Penemuan Mayat di Pabrik PT BAS Bungo Bikin Warga Geger!

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Dusun Senamat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di area pabrik milik PT BAS, Minggu pagi (3/5/2026).

Korban diketahui berinisial HS (29), seorang sopir asal Dusun Sungai Tembang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di area bak dump truck.

Berdasarkan keterangan saksi, pada malam sebelumnya korban sempat berbincang santai dan makan bersama sebelum beristirahat di kendaraan masing-masing.

Situasi berubah pada dini hari ketika saksi terbangun akibat suara ketukan dari arah kendaraan.

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan setempat.

Pihak manajemen perusahaan, perangkat lingkungan, serta warga langsung mendatangi lokasi sebelum akhirnya menghubungi aparat kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Pelepat Charlos Sihombing langsung mengerahkan personel bersama tim identifikasi dari Polres Bungo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Setelah proses awal selesai, jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Dusun Sungai Tembang menggunakan ambulans.

Dari informasi yang beredar di lapangan, korban diduga mengalami tekanan pribadi. Namun demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Plt Kasi Humas Polres Bungo, Bambang JM, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah menyarankan dilakukan pemeriksaan medis lanjutan di rumah sakit.

Namun, keluarga korban memilih untuk tidak melanjutkan proses tersebut dan telah membuat pernyataan resmi.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk melengkapi data serta memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut.(*)




5 Bedeng Ludes Terbakar di Jambi, Kadis Damkar Ungkap Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Jalan H Adam Malik, Lorong Beringin IV, Kelurahan Tehok, Kecamatan Jambi Selatan, Senin (30/3/2026) pagi.

Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya lima unit bedeng permanen dan berdampak pada sejumlah warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 09.16 WIB dan langsung bergerak cepat ke lokasi.

Tim tiba dalam waktu 9 menit setelah laporan diterima. Kami langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas,” ujarnya.

Sebanyak 40 personel diterjunkan dalam operasi tersebut, didukung berbagai armada mulai dari mobil komando, unit tempur, hingga kendaraan suplai air.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 40 menit hingga api berhasil dikendalikan.

Menurut Mustari, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang dan menyambar bangunan di sekitarnya yang mudah terbakar.

Kronologi kejadian bermula saat salah satu warga melihat kobaran api dari bedeng di sebelah rumahnya.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, namun api justru semakin membesar.

Petugas damkar juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada.

Selain itu, banyak warga yang berkerumun dan melakukan siaran langsung di media sosial di lokasi kejadian.

Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menghalangi proses pemadaman, apalagi melakukan live di dekat lokasi karena bisa membahayakan diri sendiri dan mengganggu petugas,” tegas Mustari.

Dalam insiden ini, satu orang warga dilaporkan mengalami syok dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan.

Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.()