Polda Jambi Terima 27 Aduan Masyarakat, 4 Kasus Masih Diproses

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sepanjang tahun 2025, Polda Jambi menerima 27 aduan masyarakat melalui Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Dari jumlah tersebut, empat kasus masih dalam proses pendalaman karena membutuhkan klarifikasi tambahan.

Informasi ini terungkap saat kegiatan klarifikasi dan evaluasi penanganan pengaduan masyarakat yang digelar Kompolnas bersama jajaran Polda Jambi, Rabu (29/10/2025).

Irwasda Polda Jambi, Kombes Pol Jannus P. Siregar, menjelaskan sebagian besar laporan sudah ditindaklanjuti melalui penyelidikan maupun penyelesaian administratif.

Namun, empat kasus masih membutuhkan pemeriksaan saksi tambahan dan bukti pendukung.

“Dari 27 aduan yang kami terima melalui Kompolnas, sebagian besar sudah kami tindak lanjuti. Namun ada empat kasus yang masih dalam proses klarifikasi mendalam,” ujar Kombes Pol Jannus.

Kombes Jannus menambahkan, keterbatasan jumlah penyidik menjadi kendala dalam mempercepat penyelesaian laporan masyarakat, terutama di tingkat polres.

Oleh karena itu, Polda Jambi berharap adanya penguatan SDM dan dukungan operasional dari Mabes Polri.

Sementara itu, Anggota Kompolnas RI, Gufron, S.H.I., M.Hub.Int, menegaskan kunjungannya ke Jambi bertujuan menindaklanjuti sejumlah aduan prioritas dan memastikan laporan masyarakat ditangani secara transparan.

“Ada empat aduan yang kami bawa untuk diklarifikasi langsung. Kami ingin memastikan penanganannya memenuhi ekspektasi pelapor dan menjaga kepercayaan publik terhadap Polri,” kata Gufron.

Selain evaluasi aduan, Kompolnas juga mengumpulkan data terkait SDM, sarana-prasarana, dan anggaran operasional untuk mendukung peningkatan kinerja Polda Jambi.

Hasil klarifikasi ini akan disampaikan ke Mabes Polri sebagai bahan evaluasi dan penguatan pengawasan terhadap pelayanan publik Polri di daerah.(*)




Terungkap! Oknum Polisi Gunakan Wig Saat Bawa Kendaraan Korban, Usai Habisi Nyawa sang Dosen Cantik

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus pembunuhan dosen cantik di Muara Bungo, Erni Yunianti, semakin terang.

Terduga pelaku, seorang oknum polisi diketahui bernama Waldi yang bertugas di Polres Tebo, ternyata menggunakan wig atau rambut palsu saat membawa barang-barang berharga korban, termasuk kendaraan.

Kapolres Bungo, AKBP Natalena, menyebutkan bahwa dari hasil pelacakan rekaman CCTV, pelaku terlihat mengenakan wig saat membawa mobil korban keluar dari rumah.

“Dari rekaman CCTV, pelaku menggunakan wig dan membawa kendaraan milik korban. Ini sesuai dengan keterangan saksi di sekitar TKP yang melihat pria gondrong mencurigakan,” ujar AKBP Natalena.

Pelaku berhasil ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo di Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Minggu (2/11/2025).

Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan setelah penyidik melakukan pelacakan lebih dari 12 jam.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Bungo untuk pemeriksaan lanjutan.

Sehari sebelumnya, Sabtu (1/11/2025), warga Perumahan Al-Kausar VII, Arena Ex MTQ Baru, Muara Bungo, digemparkan dengan penemuan jasad Erni Yunianti di kamar rumahnya.

Dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan (IAK) Setih Setio itu ditemukan tewas dengan luka di kepala dan leher, dalam kondisi setengah berpakaian.

Barang berharga korban, termasuk mobil dan sepeda motor, hilang.

Polisi menduga awalnya kasus ini merupakan pembunuhan disertai pencurian.

Namun fakta terbaru menunjukkan keterlibatan oknum polisi yang merencanakan pengambilan barang secara menyamarkan identitas menggunakan wig.

Hasil pemeriksaan awal dan integrasi pelaku mengungkap bahwa Waldi mengaku melakukan pembunuhan dengan motif sementara terkait masalah pribadi dan hubungan dengan korban.

Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya motif lain.

“Pelaku kini sedang diperiksa intensif. Motifnya masih didalami, apakah terkait pencurian atau ada hubungan pribadi dengan korban,” jelas sumber kepolisian.

Kasus ini mengejutkan dunia pendidikan di Bungo.

Erni dikenal sebagai dosen teladan dan berdedikasi tinggi. Rekan-rekan sejawat menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Beliau sosok yang sabar dan berdedikasi. Kami sangat kehilangan dan berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya,” ujar salah seorang rekan korban.

Hingga Minggu siang, polisi masih mendalami kasus ini, memeriksa saksi tambahan, serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain atau pihak yang mengetahui rencana pembunuhan.

“Ini bukan kasus biasa. Ada indikasi perencanaan matang dan motif ganda,” ungkap sumber internal penyidik.(*)




Dosen Cantik di Bungo Tewas, Ini Identitas Anggota Polres Tebo yang Diciduk!

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus pembunuhan dosen cantik di Muara Bungo, Erni Yunianti, akhirnya menemukan titik terang.

Terduga pelaku, seorang oknum polisi yang diketahui bernama Waldi berpangkat Brigadir ini bertugas di Polres Tebo, ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo di wilayah Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Minggu (2/11/2025).

Penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan pelacakan intensif lebih dari 12 jam.

Pelaku dibekuk di sebuah rumah kontrakan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Bungo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, satu terduga pelaku telah diamankan. Polres Tebo hanya membackup Polres Bungo dalam proses penangkapan ini,” ujar Kapolres Bungo, AKBP Natalena, saat konferensi pers, Minggu 2 November 2025.

Sehari sebelumnya, Sabtu (1/11/2025), warga Perumahan Al-Kausar VII, Arena Ex MTQ Baru, Muara Bungo, digemparkan dengan penemuan jasad Erni di kamar rumahnya.

Dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan (IAK) Setih Setio itu ditemukan tewas dengan luka di kepala dan leher, dalam kondisi setengah berpakaian.

Selain itu, beberapa barang berharga milik korban, termasuk mobil dan sepeda motor, hilang.

Polisi awalnya menduga kasus ini merupakan pembunuhan disertai pencurian, namun fakta terbaru menunjukkan keterlibatan oknum polisi.

Hasil pemeriksaan awal dan integrasi pelaku mengungkap bahwa, Waldi mengaku melakukan pembunuhan dengan motif sementara karena masalah pribadi dan hubungan dengan korban.

Namun, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya motif lain.

“Pelaku kini sedang diperiksa intensif. Motifnya masih didalami, apakah terkait pencurian atau ada hubungan pribadi dengan korban,” jelas sumber kepolisian.

Kasus ini mengejutkan dunia pendidikan di Bungo. Erni dikenal sebagai dosen teladan, aktif dalam kegiatan kampus, dan berdedikasi tinggi kepada mahasiswa.

Rekan-rekan sejawatnya menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Beliau sosok yang sabar dan berdedikasi. Kami sangat kehilangan dan berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya,” ujar salah seorang rekan korban di IAK Setih Setio.

Hingga Minggu siang, penyidik masih melakukan pendalaman, memeriksa saksi tambahan, serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain atau pihak yang mengetahui rencana pembunuhan.

“Ini bukan kasus biasa. Ada indikasi perencanaan matang dan motif ganda,” ungkap sumber internal penyidik.(*)