Jangan Salah! Ini Cara Mengatur Porsi Makan yang Benar Saat Diet

SEPUCUKJAMBI.ID – Masih banyak orang menganggap diet berarti mengurangi makan secara drastis atau bahkan melewatkan waktu makan.

Padahal, cara tersebut justru bisa berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.

Kunci utama menurunkan berat badan bukan sekadar makan lebih sedikit, melainkan mengatur porsi makan secara seimbang dan terukur.

Tubuh tetap membutuhkan nutrisi lengkap agar proses metabolisme dan pembakaran lemak berjalan optimal.

Diet yang terlalu ekstrem dapat memperlambat metabolisme, memicu rasa lapar berlebihan, hingga berisiko menyebabkan pola makan tidak terkontrol.

Mengapa Mengatur Porsi Itu Penting?

Mengatur porsi makan membantu menciptakan defisit kalori secara sehat tanpa membuat tubuh kekurangan energi.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang dibanding diet ketat yang sulit dipertahankan.

Salah satu metode sederhana yang bisa diterapkan adalah metode pembagian piring:

  • ½ piring diisi sayuran

  • ¼ piring protein

  • ¼ piring karbohidrat kompleks

Sayuran kaya serat membantu rasa kenyang lebih lama dengan kalori rendah.

Protein berperan menjaga massa otot selama proses diet. Sementara karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau oatmeal memberikan energi stabil tanpa lonjakan gula darah.

Jangan Lupakan Buah dan Lemak Sehat

Buah tetap penting dikonsumsi sebagai camilan sehat, sekitar satu hingga dua porsi per hari.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, atau minyak zaitun.

Lemak sehat membantu penyerapan vitamin serta memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga dapat mencegah makan berlebihan.

Contoh Menu Seimbang untuk Diet

Berikut gambaran menu harian yang bisa diterapkan:

  • Sarapan: oatmeal dengan potongan buah segar

  • Makan siang: nasi merah, ayam tanpa lemak, dan sayuran

  • Makan malam: ikan atau ayam panggang dengan salad

  • Camilan: yogurt rendah lemak atau buah

Selain komposisi makanan, kebiasaan makan juga memengaruhi keberhasilan diet.

Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengontrol porsi makan:

  • Makan secara perlahan agar tubuh sempat mengenali rasa kenyang

  • Gunakan piring berukuran lebih kecil untuk menghindari porsi berlebihan

  • Hindari makan sambil menonton televisi atau bermain ponsel

  • Pastikan minum minimal delapan gelas air putih per hari

Air putih membantu proses metabolisme sekaligus mengurangi keinginan makan berlebih yang sering kali dipicu rasa haus.

Konsultasi Jika Berat Badan Tak Kunjung Turun

Jika berat badan tidak turun meski sudah mengatur porsi makan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori dan kondisi metabolisme yang berbeda, sehingga pendekatan diet sebaiknya disesuaikan secara personal.

Diet yang sehat bukan tentang menyiksa diri, melainkan membangun pola makan cerdas dan berkelanjutan. Dengan porsi makan yang tepat, berat badan dapat turun secara sehat tanpa mengorbankan energi dan kesehatan tubuh.(*)




Mindful Eating, Solusi Makan Tenang di Tengah Kesibukan

SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah rutinitas padat, banyak orang makan sambil lalu sarapan sambil cek ponsel, makan siang di depan laptop, atau ngemil saat menonton.

Padahal, cara kita makan sangat memengaruhi kesehatan tubuh dan hubungan dengan makanan. Dari sinilah konsep mindful eating mulai populer.

Mindful eating adalah kebiasaan makan dengan penuh kesadaran, fokus pada pengalaman makan itu sendiri: rasa, tekstur, aroma, dan sinyal tubuh.

Tujuannya sederhana membantu kita lebih peka terhadap rasa lapar dan kenyang, sekaligus menikmati makanan tanpa rasa bersalah.

Berbeda dengan makan terburu-buru, mindful eating mengajak kita memperlambat ritme. Saat makan dengan tenang, otak memiliki waktu menerima sinyal kenyang dari tubuh.

Hasilnya, banyak orang merasa lebih mudah mengontrol porsi makan tanpa harus menghitung kalori.

Manfaat mindful eating bukan hanya soal berat badan. Kebiasaan ini juga memperbaiki hubungan emosional dengan makanan, membantu membedakan lapar fisik dan lapar emosional akibat stres, bosan, atau emosi tertentu.

Dengan cara ini, keputusan makan menjadi lebih sehat.

Selain itu, mindful eating bermanfaat bagi pencernaan. Mengunyah perlahan dan fokus saat makan membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Risiko kembung atau begah dapat berkurang karena tubuh tidak “dipaksa” mencerna makanan secara terburu-buru.

Penerapan mindful eating tidak sulit. Bisa dimulai dari hal sederhana: makan tanpa distraksi layar, memperhatikan rasa setiap suapan, atau berhenti sejenak sebelum mengambil tambahan porsi.

Konsistensi dan kesadaran adalah kuncinya.

Di era media sosial, mindful eating juga menjadi bentuk perlawanan terhadap budaya serba instan.

Alih-alih mengejar tren makanan viral, mindful eating mengajak kita kembali pada fungsi dasar makanan: memberi energi dan merawat tubuh.

Pada akhirnya, mindful eating bukan soal membatasi diri, melainkan menghargai apa yang kita makan.

Dengan perhatian penuh, makanan terasa lebih nikmat, tubuh lebih dihargai, dan hubungan kita dengan makanan menjadi lebih sehat dan seimbang.(*)