Kebakaran Ruko di Jambi Timur Telan Korban Jiwa, Polisi Selidiki Penyebabnya

JAMBI — Kebakaran melanda Toko Berkah Jaya di Jalan Raden Pamuk, RT 03, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026 sore.

Api menghanguskan ruko dua lantai beserta seluruh isinya dan menewaskan seorang karyawati toko.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas menemukan korban di dalam bak kamar mandi di lantai bawah ruko setelah berjibaku memadamkan api bersama warga.

Polisi kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses identifikasi sesuai prosedur.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Nilai itu mencakup bangunan ruko berukuran 5 x 16 meter beserta barang dagangan berupa sembako dan kebutuhan kelontong yang hangus terbakar.

Peristiwa bermula ketika warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari Toko Berkah Jaya.

Salah seorang saksi berusaha masuk melalui ruko di sebelah lokasi dan menjebol pintu lantai dua.

Namun, api sudah membesar dan asap tebal memenuhi bagian dalam bangunan sehingga upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Personel piket Polsek Jambi Timur yang menerima laporan segera mendatangi lokasi.

Bersama warga, petugas berupaya melakukan pemadaman awal sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran.

Enam unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Jambi tiba sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas Damkar, personel kepolisian, dan warga kemudian bekerja sama menjinakkan api.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang bersama Kapolsek Jambi Timur dan personel gabungan turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan aman.

Setelah pemadaman selesai, polisi mengamankan lokasi dan memasang garis polisi.

Satreskrim Polresta Jambi kini menyelidiki penyebab kebakaran dan berencana berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan.

Hingga informasi ini disusun, polisi belum mengungkap penyebab pasti munculnya api.

Karena itu, dugaan mengenai sumber kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di bangunan usaha yang menyimpan barang dagangan dalam jumlah besar.

Melalui Kasi Humas, Kapolresta Jambi mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi instalasi listrik, memastikan kompor dan sumber api dalam keadaan aman, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada kepolisian atau petugas pemadam kebakaran terdekat.

Polisi masih mendalami peristiwa yang menewaskan karyawati tersebut, termasuk penyebab kebakaran dan kondisi di dalam bangunan saat api mulai membesar.(*)




Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Ruko di Jambi, Berikut Fakta-Faktanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda toko manisan Berkah Jaya di Jalan Raden Pamuk, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026.

Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun meninggal dunia setelah dilaporkan terjebak di kamar mandi dalam ruko tiga lantai tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi mengerahkan 30 personel untuk menangani kebakaran.

Petugas juga mengoperasikan tujuh kendaraan dan menggunakan puluhan ribu liter air untuk memadamkan api serta mencegah kobaran meluas.

Berdasarkan laporan awal Damkartan, terdapat sejumlah fakta penting dalam peristiwa yang menewaskan remaja tersebut. Berikut rangkumannya.

1. Kebakaran Terjadi di Ruko Tiga Lantai

Api melanda toko manisan Berkah Jaya yang menempati bangunan ruko tiga lantai di Jalan Raden Pamuk, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur.

Kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga merenggut nyawa seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun.

2. Korban Dilaporkan Terjebak di Kamar Mandi

Fakta paling memilukan dalam peristiwa ini adalah meninggalnya seorang remaja berusia 15 tahun.

Korban dilaporkan terjebak di dalam kamar mandi saat kebakaran terjadi.

Namun, laporan awal yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci bagaimana korban terjebak, kapan petugas menemukan korban, maupun bagaimana proses evakuasinya.

3. Damkar Menerima Laporan Pukul 17.12 WIB

Damkartan Kota Jambi menerima laporan kebakaran pada pukul 17.12 WIB, Selasa 27 Oktober 2026.

Petugas langsung bergerak tiga menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 WIB.

4. Sebanyak 30 Personel Dikerahkan

Untuk menangani kebakaran, Damkartan mengerahkan 30 personel dengan dukungan tujuh kendaraan operasional.

Armada tersebut terdiri dari satu kendaraan komando, tiga unit kendaraan pemadam, dan tiga unit kendaraan suplai air.

Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di area ruko serta bangunan di sekitarnya untuk mengendalikan api dan mencegahnya merambat.

5. Petugas Menggunakan 26.000 Liter Air

Dalam operasi pemadaman, petugas menggunakan sekitar 26.000 liter air dan 25 liter cairan busa pemadam atau foam.

Penanganan melibatkan koordinasi dengan kepolisian dan tim medis untuk membantu proses evakuasi.

Sejumlah unsur lain juga mendukung operasi tersebut, termasuk TNI, BPBD, PLN, PSC, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan pemadam kebakaran.

Laporan Damkartan menyebut operasi pemadaman berlangsung sekitar satu jam 30 menit. Petugas kembali ke markas atau pos masing-masing pada pukul 19.36 WIB.

6. Kerumunan Warga dan Kendaraan Parkir Menjadi Kendala

Selain menghadapi kobaran api, petugas juga menemui kendala di lokasi.

Banyaknya warga yang menyaksikan kejadian serta kendaraan yang parkir sembarangan menyulitkan petugas saat membentangkan selang pemadam menuju titik kebakaran.

Damkartan mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di sekitar lokasi kejadian dan tidak menghalangi akses kendaraan pemadam.

Ruang gerak yang memadai sangat penting agar petugas dapat menjangkau titik api dan melakukan penanganan secara optimal.

7. Penyebab Kebakaran Belum Dipastikan

Dalam laporan awal, kebakaran diduga bermula dari aktivitas penghuni ruko yang bermain api atau merokok hingga api menyambar bahan yang mudah terbakar.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti.

Pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang diperlukan untuk memastikan sumber api dan rangkaian kejadian yang memicu kebakaran.

Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, terutama di bangunan yang digunakan sekaligus sebagai tempat tinggal dan tempat usaha.

Masyarakat juga diminta memastikan puntung rokok dan sumber api lainnya benar-benar padam sebelum meninggalkan ruangan.

Jika mengetahui kebakaran, warga dapat segera menghubungi Damkartan Kota Jambi melalui WhatsApp 0811-7113-113, telepon (0741) 41171, atau Call Center 112.

Peristiwa kebakaran di Jalan Raden Pamuk ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, kesiapan menghadapi keadaan darurat, dan keterbukaan akses bagi petugas penyelamat.(*)




Kebakaran Ruko Manisan di Jambi, Remaja 15 Tahun Tewas Terjebak di Kamar Mandi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda toko manisan Berkah Jaya di Jalan Raden Pamuk, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026.

Peristiwa tragis itu menewaskan seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun yang dilaporkan terjebak di dalam kamar mandi ruko tiga lantai tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi menerima laporan kejadian pada pukul 17.12 WIB.

Petugas langsung bergerak tiga menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 WIB.

Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, melalui laporan penanganan menyebutkan bahwa petugas mengerahkan 30 personel untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan di sekitarnya.

“Sebanyak tujuh kendaraan mendukung operasi tersebut, terdiri dari satu kendaraan komando, tiga armada pemadam, dan tiga armada suplai air,” kata dia.

Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, serta penanganan di sekitar bangunan yang terbakar. Damkartan juga berkoordinasi dengan kepolisian dan tim medis dalam proses evakuasi korban.

Operasi pemadaman berlangsung sekitar satu jam 30 menit. Petugas menggunakan sekitar 26.000 liter air dan 25 liter cairan busa pemadam atau foam untuk mengendalikan api.

Laporan awal menyebutkan kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas bermain api atau merokok di dalam ruko hingga api menyambar material yang mudah terbakar.

“Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang,” jelasnya.

Kepastian mengenai sumber api dan rangkaian kejadian menjadi penting untuk menjelaskan bagaimana kebakaran bermula serta faktor yang menyebabkan korban tidak dapat menyelamatkan diri.

Damkartan Kota Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan sumber api, terutama di bangunan yang menggabungkan fungsi tempat tinggal dan tempat usaha.

“Selain menghadapi api, petugas menemukan kendala berupa kerumunan warga yang menyaksikan kejadian serta kendaraan yang parkir sembarangan di sekitar lokasi,” terangnya.

Kondisi tersebut menyulitkan petugas ketika membentangkan selang pemadam menuju titik kebakaran.

Situasi ini menunjukkan pentingnya akses jalan yang lapang saat keadaan darurat.

Kendaraan pemadam membutuhkan ruang gerak yang cukup untuk menjangkau titik api, sementara petugas harus dapat menggelar peralatan tanpa terhalang kerumunan.

“Damkartan meminta masyarakat menjauh dari area kebakaran dan tidak memarkir kendaraan yang menghambat pergerakan armada darurat,” tegasnya.

Petugas menyelesaikan operasi dan kembali ke markas atau pos masing-masing pada pukul 19.36 WIB.

Penanganan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk kepolisian, TNI, BPBD, PLN, PSC, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan pemadam kebakaran.

Damkartan Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan menghindari aktivitas bermain api di dalam bangunan.

Warga juga perlu memastikan puntung rokok serta sumber api lainnya benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

“Masyarakat yang melihat kebakaran dapat segera menghubungi layanan Damkartan Kota Jambi melalui WhatsApp 0811-7113-113, telepon (0741) 41171, atau Call Center 112,” imbaunya.

Kecepatan laporan, akses yang tidak terhalang, dan kerja sama warga menjadi faktor penting agar petugas dapat menjangkau lokasi dengan cepat dan mengurangi risiko korban maupun kerugian lebih besar.(*)




Usai Kebakaran Tanjung Raden, Wali Kota Jambi Maulana Ingatkan Warga Waspada Gas dan Listrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang melanda permukiman warga di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan potensi bahaya dari penggunaan gas dan listrik di rumah.

Wali Kota Jambi Maulana meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan rutin memeriksa kondisi regulator dan selang tabung gas serta memastikan instalasi listrik tetap aman.

Imbauan itu disampaikan Maulana saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu 13 September 2026, sehari setelah api melanda kawasan tersebut.

Menurut Maulana, langkah sederhana seperti memastikan tidak ada kebocoran gas dan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dapat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran.

“Selalu berhati-hati. Pastikan tidak ada kebocoran gas. Jangan menggunakan terlalu banyak colokan yang berpotensi menimbulkan percikan api,” ujar Maulana.

Ia juga meminta masyarakat tidak meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan listrik yang tidak diperlukan masih menyala.

“Jika akan meninggalkan rumah, pastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dimatikan atau dicabut,” lanjutnya.

Pesan tersebut disampaikan setelah kebakaran di Tanjung Raden berdampak terhadap empat rumah nonpermanen.

Dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapat penanganan medis akibat mengalami syok.

Berdasarkan laporan awal yang diterima pemerintah, kebakaran tersebut diduga bermula dari kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Api kemudian melanda kawasan permukiman yang sebagian bangunannya masih menggunakan material kayu.

Kondisi tersebut membuat risiko api merambat ke rumah lain menjadi lebih tinggi, terlebih permukiman di kawasan Seberang Kota Jambi relatif padat.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar. Kalau terjadi kebakaran, api bisa cepat merembet,” kata Maulana.

Karena itu, ia meminta kewaspadaan tidak hanya dilakukan setelah terjadi musibah.

Pemeriksaan terhadap sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran perlu menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Dari sisi penanganan, Maulana mengapresiasi gerak cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Petugas disebut tiba sekitar enam menit setelah menerima laporan kebakaran.

Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan 10 armada. Armada tersebut terdiri dari satu unit armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Dalam proses pemadaman hingga pendinginan, sekitar 60 ribu liter air digunakan untuk memastikan api benar-benar terkendali.

Kecepatan respons menjadi penting karena kawasan tersebut memiliki karakter permukiman padat dengan sejumlah bangunan berbahan kayu.

Selain persoalan material bangunan, akses menuju kawasan Seberang juga menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika terjadi kepadatan kendaraan di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II.

Evaluasi atas kejadian tersebut turut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan penguatan layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Pemerintah berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan dalam beberapa bulan mendatang.

Markas tersebut nantinya diharapkan memperkuat sistem dukungan antara Pelayangan dan Danau Teluk, termasuk dari sisi personel dan armada.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” ujar Maulana.

Dengan keberadaan markas yang lebih dekat, pemerintah berharap waktu respons terhadap kejadian kebakaran di wilayah Seberang dapat semakin cepat.

Di tengah penanganan pascakebakaran, BAZNAS Kota Jambi melalui program Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana turut bergerak membantu warga terdampak.

Sebanyak empat keluarga menerima bantuan tanggap darurat. Masing-masing keluarga memperoleh Rp2 juta sehingga total bantuan mencapai Rp8 juta.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Pemerintah juga akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap tingkat kerusakan untuk menghitung kebutuhan bantuan berikutnya, termasuk kebutuhan material bangunan untuk proses pemulihan.

Maulana berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap keamanan rumah.

Ia menekankan bahwa pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memeriksa regulator dan selang gas, memastikan tidak ada kebocoran, tidak membebani stopkontak dengan terlalu banyak colokan, serta mematikan atau mencabut peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.

“Mudah-mudahan ke depan kita berdoa tidak ada lagi bencana seperti ini,” pungkasnya.(*)




Usai Kebakaran Tanjung Raden, Wali Kota Maulana Siapkan Markas Damkar Baru di Pelayangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang menghanguskan dan merusak sejumlah rumah warga di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi.

Selain menyalurkan bantuan kepada korban, pemerintah mulai mengevaluasi persoalan waktu respons dan akses layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Kebakaran terjadi pada Sabtu 12 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedikitnya empat rumah nonpermanen terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapat penanganan medis setelah mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Sehari setelah kebakaran, Wali Kota Jambi  turun langsung ke lokasi, Minggu 13 September 2026.

Ia datang bersama jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), BPBD, Dinas Sosial, camat, lurah, BAZNAS Kota Jambi dan tokoh masyarakat.

Kunjungan itu tidak hanya untuk memastikan kondisi korban, tetapi juga melihat secara langsung persoalan yang dapat memengaruhi penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Menurut Maulana, petugas Damkartan tiba sekitar enam menit setelah laporan diterima. Namun, karakter permukiman di Seberang Kota Jambi tetap menjadi tantangan tersendiri.

Sebagian rumah di kawasan Tanjung Raden masih menggunakan material kayu. Di tengah kondisi cuaca kering, api berpotensi menjalar lebih cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar,” kata Maulana.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkartan mengerahkan 50 personel dengan dukungan 10 armada. Rinciannya, satu armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Sekitar 60 ribu liter air digunakan selama proses penanganan.

Laporan awal menyebut kebakaran diduga dipicu kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Meski penyebab tersebut masih berdasarkan laporan awal, kejadian ini kembali menunjukkan bahwa sumber api di lingkungan permukiman padat dapat berkembang menjadi persoalan besar dalam waktu singkat.

Terlebih, akses menuju kawasan Seberang Kota Jambi dapat menghadapi kendala ketika arus lalu lintas di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II mengalami kepadatan.

Kondisi akses tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Jambi ingin memperkuat sistem pemadam kebakaran dari sisi wilayah, bukan hanya mengandalkan armada yang bergerak dari lokasi yang lebih jauh.

Pasca kejadian, Pemkot Jambi berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan.

Rencana itu ditargetkan mulai disiapkan dalam beberapa bulan ke depan.

Kehadiran markas baru tersebut diharapkan membuat Pelayangan dan Danau Teluk dapat saling memberikan dukungan ketika terjadi kebakaran.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” ujar Maulana.

Menurutnya, penguatan tersebut akan mencakup kesiapan personel dan armada.

Pemkot juga berharap adanya dukungan hibah sehingga kebutuhan kendaraan serta penempatan personel dapat diperkuat.

Langkah tersebut menjadi penting karena penanganan kebakaran bukan hanya persoalan jumlah armada.

Kecepatan mencapai lokasi juga sangat menentukan, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan dengan bangunan yang mudah terbakar.

Di sisi lain, Pemkot Jambi bersama BAZNAS Kota Jambi menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada empat keluarga yang terdampak.

Masing-masing keluarga menerima bantuan Rp2 juta. Total bantuan awal yang disalurkan BAZNAS mencapai Rp8 juta.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Pemkot juga akan melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung tingkat kerusakan. Hasil pendataan nantinya menjadi dasar untuk melihat kebutuhan bantuan material bangunan bagi proses pemulihan.

“Selanjutnya tim akan segera melakukan pendataan dan menghitung kebutuhan kerusakan untuk melihat bantuan bahan bangunan yang diperlukan dalam proses rekonstruksi,” kata Maulana.

Maulana juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan aspek keselamatan di dalam rumah.

Kebocoran gas, kondisi regulator dan selang tabung, hingga penggunaan sambungan listrik secara berlebihan menjadi sejumlah hal yang perlu diperiksa secara rutin.

Warga juga diminta memastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dalam keadaan mati atau dicabut ketika rumah ditinggalkan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di kawasan permukiman padat, karena kebakaran pada satu rumah dapat dengan cepat mengancam bangunan di sekitarnya.

Pemkot Jambi berharap penguatan infrastruktur Damkartan, ditambah kewaspadaan masyarakat, dapat menekan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila musibah kembali terjadi.(*)




Dapur Umum Berakhir, Dinsos Jambi Pastikan Tenda Pengungsian Tetap Tersedia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penanganan korban kebakaran di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, mulai memasuki fase berbeda setelah layanan dapur darurat berakhir.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi tidak lagi menyediakan makanan melalui dapur darurat karena dukungan konsumsi tersebut memang dialokasikan untuk masa tanggap darurat awal selama tiga hari.

Meski layanan dapur darurat telah berakhir, pemerintah belum sepenuhnya melepas penanganan warga terdampak.

Sejumlah tenda tetap disiapkan di sekitar lokasi kebakaran dan dapat digunakan sebagai tempat pengungsian apabila warga masih membutuhkan.

Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawarti mengatakan fasilitas tenda sengaja tetap disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan warga setelah masa layanan dapur darurat selesai.

“Untuk makan, kita menggunakan dana tanggap darurat selama tiga hari,” kata Yunita, Senin 31 Agustus 2026.

Dengan berakhirnya dukungan konsumsi tersebut, warga terdampak mulai mencari pola pemenuhan kebutuhan secara mandiri.

Sebagian memilih tinggal bersama keluarga, sementara sejumlah korban lainnya mulai mencari tempat tinggal sementara atau kontrakan.

Sebelumnya, sebanyak 14 warga dari total 59 orang yang terdampak kebakaran sempat mengungsi di Rumah Singgah Dinsos Kota Jambi.

Kelompok yang dievakuasi terutama anak-anak, ibu-ibu dan lansia.

Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, termasuk kualitas udara Kota Jambi yang saat itu kurang baik akibat kabut asap.

Sementara sebagian korban lainnya memilih tinggal bersama keluarga atau bertahan di sekitar lokasi dengan menempati tenda yang disediakan pemerintah.

Menurut Yunita, keberadaan tenda di lokasi kebakaran masih dipertahankan sebagai fasilitas alternatif.

Artinya, meski layanan dapur darurat telah selesai, warga yang belum memiliki tempat tinggal tetap mempunyai pilihan untuk menggunakan tenda tersebut apabila diperlukan.

Pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat air dan toilet portabel di sekitar lokasi.

Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan berdampak terhadap 20 kepala keluarga atau 59 jiwa.

Setelah beberapa hari berada dalam kondisi darurat, sebagian warga mulai meninggalkan tempat pengungsian dan berupaya mencari tempat tinggal sementara.

Langkah tersebut menunjukkan penanganan mulai bergerak dari fase evakuasi menuju pemulihan.

Namun, kebutuhan korban masih cukup panjang karena sebagian harus memulai kembali kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Selain fasilitas darurat dari pemerintah, korban juga mendapat bantuan dari berbagai pihak. Baznas Kota Jambi menyiapkan bantuan Rp2 juta untuk setiap kepala keluarga korban kebakaran.

Yunita juga menyebut adanya bantuan dari Gubernur Jambi sebesar Rp50 juta untuk korban kebakaran. Namun, waktu penyaluran bantuan tersebut masih menunggu informasi lebih lanjut.

Untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang, pemerintah masih menunggu hasil perhitungan BPBD Kota Jambi terkait rekonstruksi rumah warga yang terdampak.

“Untuk pemulihan rumah masih menunggu dari BPBD Kota Jambi. Itu masih dalam perhitungan rekonstruksi,” pungkas Yunita.

Dengan dapur darurat yang telah berakhir, perhatian kini bergeser pada bagaimana warga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memperoleh tempat tinggal sementara, sembari menunggu proses pemulihan rumah serta bantuan lanjutan dari pemerintah dan pihak lainnya.

Sementara itu, tenda yang tetap tersedia di lokasi menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan pemerintah apabila sewaktu-waktu masih ada warga yang membutuhkan tempat untuk mengungsi.(*)




Usai 19 Rumah Terbakar, Ketua DPRD Jambi Minta Kesehatan Korban Jadi Perhatian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penanganan warga terdampak kebakaran di Jalan HMO Bafadal RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, tidak berhenti pada penyediaan bantuan pangan.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly meminta kondisi kesehatan warga yang kini terdampak dan kehilangan tempat tinggal turut menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Kemas Faried bersama anggota DPRD Kota Jambi Saiful dan Efendi Alung mendatangi lokasi pengungsian korban kebakaran, Minggu 30 Agustus 2026.

Kebakaran sehari sebelumnya menghanguskan sedikitnya 19 rumah dan berdampak terhadap 20 kepala keluarga atau 59 jiwa.

Tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Dalam kunjungannya, Kemas Faried menyerahkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan dapur umum yang disiapkan bagi warga terdampak.

Namun, menurutnya, kebutuhan korban tidak berhenti setelah bantuan makanan terpenuhi. Kondisi warga yang tinggal sementara di lokasi pengungsian juga harus dipantau secara berkala.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,” ujar Kemas Faried.

Kemas Faried mengatakan DPRD Kota Jambi telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi agar warga terdampak mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan.

Perhatian khusus diperlukan bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki kebutuhan kesehatan tertentu.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi untuk memastikan ketersediaan petugas kesehatan yang dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan bagi warga terdampak,” katanya.

Langkah tersebut dinilai penting karena warga yang kehilangan tempat tinggal harus menghadapi kondisi lingkungan baru setelah kebakaran.

Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara, aspek kesehatan menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

Kemas Faried mengapresiasi respons Pemerintah Kota Jambi bersama berbagai unsur dalam menangani kebakaran, mulai dari pemadaman hingga penanganan warga setelah api berhasil dikendalikan.

Sejumlah kebutuhan dasar telah disiapkan untuk warga, termasuk prasarana darurat, makanan dan minuman serta layanan kesehatan.

Meski demikian, ia menegaskan DPRD akan terus mengawal kondisi warga agar penanganan tidak hanya berlangsung pada hari-hari awal setelah kejadian.

“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan kesabaran, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut membuat puluhan keluarga harus kehilangan tempat tinggal.

Karena itu, dukungan pemerintah dan lembaga terkait dinilai masih diperlukan selama warga menjalani masa pemulihan.

Kemas Faried memastikan DPRD Kota Jambi akan terus memantau perkembangan penanganan dan mendorong agar kebutuhan warga terdampak mendapat perhatian secara berkelanjutan.(*)




Wali Kota Maulana Datangi Korban Kebakaran Cempaka Putih, Bantuan Darurat Langsung Disiapkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa terdampak kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 19 rumah di kawasan Cempaka Putih, RT 23, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, besarnya jumlah rumah yang terbakar membuat pemerintah kota harus bergerak menangani kebutuhan warga, mulai dari tempat tinggal sementara hingga kebutuhan pangan dan perlengkapan sekolah.

Wali Kota Jambi, Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan masa tanggap darurat berjalan.

Pemerintah Kota Jambi menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak, antara lain tenda tempat tinggal sementara, dapur umum, penerangan, air bersih, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Dinas Sosial Provinsi Jambi juga ikut dalam penanganan pascakebakaran dan akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

“Hari ini kami bersama dinas terkait, Damkar, Dinsos, Perkim, camat, lurah dan RT hadir bersama mengunjungi warga kita yang ditimpa musibah kebakaran,” ujar Maulana saat berada di lokasi.

Maulana mengatakan, kondisi kawasan RT 23 Cempaka Putih tergolong padat sehingga kebakaran kali ini memberikan dampak cukup besar terhadap warga.

Dari hasil pendataan, terdapat 20 KK yang terdampak.

“Saya sudah melihat langsung ke lokasi. Ada 20 KK yang terdampak. Kami memberikan berbagai bantuan tanggap darurat dan bantuan lainnya selama masa pemulihan korban,” katanya.

Pemkot Jambi memastikan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan sejumlah lembaga.

Baznas, misalnya, turut membantu melalui penyediaan bahan pokok dan dukungan pangan bagi warga terdampak.

“Kami memastikan semua proses tanggap darurat berjalan dengan baik. Hadir juga Baznas membantu tanggap darurat berupa bahan pokok dan jaminan pangan,” jelas Maulana.

Perhatian juga diberikan kepada anak-anak dari keluarga korban. Pemkot Jambi berencana membantu kebutuhan sekolah, termasuk seragam dan perlengkapan pendidikan lainnya.

“Insya Allah semaksimal mungkin kita berikan fasilitas tanggap darurat. Untuk anak-anak sekolah juga kita fasilitasi seragam dan kebutuhan sekolah lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, proses pemadaman sebelumnya berlangsung cukup berat. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian plafon salah satu rumah warga.

Kobaran kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Damkartan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.51 WIB. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar 12 menit kemudian.

Namun, kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Bangunan yang berdempetan dan akses jalan yang sempit membuat armada pemadam tidak dapat bergerak secara leluasa.

Tiupan angin yang cukup kencang juga mempercepat penyebaran api.

“Laporan kebakaran kami terima pada pukul 13.51 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dengan waktu respons sekitar 12 menit,” jelas Mustari.

Selain persoalan akses dan kondisi bangunan, kerumunan warga di sekitar lokasi juga sempat menyulitkan pergerakan petugas.

Untuk mengendalikan api, Damkartan mengerahkan 60 personel dan 12 unit armada pemadam. Sekitar 95.000 liter air digunakan selama proses pemadaman.

Upaya tersebut akhirnya berhasil menghentikan kobaran api sehingga tidak merambat lebih luas ke permukiman di sekitarnya.

Di tengah penanganan warga terdampak, Maulana mengingatkan masyarakat Kota Jambi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Ia menilai kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang dan meningkatnya suhu udara dapat memperbesar risiko kebakaran.

Masyarakat terutama diminta memperhatikan instalasi listrik serta aktivitas di dapur sebelum meninggalkan rumah.

“Kepada warga Kota Jambi, kita tahu saat ini kita mengalami musim kemarau yang cukup panjang, suhu juga meningkat. Maka berhati-hatilah mengawasi rumah masing-masing, terutama kelistrikan dan dapur. Kalau mau meninggalkan rumah, pastikan semuanya sudah aman,” imbaunya.

Pemkot Jambi menyatakan pendampingan terhadap korban akan dilanjutkan setelah masa tanggap darurat. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga, termasuk untuk proses pemulihan.

“Mudah-mudahan warga kita yang terkena musibah ini diberikan ketabahan. Pemerintah kota akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan tanggap darurat maupun bantuan lainnya bagi korban kebakaran ini,” pungkas Maulana.(*)




Kebakaran di Jelutung Jambi: Gang Sempit, Rumah Padat dan Angin Kencang Persulit Pemadaman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gang sempit, bangunan yang berhimpitan, dan angin kencang menjadi tiga persoalan utama yang dihadapi petugas saat berupaya memadamkan kebakaran di Jalan HMO Bafadal, RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Kondisi permukiman yang padat membuat api lebih mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Sementara akses jalan yang terbatas menyulitkan armada pemadam mendekati titik api dan bergerak leluasa di tengah lokasi kejadian.

Situasi semakin sulit karena angin bertiup cukup kencang sehingga memperbesar risiko api meluas.

Sedikitnya 19 rumah terbakar dalam kejadian tersebut. Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa ikut terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan kondisi di lokasi membutuhkan penanganan cepat agar kobaran api tidak menjalar lebih jauh.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi. Kondisi di lapangan cukup berat karena permukiman padat, akses masuk sempit dan angin cukup kencang sehingga api berpotensi cepat menyebar,” ujar Mustari.

Laporan kebakaran diterima Damkartan pada pukul 13.52 WIB melalui WhatsApp Damkar, sambungan telepon, dan Call Center 112.

Hanya sekitar 12 menit kemudian, petugas tiba di lokasi, yakni sekitar pukul 14.04 WIB.

Namun, cepatnya respons petugas tidak serta-merta membuat proses pemadaman berjalan mudah.

Jalur menuju lokasi kebakaran yang sempit menjadi salah satu hambatan paling krusial. Armada pemadam tidak dapat bergerak secara optimal, sementara titik api berada di kawasan dengan bangunan yang saling berdekatan.

Petugas harus mengatur posisi armada sekaligus mencari titik penyemprotan yang efektif untuk menghentikan rambatan api.

Kepadatan rumah membuat risiko semakin tinggi. Api yang berhasil dikendalikan di satu titik masih berpotensi menyebar ke bangunan di sekitarnya, terlebih dengan kondisi angin yang cukup kencang.

“Kita menghadapi beberapa kendala, terutama akses yang sempit, kepadatan permukiman dan angin yang cukup kencang. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan cepat supaya api tidak semakin meluas,” kata Mustari.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas melakukan penyekatan dan pemadaman pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur perambatan api.

Damkartan mengerahkan sekitar 60 personel dari sejumlah pos pemadam kebakaran.

Kekuatan tersebut didukung delapan unit armada tempur, tiga armada suplai, satu armada komando, serta satu ambulans PSC 119.

Petugas harus berjibaku sekitar 3 jam 15 menit sebelum api benar-benar berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Total air yang digunakan dalam operasi mencapai sekitar 95 ribu liter.

Damkartan juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan jaringan listrik di sekitar lokasi dipadamkan selama proses penanganan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko tambahan bagi petugas maupun masyarakat.

Pengamanan di lokasi turut melibatkan TNI dan Polri.

Hambatan tidak hanya berasal dari kondisi fisik kawasan. Kerumunan warga yang datang untuk melihat kebakaran juga menjadi persoalan tersendiri.

Sejumlah warga bahkan mendekati lokasi dan melakukan siaran langsung melalui media sosial.

Kondisi tersebut dinilai berisiko mengganggu ruang gerak armada yang sedang melakukan pemadaman. Di kawasan dengan akses jalan terbatas, keberadaan warga di sekitar jalur kendaraan dapat semakin mempersempit ruang bagi petugas.

Mustari meminta masyarakat tidak mendekati lokasi hanya untuk menyaksikan maupun membuat siaran langsung.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke lokasi ketika petugas sedang melakukan pemadaman. Jangan sampai kehadiran warga justru menghambat pergerakan armada dan membahayakan diri sendiri,” tegasnya.

Menurut dia, masyarakat dapat membantu dengan cara yang sederhana, yakni membuka akses bagi kendaraan pemadam dan mengikuti arahan petugas.

“Kalau masyarakat ingin membantu, yang paling penting adalah memberikan akses kepada petugas. Jangan menutup jalan atau berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah lebih dari tiga jam penanganan, petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran berdampak pada 19 rumah, dengan jumlah warga terdampak mencapai 59 jiwa dari 20 KK.

Nilai kerugian materi masih dalam pendataan.

Sementara penyebab kebakaran belum diketahui. Setelah proses pemadaman selesai, lokasi diserahkan kepada Polsek Jelutung untuk pemasangan garis polisi dan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami dari Damkartan fokus pada penanganan kebakaran dan memastikan api tidak meluas,” kata Mustari.

Penanganan kebakaran melibatkan PLN Jambi, PSC 119, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, relawan pemadam kebakaran, Dinas Sosial, Polsek Jelutung, Kecamatan Jelutung, dan Kelurahan Cempaka Putih.

Seluruh unsur Damkartan kemudian kembali ke markas dan pos masing-masing sekitar pukul 17.40 WIB.

Mustari menegaskan, kondisi permukiman padat membuat kecepatan respons dan keterbukaan akses menjadi sangat menentukan.

“Dalam kondisi seperti ini, setiap menit sangat berarti. Karena itu, kami minta masyarakat segera melapor ketika melihat kebakaran dan memberikan akses seluas-luasnya kepada petugas untuk melakukan penanganan,” pungkasnya.(*)




8 Mess Rumah Dinas Polda Jambi Terbakar, Damkartan Kerahkan 90 Personel dan 12 Armada

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran menghanguskan delapan unit mess rumah dinas Polda Jambi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kamis 30 Juli 2026 siang.

Beruntung, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman yang cukup padat.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat pada pukul 11.03 WIB.

Hanya berselang lima menit, armada diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.16 WIB dengan waktu tanggap (response time) delapan menit dari Markas Komando.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel dan armada dalam jumlah besar karena potensi penyebaran api cukup tinggi.

“Kami mengerahkan 90 personel dengan dukungan 12 armada, terdiri dari dua unit komando, tujuh unit mobil pemadam, dan tiga unit mobil suplai air. Prioritas kami adalah memadamkan api secepat mungkin sekaligus mencegah kobaran merembet ke bangunan lain,” ujar Mustari.

Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Selama operasi berlangsung, petugas menghabiskan sekitar 99 ribu liter air untuk menjinakkan api yang melahap deretan mess tersebut.

Mustari mengungkapkan, petugas sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Selain akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit, banyaknya warga yang berkerumun juga sempat menghambat pergerakan armada dan proses pemadaman.

Untuk menjamin keselamatan, Damkartan berkoordinasi dengan PLN guna memutus aliran listrik di lokasi. Pengamanan area juga melibatkan personel TNI dan Polri agar proses pemadaman berjalan aman dan lancar.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak sempat menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi. Koordinasi seluruh unsur berjalan dengan baik sehingga kebakaran dapat dikendalikan,” katanya.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diketahui setelah warga melihat kepulan asap dari salah satu mess rumah dinas.

Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan segera menghubungi layanan darurat Damkartan Kota Jambi.

Hingga Kamis siang, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Garis polisi telah dipasang di lokasi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Damkartan Kota Jambi mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran saat proses penanganan berlangsung karena dapat menghambat pekerjaan petugas sekaligus membahayakan keselamatan.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja. Respons cepat masyarakat dan akses yang lancar sangat membantu mempercepat penanganan kebakaran,” pungkas Mustari.(*)