500 Anggota Pramuka Dilibatkan, Kemas Faried: Ini Edukasi Nyata Ketahanan Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan mendapat sorotan dari Ketua Kwarcab Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alferelly yang mengapresiasi keterlibatan ratusan anggota Pramuka dalam kegiatan tanam padi gogo di Kota Jambi.

Menurut Faried, inisiatif yang dilakukan Kelompok Tani Kasturi menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan tidur di kawasan perkotaan menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomis.

“Kami sangat mengapresiasi Kelompok Kasturi yang telah menginisiasi pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan kelompok tani tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang luas, khususnya bagi generasi muda.

“Harapannya, lokasi ini bisa menjadi ruang edukasi, termasuk bagi anak usia dini, serta mendorong budaya pemanfaatan lahan sempit di perkotaan agar memiliki nilai ekonomis,” tambahnya.

Kegiatan tanam padi gogo yang digelar oleh Pemerintah Kota Jambi di Kelompok Tani Kasturi tersebut juga melibatkan sekitar 500 anggota Pramuka Kota Jambi yang turun langsung ke lapangan, Sabtu (11/04/2026).

Keterlibatan Pramuka ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan sekaligus mengajak mereka aktif dalam kegiatan produktif.

Sementara itu, Maulana menyebut Kelompok Tani Kasturi memiliki keunikan karena anggotanya berasal dari berbagai latar belakang dan bukan petani profesional, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap pertanian.

“Lahan yang dimanfaatkan merupakan lahan tidur yang sebelumnya tidak produktif, dan kini bisa memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Maulana juga melihat potensi kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi agrowisata berbasis edukasi di tengah kota.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi daerah melalui peningkatan produksi komoditas, khususnya padi.

Dengan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan Pramuka, diharapkan gerakan ini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga siap berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan.(*)




Maulana Dorong Pertanian Perkotaan di Jambi, Kolaborasi Lintas Profesi Dinilai Efektif Jaga Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana mendorong penguatan pertanian perkotaan sebagai solusi menjaga ketahanan pangan daerah.

Upaya tersebut dinilai efektif diterapkan di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan, salah satunya melalui model yang dikembangkan Kelompok Tani Kasturi.

Maulana menilai Kelompok Tani Kasturi memiliki pendekatan berbeda karena melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ASN, pelaku usaha, hingga warga dengan latar belakang nonpetani.

Kolaborasi lintas profesi ini mampu mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area pertanian bernilai ekonomi.

“Ini contoh bagus. Mereka melihat lahan tidur di lingkungan perkotaan, lalu bekerja sama dengan pemilik lahan untuk dikelola bersama. Pendekatan seperti ini bisa direplikasi di banyak tempat,” kata Maulana.

Menurutnya, tantangan pertanian di kawasan kota bukan hanya soal keterbatasan lahan, tetapi juga minimnya jumlah petani. Namun, dengan inovasi dan pendampingan dari penyuluh pertanian, masyarakat umum tetap bisa terlibat dalam aktivitas pertanian.

Maulana menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan isu strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan global, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs).

Oleh karena itu, inisiatif pertanian perkotaan perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada wilayah pedesaan. Kota juga harus berkontribusi, dan model seperti ini menjadi solusi nyata,” ujarnya.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, kawasan pertanian perkotaan tersebut juga dinilai memiliki nilai edukatif.

Anak-anak dan generasi muda dapat mengenal proses bercocok tanam secara langsung, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.

“Ini bisa menjadi sarana edukasi pertanian bagi anak-anak kota yang selama ini jauh dari aktivitas menanam,” tambah Maulana.

Lebih jauh, Pemkot Jambi melihat peluang pengembangan kawasan pertanian perkotaan sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

Integrasi antara pertanian, wisata edukasi, dan usaha mikro diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sebagai tindak lanjut, Maulana memastikan Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pertanian akan menjadikan Kelompok Tani Kasturi sebagai model pengembangan pertanian perkotaan.

Konsep tersebut akan didokumentasikan dan disiapkan untuk diterapkan di wilayah lain.

“Banyak lahan di kawasan perumahan yang belum dimanfaatkan maksimal. Ini bisa menjadi peluang bersama asalkan ada kemauan dan kolaborasi,” pungkasnya.(*)