Usai Kebakaran Tanjung Raden, Wali Kota Jambi Maulana Ingatkan Warga Waspada Gas dan Listrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang melanda permukiman warga di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan potensi bahaya dari penggunaan gas dan listrik di rumah.

Wali Kota Jambi Maulana meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan rutin memeriksa kondisi regulator dan selang tabung gas serta memastikan instalasi listrik tetap aman.

Imbauan itu disampaikan Maulana saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu 13 September 2026, sehari setelah api melanda kawasan tersebut.

Menurut Maulana, langkah sederhana seperti memastikan tidak ada kebocoran gas dan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dapat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran.

“Selalu berhati-hati. Pastikan tidak ada kebocoran gas. Jangan menggunakan terlalu banyak colokan yang berpotensi menimbulkan percikan api,” ujar Maulana.

Ia juga meminta masyarakat tidak meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan listrik yang tidak diperlukan masih menyala.

“Jika akan meninggalkan rumah, pastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dimatikan atau dicabut,” lanjutnya.

Pesan tersebut disampaikan setelah kebakaran di Tanjung Raden berdampak terhadap empat rumah nonpermanen.

Dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapat penanganan medis akibat mengalami syok.

Berdasarkan laporan awal yang diterima pemerintah, kebakaran tersebut diduga bermula dari kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Api kemudian melanda kawasan permukiman yang sebagian bangunannya masih menggunakan material kayu.

Kondisi tersebut membuat risiko api merambat ke rumah lain menjadi lebih tinggi, terlebih permukiman di kawasan Seberang Kota Jambi relatif padat.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar. Kalau terjadi kebakaran, api bisa cepat merembet,” kata Maulana.

Karena itu, ia meminta kewaspadaan tidak hanya dilakukan setelah terjadi musibah.

Pemeriksaan terhadap sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran perlu menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Dari sisi penanganan, Maulana mengapresiasi gerak cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Petugas disebut tiba sekitar enam menit setelah menerima laporan kebakaran.

Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan 10 armada. Armada tersebut terdiri dari satu unit armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Dalam proses pemadaman hingga pendinginan, sekitar 60 ribu liter air digunakan untuk memastikan api benar-benar terkendali.

Kecepatan respons menjadi penting karena kawasan tersebut memiliki karakter permukiman padat dengan sejumlah bangunan berbahan kayu.

Selain persoalan material bangunan, akses menuju kawasan Seberang juga menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika terjadi kepadatan kendaraan di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II.

Evaluasi atas kejadian tersebut turut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan penguatan layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Pemerintah berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan dalam beberapa bulan mendatang.

Markas tersebut nantinya diharapkan memperkuat sistem dukungan antara Pelayangan dan Danau Teluk, termasuk dari sisi personel dan armada.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” ujar Maulana.

Dengan keberadaan markas yang lebih dekat, pemerintah berharap waktu respons terhadap kejadian kebakaran di wilayah Seberang dapat semakin cepat.

Di tengah penanganan pascakebakaran, BAZNAS Kota Jambi melalui program Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana turut bergerak membantu warga terdampak.

Sebanyak empat keluarga menerima bantuan tanggap darurat. Masing-masing keluarga memperoleh Rp2 juta sehingga total bantuan mencapai Rp8 juta.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Pemerintah juga akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap tingkat kerusakan untuk menghitung kebutuhan bantuan berikutnya, termasuk kebutuhan material bangunan untuk proses pemulihan.

Maulana berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap keamanan rumah.

Ia menekankan bahwa pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memeriksa regulator dan selang gas, memastikan tidak ada kebocoran, tidak membebani stopkontak dengan terlalu banyak colokan, serta mematikan atau mencabut peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.

“Mudah-mudahan ke depan kita berdoa tidak ada lagi bencana seperti ini,” pungkasnya.(*)




Lewat Jambi Kota Peduli, BAZNAS Kota Jambi Respons Cepat Korban Kebakaran Tanjung Raden

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musibah kebakaran yang menimpa warga RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, langsung mendapat respons melalui program Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana.

BAZNAS Kota Jambi turun langsung ke lokasi bersama Pemerintah Kota Jambi untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada empat keluarga yang terdampak kebakaran.

Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp2 juta per keluarga, sehingga total bantuan awal yang disalurkan mencapai Rp8 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan sehari setelah kebakaran, Minggu 13 September 2026, saat Wali Kota Jambi, Maulana bersama jajaran Pemkot Jambi meninjau kondisi warga di lokasi kejadian.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, M Padli, mengatakan kehadiran BAZNAS dalam situasi kebencanaan merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk memastikan masyarakat yang sedang tertimpa musibah mendapat perhatian dan bantuan sesegera mungkin.

“Melalui program Jambi Kota Peduli dan BAZNAS Tanggap Bencana, kami berupaya hadir secepat mungkin ketika masyarakat mengalami musibah. Bantuan ini memang merupakan bantuan awal, tetapi kami berharap dapat meringankan kebutuhan keluarga yang terdampak,” ujar M Padli.

Menurut Padli, penanganan korban bencana tidak berhenti pada penyerahan bantuan awal.

BAZNAS juga perlu melihat kondisi warga secara langsung agar kebutuhan pascakejadian dapat dipetakan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Kebakaran sendiri terjadi pada Sabtu 12 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedikitnya empat rumah nonpermanen terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua rumah lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Penyaluran bantuan BAZNAS menjadi bagian dari respons awal untuk membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan dasar setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Selain bantuan tunai, kondisi kerusakan rumah juga akan didata lebih lanjut. Pemerintah Kota Jambi nantinya akan menghitung kebutuhan material bangunan yang diperlukan dalam proses pemulihan.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan tanggap darurat untuk kebutuhan dasar. Dari BAZNAS diberikan bantuan Rp2 juta per keluarga, ada empat keluarga, sehingga total Rp8 juta,” kata Maulana.

Ia menambahkan, pendataan kerusakan akan dilakukan untuk melihat kebutuhan bantuan berikutnya, termasuk bahan bangunan yang diperlukan dalam proses rekonstruksi.

Di balik penyaluran bantuan kepada korban, kebakaran di Tanjung Raden juga menjadi perhatian Pemkot Jambi dari sisi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan Seberang.

Menurut Maulana, petugas Damkartan tiba sekitar enam menit setelah menerima laporan.

Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan 10 armada, terdiri dari satu armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Sekitar 60 ribu liter air digunakan selama proses pemadaman hingga pendinginan.

Kecepatan penanganan menjadi krusial karena sebagian rumah di kawasan tersebut masih menggunakan material kayu dan berada di lingkungan permukiman yang cukup padat.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar,” ujar Maulana.

Laporan awal menyebut kebakaran diduga bermula dari kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Namun, kondisi permukiman yang padat membuat api berpotensi dengan cepat merambat ke bangunan lain.

Kebakaran tersebut sekaligus mendorong Pemkot Jambi memperkuat layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Pemkot berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan dalam beberapa bulan ke depan.

Markas tersebut nantinya diharapkan memperkuat sistem bantuan antara Kecamatan Pelayangan dan Danau Teluk.

Dengan penempatan personel dan armada yang lebih dekat, waktu tempuh menuju lokasi kebakaran di kawasan Seberang diharapkan dapat ditekan.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” kata Maulana.

Menurutnya, persoalan akses menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran di Seberang, terutama ketika terjadi kepadatan lalu lintas di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II.

Karena itu, penguatan layanan tidak hanya dilakukan dengan menambah armada, tetapi juga mendekatkan basis personel dan peralatan pemadam ke wilayah yang memiliki risiko kebakaran.

Pasca kejadian, warga juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber kebakaran di lingkungan rumah.

Maulana meminta masyarakat rutin memeriksa regulator dan selang tabung gas serta memastikan tidak ada kebocoran.

Penggunaan sambungan listrik juga perlu diperhatikan. Warga diminta menghindari penggunaan terlalu banyak colokan yang berpotensi memicu percikan api.

Peralatan listrik yang tidak diperlukan juga sebaiknya dimatikan atau dicabut ketika rumah ditinggalkan.

Bagi BAZNAS Kota Jambi, bantuan tanggap bencana tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.

Melalui Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan diharapkan tidak hanya menjadi respons sesaat.

Tetapi menjadi bagian dari dukungan bersama untuk membantu warga kembali memenuhi kebutuhan dasar dan memulihkan kehidupan setelah bencana.(*)




Maulana Kunjungi Lokasi Kebakaran, Siapkan Bantuan dan Pemulihan Ekonomi Korban

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wali Kota Jambi, Maulana, turun langsung meninjau lokasi kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan H Adam Malik, Lorong Beringin IV, Kelurahan Tehok, Kecamatan Jambi Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Selasa 7 April 2026.

Maulana memastikan seluruh korban, baik pemilik rumah maupun penyewa, mendapatkan penanganan cepat dari Pemerintah Kota Jambi.

Ia menekankan bahwa kondisi bangunan yang saling berhimpitan menjadi faktor utama cepatnya api menyebar.

“Kebakaran ini menghanguskan lima rumah karena jaraknya sangat berdekatan. Kami apresiasi tim Damkar yang cepat melakukan pemadaman sehingga api tidak meluas ke bangunan lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Maulana juga berdialog langsung dengan ketua RT, pemilik rumah, serta para penyewa guna mendata kebutuhan mendesak pascakebakaran.

Menurutnya, perhatian khusus diberikan kepada penyewa yang kehilangan seluruh barang akibat kebakaran. Bantuan tanggap darurat pun langsung disalurkan, termasuk bantuan uang tunai melalui Baznas.

“Kami pastikan penyewa yang terdampak juga mendapat bantuan. Ini penting karena banyak dari mereka kehilangan seluruh harta benda,” jelasnya.

Selain bantuan awal, Pemkot Jambi saat ini tengah menyiapkan skema bantuan lanjutan, termasuk dukungan untuk pemulihan ekonomi warga.

“Ada usulan bantuan alat usaha untuk korban. Ini sangat penting agar mereka bisa kembali bekerja dan bangkit secara ekonomi,” tambah Maulana.

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Senin (30/3/2026) pagi dan menghanguskan sedikitnya lima unit rumah bedeng permanen.

Api diduga berasal dari korsleting listrik dan cepat membesar akibat kondisi bangunan yang rapat serta angin kencang.

Sebanyak 40 personel pemadam kebakaran dikerahkan dan berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 1 jam 40 menit.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material masih dalam proses pendataan.(*)




Rumah Warga Hangus di Hari Kedua Lebaran, Wabup Merangin Salurkan Bantuan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Musibah kebakaran yang terjadi di momen Hari Raya Idulfitri 2026 menyisakan duka bagi keluarga Hasyim (52), warga RT 01 Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.

Rumah yang menjadi tempat tinggalnya hangus terbakar pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026), diduga akibat korsleting listrik.

Api dengan cepat melalap bangunan hingga rata dengan tanah, membuat keluarga tersebut kehilangan tempat tinggal beserta harta benda.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada korban, Rabu (25/3/2026).

Ia didampingi Kepala Dinas Sosial A. Lazik dan Kabag Umum Ari Aniko.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, seperti beras, mi instan, minyak goreng, makanan siap saji, perlengkapan bayi, selimut, kasur, hingga terpal.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun ini bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang sedang tertimpa cobaan,” ujar A. Khafidh saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap, meski berada dalam situasi sulit, kehadiran pemerintah dapat sedikit meringankan beban dan memberikan dukungan moral bagi keluarga korban, terutama di suasana Lebaran.

Di sisi lain, Wabup juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di rumah.

Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh hubungan arus pendek.

“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi listrik aman dan sesuai standar. Gunakan listrik dengan bijak agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik di rumah.(*)




Kebakaran Dua Rumah di Telanaipura, Damkartan Kota Jambi Sigap Padamkan Api

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua rumah, satu semi permanen dan satu permanen, hangus dilalap api di Jl. Raden Perang Rt 09, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (27/2/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menyatakan bahwa tim pemadam bertindak cepat sehingga kobaran api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Respon cepat petugas menjadi kunci agar api tidak meluas. Alhamdulillah, pemadaman berlangsung aman dan lancar,” ujar Mustari Affandi, AP, ME.

Menurut laporan sementara, kebakaran bermula di dapur rumah semi permanen milik Suyati yang terdiri dari 5 penghuni.

Diduga konsleting listrik pada kabel plafon dipicu angin kencang sehingga api merambat ke rumah permanen milik Saimin, yang juga dihuni 5 anggota keluarga.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, namun kobaran semakin membesar hingga akhirnya menghubungi Damkartan melalui call center 112 dan layanan WA 0811-7113-113.

Tim Damkartan dipimpin langsung oleh Kadis Mustari Affandi, didukung 45 personel dari Pleton I Mako, Regu Posyankar Alam Barajo, dan Posyankar Jamkose.

Sarana yang digunakan meliputi 1 unit armada komando, 6 armada tempur, 1 armada supply, serta 1 unit ambulance PSC 119.

Hambatan di lapangan termasuk jalan sempit yang menyulitkan manuver armada damkar dan banyaknya warga yang menonton serta melakukan live streaming di media sosial, sehingga petugas memberikan teguran agar lebih peduli terhadap korban.

Langkah utama pemadaman meliputi koordinasi dengan PLN untuk mematikan aliran listrik, pengamanan lokasi bersama TNI dan Polri, serta pemutusan penyebaran api ke area yang mudah terbakar.

Total air yang digunakan mencapai ±24.000 liter, dengan prinsip bertindak 5T: Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.

Setelah api padam, lokasi diserahkan kepada Polsek Telanaipura untuk pemasangan police line dan investigasi lebih lanjut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dari warga maupun petugas. Kerugian materiil belum dapat dipastikan.

Mustari Affandi menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap instalasi listrik rumah.

“Kebakaran ini menjadi pengingat agar masyarakat rutin memeriksa jaringan listrik dan tidak panik, segera hubungi Damkartan jika terjadi kebakaran,” tegasnya.(*)




Tenang tapi Berwibawa, Ini Zodiak yang Tak Mudah Direndahkan

SEPUCUKJAMBI.ID – Kekuatan sejati tidak selalu ditunjukkan lewat suara keras atau sikap dominan.

Ada orang-orang yang justru tampak tenang, fokus, dan percaya diri tanpa perlu banyak pembuktian.

Saat diremehkan, mereka tidak terpancing emosi. Kritik dan sindiran justru menjadi pemicu untuk tumbuh lebih kuat.

Dalam astrologi, beberapa zodiak dikenal memiliki mental tangguh yang membuat mereka sulit dipandang sebelah mata.

Berikut deretan zodiak yang dikenal tenang, berwibawa, dan tidak mudah diremehkan.

Aries (21 Maret – 19 April)

Aries dikenal berani dan percaya diri. Mereka tidak larut dalam komentar negatif dan jarang membiarkan keraguan orang lain memengaruhi langkahnya.

Saat jatuh, Aries cenderung cepat bangkit dan kembali mencoba dengan energi baru.

Mental pantang menyerah inilah yang membuat mereka sulit dijatuhkan.

Taurus (20 April – 20 Mei)

Taurus memancarkan ketenangan yang solid. Mereka bukan tipe yang reaktif terhadap kritik atau provokasi.

Ketika diragukan, Taurus memilih membuktikannya lewat konsistensi dan hasil nyata.

Kekuatan batin yang stabil membuat mereka tetap kokoh meski berada di bawah tekanan.

Leo (23 Juli – 22 Agustus)

Leo memiliki kepercayaan diri alami yang tidak berisik. Mereka tahu nilai dirinya dan tidak merasa perlu bersaing secara tidak sehat.

Kombinasi antara karisma, ketegasan, dan sikap menghargai orang lain membuat Leo tetap disegani tanpa harus merendahkan siapa pun.

Scorpio (23 Oktober – 21 November)

Scorpio dikenal tenang di permukaan, namun sangat kuat secara emosional. Mereka tidak mudah terpancing ketika diremehkan.

Alih-alih bereaksi impulsif, Scorpio memilih mengamati, menyusun strategi, dan memperkuat posisinya secara diam-diam.

Ketajaman emosinya membuat mereka sulit dipermainkan.

Capricorn (22 Desember – 19 Januari)

Capricorn memancarkan kesan dewasa dan dapat diandalkan. Mereka tidak banyak bicara soal rencana, tapi konsisten dalam tindakan.

Saat diragukan, Capricorn justru semakin fokus mengejar target jangka panjang.

Keraguan orang lain sering kali berubah menjadi motivasi terbesar mereka.

Aquarius (20 Januari – 18 Februari)

Aquarius memiliki kekuatan pada prinsip hidupnya. Mereka tidak mudah goyah hanya demi diterima lingkungan.

Meski sering dianggap berbeda atau nyentrik, Aquarius tetap teguh pada nilai yang diyakininya.

Kebebasan berpikir dan konsistensi inilah yang menjadi sumber kekuatan mental mereka.

Virgo (23 Agustus – 22 September)

Virgo mungkin tidak paling menonjol, tetapi ketelitian dan kecerdasan emosionalnya membuat mereka sulit diremehkan.

Mereka menghadapi kritik dengan logika dan evaluasi diri, bukan emosi. Ketenangan dan perhitungan matang membuat Virgo selalu selangkah lebih siap.

Tidak mudah diremehkan bukan soal tampil paling dominan, melainkan tentang memahami diri sendiri, menjaga ketenangan saat diuji, dan tetap konsisten pada tujuan.

Zodiak-zodiak ini membuktikan bahwa mental kuat sering kali hadir dalam bentuk yang tenang, terkontrol, dan penuh keyakinan.(*)




Rumah Terbakar di Jambi Selatan, Seorang Pemuda Tewas Terjebak di Dalam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi kembali dilanda musibah kebakaran. Sebuah rumah warga di Jalan Bangau I, Lorong Suka Mulya, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, hangus dilalap api pada Rabu (28/1/2026) pagi.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang pemuda berusia 24 tahun yang terjebak di dalam rumah.

Korban diketahui bernama Vito Venom Hariyanto.

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan, saat kejadian orang tua korban sedang tidak berada di rumah.

“Waktu kejadian orang tuanya tidak ada. Jadi korban sendirian dan terkunci di dalam rumah,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Warga mulai menyadari kebakaran setelah melihat asap tebal keluar dari dalam rumah.

Sejumlah warga kemudian berusaha mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman secara manual sebelum api membesar.

“Kami melihat asap tebal, lalu langsung berlari ke sana dan mencoba memadamkan api sebisanya,” jelas warga tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan bahwa korban diduga terbakar saat berusaha mencari jalan keluar dari dalam rumah, namun terjebak dan tidak dapat menyelamatkan diri.

Menurut Mustari, laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 10.13 WIB. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi.

“Tim berangkat pukul 10.16 WIB dan tiba di lokasi pukul 10.21 WIB. Respon time kami sekitar delapan menit dari Mako,” kata Mustari.

Ia menambahkan, sebelum petugas tiba, warga sempat mencoba menolong korban dengan mendobrak pintu rumah.

Namun api dengan cepat membesar dan bahkan terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas.

“Setelah mendapat informasi dari keluarga bahwa masih ada korban di dalam rumah, tim rescue langsung melakukan pencarian,” ungkapnya.

Korban akhirnya ditemukan di dalam kamar mandi dalam kondisi telungkup.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan tandu dan fire blanket, sebelum korban dibawa menggunakan ambulans PSC 119 ke RS Bhayangkara Jambi.

Dalam penanganan kebakaran ini, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sebanyak 110 personel yang terdiri dari pleton Mako, Posyankar Paal Merah, Posyankar Jambi Timur, serta relawan pemadam kebakaran (Redkar)

Operasi didukung dua unit armada komando, enam unit armada tempur, dan dua unit armada suplai air.

Pemadaman berlangsung sekitar dua jam dengan total penggunaan air mencapai 19.500 liter.

Api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Mustari mengakui proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat akses jalan yang sempit serta kondisi permukiman yang padat penduduk.

“Akses menuju lokasi cukup sulit dan warga cukup banyak mendekat. Namun kami tetap fokus pada pemadaman, pengamanan, dan penyelamatan,” ujarnya.

Pihak Damkar juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik, serta dengan TNI dan Polri guna pengamanan area kebakaran.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

“Untuk penyebab pasti kebakaran masih kami dalami bersama kepolisian. Lokasi sudah dipasang garis polisi,” tegas Mustari.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memperhatikan aspek keselamatan.

“Kami mengingatkan agar tidak mengunci rumah saat masih ada anggota keluarga di dalam, serta tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(*)