.

Rasanya segar, murah, dan cocok diminum kapan saja.

Namun, di balik kenikmatannya, minuman populer ini menyimpan fakta penting: kalori dari gula tambahan bisa cukup tinggi.

Teh itu sendiri hampir tidak mengandung kalori. Masalah muncul ketika gula ditambahkan.

Satu gelas es teh manis ukuran sedang bisa memiliki kalori setara camilan kecil, terutama jika gulanya banyak.

Kalori dari minuman manis cenderung “tidak terasa”, sehingga kita bisa mengonsumsinya tanpa sadar.

Kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, dan risiko gangguan metabolik jangka panjang.

Apakah ini berarti es teh manis harus dihindari sepenuhnya? Tidak. Kuncinya ada pada cara menikmati.

Beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Kurangi takaran gula secara bertahap. Jika biasanya memakai dua sendok gula, coba satu setengah atau satu sendok. Lidah akan menyesuaikan rasa.

  • Gunakan pemanis rendah kalori seperti stevia atau monk fruit. Rasanya sedikit berbeda, tapi membantu menekan kalori.

  • Pilih teh dingin tanpa gula dengan perasan lemon, jeruk nipis, atau potongan buah segar. Tetap segar dan lebih ramah tubuh.

  • Perhatikan porsi. Nikmati es teh manis dalam jumlah kecil atau sesekali sebagai kompromi antara kesehatan dan kenikmatan.

Intinya, menikmati minuman manis bukan masalah selama diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan cukup minum air putih.

Dengan strategi tepat, segelas es teh manis tetap bisa menjadi teman yang menyegarkan tanpa membebani tubuh.(*)




Body Composition Lebih Penting daripada Berat Badan, Ini Alasannya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang masih mengandalkan timbangan untuk menilai kesehatan tubuh, padahal angka berat badan saja tidak cukup menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh.

Di sinilah pentingnya body composition atau komposisi tubuh, yang menunjukkan persentase lemak, massa otot, tulang, dan cairan dalam tubuh.

Dua orang dengan berat badan sama bisa memiliki kondisi tubuh yang berbeda.

Seseorang mungkin terlihat normal di timbangan, tetapi persentase lemaknya tinggi, sementara yang lain memiliki massa otot lebih banyak meski berat badan lebih besar.

Memahami body composition membantu menilai kesehatan lebih realistis dan mencegah kesalahpahaman.

Komponen utama body composition meliputi:

  • Lemak tubuh: Penting untuk energi dan perlindungan organ, tapi kelebihan lemak, terutama di perut, meningkatkan risiko penyakit.

  • Massa otot: Membantu metabolisme, kekuatan, dan daya tahan tubuh.

  • Kepadatan tulang dan cairan tubuh: Tulang yang kuat mencegah cedera, cairan tubuh penting untuk fungsi organ optimal.

Manfaat mengetahui komposisi tubuh tidak hanya soal pencegahan penyakit, tetapi juga untuk melihat hasil diet dan olahraga secara akurat.

Berat badan mungkin tidak turun, tapi otot bertambah dan lemak berkurang  perubahan ini baru terlihat melalui body composition.

Pengukuran body composition bisa dilakukan melalui alat bioelectrical impedance, pemeriksaan medis, atau teknologi pencitraan.

Hasil pengukuran memberikan panduan bagi gaya hidup sehat, mulai dari pola makan seimbang, olahraga rutin, latihan kekuatan, hingga cukup istirahat.

Fokusnya bukan diet ekstrem, tetapi konsistensi dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Dengan memahami body composition, seseorang dapat menilai tubuh secara lebih adil, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.(*)




Mata Kunang-Kunang Disertai Pusing? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Mata yang terasa seperti melihat kunang-kunang disertai pusing bisa muncul secara tiba-tiba.

Kondisi ini sering terjadi akibat tubuh kekurangan cairan, gula darah rendah, atau tekanan darah turun secara mendadak, misalnya saat bangun dari duduk atau tidur.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, gejala ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika dibiarkan.

Langkah awal penanganan yang efektif adalah segera duduk atau berbaring untuk mengembalikan keseimbangan aliran darah ke otak.

Teknik pernapasan yang tenang juga membantu sistem saraf rileks dan mempercepat pemulihan.

Dehidrasi sering menjadi penyebab utama. Minum air putih secara perlahan atau menambahkan elektrolit setelah olahraga berat atau berkeringat banyak dapat membantu meringankan gejala.

Jika penyebabnya kadar gula darah rendah, konsumsi makanan ringan seperti buah, biskuit tawar, atau roti dapat menstabilkan energi tubuh.

Selain itu, hindari berdiri terlalu cepat setelah tidur atau duduk lama.

Bangkit secara perlahan memberi waktu bagi tubuh menyesuaikan tekanan darah dan mengurangi risiko munculnya mata kunang-kunang dan pusing.

Pencegahan jangka panjang meliputi menerapkan gaya hidup sehat: makan teratur dengan menu bergizi, minum cukup air (minimal delapan gelas sehari), tidur cukup (7–8 jam), serta rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki 30 menit per hari.

Meski keluhan biasanya membaik dengan istirahat, makanan, atau cairan yang cukup, segera konsultasikan ke dokter jika gejala sering muncul, berlangsung lama, atau disertai sesak napas, muntah, atau detak jantung tidak teratur.(*)