Agar Tidak Dehidrasi Saat Puasa, Ini Cara Atur Minum yang Benar

SEPUCUKJAMBI.ID – Berpuasa berarti tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam.
Tanpa pengaturan pola minum yang tepat saat berbuka dan sahur, risiko dehidrasi bisa meningkat.
Gejala dehidrasi saat puasa bisa berupa pusing, tubuh lemas, sulit berkonsentrasi, bibir kering, hingga warna urine yang lebih pekat.
Karena itu, penting untuk tidak hanya minum banyak, tetapi juga memahami cara dan waktu minum yang benar.
Minum Bertahap, Bukan Sekaligus
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung minum dalam jumlah besar saat berbuka. Padahal, tubuh lebih optimal menyerap cairan jika diminum secara bertahap.
Saat azan magrib, awali dengan satu gelas air putih untuk menggantikan cairan yang hilang.
Setelah itu, lanjutkan minum secara berkala hingga malam hari dan menjelang sahur.
Cara ini membantu mencegah rasa kembung sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Utamakan Air Putih Saat Sahur
Air putih tetap menjadi sumber hidrasi terbaik. Minumlah sebelum dan sesudah makan sahur agar tubuh memiliki cadangan cairan selama berpuasa.
Air membantu mengatur suhu tubuh, menjaga fungsi organ, serta mendukung metabolisme tetap stabil sepanjang hari.
Batasi Minuman Berkafein dan Tinggi Gula
Minuman seperti kopi dan teh pekat memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Begitu juga minuman bersoda atau tinggi gula yang justru bisa memicu rasa haus lebih cepat.
Sebaiknya batasi konsumsi minuman jenis ini, terutama saat sahur.
Konsumsi Buah Kaya Air
Untuk membantu hidrasi, konsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, jeruk, dan timun.
Jus buah tanpa tambahan gula juga bisa menjadi alternatif, namun tetap tidak menggantikan peran air putih sepenuhnya.
Penuhi Target Cairan Harian
Secara umum, kebutuhan cairan orang dewasa sekitar 8 gelas per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh.
Saat puasa, jumlah tersebut tetap harus terpenuhi dalam rentang waktu berbuka hingga sahur.
Agar tidak lupa, Anda bisa membagi pola minum, misalnya:
-
1 gelas saat berbuka
-
2 gelas setelah makan malam
-
2 gelas sebelum tidur
-
3 gelas saat sahur
Dengan pola minum yang teratur dan pemilihan minuman yang tepat, tubuh dapat tetap terhidrasi dengan baik selama puasa. Kuncinya adalah konsisten dan tidak menunggu sampai rasa haus berlebihan muncul.(*)