Kisah Rafisky, Bocah 7 Tahun Asal Jambi Berjuang Lawan Tumor Rahang, Pemkot Fasilitasi Berobat ke RSCM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat membantu Muhammad Rafisky (7), bocah penderita tumor rahang asal Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Siswa SD Negeri 197 Kota Jambi itu diberangkatkan menggunakan ambulans pada Rabu 24 Juni 2026 sore bersama kedua orang tuanya.

Proses rujukan dilakukan setelah kondisi penyakit yang dideritanya membutuhkan penanganan dokter spesialis di rumah sakit rujukan nasional.

Selama menjalani perawatan di Jakarta hingga 12 Juli 2026 mendatang, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan tempat tinggal sementara di Rumah Teduh agar keluarga dapat fokus mendampingi proses pengobatan Rafisky.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengatakan proses keberangkatan pasien merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak setelah pemerintah menerima laporan mengenai kondisi Rafisky.

“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan penjangkauan ke rumah pasien dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses rujukan ke RSCM dapat segera dilakukan. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak,” ujar Yunita.

Ia menjelaskan, awalnya Rafisky hanya mengalami keluhan sakit gigi yang disertai pembengkakan pada gusi.

Namun dalam waktu sekitar satu bulan, pembengkakan berkembang semakin besar sehingga setelah menjalani pemeriksaan di RS Bhayangkara, pasien akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Yunita, kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri selama proses pengobatan berlangsung.

Ayah Rafisky bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu setiap dua minggu, sehingga kebutuhan hidup selama mendampingi anak di Jakarta masih membutuhkan bantuan.

Meski biaya keberangkatan telah dibantu melalui kolaborasi Pemerintah Kota Jambi, Dinas Pendidikan, Baznas, relawan sosial, pemerintah kecamatan, kelurahan, pihak sekolah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah, kebutuhan selama menjalani pengobatan masih cukup besar.

Karena itu, Dinas Sosial Kota Jambi mengajak masyarakat dan para dermawan yang ingin membantu agar dapat meringankan beban keluarga selama proses pengobatan berlangsung.

“Pengobatan ini membutuhkan waktu cukup lama. Kami berharap ada dukungan dari masyarakat agar keluarga dapat fokus mendampingi ananda Rafisky menjalani seluruh tahapan pengobatan,” kata Yunita.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Jambi akan terus memberikan pendampingan hingga proses pengobatan selesai.

Yunita juga berharap doa dari masyarakat dapat menjadi penyemangat bagi Rafisky agar segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya.

“Semoga seluruh ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik dan ananda Rafisky segera diberikan kesembuhan,” tutupnya.(*)




Massa di Jambi Desak Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan, Ivan Wirata: Jangan Hentikan, Perbaiki Tata Kelolanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan di Provinsi Jambi.

Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi, Kamis 18 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan agar program tersebut tetap dilaksanakan dan tidak dihentikan.

Aksi diawali dengan longmarch dari kawasan Kantor RRI Jambi menuju Gedung DPRD Provinsi Jambi.

Sepanjang perjalanan, peserta aksi membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan, mulai dari keberlanjutan program, penguatan pengawasan, hingga jaminan pendanaan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sesampainya di lokasi, massa menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian.

Mereka menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, peserta didik PAUD, ibu hamil, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.

Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata didampingi Mahdan anggota DPRD Jambi Dapil Batang Hari beserta lainnya.

Dalam dialog bersama peserta aksi, Ivan menegaskan bahwa DPRD pada prinsipnya memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya keberlanjutan Program MBG.

Menurutnya, seluruh poin tuntutan yang disampaikan masyarakat pada dasarnya mengarah pada satu tujuan.

Yakni memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, berkualitas, dan bebas dari penyimpangan.

“Kami telah mempelajari seluruh tuntutan yang disampaikan. Pada prinsipnya, DPRD mendukung agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan baik karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Ivan.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan bantuan pangan semata.

Tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, apabila ditemukan berbagai kendala dalam pelaksanaannya, langkah yang harus dilakukan adalah memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan, bukan menghentikan program yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau ada kekurangan, yang dibenahi adalah tata kelolanya. Pengawasan diperkuat, kualitas layanan ditingkatkan, bukan justru menghentikan program yang menyangkut masa depan generasi bangsa,” katanya.

Terkait aspek pendanaan, Ivan menjelaskan bahwa sumber anggaran utama Program MBG berasal dari pemerintah pusat.

Namun demikian, DPRD akan terus melakukan koordinasi agar dukungan terhadap pelaksanaan program di daerah tetap terjaga.

Selain itu, DPRD juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan.

Menurutnya, keterlibatan publik menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kami siap menerima masukan dan laporan dari masyarakat. Pengawasan bersama akan membuat program ini semakin baik dan manfaatnya benar-benar sampai kepada penerima yang berhak,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, DPRD juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan, standar gizi, kebersihan, serta keamanan pangan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Efisiensi anggaran, menurutnya, tidak boleh mengurangi kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Aksi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan.

Setelah menyampaikan tuntutan dan memperoleh tanggapan dari DPRD, massa membubarkan diri secara damai.

Aliansi Masyarakat Jambi berharap pemerintah pusat dan daerah dapat terus menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat pengawasan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.(*)




Anak Kurang Mampu Bisa Khitan Gratis di Puskesmas, Ini Program Baru Wali Kota Maulana

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Jambi Maulana resmi meluncurkan Program Khitan Gratis Sepanjang Masa, sebuah layanan kesehatan yang memungkinkan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan layanan khitan tanpa biaya kapan saja sepanjang tahun.

Peluncuran program tersebut dilakukan di Puskesmas Pakuan Baru, Sabtu 6 Juni 2026, sebagai hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Kesehatan dan Baznas Kota Jambi.

Melalui program ini, masyarakat tidak lagi harus menunggu kegiatan khitanan massal yang biasanya hanya digelar pada momen tertentu.

Cukup dengan membawa surat keterangan dari RT setempat dan memenuhi persyaratan kesehatan, anak-anak dapat langsung memperoleh layanan khitan secara gratis di puskesmas.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera.

“Setiap anak yang memenuhi syarat kesehatan dapat langsung mendapatkan layanan khitan gratis. Seluruh biaya ditanggung Baznas Kota Jambi sehingga masyarakat tidak perlu terbebani biaya tambahan,” kata Maulana.

Menurutnya, layanan Khitan Gratis Sepanjang Masa telah tersedia di seluruh puskesmas yang berada di wilayah Kota Jambi. Dengan sistem tersebut, masyarakat bisa memilih fasilitas kesehatan terdekat tanpa harus datang ke lokasi tertentu.

Maulana menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi Kota Jambi Bahagia yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

Selain membahas program khitan gratis, Maulana juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk gerakan kebersihan lingkungan yang saat ini terus digencarkan Pemkot Jambi.

Untuk tahap awal, program Khitan Gratis Sepanjang Masa menargetkan 160 anak penerima manfaat hingga akhir tahun 2026.

Namun jumlah tersebut masih dapat bertambah apabila kebutuhan masyarakat meningkat.

“Kami siap melakukan evaluasi dan penambahan kuota apabila jumlah peminat melebihi target yang telah ditetapkan. Yang terpenting, program ini benar-benar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III Baznas Kota Jambi Sunandar menjelaskan program tersebut menjadi bagian dari Program Jambi Sehat yang selama ini dijalankan Baznas untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan.

Menurutnya, selain khitan gratis, Baznas juga telah menyalurkan berbagai bantuan kesehatan seperti alat bantu dengar, kursi roda, bantuan pengobatan hingga kebutuhan kesehatan lainnya bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami ingin memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dapat kembali dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” kata Sunandar.

Program Khitan Gratis Sepanjang Masa mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Swadmi, warga Kelurahan Bakung Jaya yang anaknya menjadi peserta program tersebut.

Ia mengaku sangat terbantu karena proses pendaftaran berlangsung mudah dan tidak membutuhkan waktu lama.

Setelah mendapatkan informasi dari lingkungan RT, seluruh persyaratan dapat diselesaikan dalam waktu singkat sebelum diarahkan ke fasilitas kesehatan.

“Program ini sangat membantu masyarakat. Kami tidak perlu memikirkan biaya khitan anak karena semuanya sudah difasilitasi pemerintah dan Baznas,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Program Khitan Gratis Sepanjang Masa, Pemerintah Kota Jambi berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

Sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh warga.(*)




Bunda PAUD Nadiyah Ajak Orang Tua Cegah Stunting Lewat Program Gentala

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menyiapkan Generasi Emas 2045 kembali diperkuat melalui peluncuran program Gerakan Edukasi, Nutrisi, Tumbuh Kembang, dan Literasi Anak (Gentala) Kota Jambi Bahagia.

Program tersebut resmi diluncurkan oleh Bunda PAUD Kota Jambi, dr. Nadiyah, Sp.OG, di Taman Kongkow Kota Jambi, Kamis 4 Juni 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pendidikan anak usia dini.

Peluncuran ini mengusung tema “Bersama Gentala Kota Jambi Bahagia Mewujudkan Anak Jambi yang Cerdas, Sehat, Literasi, Berkarakter, dan Bebas Stunting” sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Kesehatan Kota Jambi, Dinas Pendidikan, HIMPAUDI, IGTKI, para Bunda PAUD, guru PAUD, serta orang tua dan anak-anak PAUD dari berbagai wilayah di Kota Jambi.

Bunda PAUD Kota Jambi, Nadiyah, menegaskan bahwa program Gentala bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga orang tua.

“Program ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pokja Bunda PAUD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga perangkat daerah lainnya. Semua bergerak bersama untuk memastikan anak-anak Kota Jambi tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujar Nadiyah.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama Gentala adalah penguatan literasi anak melalui pendekatan yang menyenangkan seperti mendongeng dan storytelling, yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Selain literasi, aspek gizi juga menjadi perhatian utama dalam program ini.

Nadiyah mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi anak, terutama protein hewani yang mudah didapat dan bernilai gizi tinggi seperti ikan.

“Saya mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak. Ikan merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau dan sangat baik untuk tumbuh kembang anak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penurunan angka stunting di Kota Jambi menjadi target penting dalam mendukung visi besar Generasi Emas 2045.

Dengan anak-anak yang sehat dan cerdas, diharapkan mereka dapat tumbuh tanpa hambatan kesehatan maupun perkembangan.

Selain peluncuran program, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan tumbuh kembang anak, cek kesehatan orang tua, penguatan literasi PAUD, parenting pencegahan stunting, serta kegiatan mendongeng dan story telling yang melibatkan anak-anak secara langsung.

Melalui program Gentala Kota Jambi Bahagia, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat memperkuat fondasi pendidikan dan kesehatan anak sejak dini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.(*)




Antisipasi Lonjakan Kasus Campak 2026! Imunisasi MR di Jambi Diperkuat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kasus campak sepanjang 2026.

Langkah ini merespons Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/1077/2026 terkait kewaspadaan dini terhadap penyakit tersebut.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mengimbau seluruh kabupaten dan kota untuk mempercepat program imunisasi campak rubela (MR).

Khususnya pada anak-anak sesuai jadwal, mulai usia 9 bulan, 18 bulan, hingga usia pra-sekolah dan sekolah dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana, menegaskan pentingnya edukasi masyarakat mengenai gejala awal campak, seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan mata merah.

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala tersebut,” ujarnya.

Selain imunisasi rutin, pemerintah memastikan stok vaksin MR tetap aman di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, sambil memperketat sistem pelaporan kasus.

Dugaan kasus campak wajib dilaporkan dalam waktu 24 jam.

Apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), langkah cepat berupa imunisasi massal (Outbreak Response Immunization) akan dilakukan maksimal tujuh hari setelah status KLB ditetapkan.

Rumah sakit pemerintah maupun swasta juga diminta meningkatkan deteksi dini dan penanganan pasien sesuai standar, termasuk isolasi minimal tujuh hari sejak munculnya ruam dan pemberian vitamin A.

Selain itu, masyarakat diingatkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain menjaga kebersihan, konsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit.

Pelaporan cepat kepada RT, RW, kelurahan, atau puskesmas akan membantu penanganan lebih cepat.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran campak di Jambi, serta memastikan kesehatan anak-anak tetap terjaga.(*)




Perkuat Kepedulian Sosial, Wali Kota Jambi Salurkan Santunan Bagi Anak Yatim dan Prasejahtra

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama BAZNAS Kota Jambi menyalurkan santunan langsung kepada anak-anak kurang mampu dan yatim piatu di Rumah Singgah Gerakan Muda Relawan Bina Demokrasi (REBIDSI), Jumat (03/04/2026).

Lokasi kegiatan berada di Jalan Sunan Giri RT 36, Perumahan Guru No. 4 Gang 1, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Bantuan Tidak Hanya Materi, Tapi Pendidikan

Wali Kota Jambi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak sekadar berupa materi, melainkan juga pembinaan pendidikan, baik umum maupun keagamaan.

“Kami hadir untuk memberikan perhatian kepada anak-anak kita, khususnya yang berada di rumah singgah, anak-anak kurang mampu, dan anak yatim. Mari kita tingkatkan kepedulian bersama agar mereka mendapatkan pendidikan yang baik,” ujar Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Jambi, Fakhrudin, menyampaikan bahwa penyaluran santunan merupakan bagian dari program “Jambi Kota Peduli”.

Kali ini sebanyak 34 paket bantuan diserahkan, masing-masing senilai Rp300.000, dengan total dana Rp10.200.000, yang berasal dari infak masyarakat Kota Jambi.

“Bantuan ini melalui proses verifikasi ketat agar tepat sasaran. Program lanjutan juga sedang dipersiapkan menjelang tahun ajaran baru, termasuk perlengkapan sekolah, pembayaran tunggakan, dan bantuan berobat,” tambah Fakhrudin.

Rumah Singgah REBIDSI: Pusat Pendidikan dan Pembinaan Sosial

Pengelola Rumah Singgah REBIDSI, Hermiati, menyebutkan kegiatan saat ini melibatkan 22 anak yatim dan yatim piatu, termasuk 3 anak penghafal Al-Qur’an dan 3 mualaf.

Anak-anak tersebut aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid selama Ramadan yang tersebar di enam kecamatan Kota Jambi.

Selain santunan, program ini mendukung pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan wajib belajar 12 tahun, serta mengembangkan kegiatan sosial seperti rumah singgah, pendampingan lansia, dan pemberdayaan UMKM.

Organisasi ini berdiri sejak 2015 dan memiliki badan hukum resmi sejak 2017.

Ke depan, REBIDSI berencana membangun rumah singgah terpadu yang juga menjadi pusat produksi dan pemasaran UMKM serta pembinaan sosial untuk masyarakat terdampak KDRT dan anak terlantar.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Masa Depan Generasi Muda

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, BAZNAS, dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian sosial demi masa depan anak-anak yang lebih baik, sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia”.(*)




Bukan Sekadar Pendek, Ini Dampak Serius Stunting bagi Masa Depan Anak

SEPUCUKJAMBI.ID – Stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Masalah ini tidak hanya menyangkut tinggi badan anak yang berada di bawah standar usianya, tetapi juga berkaitan dengan kualitas tumbuh kembang anak secara menyeluruh, mulai dari kesehatan fisik, kecerdasan, hingga kesiapan menghadapi masa depan.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama.

Periode paling krusial terjadinya stunting adalah 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Pada fase ini, otak dan organ tubuh berkembang sangat cepat dan menentukan kualitas hidup anak di kemudian hari.

Sayangnya, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa stunting disebabkan faktor keturunan.

Padahal, faktor genetik hanya berpengaruh kecil. Penyebab utama stunting justru berasal dari kurangnya asupan gizi seimbang, minimnya protein hewani, serta pola asuh yang belum optimal sejak dini.

Selain faktor gizi, lingkungan dan kondisi sosial turut berperan besar. Akses air bersih yang terbatas, sanitasi yang buruk, serta rendahnya pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak meningkatkan risiko infeksi berulang.

Infeksi yang sering terjadi pada anak dapat menghambat penyerapan nutrisi, sehingga pertumbuhan pun terhambat.

Dampak stunting tidak hanya terlihat secara fisik. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki sistem imun lebih lemah, sehingga lebih mudah sakit.

Selain itu, perkembangan kognitifnya berisiko terganggu, yang berdampak pada kemampuan belajar, konsentrasi, dan prestasi akademik.

Dalam jangka panjang, stunting dapat menurunkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Upaya pencegahan stunting seharusnya dimulai sejak sebelum kehamilan. Calon ibu perlu memastikan status gizi yang baik, termasuk kecukupan zat besi, asam folat, protein, dan mikronutrien lainnya.

Pemeriksaan kesehatan rutin sebelum dan selama kehamilan menjadi langkah penting untuk memastikan janin tumbuh optimal.

Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan fondasi utama pencegahan stunting. ASI mengandung nutrisi lengkap dan antibodi yang melindungi bayi dari infeksi.

Setelah itu, MPASI harus diberikan secara bertahap dengan menu yang beragam, bergizi seimbang, dan sesuai usia anak.

Protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan susu memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan otak anak.

Kombinasi protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral harus menjadi bagian dari menu harian anak.

Tak kalah penting, lingkungan yang bersih dan sehat menjadi faktor pendukung utama.

Kebiasaan mencuci tangan, penggunaan air bersih, sanitasi layak, serta imunisasi lengkap membantu mencegah penyakit infeksi yang dapat memperburuk risiko stunting.

Stunting memang bukan masalah yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Namun, dengan edukasi yang tepat, keterlibatan aktif orang tua, serta dukungan dari lingkungan dan layanan kesehatan, angka stunting dapat ditekan secara signifikan.

Menjaga tumbuh kembang anak sejak dini merupakan investasi jangka panjang demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.(*)




Kapolda Jambi Ajak Semua Pihak Bersinergi Dukung Program SPPG

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Provinsi Jambi.

Groundbreaking SPPG Polri dilakukan secara serentak di Polsek Telanaipura pada Senin, 29 Desember 2025.

Program ini menjadi bagian dari arahan Kapolri dan Asta Cita keempat Presiden RI untuk memastikan pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita.

“Melalui dapur sehat bergizi ini, setiap anak tanpa terkecuali dapat menikmati makanan sehat dan bergizi di sekolah. Program ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia emas,” ujar Kapolda Jambi.

Saat ini, Polda Jambi dan Polres jajaran memiliki 26 unit SPPG, dengan 9 unit telah beroperasi, 2 dalam tahap persiapan operasional, 4 dalam tahap pembangunan, dan 11 unit sedang tahap groundbreaking.

Total penerima manfaat mencapai 71.704 orang.

Kapolda Jambi menambahkan, target pembangunan SPPG secara bertahap adalah 100 unit pada tahun 2025, dengan cakupan penerima manfaat lebih dari 100 ribu orang.

Ia menegaskan, kelebihan unit dari target awal 22 unit merupakan capaian positif demi kepentingan masyarakat.

Selain itu, Kapolda mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder, untuk bersinergi demi keberlanjutan program SPPG.

Ia berharap dapur sehat bergizi ini menjadi contoh standar kesehatan yang baik bagi seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Jambi.

“Terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Mari bersama-sama menjadikan dapur SPPG ini bermanfaat bagi anak-anak dan ibu hamil di Provinsi Jambi,” tutup Irjen Krisno.(*)




Hari Bela Negara 2025 di Merangin, 18 Penerima Penghargaan Genting Diganjar Penghormatan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin memperingati Hari Bela Negara ke-77 tahun 2025 dengan khidmat di halaman Kantor Dinas Kominfo, Jumat (19/12).

Upacara ini dipimpin oleh Wakil Bupati Merangin A. Khafidh yang mewakili Bupati M. Syukur, sekaligus menyerahkan penghargaan kepada 18 tokoh dan instansi yang berkontribusi dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Upacara mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju” dan diikuti oleh jajaran TNI, Polri, serta ASN di lingkup Pemkab Merangin, termasuk jajaran Forkopimda dan para Kepala OPD.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wabup membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, menekankan pentingnya kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan kolektif untuk menghadapi tantangan modern seperti perang siber, disrupsi teknologi, dan bencana alam.

Presiden juga menyoroti wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang menghadapi bencana alam, menegaskan peran mereka sebagai pilar sejarah bela negara dan pondasi persatuan bangsa.

Sebagai bentuk implementasi bela negara, Pemkab Merangin memberikan penghargaan Genting kepada 18 penerima dari berbagai lini.

Termasuk instansi pemerintah, pihak swasta, dan kepala desa, atas dedikasi mereka dalam menekan angka stunting di Kabupaten Merangin.

Daftar penerima penghargaan Genting meliputi:

  1. DPPKB Merangin (drg. H. Sony Propesma, MPH)

  2. BAZNAS Kabupaten Merangin

  3. PT Sari Aditya Loka (SAL)

  4. Pahala Junior Pasaribu

  5. Ir. Fajarman, M.Sc

  6. Suyanto (Kades Tanah Abang)

  7. Ismail (Kades Sungai Udang)

  8. Sofwan (Kades Karang Anyar)

  9. Amrun (Kades Lubuk Bumbun)

  10. Tulus (Kades Tanjung Rejo)

  11. Priyanto (Kades Sumber Agung)

  12. Muhazir (Kades Sidorukun)

  13. Puskesmas Muara Delang

  14. Zahendra (TU Puskesmas Muara Delang)

  15. PKK Desa Bungo Antoi

  16. PKK Desa Muara Delang

  17. Ades (Seringat Kec. Sungai Manau)

  18. Supardi (Kades Sukerejo)

Upacara Hari Bela Negara di Merangin sekaligus menjadi momen apresiasi bagi tokoh dan instansi yang aktif mendorong kesehatan masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya semangat bela negara dalam tindakan nyata.(*)




LPKA Muara Bulian dan PDGI Gelar Edukasi Kesehatan Gigi untuk Anak Binaan

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Batang Hari menggelar kegiatan skrining dan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi Anak Binaan, Rabu (11/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA ini diikuti oleh 60 Anak Binaan dan didukung oleh 8 dokter gigi yang memberikan pelayanan kesehatan sekaligus penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Agenda diawali dengan sesi edukasi tentang cara mencegah penyakit gigi, kemudian dilanjutkan demonstrasi teknik menyikat gigi yang baik dan benar.

Anak Binaan juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung cara menyikat gigi dengan bimbingan dokter gigi.

“Kegiatan pemeriksaan gigi gratis ini merupakan tindak lanjut PKS yang telah kami tandatangani sebelumnya. Kami berterima kasih atas dukungan PDGI Cabang Batang Hari yang membantu perawatan kesehatan anak binaan,” ujar Kasogi, Kepala LPKA Kelas II Muara Bulian.

Sementara itu, Ketua PDGI Cabang Batang Hari, Prabowo, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan LPKA Muara Bulian.

“Kegiatan ini akan kami laksanakan secara berkala untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masyarakat, termasuk anak binaan di lapas,” ujarnya.

Selain edukasi, skrining awal dan pemeriksaan kondisi gigi dilakukan langsung, sehingga setiap anak mendapatkan perhatian individual sesuai kebutuhan kesehatan masing-masing.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan praktik kesehatan gigi dan mulut sejak dini bagi Anak Binaan.(*)