Cara Bayar Zakat Fitrah dan Fidyah 2026 di Kota Jambi, Simak Takaran dan Nilainya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi, bersama Kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, dan BAZNAS Kota Jambi, menetapkan standar Zakat Fitrah dan Fidyah untuk tahun 1447 H/2026 M.

Keputusan ini diumumkan usai rapat koordinasi di Aula Kemenag Kota Jambi, Senin (23/2/2026).

 Standar ini dibuat untuk memudahkan umat Islam menunaikan kewajiban zakat dan fidyah secara tepat dan adil.

Standar Zakat Fitrah Kota Jambi 1447 H/2026 M

  1. Zakat Fitrah berbentuk makanan pokok (beras)

    • Takaran: 1 Sho’ per orang = ±2,5 Kg beras

    • Ikhtiar (kehati-hatian): disarankan 2,8 Kg per orang

    • Acuan Madzhab Syafi’i sesuai PMA No. 52/2014

  2. Zakat Fitrah berbentuk uang (berdasarkan Madzhab Hanafi)

    • Beras kualitas tinggi: 3,2 Kg x Rp 18.000 = Rp 57.600 per orang

    • Beras kualitas sedang: 3,2 Kg x Rp 16.000 = Rp 51.200 per orang

    • Beras kualitas rendah: 3,2 Kg x Rp 12.500 = Rp 40.000 per orang

Masyarakat dianjurkan menyalurkan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap masjid, musholla, atau langgar, yang telah disahkan BAZNAS Kota Jambi

. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Reza (085266369778).

Ketentuan Fidyah Puasa

Fidyah dibayarkan bagi orang yang tidak dapat berpuasa karena:

  1. Sakit permanen dan tidak mungkin sembuh

  2. Pekerjaan berat yang tidak memungkinkan berpuasa

  3. Orang yang pikun atau kehilangan ingatan

Besar fidyah:

  • Uang: Rp 39.000 per hari

  • Makanan: Memberi makan fakir miskin 3 kali sehari untuk 1 orang

Rujukan Fiqih

Beberapa kitab fiqih dijadikan rujukan penetapan standar zakat fitrah dan fidyah ini, antara lain:

  • Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab (Imam Nawawi)

  • Raudlotuth-thalibin (Imam Nawawi)

  • Al-Hawi al-Kabiir (Imam Mawardi)

  • Al-Mughni (Ibn Qudamah)

  • Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashiid (Ibn Rusy)

  • Al-Fiqh al-Islamy Wa Adillatuhu (Syekh Wahbah az-Zuhaily)

  • Al-Makaayiil wal Mawaazin asy-Syar’iyyah (Syekh ‘Ali Jum’ah)

  • Attaqrirat Assadidat fii Almasai’ly Al mufidah (Sayyid Hasan bin Ahmad Al-Kaff)

Penetapan standar ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat menunaikan zakat fitrah dan fidyah, serta memastikan ibadah berjalan lancar dan sesuai syariat.(*)




Wali Kota Jambi Apresiasi Aksioma: Madrasah Bentuk Generasi Berkarakter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ajang tahunan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) kembali digelar pada Sabtu, 20 September 2025, bertempat di MTs Laboratorium UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Kompetisi tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Jambi ini merupakan Aksioma ke-2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jambi dengan dukungan penuh dari Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin.

Tercatat sebanyak 35 MTs dari seluruh penjuru Kota Jambi ikut serta dalam kompetisi ini. Masing-masing madrasah mengirimkan siswa-siswi terbaiknya, dengan total peserta mencapai 1.300 siswa.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tamu kehormatan, seperti perwakilan dari Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Aksioma.

Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebagai wadah penting untuk menunjukkan kompetensi, kreativitas, dan potensi siswa-siswi madrasah.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Aksioma menunjukkan bahwa siswa-siswi MTs memiliki kreativitas dan kompetensi luar biasa. Madrasah adalah bagian penting dari sistem pendidikan kita,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan umum, termasuk hukum.

Menurutnya, hal ini penting untuk membentuk generasi yang berkarakter kuat dan memiliki integritas, demi meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan madrasah. Aksioma dinilai sebagai salah satu indikator positif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Jambi.

Pemerintah berharap Aksioma dapat menjadi kegiatan rutin yang berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antar madrasah serta menjadi ruang lahirnya generasi berprestasi dan inovatif di Kota Jambi.(*)