Viral! Kota Tua Jambi Bikin Warganet Nostalgia Era 80-90an

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peresmian Kawasan Wisata Kota Tua di Kecamatan Pasar, Jumat malam (3/4/2026), tak hanya menarik perhatian warga yang hadir langsung, tetapi juga memicu gelombang nostalgia di media sosial.

Sejumlah netizen ramai membagikan kenangan masa lalu mereka saat kawasan tersebut masih menjadi pusat aktivitas masyarakat tempo dulu.

Akun Chairil Azwien misalnya, mengaku merasakan nostalgia kuat saat melihat kembali kawasan tersebut, saat mengomentari postingan facebook Sepucuk Jambi.

Lokasinya memang nostalgia anak 80/90an, tapi kulinernya sekarang banyak Korea street food,” tulisnya.

Komentar serupa juga datang dari akun Ricky Fadhlan yang mengingat kuliner legendaris di kawasan itu.

Dulu ada lontong terkenal sama martabak kacang, enak banget. Yang lahir tahun 80-an pasti tahu,” ujarnya.

Sementara itu, akun Andreas Andreas bahkan mengenang masa sekolahnya puluhan tahun silam.

Ingat tahun 1972 sampai 1982, tiap hari lewat sini. Nonton di Mega Duta, makan es kacang parung,” kenangnya.

Revitalisasi Kawasan Penuh Kenangan

Pemerintah Kota Jambi sendiri meresmikan kawasan ini sebagai destinasi wisata terpadu berbasis sejarah, kuliner, dan ekonomi kreatif.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa penataan Kota Tua dilakukan secara menyeluruh untuk menghidupkan kembali pusat kota yang sempat redup.

“Kita ingin kawasan ini menjadi daya tarik baru. Kita tidak punya sumber daya alam besar, tapi punya kekuatan di SDM dan pelaku usaha,” ujarnya.

Konsep Wisata Terintegrasi

Kawasan Kota Tua kini dirancang menjadi ruang wisata yang memadukan berbagai sektor.

Pengunjung bisa menikmati bangunan bersejarah, wisata religi, hingga kuliner khas seperti nasi minyak dan hidangan Melayu lainnya.

Selain itu, kawasan ini juga akan diisi dengan aktivitas UMKM dan event tertentu agar tetap hidup tanpa mengganggu fungsi jalan.

Penataan dan Harapan Ekonomi

Pemerintah juga melakukan pembenahan infrastruktur seperti pedestrian, parkir, hingga penataan lalu lintas.

Ruko-ruko yang sebelumnya sepi pada malam hari didorong untuk kembali aktif demi menggerakkan ekonomi lokal.

Dengan konsep baru ini, Kota Tua diharapkan menjadi ikon wisata sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Jambi.

Meski demikian, munculnya komentar netizen menunjukkan satu hal penting: kawasan ini bukan sekadar destinasi baru, tetapi juga ruang yang menyimpan banyak kenangan bagi generasi lama.(*)




Pasar Talang Banjar Jambi akan Direvitalisasi, Pemkot Siapkan Relokasi Sementara Pedagang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi berencana melakukan penataan besar terhadap sejumlah pasar tradisional guna meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.

Salah satu yang menjadi prioritas adalah Pasar Talang Banjar serta Pasar Induk Talang Gulo.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Talang Banjar pada Senin (9/3/2026), menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurut Maulana, kondisi Pasar Talang Banjar saat ini masih memerlukan penataan yang lebih baik agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertib, bersih, dan nyaman.

“Secara umum kondisi pasar ini memang belum tertata secara optimal. Karena itu kami sudah mengajukan proposal revitalisasi ke Kementerian Perdagangan. Pasar ini juga sudah ditinjau dan mudah-mudahan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa apabila program revitalisasi disetujui, kawasan pasar akan dikosongkan sementara selama proses pembangunan berlangsung.

Untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan, Pemerintah Kota Jambi berencana menyiapkan lokasi sementara bagi para pedagang yang terdampak pembangunan.

“Selama proses pembangunan, kami akan menyewa tempat sementara yang lokasinya tidak jauh dari pasar ini sehingga pedagang tetap bisa berjualan,” jelas Maulana.

Setelah revitalisasi selesai, Pasar Talang Banjar direncanakan berubah menjadi pasar yang lebih modern, bersih, dan tertata dengan baik.

Selain penataan bangunan utama pasar, Pemkot Jambi juga akan menambah jumlah kios agar mampu menampung lebih banyak pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, penataan juga akan dilakukan di sepanjang Jalan Pasar Talang Banjar dengan pembangunan jalur pedestrian untuk memperindah kawasan pasar.

Penataan kawasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif serta menjadikan kawasan pasar sebagai salah satu destinasi wisata kota.

Meski demikian, Maulana menegaskan bahwa proses revitalisasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pedagang agar tidak menimbulkan gejolak.

“Prosesnya tentu harus dilakukan secara hati-hati karena menyangkut banyak pedagang. Kami ingin penataan ini berjalan baik tanpa menimbulkan masalah,” katanya.

Selain Pasar Talang Banjar, Pemerintah Kota Jambi juga mengusulkan revitalisasi Pasar Induk Talang Gulo kepada Kementerian Perdagangan.

Saat ini proposal tersebut telah dipresentasikan dan pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait realisasi pembangunan.

“Kami sudah menyampaikan paparan kepada pemerintah pusat dan sekarang tinggal menunggu persetujuan. Mudah-mudahan dua pasar ini bisa segera direvitalisasi,” pungkasnya.(*)