Kapolresta Jambi Ananto Herlambang dan Cara Baru Merangkul Energi Anak Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Ring tinju di GOR Jambi bukan hanya menjadi tempat para fighter menguji kemampuan.

Di balik pertarungan yang berlangsung dengan aturan dan pengawasan wasit, muncul pesan yang lebih luas: energi anak muda perlu mendapat ruang yang positif.

Pesan itu terlihat dalam pelaksanaan Kapolda Fighter Match di GOR Jambi.

Ajang tersebut mempertemukan para fighter sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan keberanian, semangat kompetitif, dan energi mereka melalui olahraga.

Di balik persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. turut mengambil bagian.

Ananto memilih pendekatan yang dekat dengan anak muda.

Ia berkomunikasi secara cair dengan peserta dan generasi muda yang hadir di arena, tanpa menciptakan jarak kaku antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Pendekatan itu menjadi bagian penting dari pesan yang dibawa melalui kegiatan tersebut.

Anak muda membutuhkan ruang untuk mengekspresikan keberanian dan kemampuan. Namun, ruang tersebut harus memiliki aturan dan mampu membangun karakter.

Tinju menjadi salah satu pilihan.

Di atas ring, seorang fighter memang dituntut berani. Tetapi keberanian itu berjalan bersama disiplin.

Ada aturan pertandingan, ada wasit, ada batas yang harus dihormati, serta ada lawan yang tetap harus dihargai.

Konsep tersebut berbeda jauh dengan tawuran di jalanan yang dapat menimbulkan korban dan merugikan orang lain yang tidak terlibat.

Karena itu, olahraga menjadi salah satu pendekatan untuk mengarahkan energi anak muda ke aktivitas yang lebih terukur.

Bukan Sekadar Pertandingan

Kapolda Fighter Match tidak berhenti pada pertarungan antar-fighter.

Atmosfer pertandingan juga menjadi ruang untuk membangun nilai sportivitas, disiplin, kepercayaan diri, dan penghormatan terhadap aturan.

Peserta dituntut bertanding secara fair sekaligus menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

Bagi kepolisian, pendekatan semacam ini membuka ruang komunikasi yang berbeda dengan generasi muda.

Pesan tentang keamanan dan ketertiban tidak selalu harus disampaikan melalui pendekatan formal.

Ketika polisi hadir dalam ruang yang dekat dengan keseharian anak muda, komunikasi dapat berlangsung lebih cair.

Hal itu terlihat dari cara Ananto berinteraksi dengan peserta dan anak-anak muda di sekitar arena.

Kehadirannya tidak hanya sebagai pejabat kepolisian yang menghadiri sebuah kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari ruang interaksi yang mempertemukan polisi, atlet, komunitas olahraga, dan generasi muda.

Energi Besar Perlu Disalurkan

Masa muda identik dengan energi, keberanian, rasa ingin tahu, dan keinginan menunjukkan kemampuan.

Persoalannya bukan pada energi tersebut, melainkan ke mana energi itu diarahkan.

Melalui olahraga, energi dan keberanian dapat berkembang menjadi prestasi.

Anak muda juga memiliki kesempatan belajar tentang disiplin, konsistensi, menerima kekalahan, menghormati lawan, serta mengejar kemampuan yang lebih baik.

Pesan inilah yang menjadi salah satu warna dalam Kapolda Fighter Match.

Daripada bertemu di jalan dalam situasi yang tidak terkendali, anak muda memiliki pilihan untuk bertemu di arena dengan aturan yang jelas.

Daripada menunjukkan keberanian melalui konflik, keberanian dapat diuji melalui latihan dan pertandingan.

Dan daripada mencari pengakuan melalui tawuran, kemampuan dapat dibuktikan melalui prestasi.

Polisi dan Generasi Muda

Kegiatan seperti Kapolda Fighter Match juga menunjukkan bahwa hubungan polisi dengan generasi muda dapat dibangun melalui banyak pintu.

Olahraga menjadi salah satunya.

Ketika aparat hadir di tengah kegiatan yang diminati anak muda, komunikasi dapat berkembang secara lebih informal.

Dari sana, pesan mengenai disiplin, keamanan, sportivitas, dan pentingnya menjauhi kekerasan jalanan lebih mudah disampaikan.

Peran Ananto dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pendekatan yang menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dalam membangun kedekatan dengan generasi muda.

Bukan sekadar datang, tetapi hadir di tengah mereka.

Bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi ikut membangun suasana.

Pada akhirnya, Kapolda Fighter Match tidak hanya menyajikan pertarungan di atas ring.

Kegiatan tersebut membawa pesan bahwa keberanian membutuhkan tempat yang tepat untuk disalurkan.

Berani bertanding, berani sportif, tetapi jangan menjadikan jalanan sebagai arena tawuran.(*)




Kunker ke Dua Polsek, Kapolresta Jambi Dorong Respons Cepat terhadap Aduan Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang turun langsung mengecek jajaran Polsek di wilayah hukumnya, Selasa 7 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menyasar Polsek Pasar Kota Jambi dan Polsek Jambi Timur.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Jambi Ny Vilia Ananto Herlambang serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Jambi, Ananto memanfaatkan kunjungan itu untuk bertemu langsung dengan personel di tingkat Polsek.

Di Polsek Pasar, rombongan disambut Kapolsek Pasar, Kompol Ferry Siswara bersama unsur Forkopimcam Pasar Jambi dan jajaran personel.

Dari Polsek Pasar, kunjungan berlanjut ke Polsek Jambi Timur. Kapolsek Jambi Timur, AKP R. Deddy Wardana Gaos bersama personel menyambut kedatangan rombongan Kapolresta Jambi.

Bukan sekadar kunjungan seremonial, Ananto menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah arahan terkait tugas kepolisian di tengah masyarakat.

Salah satu penekanannya yakni pelayanan publik. Ia meminta personel memberikan pelayanan secara cepat, profesional dan humanis sesuai semangat Polri Presisi.

Menurutnya, kualitas pelayanan di tingkat Polsek memiliki posisi penting karena personel berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun penyelesaian persoalan keamanan.

Selain pelayanan, Ananto meminta personel memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.

Setiap laporan dan keluhan warga, kata dia, perlu mendapat respons secara cepat dan tepat.

“Polsek adalah ujung tombak Polri. Berikan pelayanan terbaik, layani masyarakat dengan hati, dan tetap jaga kekompakan,” tegas Ananto.

Kapolresta Jambi juga mengingatkan pentingnya soliditas internal serta sinergi dengan TNI, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan berbagai unsur masyarakat.

Menurut arahan tersebut, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum masing-masing Polsek.

Ananto juga menyoroti lingkungan kerja personel. Ia meminta jajaran menjaga kebersihan dan kekompakan di lingkungan markas komando.

Ia ingin Polsek tidak hanya menjadi tempat kerja personel, tetapi juga menjadi ruang pelayanan yang nyaman bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolresta Jambi turut mengingatkan personel agar menjaga netralitas, menghindari pelanggaran, dan mempertahankan nama baik institusi Polri.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Jambi Ny Vilia Ananto Herlambang bertemu dengan anggota Bhayangkari Ranting Polsek Pasar dan Polsek Jambi Timur.

Vilia memberikan motivasi agar para anggota Bhayangkari terus mendukung tugas suami sekaligus aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Sementara itu, kunjungan kerja Kapolresta Jambi juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung kesiapan personel serta kondisi sarana dan prasarana di tingkat Polsek.

Jajaran Polresta Jambi memastikan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan kunjungan kerja di Polsek Pasar dan Polsek Jambi Timur berlangsung aman, tertib, dan dalam suasana kekeluargaan.(*)




Terbaru! Kabar Duka dari Ledakan Jamtos, Satu Korban Luka Bakar Meninggal Dunia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabar duka datang dari kasus ledakan Gudang Catering Mall Jamtos, Kota Jambi.

Salah satu dari enam korban yang mengalami luka bakar dalam peristiwa pada 22 September 2026 itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama hampir dua pekan.

Korban berinisial PP (34) mengembuskan napas terakhir di rumah sakit pada Senin 5 Oktober 2026 dini hari.

PP diketahui bekerja sebagai sekuriti di kawasan mall tersebut. Ia mengalami luka bakar pada bagian wajah, kedua tangan dan kaki setelah ledakan terjadi di gudang catering.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Husni Abda membenarkan kabar tersebut.

“Benar 1 orang meninggal dunia di RS pagi dini hari,” kata Husni saat dikonfirmasi, Senin 5 Oktober 2026.

Setelah menjadi korban ledakan, PP sempat menjalani perawatan di RS Kambang. Karena kondisi lukanya membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RS Siloam.

Namun, setelah hampir dua pekan mendapatkan perawatan, kondisi PP memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin 5 Oktober 2026 dini hari.

Kepergian PP menambah duka bagi keluarga sekaligus menjadi perkembangan baru dalam penanganan kasus ledakan yang terjadi di kawasan Jamtos.

Sebelumnya, enam orang mengalami luka bakar dalam insiden tersebut. Mereka harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Jambi.

Peristiwa ledakan terjadi pada Selasa 22 September 2026 sekitar pukul 19.18 WIB.

Informasi awal menyebutkan karyawan Jamtos mendengar suara ledakan dan mencium bau gas menyengat dari dalam gudang catering.

Sekuriti bersama teknisi kemudian masuk untuk melakukan pengecekan. Beberapa menit kemudian, ledakan susulan terjadi dan menyemburkan api.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang turun langsung memimpin pengamanan lokasi setelah menerima laporan kejadian.

Petugas bersama tim terkait kemudian melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi.

Dua unit pemadam kebakaran Kota Jambi juga dikerahkan untuk memadamkan api.

Saat kejadian, enam korban mengalami luka bakar dengan tingkat cedera berbeda.

Mereka yakni:

  • BS (49), mengalami luka bakar pada kaki kiri dan kanan.

  • AB (38), mengalami luka bakar pada bagian perut dan kaki.

  • DE (28), mengalami luka bakar pada tangan dan wajah.

  • RS (25), mengalami luka bakar pada kedua tangan.

  • PP (34), mengalami luka bakar pada wajah, tangan dan kaki.

  • MAA (33), mengalami luka bakar pada wajah, tangan dan kaki.

PP menjadi korban pertama yang meninggal dunia setelah insiden tersebut.

Meninggalnya PP belum mengakhiri penyelidikan polisi terhadap kasus tersebut.

Hingga kini, aparat masih mendalami penyebab pasti ledakan yang memicu kebakaran di gudang catering Jamtos.

Polisi telah memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa kondisi korban di rumah sakit, serta melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Kapolresta Jambi sebelumnya mengatakan polisi akan melakukan olah TKP secara mendalam bersama Tim Identifikasi Polresta Jambi untuk mengungkap sumber dan penyebab ledakan.

“Rencana tindak lanjut membuat laporan polisi dan olah TKP mendalam bersama Tim Identifikasi Polresta Jambi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” tegas Ananto.

Dengan meninggalnya PP, perhatian penyelidikan kini tidak hanya tertuju pada sumber ledakan dan penyebab kebakaran, tetapi juga pada rangkaian peristiwa yang menyebabkan enam orang mengalami luka bakar.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi pengelola pusat perbelanjaan dan tempat usaha yang menggunakan instalasi gas maupun listrik.

Polresta Jambi mengimbau pengelola mall, restoran, dan tempat usaha rutin memeriksa instalasi gas serta jaringan listrik untuk mencegah kejadian serupa.

Sementara itu, kondisi di sekitar Mall Jamtos telah kembali kondusif setelah api berhasil dipadamkan.

Namun, kasus ledakan tersebut masih menyisakan pertanyaan mengenai penyebab pasti kejadian.

Polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan apa yang memicu ledakan hingga menyebabkan enam orang mengalami luka bakar dan kini satu korban meninggal dunia.(*)




Vicky Prasetyo: Kalau Tarung di Atas Ring Ya Serius, Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana Kapolda Fighter Match yang berlangsung meriah di Jambi, Sabtu 3 Oktober 2026. mendadak berubah tegang ketika Dede Sunandar terjatuh setelah menerima pukulan dari Vicky “The Gladiator” Prasetyo.

Pertandingan yang disaksikan ribuan masyarakat itu sempat terhenti. Tim medis langsung bergerak membawa Dede keluar dari area ring untuk memastikan kondisinya.

Sejumlah selebritas dan influencer turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya Vicky Prasetyo, Beddu, Dede Sunandar, Bebeyu, dan Bondol.

Sejak pertandingan dimulai, atmosfer pertarungan berlangsung panas. Para petarung saling beradu pukulan di atas ring, namun pertandingan tetap berjalan dengan aturan dan sportivitas.

Momen paling menegangkan terjadi saat Vicky Prasetyo berhadapan dengan Dede Sunandar.

Sebuah pukulan membuat Dede terjatuh. Tim medis kemudian langsung memberikan penanganan dan membawanya ke bawah ring.

Situasi tersebut membuat pertandingan seketika dihentikan untuk memastikan kondisi Dede.

Dede selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang turut memastikan kondisi Dede setelah insiden tersebut.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional. Kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Vicky: Di Atas Ring Harus Serius

Vicky Prasetyo mengatakan dirinya tidak memiliki niat untuk memberikan pukulan secara berlebihan.

Namun, ketika pertandingan berlangsung, situasi di atas ring membuat pertarungan berjalan serius.

Menurut Vicky, pertandingan tinju memang memiliki risiko benturan dan pukulan karena kedua petarung bertanding secara langsung.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” kata Vicky.

Pernyataan tersebut menggambarkan tensi pertandingan yang memang berlangsung cukup tinggi.

Meski demikian, para peserta tetap menunjukkan sikap saling menghormati setelah pertandingan.

Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

Setelah mendapatkan penanganan, kondisi Dede Sunandar dilaporkan membaik.

Dede juga menyikapi insiden tersebut dengan santai. Ia mengaku tidak mempermasalahkan pukulan yang membuatnya terjatuh.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” ujar Dede sambil tertawa.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam Kapolda Fighter Match.

Pertandingan tetap menjadi tontonan hiburan bagi masyarakat, sementara aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama panitia dan tim medis.

Kehadiran petugas medis di sekitar ring juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap insiden selama pertandingan dapat segera ditangani.(*)




Kapolresta Jambi Beri Reward 47 Personel, Tekankan Profesionalitas dan HAM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 47 personel Polresta Jambi menerima penghargaan atas prestasi dan keberhasilan dalam menjalankan tugas kepolisian.

Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara yang dipimpin Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., di Lapangan Hijau Mapolresta Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Para personel yang menerima penghargaan dinilai telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, keberanian dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, termasuk dalam pengungkapan sejumlah perkara yang menjadi perhatian masyarakat.

Dalam amanatnya, Ananto menyoroti keberhasilan personel mengungkap tindak pidana narkotika dengan sejumlah barang bukti.

Di antaranya 192 refill cartridge berisi cairan yang diduga mengandung narkotika dengan total 465,8 mililiter, 22 butir pil ekstasi, 336,03 gram sabu, serta 29 paket besar ganja dengan berat sekitar 29 kilogram.

Menurut Ananto, pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja personel Satnarkoba bersama timsus Polresta Jambi dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah berhasil mengungkap tindak pidana narkotika dengan sejumlah barang bukti. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Satnarkoba dan timsus serta bagian dari komitmen Polresta Jambi untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika,” ujar Ananto.

Selain perkara narkotika, penghargaan juga diberikan kepada personel yang berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasus tersebut berkaitan dengan aksi penyiraman air keras terhadap korban.

Kapolresta menilai pengungkapan perkara tersebut membutuhkan kemampuan penyelidikan, kecepatan, ketelitian dan profesionalisme personel.

“Pengungkapan kasus tersebut tentunya membutuhkan kemampuan, kecepatan, ketelitian, serta profesionalisme,” katanya.

Ananto mengatakan pemberian penghargaan tidak semata-mata ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menyelesaikan perkara.

Penghargaan juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun, di tengah tuntutan peningkatan kinerja, Ananto mengingatkan personel agar proses penegakan hukum tetap berjalan dalam koridor aturan.

Ia meminta seluruh anggota berpedoman pada peraturan perundang-undangan, standar operasional prosedur (SOP), kode etik profesi Polri, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Dalam setiap proses penegakan hukum, kita harus mampu menunjukkan bahwa Polri hadir untuk memberikan rasa aman, kepastian hukum, dan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ananto juga meminta seluruh personel mempertahankan semangat kerja, meningkatkan profesionalisme serta memperkuat soliditas dan kerja sama internal.

Menurutnya, setiap keberhasilan dalam menjalankan tugas harus menjadi bagian dari pengabdian kepolisian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Upacara penghargaan tersebut turut dihadiri para Kabag, Kasat, Kasi, personel Polresta Jambi serta seluruh anggota yang menerima penghargaan.(*)




Ledakan Dapur Catering Jamtos, Kapolresta Jambi Pastikan Evakuasi Korban

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Ledakan terjadi di sebuah bangunan yang digunakan sebagai dapur catering di kawasan Mall Jamtos, Kota Jambi, Selasa 22 September 2026 malam.

Peristiwa tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka bakar.

Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.18 WIB. Sebelum kejadian, karyawan di sekitar lokasi disebut sempat mendengar suara ledakan dan mencium bau gas yang menyengat dari dalam ruangan.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada petugas keamanan.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. langsung mendatangi lokasi bersama Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Husni Abda Kapolsek Kotabaru, AKP Riko Saputra S., S.H., M.H., serta sejumlah personel kepolisian.

Dua unit pemadam kebakaran Kota Jambi juga dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dan situasi di sekitar lokasi kemudian dinyatakan kondusif.

Bau Gas Tercium Sebelum Ledakan

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, petugas keamanan bersama teknisi sempat masuk ke dalam dapur untuk melakukan pengecekan setelah mencium aroma gas.

Namun, beberapa saat kemudian terjadi ledakan susulan yang disertai semburan api.

“Berawal dari saksi mendengar ledakan dan mencium bau gas dari dalam gudang. Saksi melapor ke sekuriti, kemudian sekuriti bersama teknisi masuk untuk cek. Selang beberapa menit terjadi ledakan susulan yang menyemburkan api,” ujar Kapolresta Jambi di lokasi.

Kapolsek Kotabaru, AKP Riko Saputra mengatakan bangunan tersebut digunakan sebagai dapur catering dan berada di luar area parkir Mall Jamtos.

Menurut keterangan awal yang diterima polisi, diduga terdapat gas yang menumpuk di dalam ruangan sebelum ledakan terjadi.

Security disebut sempat keluar dari ruangan sebelum ledakan.

“Diduga gas sudah menumpuk di dalam ruangan. Security sempat keluar dari ruangan, kemudian terjadi ledakan. Kemungkinan dipicu oleh aliran listrik,” kata Riko.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan penyebab kejadian.

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber ledakan dan faktor yang memicunya.

Enam Orang Mengalami Luka Bakar

Enam orang mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut. Para korban langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

Berikut data korban yang disampaikan kepolisian:

  • BS (49) — luka bakar pada kaki kiri dan kanan, dirawat di RS Abdul Manap.

  • AB (38) — luka bakar pada bagian perut dan kaki, dirawat di RS Abdul Manap.

  • DE (28) — luka bakar pada tangan dan wajah, dirawat di RS Kambang.

  • RS (25) — luka bakar pada tangan kanan dan kiri, dirawat di RS Kambang.

  • PP (34) — luka bakar pada wajah, tangan dan kaki, dirawat di RS Kambang.

  • MAA (33) — luka bakar pada wajah, tangan dan kaki, dirawat di RS Raden Mattaher.

Kepolisian masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi para korban.

Polisi Pasang Garis Polisi

Setelah menerima laporan, personel Polresta Jambi dan Polsek Kotabaru langsung mendatangi lokasi.

Polisi memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta mengecek kondisi korban di rumah sakit.

Kapolresta Jambi mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara secara lebih mendalam bersama Tim Identifikasi Polresta Jambi.

“Rencana tindak lanjut membuat laporan polisi dan olah TKP mendalam bersama Tim Identifikasi Polresta Jambi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” tegasnya.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah kejadian berkaitan dengan dugaan kebocoran atau penumpukan gas, instalasi listrik, maupun faktor lain.

Polisi juga masih memeriksa kondisi sumber gas dan instalasi di area dapur.

Aktivitas di Sekitar Jamtos Kembali Normal

Pasca kejadian, api telah berhasil dipadamkan. Aktivitas masyarakat di sekitar Mall Jamtos juga kembali berjalan normal.

Polisi meminta masyarakat tidak mendekati area yang menjadi lokasi kejadian selama proses penyelidikan berlangsung.

Kapolresta Jambi turut mengimbau pengelola pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat usaha untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi gas dan listrik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi kejadian serupa.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti ledakan yang melukai enam orang tersebut.(*)




Tak Sampai Sejam, Polsek Jambi Selatan Bekuk Terduga Pelaku Penganiayaan Lansia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di wilayah Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Seorang pria berusia 71 tahun menjadi korban dan mengalami luka pada bagian kepala serta tangan.

Polsek Jambi Selatan bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Seorang pria berinisial ADP (24) yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan kurang dari satu jam setelah kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan H.M. Yusuf Nasri, RT 006, Kelurahan Wijayapura, Kecamatan Jambi Selatan.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Jambi Selatan, AKP Taroni Zebua membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima piket Reskrim Polsek Jambi Selatan setelah masyarakat melaporkan adanya dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Mendapat laporan tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan langsung menuju lokasi kejadian.

Polisi kemudian mengamankan ADP yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menyebut ADP mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban berinisial D (71) menggunakan sebilah parang.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan akibat sabetan senjata tajam. Korban selanjutnya mendapatkan perawatan medis.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan satu bilah senjata tajam jenis parang.

Parang tersebut berwarna silver dengan bagian gagang terikat tali berwarna merah.

ADP yang merupakan warga Jalan H.M. Yusuf Nasri, Kelurahan Wijayapura, kini telah diamankan di Mapolsek Jambi Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Jambi Selatan, AKP Taroni Zebua mengatakan perkara tersebut ditangani oleh pihaknya dan terhadap pelaku akan diterapkan ketentuan pidana sesuai hasil penyidikan.

“Pelaku sudah kami amankan, untuk kasusnya ditangani Polsek Jambi Selatan. Pelaku akan kami jerat dengan Pasal 467 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang Penganiayaan dengan rencana yang mengakibatkan luka berat,” ujar AKP Taroni Zebua.

Polsek Jambi Selatan mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan melalui kekerasan.

Warga yang mengetahui atau melihat adanya tindak pidana diminta segera melapor kepada kepolisian terdekat atau menghubungi Call Center Polri 110.

Saat ini, proses hukum terhadap ADP masih berjalan di Polsek Jambi Selatan.(*)




Kabut Asap dan Krisis Air Bersih, Polresta Jambi Salurkan Bantuan ke Warga Telanaipura

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan air bersih dan kabut asap menjadi perhatian Polresta Jambi. Di tengah kebutuhan warga yang mendesak, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. turun langsung memimpin penyaluran air bersih sekaligus membagikan masker gratis kepada masyarakat di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Kamis 17 September 2026

Bantuan air bersih menyasar warga di Jalan Raden Suhur, Kelurahan Penyengat Rendah.

Air didistribusikan menggunakan kendaraan tangki sehingga warga dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya warga di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

Pada saat yang sama, masyarakat Jambi juga menghadapi persoalan kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dua persoalan tersebut menjadi fokus kegiatan Polresta Jambi kali ini. Bantuan tidak hanya berupa air bersih, tetapi juga perlindungan bagi masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

Selain mendatangi permukiman warga, jajaran Polresta Jambi membagikan masker secara gratis di kawasan Simpang BI Telanaipura.

Masker diberikan kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk pedagang, pelajar, pengendara, serta masyarakat yang melintas.

Kapolresta Jambi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk respons kepolisian terhadap kebutuhan yang dirasakan langsung masyarakat.

“Ketika warga kesulitan air bersih, kami hadir. Ketika warga membutuhkan perlindungan kesehatan dari asap, kami pun hadir,” kata Ananto di sela kegiatan.

Menurutnya, kehadiran polisi tidak berhenti pada aspek keamanan dan ketertiban.

Polri juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut diikuti sejumlah pejabat utama Polresta Jambi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Jambi, Camat Telanaipura, serta Lurah Penyengat Rendah.

Kedatangan rombongan Polresta Jambi mendapat sambutan dari masyarakat Penyengat Rendah.

Warga mengaku bantuan air bersih dibutuhkan, terlebih ketika pasokan air mengalami keterbatasan.

Salah seorang warga juga mengapresiasi pembagian masker karena asap masih dirasakan di lingkungan mereka.

“Air memang sangat kami butuhkan, dan masker juga sangat berguna karena asap masih terasa,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolresta Jambi menyempatkan diri berinteraksi dengan warga dan mendengarkan sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ananto juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk persoalan karhutla dan kualitas udara.

Warga diminta ikut menjaga lingkungan serta mempertahankan keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

“Mari kita bersama jaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di Kota Jambi. Karena itu tidak hanya tugas kami, melainkan tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Polresta Jambi juga mengajak masyarakat untuk segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan gangguan keamanan maupun persoalan yang membutuhkan penanganan.

Kegiatan penyaluran air bersih dan pembagian masker tersebut berlangsung tertib.

Selain bantuan langsung, kegiatan ini menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk berkomunikasi dengan warga dan menyerap persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.(*)




Ketua DPRD Kota Jambi Turun Langsung, 2.000 Masker Dibagikan di Jelutung hingga Pasar Keluarg

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan Kota Jambi mendorong langkah langsung dari legislatif.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly turun ke lapangan membagikan masker kepada warga dan pengendara yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik.

Sebanyak 2.000 masker dibagikan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di tiga titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, yakni Simpang Lampu Merah Jelutung, Pasar Handil, dan Pasar Keluarga.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang.

Bagi Kemas, pembagian masker bukan sekadar kegiatan sosial.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko kesehatan ketika harus beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

“Kami membantu upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Kemas.

Kemas mengatakan perkembangan kualitas udara Kota Jambi masih perlu dicermati.

Menurutnya, kondisi dalam beberapa hari ke depan akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah kualitas udara mengalami perbaikan atau justru semakin memburuk.

“Kita akan lihat indeks standar kualitas udara di Kota Jambi tiga hari ke depan apakah membaik atau memburuk,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa situasi kabut asap belum dianggap selesai.

Perubahan kondisi udara masih menjadi faktor penting dalam menentukan langkah lanjutan untuk melindungi masyarakat.

Karena itu, warga diminta tidak hanya mengandalkan pembagian masker, tetapi juga memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Pembagian masker dilakukan di titik-titik yang ramai oleh warga dan kendaraan.

Pengendara menjadi salah satu kelompok yang berpotensi terpapar lebih lama karena aktivitas mereka berlangsung di ruang terbuka dan berada dekat dengan lalu lintas.

Kemas mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus keluar rumah, terutama saat kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Kelompok yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara semakin buruk.

Kapolresta Jambi Kombes, Pol Ananto Herlambang turut mendukung pembagian masker tersebut.

Menurut Ananto, perlindungan masyarakat dari dampak kualitas udara tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

“Kami mendukung kegiatan Pak Ketua DPRD membagikan masker kepada masyarakat,” ujar Ananto.

Keterlibatan unsur legislatif dan kepolisian dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa, persoalan kabut asap mulai membutuhkan respons bersama.

Terutama karena dampaknya langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Masker menjadi salah satu bentuk perlindungan ketika warga harus tetap beraktivitas di luar rumah.

Namun, langkah tersebut perlu dibarengi dengan upaya mengurangi paparan asap.

Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diimbau mempertimbangkan untuk membatasi aktivitas, terutama apabila kualitas udara kembali memburuk.

Sementara warga dengan kondisi yang membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan pernapasan perlu memberikan perhatian lebih terhadap perubahan kualitas udara.

Di sisi lain, pemantauan indeks kualitas udara dalam beberapa hari mendatang menjadi penting untuk menentukan apakah kondisi Kota Jambi mulai membaik atau membutuhkan langkah perlindungan yang lebih luas.

Untuk saat ini, 2.000 masker telah dibagikan kepada masyarakat di tiga titik Kota Jambi sebagai respons terhadap kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih.(*)




Ananto Herlambang Bangun Komunikasi dengan Wartawan, Perkuat Kepercayaan Publik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang mulai membangun komunikasi dengan insan pers setelah resmi menjabat.

Ia menilai kolaborasi kepolisian dan media menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat.

Pesan tersebut disampaikan Ananto saat menggelar coffee morning bersama insan pers Kota Jambi di Aula Mapolresta Jambi, Rabu 5 Agustus 2026.

Pertemuan itu menjadi salah satu langkah awal Kapolresta Jambi yang baru sekitar dua pekan menjabat untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan media.

Dalam kesempatan tersebut, Ananto memperkenalkan diri sekaligus meminta dukungan dari wartawan agar komunikasi antara Polresta Jambi dan media dapat terus berjalan secara terbuka.

“Saya mohon doa dan dukungan dari teman-teman media untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polresta Jambi,” ujar Ananto.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membantu tugas kepolisian, terutama dalam menyampaikan informasi pelayanan masyarakat, kegiatan kepolisian, hingga perkembangan situasi keamanan di Kota Jambi.

Media Dinilai Berperan Jaga Transparansi Informasi

Ananto mengatakan, Polri tidak dapat menjalankan tugas secara maksimal tanpa dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers.

Ia menyebut media menjadi penghubung penting antara kepolisian dan masyarakat karena mampu menyampaikan informasi secara luas sekaligus membantu membangun kepercayaan publik.

“Pers merupakan mitra strategis Polri dalam memberikan informasi terkait pelayanan maupun penegakan hukum secara transparan dan akuntabel. Sinergi yang sudah terjalin selama ini perlu terus diperkuat,” katanya.

Ia memastikan Polresta Jambi akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai tugas utama kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selain itu, komunikasi yang baik dengan media diharapkan mampu menangkal penyebaran informasi yang tidak benar serta mendorong masyarakat memperoleh informasi yang berimbang.

PWI Jambi Apresiasi Langkah Kapolresta

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Irwansyah menyambut baik langkah Kapolresta Jambi yang membuka ruang komunikasi bersama insan pers.

Menurutnya, kepolisian dan media memiliki peran yang berbeda namun saling mendukung dalam menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif.

Media, kata dia, memiliki tanggung jawab menyajikan informasi berdasarkan fakta serta berpedoman pada kode etik jurnalistik.

Sementara kepolisian menjalankan fungsi menjaga keamanan dan penegakan hukum.

“Kami sepakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif dengan menyajikan informasi yang benar dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Ia berharap hubungan kemitraan antara Polresta Jambi dan insan pers semakin kuat sehingga masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat.

Kegiatan coffee morning tersebut turut dihadiri Wakapolresta Jambi AKBP Nurhadi, Kasi Humas Iptu Edy, jajaran Kabag, Kasat, Kasi Polresta Jambi, serta sejumlah wartawan dari berbagai media di Kota Jambi.(*)