Kuota Haji Jambi 2026 Naik Jadi 3.276 Orang, Calon Jemaah Diminta Segera Urus Paspor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi mengumumkan adanya peningkatan kuota haji untuk tahun 2026.

Jumlah kuota yang sebelumnya hanya 2.909 jemaah kini bertambah signifikan menjadi 3.276 jemaah, memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat Jambi untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi tahap kedua untuk memastikan nama-nama calon jemaah yang masuk dalam kuota terbaru.

“Proses ini dilakukan karena adanya peningkatan kuota jemaah haji Provinsi Jambi dari 2.909 menjadi 3.276 orang,” kata dia.

“Daftar nama belum diterbitkan, tetapi dari kuota yang tersedia sudah dapat diperkirakan siapa saja jemaah yang berangkat,” ujarnya.

Calon jemaah yang diproyeksikan masuk daftar keberangkatan sudah diminta untuk segera membuat paspor.

Pembuatan paspor dilakukan dengan pendampingan langsung dari petugas demi memastikan keakuratan dokumen.

“Kita sudah meminta calon jemaah untuk membuat paspor didampingi petugas, agar tidak ada kesalahan data,” jelas Wahyudi.

Selain itu, proses rekam bio visa yang menjadi syarat utama keberangkatan juga telah berjalan di seluruh kabupaten/kota dan kini mencapai sekitar 75 persen.

Tahapan penting lainnya adalah istithoah kesehatan, yaitu pemeriksaan medis yang wajib dipenuhi jemaah sebelum melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat ketatnya aturan Pemerintah Arab Saudi terkait kesehatan fisik jemaah.

“Pemeriksaan kesehatan menjadi aspek penting. Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dan segera melengkapi dokumen kesehatan,” tegasnya.

Dengan tambahan kuota dan serangkaian tahapan yang masih berlangsung, Kanwil Kemenag Jambi berharap seluruh proses bisa diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur.

“Kami berharap semua tahapan dapat diselesaikan dengan baik agar keberangkatan jemaah asal Jambi tahun 2026 berlangsung lancar dan aman,” kata Wahyudi.

Peningkatan kuota ini diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat Jambi yang telah lama menunggu giliran keberangkatan haji, sekaligus mendorong percepatan pelayanan administrasi dan kesehatan bagi seluruh calon jemaah.(*)




Tanam Pohon Bodhi di Jambi, Menag Nasaruddin Simbolkan Toleransi Antaragama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, memberikan pembinaan langsung kepada para ASN Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jambi, Minggu (29/6) di Asrama Haji Jambi.

Dalam arahannya, Menag menegaskan bahwa agama tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

“Agama itu untuk menyejukkan, bukan membuat panas. Kita harus berhenti bersikap kaku dan mudah menghakimi,” ujarnya di hadapan ratusan ASN.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat moderasi beragama di Jambi.

Menag juga menyampaikan pentingnya peran imam masjid dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat majemuk.

“Imam bukan sekadar pemimpin salat. Ia panutan, penengah, dan penjaga kedamaian di lingkungannya,” tambahnya.

Dalam acara yang berlangsung hangat tersebut, Menag turut melantik pengurus IPIM (Ittihadul Persaudaraan Imam Masjid) wilayah Jambi, mengukuhkan tokoh muda lintas agama, serta menyaksikan deklarasi kerukunan antar tokoh agama.

Sebagai penutup, Menag menanam Pohon Bodhi di halaman Asrama Haji Jambi. Aksi ini menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Dr. H. Muhammad Zain, serta tokoh lintas agama di Jambi.(*)




Kemenag Ingatkan Calon Haji Kota Jambi, Jaga Kesehatan Jelang Keberangkatan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 706 calon jamaah haji asal Kota Jambi memulai pelaksanaan manasik haji sebagai persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Kegiatan pembekalan ini merupakan tahapan awal dari rangkaian manasik yang difasilitasi Kementerian Agama.

Manasik haji tingkat kota ini digelar selama dua hari sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya di tingkat kecamatan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto, saat membuka kegiatan di Jambi, Rabu (9/4/2025).

“Setelah ini akan ada delapan kali manasik lanjutan di kecamatan, dan terakhir saat calon jamaah memasuki asrama,” jelas Mahbub.

Mahbub juga mengingatkan bahwa ibadah haji adalah ibadah yang memerlukan kesiapan fisik. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh calon jamaah haji untuk menjaga kondisi tubuh sejak dini.

“Pola hidup sehat harus mulai dijaga, terutama bagi jamaah yang memiliki penyakit bawaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Jambi, Abd Rahman, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan manasik ini diselenggarakan secara gratis dan wajib diikuti oleh seluruh calon jamaah.

“Manasik ini sangat penting agar jamaah memahami seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Harapannya, semua calon jamaah dapat berangkat dalam kondisi sehat dan siap,” ujar Rahman.

Dari total 706 orang calon jamaah, terdiri dari 300 pria dan 406 wanita. Jamaah tertua tercatat berusia 93 tahun, sementara yang termuda berusia 18 tahun. Para calon haji ini berasal dari berbagai kategori, yakni:

  • 605 orang dari kuota urut porsi, penggabungan mahram, dan pendamping lansia

  • 15 orang mutasi

  • 86 orang cadangan

Rahman menyebutkan jumlah akhir calon jamaah bisa saja mengalami perubahan hingga batas akhir pelunasan pada 17 April 2025 mendatang.

Berdasarkan data Kemenag, jamaah haji asal Kota Jambi paling banyak berasal dari Kecamatan Kota Baru dengan jumlah 233 orang. Disusul oleh:

  • Kecamatan Jambi Selatan: 143 orang

  • Paal Merah: 143 orang

  • Telanaipura: 143 orang

  • Jelutung: 94 orang

  • Jambi Timur: 68 orang

  • Danau Teluk: 11 orang

  • Pelayangan: 10 orang

  • Pasar Jambi: 6 orang

Kemenag berharap seluruh calon jamaah memanfaatkan momen manasik haji ini untuk belajar dan memahami tata cara ibadah haji secara menyeluruh agar dapat menjalankannya dengan lancar di Tanah Suci.(*)