Tak Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Keluarga Warga Thehok yang Tewas Tersengat Listrik Dibantu Pemkot

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Musibah kecelakaan kerja akibat sengatan listrik merenggut nyawa Supardi bin Ahmad Saroji, warga RT 25, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan.
Supardi meninggal dunia setelah tersengat listrik ketika sedang membersihkan rumput pada Minggu 27 September 2026.
Sehari setelah kabar duka tersebut, Pemerintah Kota Jambi turun langsung menemui keluarga korban. Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha mendatangi rumah duka belum lama ini.
Kedatangan jajaran Pemkot Jambi bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa. Pemerintah bersama Baznas Kota Jambi juga menyerahkan bantuan uang duka kepada keluarga almarhum.
Bantuan tersebut diterima oleh Khasanah, istri Supardi.
Supardi dilaporkan mengalami kecelakaan saat membersihkan rumput. Sengatan listrik membuat korban mengalami kondisi kritis.
Rekan korban yang berada di lokasi sempat melakukan upaya pertolongan. Namun, nyawa Supardi tidak berhasil diselamatkan. Korban meninggal dunia pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian Pemkot Jambi karena keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan setelah kehilangan anggota keluarga.
Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan duka cita kepada keluarga Supardi. Ia berharap keluarga dapat melewati masa berduka dengan kekuatan dan ketabahan.
“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Bapak Supardi hingga menyebabkan beliau meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Maulana.
Salah satu perhatian Pemkot Jambi dalam kasus tersebut adalah kondisi perlindungan sosial korban.
Maulana mengatakan, Supardi belum tercover dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kondisi itu membuat pemerintah bersama Baznas mengambil langkah untuk membantu keluarga korban melalui pemberian uang duka.
“Almarhum belum tercover BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, melalui kolaborasi pemerintah kota bersama Baznas, kami memberikan bantuan uang duka sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada keluarga,” kata Maulana.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga setelah kehilangan pencari nafkah akibat musibah.
Respons Pemkot Jambi tidak berhenti pada bantuan uang duka. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada keluarga almarhum.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan administrasi kepada warga, termasuk ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi darurat atau musibah keluarga.
Dengan demikian, kunjungan jajaran Pemkot Jambi sekaligus menjadi momentum memastikan kebutuhan administratif keluarga korban tetap mendapat perhatian.
Maulana juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kesalahannya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah Pemkot Jambi, Kepala Baznas Kota Jambi Muhammad Fadli, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan kepada keluarga Supardi yang tengah menghadapi kehilangan sekaligus memastikan keluarga korban memperoleh bantuan dan pelayanan pemerintah setelah musibah.(*)