Manasik Zakat PAUD di Kota Jambi, Cara Unik Tanamkan Empati Sejak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya membentuk generasi berkarakter terus digencarkan di Kota Jambi. Salah satu langkah inovatif dilakukan melalui kegiatan manasik zakat bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial sejak masa golden age anak.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi awal agar anak-anak memahami makna berbagi dan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak dini, mereka dikenalkan bahwa dalam setiap rezeki yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan penguatan akademik.

Menurutnya, manasik zakat bukan sekadar pengenalan ibadah, melainkan proses membangun empati dan tanggung jawab sosial.

“Zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa berbagi adalah bagian dari akhlak mulia,” ujarnya.

Ia menambahkan, usia dini merupakan fase emas pembentukan karakter. Nilai empati yang ditanamkan sejak kecil diyakini akan membentuk kesalehan sosial di masa depan.

Tak hanya itu, peran orang tua dan guru juga dinilai sangat krusial. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci agar nilai berbagi tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipraktikkan.

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang terus dikembangkan di seluruh wilayah Kota Jambi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat diadopsi sebagai bagian dari penguatan kurikulum pendidikan karakter secara lebih luas.

Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, manasik zakat di tingkat PAUD ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara sosial dan spiritual.(*)




Main HP Maksimal Satu Jam! Ini Pesan Tegas Bunda PAUD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena anak usia dini yang semakin bergantung pada gawai menjadi perhatian serius Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak bermain gadget terlalu lama karena dapat berdampak pada kesehatan mata, perkembangan otak, hingga kemampuan bersosialisasi.

Imbauan tersebut disampaikan Nadiyah saat membuka Lomba Egrang Batok Tingkat PAUD se-Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026).

“Anak-anak boleh bermain gadget, tetapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Jika berlebihan, bisa berdampak pada kesehatan mata dan menghambat perkembangan otak serta interaksi sosial anak,” tegas Nadiyah di hadapan orang tua dan pendamping peserta.

Menurutnya, kebiasaan bermain gadget tanpa kontrol berpotensi menurunkan aktivitas fisik anak, memicu ketergantungan, serta mengurangi kemampuan motorik dan emosional yang seharusnya berkembang optimal di usia dini.

Sebagai alternatif, Bunda PAUD Kota Jambi mendorong orang tua untuk kembali mengenalkan permainan tradisional yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai edukatif.

Salah satunya melalui lomba egrang batok yang melibatkan ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.

“Permainan tradisional seperti egrang batok mampu melatih keseimbangan, keberanian, koordinasi gerak, dan rasa percaya diri anak. Ini juga mengajarkan anak bersabar, mengikuti aturan, dan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujarnya.

Lomba egrang batok tersebut diikuti oleh perwakilan PAUD dari Kecamatan Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Anak-anak tampak antusias mengikuti perlombaan yang memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi, didampingi oleh guru dan orang tua masing-masing.

Nadiyah juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan perlombaan sebagai ajang ambisi pribadi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus tetap berorientasi pada kegembiraan anak.

“Jangan sampai orang tua justru lebih kompetitif dari anaknya. Biarkan anak berekspresi dengan senang. Target utama kita bukan menang, tapi pengalaman yang menyenangkan dan membentuk karakter positif,” pesannya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Jambi menyebut bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.

Dalam kesempatan itu, Nadiyah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini Kota Jambi telah memiliki lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan lagi yang akan kita dorong agar memiliki PAUD negeri sebagai bagian dari legacy jangka panjang pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran PAUD, yakni belajar melalui bermain.

“Anak-anak saat ini adalah generasi alfa yang tumbuh di era digital. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan permainan tradisional, mereka berisiko mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk perkembangan holistik anak,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan aktivitas fisik, sekaligus membentuk generasi anak yang sehat, ceria, berkarakter, dan berbudaya.(*)




Lomba Egrang Batok PAUD Kota Jambi, Solusi Sehat Kurangi Ketergantungan Gadget

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya menghadirkan ruang bermain edukatif bagi anak usia dini terus diperkuat Pemerintah Kota Jambi.

Melalui peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, lomba permainan tradisional Egrang Batok tingkat PAUD se-Kota Jambi resmi digelar sebagai sarana stimulasi motorik sekaligus pembentukan karakter anak sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026), tersebut diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan, seperti Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Dengan penuh antusias, para peserta didampingi guru serta orang tua untuk memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Nadiyah menyampaikan bahwa lomba egrang batok bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media pembelajaran yang menyenangkan dan sarat nilai edukatif.

“Permainan tradisional seperti egrang batok memberi manfaat besar bagi anak-anak. Mereka belajar keseimbangan, keberanian, sportivitas, serta kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujar Nadiyah.

Menurutnya, pendekatan belajar melalui bermain sangat penting diterapkan pada pendidikan anak usia dini agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal tanpa tekanan.

Ia juga mengingatkan orang tua dan pendamping agar tidak terlalu menuntut hasil.

“Biarkan anak-anak bermain dengan gembira. Jangan ada target berlebihan. Yang terpenting adalah pengalaman positif dan memori bahagia yang akan mereka bawa sampai dewasa,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Jambi turut menyoroti tantangan era digital, khususnya meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai.

Ia mengajak orang tua untuk lebih bijak dalam mengatur waktu penggunaan gadget.

“Bermain gadget boleh, tapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Permainan tradisional bisa menjadi alternatif sehat untuk menyeimbangkan perkembangan fisik dan mental anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa permainan egrang batok mampu menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan.

Lebih lanjut, Nadiyah juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini sudah ada lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Harapannya, ke depan setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menilai lomba egrang batok sangat sejalan dengan prinsip dasar PAUD, yakni belajar sambil bermain.

“Anak-anak sekarang adalah generasi alfa. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial, mereka rentan mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini mendukung perkembangan holistik anak,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi yang dinilainya konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, baik dari sisi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam rangka melestarikan permainan tradisional, menanamkan nilai karakter, serta mendukung terwujudnya generasi anak Kota Jambi yang sehat, ceria, berakhlak, dan berprestasi sejak usia dini.(*)