Kartu Bahagia, Rumel, dan Kampung Bahagia: Transformasi Kota Jambi di Tahun Pertama Maulana-Diza

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tepat satu tahun kepemimpinan Walikota Jambi Dr dr H Maulana, MKM dan Wakil Walikota Diza Hazra Aljosa SE MA, berbagai program strategis telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Kepemimpinan periode 2025–2030 menekankan kesejahteraan warga, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta pelayanan publik yang cepat dan transparan.

Kartu Bahagia: Masyarakat Lebih Sejahtera

Program Kartu Bahagia telah memberikan manfaat nyata bagi ribuan warga Kota Jambi:

  • 49.212 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapat layanan kesehatan gratis.

  • 3.000 pekerja rentan, 1.650 Ketua RT, 1.114 PHL, dan 1.316 petugas syara terfasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.

  • 111.762 warga menjalani pengecekan kesehatan gratis.

  • 2.070 peserta didik memperoleh beasiswa.

  • 13.235 rumah terpasang jaringan gas, bagian dari target 100.000 sambungan.

  • Sekolah Rakyat di Kelurahan Bagan Pete menampung 1.080 peserta didik dari SD hingga SMA.

“Program Kartu Bahagia memastikan setiap warga, terutama yang kurang mampu, merasakan manfaat pembangunan kota. Sehat, berpendidikan, dan sejahtera adalah hak semua warga,” kata Walikota Maulana.

Balai Latihan Kerja Tematik dan BanHarkat: SDM Tangguh dan UMKM Mandiri

  • Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) menyiapkan SDM Kota Jambi yang terampil, dengan lebih dari 2.000 orang terserap di industri dan program magang luar negeri.

  • BanHarkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat) memberikan modal usaha ringan bunga 3% per tahun senilai Rp 111,4 miliar, mendukung UMKM dan pengusaha pemula.

“Dengan akses modal mudah dan terjangkau, UMKM bisa tumbuh dan mendorong ekonomi kota,” ujar Wawako Diza.

Ruang Milenial dan Kampung Bahagia

  • Ruang Milenial (Rumel) hadir sebagai fasilitas produktivitas generasi muda dengan internet gratis di Terminal Rawasari, Pasar Jambi, dan Taman Banjuran Budayo.

  • Kampung Bahagia menekankan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat dengan semangat gotong royong:

    • 1.650 Ketua RT dilantik dan mengikuti retret serentak.

    • 67 RT pilot project menunjukkan realisasi 125–200%, dengan 212 kegiatan fisik dan 439 non-fisik.

Lansia Bahagia dan Kota Tangguh

  • Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) memberikan pendidikan non-formal agar lansia tetap produktif.

  • Infrastruktur kota diperkuat dengan:

    • 459 jalan diperbaiki dan 1 jembatan baru dibangun.

    • Normalisasi sungai dan drainase, serta pembangunan kolam retensi 9 hektar yang juga jadi destinasi wisata.

    • Sistem pengelolaan sampah lebih modern, termasuk gerobak motor, industri briket TPA Talang Gulo, dan mobil angkut sampah ramah lingkungan.

    • Angkutan umum listrik dan bus listrik gratis diluncurkan.

Bahagia Berbudaya dan Aparatur Pelayanan Kompeten

  • Festival budaya lokal dan sport tourism digelar untuk melestarikan identitas Melayu dan suku lain.

  • Melalui Apel Kota (Aparatur Pelayanan Kompeten dan Berintegritas) dan Balap (Bahagia Berintegritas Pelayanan Anti Pungli):

    • 5.000 tenaga honorer diangkat PPPK.

    • ASN diperkuat kapasitasnya.

    • Kota Jambi mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

  • Call Center Bahagia 112 merespon 6.152 keluhan masyarakat, dengan tingkat penyelesaian 97,15%.

“Setahun ini bukti kerja nyata untuk kesejahteraan warga, kota tangguh, dan pelayanan cepat, transparan, dan dekat dengan masyarakat,” tambah Maulana.

“Setiap program kami rancang untuk memberdayakan semua warga, dari generasi muda hingga lansia, UMKM hingga pekerja rentan,” timpal Diza.(*)




Setahun Kepemimpinan Maulana-Diza, Berikut Capaian Program Kota Jambi Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, memaparkan capaian signifikan selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dalam apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota Jambi, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat OPD, staf ahli, asisten, serta seluruh unsur ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Maulana menegaskan, sejak hari pertama menjabat, pemerintah langsung mengimplementasikan 11 program unggulan sebagai peta jalan menuju visi “Kota Jambi Bahagia”.

Ia menekankan, capaian tersebut bisa diraih berkat komitmen, kerja keras, kolaborasi, dan sinergi seluruh jajaran pemerintah.

“Tidak ada yang mudah, namun juga tidak ada yang terlalu sulit. Dengan kekompakan tim, berbagai capaian dapat kita raih bersama demi kebahagiaan masyarakat,” ujar Maulana.

Capaian Program Unggulan

Beberapa hasil program prioritas selama satu tahun terakhir antara lain:

  • Program Kartu Bahagia: Menambah 49.212 kuota BPJS bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, memberikan layanan cek kesehatan gratis untuk 111.762 warga, serta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

  • Beasiswa dan Infrastruktur: 2.070 siswa menerima beasiswa, lebih dari 13 ribu jaringan gas rumah tangga dipasang, dan berbagai bantuan sosial disalurkan, termasuk bedah rumah, sembako murah, bantuan disabilitas, internet gratis, hingga dukungan bencana.

  • Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat): Lebih dari 2.000 peserta mengikuti pelatihan keterampilan, job fair dengan 13 ribu lowongan kerja, workshop kewirausahaan, digital marketing, hingga program magang luar negeri.

  • Program Bank Harkat: Kredit berbunga rendah sebesar Rp111,4 miliar dan dukungan untuk ratusan UMKM melalui bantuan usaha dan peralatan.

  • Ruang Milenial: Pengembangan ruang publik kreatif, festival ekonomi kreatif, dan internet gratis di rumah ibadah.

  • Kampung Bahagia dan Lansia Bahagia: Pilot project di 67 RT, berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, layanan kesehatan dan jenguk lansia, serta pengembangan puskesmas ramah lansia.

  • Kota Tangguh: Infrastruktur, penanganan banjir, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, armada listrik, dan penataan estetika kota serta kawasan bersejarah.

  • Pendapatan dan Kebudayaan: PAD 2025 mencapai Rp618,98 miliar, program Bahagia Berbudaya mendorong festival budaya, sport tourism, dan penyelenggaraan event nasional.

  • ASN dan Call Center: Ribuan tenaga honorer diangkat menjadi PPPK melalui Program Apel Kota dan Balap, sedangkan Call Center Bahagia mencatat 6.152 panggilan masyarakat dengan tingkat penyelesaian 97,15 persen.

Selama satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kota Jambi berhasil meraih 37 penghargaan, terdiri dari 23 tingkat provinsi, 13 nasional, dan satu internasional. Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur, petugas lapangan, tenaga pendamping, dan semua pihak yang terlibat.

Tantangan dan Arah Kebijakan 2026

Memasuki tahun kedua, Maulana menyoroti tantangan seperti keterbatasan keuangan daerah, kebutuhan lapangan kerja, perkembangan teknologi, partisipasi masyarakat, serta isu perubahan iklim.

Pemerintah menargetkan capaian 2026, termasuk IPM 82,45, pertumbuhan ekonomi 5,75 persen, investasi Rp2 triliun, pengangguran 6,95 persen, dan prevalensi stunting 8,75 persen.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, peningkatan layanan publik, penguatan SDM ASN berbasis teknologi, serta percepatan program prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan, hilirisasi, investasi, pengelolaan sampah, dan pengentasan kemiskinan.

Di akhir arahannya, Maulana meminta seluruh ASN untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan inovasi, dan memastikan setiap program berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kerja kita adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan warga. Mari songsong tahun kedua dengan semangat lebih kuat,” pungkasnya.(*)




Kartu Bahagia hingga Bank Harkat, Ini 11 Program Unggulan Kota Jambi di Bawah Kepemimpinan Maulana-Diza

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi, di bawah kepemimpinan Walikota Maulana dan Wawako Diza, menetapkan 11 Program Bahagia sebagai program unggulan pembangunan daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Program ini dirancang untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membangun sumber daya manusia yang berdaya saing.

Salah satu program strategis adalah Kartu Bahagia, yakni pembangunan sistem aplikasi terintegrasi yang memuat berbagai bantuan pemerintah, mulai dari bantuan biaya pendidikan, jaminan kesehatan, hingga bantuan sosial.

Melalui sistem ini, Pemkot Jambi menargetkan penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Di bidang ketenagakerjaan, Pemkot Jambi menghadirkan BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik). Program ini fokus pada pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, sehingga mampu menciptakan tenaga kerja siap pakai dan mengurangi angka pengangguran.

Sektor ekonomi kerakyatan diperkuat melalui Bank Harkat, yakni program bantuan kelompok usaha masyarakat.

Program ini bertujuan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan yang aman dan berkeadilan.

Bagi generasi muda, Pemkot Jambi menghadirkan RUMEL (Ruang Milenial) sebagai wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan anak muda agar mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Pembangunan berbasis kewilayahan diwujudkan melalui Kampung Bahagia, yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan, penguatan kelembagaan RT, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis kegotongroyongan.

Perhatian terhadap kelompok lanjut usia diwujudkan melalui Lansia Bahagia, dengan tujuan memastikan para lansia dapat menjalani kehidupan yang bermartabat, nyaman, dan berkualitas melalui dukungan layanan sosial dan kesehatan.

Dalam aspek pembangunan berkelanjutan, Pemkot Jambi mengusung program Kota Tangguh, yang meliputi penataan ruang, peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana, termasuk transportasi perkotaan dan utilitas kota yang ramah lingkungan.

Program ini juga bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat agar mampu beradaptasi terhadap berbagai tantangan.

Di bidang budaya dan sosial, Bahagia Berbudaya diarahkan pada pelestarian aset budaya dan sejarah, sekaligus membuka ruang bagi berkembangnya budaya dan etnik nusantara maupun dunia sebagai daya tarik wisata, serta memperkuat akhlak dan harmonisasi kehidupan beragama.

Untuk meningkatkan kualitas birokrasi, Pemkot Jambi menjalankan program APEL KOTA (Aparatur yang Melayani, Kompeten dan Berintegritas) sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional.

Sementara itu, program BALAP (Bahagia Berintegritas Layanan Anti Pungli) difokuskan pada penciptaan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melengkapi seluruh program tersebut, Call Center Bahagia dihadirkan sebagai sistem penanganan pengaduan masyarakat berbasis teknologi informasi yang responsif, terintegrasi, dan mudah diakses oleh warga.

Sebelas program ini menjadi fondasi utama Pemkot Jambi dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia, dengan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(*)




OPD Tandatangani Perjanjian Kinerja, Program Unggulan ‘Kota Jambi Bahagia’ Telah Berjalan Nyata

JJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – OPD Kota Jambi menegaskan komitmen dalam mewujudkan 11 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2026, melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026).

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza, menegaskan bahwa kolaborasi antar-OPD menjadi kunci kesuksesan program “Kota Jambi Bahagia.”

Penandatanganan PK ini tidak hanya formalitas, tetapi juga sebagai penguat akuntabilitas dan sinergi seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap program memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berkumpul bersama staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga camat, untuk memastikan 11 program prioritas berjalan optimal,” sebutnya.

“Semua OPD bekerja sama dengan koordinasi melalui staf ahli atau asisten yang membidangi program tertentu. Secara umum, program-program ini sudah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Maulana.

Salah satu program unggulan, Bank Harkat, dirancang untuk membantu UMKM dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman online atau rentenir.

Program ini bekerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan dana sebesar Rp110 miliar, meski realisasi saat ini baru mencapai sekitar Rp300 juta.

“Kami ingin mendorong pembiayaan UMKM agar tidak terjerat pinjol atau rentenir. Sebagian masyarakat masih memiliki tunggakan sebelumnya,” kata Maulana.

“Tapi ke depan kami akan berinovasi bersama OJK dan perbankan agar UMKM mendapatkan modal yang layak,” tambah Maulana.

Selain itu, program Kampung Bahagia di sektor kesehatan juga disebut telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja antar-OPD ini diharapkan memperkuat sinergi, memastikan program prioritas dapat terlaksana sesuai target, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah kota.

“Setiap OPD memiliki peran penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Dengan koordinasi yang baik, kami optimis program ini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Maulana.(*)




Walikota Maulana Kunjungi Pekanbaru, Bawa Pulang Konsep Pengelolaan Sampah dan PAD

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Pekanbaru, Sabtu (17/01/2026), guna bertukar gagasan dan praktik terbaik antar daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Maulana bersama jajaran pejabat Pemkot Jambi disambut langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E., M.M., di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru.

Pertemuan itu dimanfaatkan untuk diskusi mendalam terkait pengelolaan pemerintahan, pelayanan publik, hingga strategi peningkatan pendapatan daerah.

Maulana menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan banyak referensi yang relevan untuk diterapkan di Kota Jambi, terutama dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan terkecil.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama Pemkot Jambi ke depan.

“Tahun ini Pemkot Jambi akan menerapkan Program Kampung Bahagia di seluruh RT. Salah satu prioritasnya adalah pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, Kota Pekanbaru telah menjalankan sistem pengelolaan sampah melalui program Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

Di mana setiap rumah tangga memiliki tanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing. Pola ini dinilai sejalan dengan konsep Kampung Bahagia yang akan diterapkan di Jambi.

“Pengangkutan dilakukan dari rumah ke rumah sehingga tidak ada lagi TPS liar. Selain lebih tertata, sampah juga bisa memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya membahas persoalan persampahan, kunjungan kerja ini juga menghasilkan kerja sama strategis di bidang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemkot Jambi, kata Maulana, akan mendapatkan hibah sistem perizinan bangunan berbasis aplikasi dari Pemkot Pekanbaru.

“Sistem perizinan ini memungkinkan proses Perizinan Pembangunan Gedung diselesaikan hanya dalam waktu dua jam. Aplikasinya akan diberikan secara gratis dan direplikasi di Kota Jambi, dengan harapan mampu mendorong peningkatan PAD,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut positif kunjungan Pemkot Jambi dan menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan balasan.

Ia menilai banyak program Pemkot Jambi yang sejalan dan bisa saling dipelajari.

“Dari diskusi yang berlangsung, banyak hal yang justru ingin kami pelajari dari Kota Jambi, baik soal tata kelola pemerintahan, peningkatan PAD, hingga pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis,” singkat Agung.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antar pemerintah daerah serta mempercepat lahirnya kebijakan inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*)




Wali Kota Jambi Dorong Ketua RT Kembangkan Inovasi Kampung Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menekankan pentingnya peran Ketua RT sebagai ujung tombak pembangunan berbasis masyarakat.

Untuk itu, 67 Ketua RT peserta Pilot Project Kampung Bahagia 2025 dikirim ke Kota Bengkulu untuk melakukan studi tiru, belajar dari pengalaman daerah lain.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengatakan, tujuan kunjungan ini bukan sekadar melihat kegiatan di daerah lain, tapi menambah wawasan dan gagasan baru bagi para Ketua RT.

“Ketua RT adalah penggerak utama di tingkat warga. Semakin luas wawasan mereka, semakin kuat dan bermanfaat program Kampung Bahagia bagi masyarakat,” kata Maulana.

Ia menekankan, pembangunan tidak harus dimulai dari proyek besar.

Lingkungan terkecil pun bisa menjadi contoh jika dikelola dengan kebersamaan, kepemimpinan yang baik, dan partisipasi aktif warga.

“Harapannya, setiap Ketua RT pulang membawa ide yang bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing. Bukan meniru persis, tapi mengembangkan inovasi yang tepat untuk warganya,” tambah Wali Kota.

Menurut Maulana, kolaborasi antar daerah menjadi kunci agar program Kampung Bahagia dapat terus berkembang.

Dengan belajar dari praktik baik daerah lain, Ketua RT diharapkan bisa menghadirkan perubahan nyata di lingkungan masing-masing.

Ketua Forum Ketua RT (FKRT) Kota Jambi, Suparyono, menambahkan, kunjungan ini juga menjadi kesempatan berbagi capaian dan pengalaman program Kampung Bahagia dengan pemerintah Bengkulu.

Rangkaian kegiatan studi tiru berlangsung hingga Minggu malam (11/1/2026), meliputi diskusi dan pertukaran praktik baik antar daerah.(*)




Maulana Dorong Semangat Gotong Royong! Wujudkan Kota Jambi Tangguh Bencana

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya pencegahan banjir sebagai bagian dari visi besar menjadikan Kota Jambi tangguh terhadap bencana.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui gotong royong gabungan tingkat RT se-Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Minggu pagi (4/1/2026).

Kegiatan gotong royong ini menjadi langkah jangka pendek Pemkot Jambi untuk menurunkan risiko banjir, menyusul tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Fokus utama kegiatan berada di RT 10 Kelurahan Lingkar Selatan, dengan sasaran pembersihan dan normalisasi drainase.

Uniknya, gotong royong ini melibatkan perwakilan seluruh RT di Kelurahan Lingkar Selatan.

Konsep yang diterapkan bersifat bergilir, sehingga setiap RT akan mendapat giliran menjadi lokasi kegiatan berikutnya.

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. turun langsung membersihkan drainase bersama warga.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua III DPRD Kota Jambi Naim, S.H., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mahruzar, S.T., Camat Paal Merah Abdul Salim, S.Pd., para lurah se-Kecamatan Paal Merah, Ketua Forum RT, serta masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengapresiasi inisiatif camat dan lurah yang telah menggerakkan gotong royong lintas RT sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Gotong royong ini melibatkan perwakilan seluruh RT. Sistemnya seperti arisan, minggu ini di RT ini, minggu depan di RT lainnya. Ini contoh kolaborasi yang baik,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan Program Harmoni dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi pembangunan Kota Jambi.

“Kami melihat masyarakat benar-benar terlibat, turun langsung ke drainase untuk normalisasi. Ini bukan sekadar seremonial, tapi kerja nyata,” tambahnya.

Maulana berharap, pola gotong royong di Kelurahan Lingkar Selatan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Jambi. Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan kunci sukses mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.

“Kegiatan ini juga bagian dari 11 program prioritas Kota Jambi, yakni Program Kampung Bahagia. Nantinya akan didukung dengan anggaran yang cukup besar,” kata dia.

“Kalau jiwa gotong royongnya seperti ini, saya yakin program ini bisa sukses 100 persen,” jelasnya.

Selain fokus pada penanganan banjir, Pemkot Jambi juga tengah menjalankan berbagai proyek strategis jangka panjang.

Seperti penyediaan kantong parkir di pasar, pembangunan diorama budaya di kawasan eks Pasar Talang Banjar, pengembangan kawasan ekonomi kreatif Talang Banjar, hingga kawasan wisata Avia Bird di Hutan Muhammad Sabki.

Seluruh program tersebut diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor ekonomi dan pariwisata.

Di akhir kegiatan, Wali Kota mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan yang rawan banjir dan gangguan kesehatan.

“Gerakan peduli lingkungan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan kenyamanan hidup warga,” pungkasnya.

Gotong royong gabungan ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung program Kota Jambi Bahagia, dengan harapan sinergi tersebut terus terjaga demi kesejahteraan warga.(*)




Keren! RT 11 Simpang Rimbo Jadi Percontohan Program Kampung Bahagia Tahun 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., meresmikan Pendopo Bahagia hasil pembangunan Pilot Project Kampung Bahagia Tahun 2025 di RT 11, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Sabtu malam (27/12/2025).

Program Kampung Bahagia, yang dikenal dengan skema 100 juta per RT, di RT 11 digunakan untuk pembangunan drainase sepanjang 30 meter, fasilitas olahraga, sosial, dan keagamaan.

Seluruh kegiatan pembangunan telah melalui musyawarah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program ini yang mampu dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga.

“Begitu banyak manfaat dari program ini. Pelaksanaannya hampir melebihi dana yang diberikan, menunjukkan semangat gotong royong masyarakat jika diberikan tanggung jawab lebih,” ujar Maulana.

Maulana menjelaskan, pada tahun depan, program 100 juta per RT akan diperluas untuk semua RT di Kota Jambi.

Penerapannya akan dibagi menjadi dua klaster agar seluruh RT mendapatkan pembangunan secara merata.

“Ketua RT diberikan keleluasaan dalam metode maupun strategi, yang penting tetap bergotong royong,” tambahnya.

Wali Kota berharap keberhasilan pilot project di 67 RT tahun 2025 menjadi contoh bagi RT lainnya.

Program ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan dan memastikan tidak ada RT di Kota Jambi yang tertinggal.

Ketua FKRT Kota Jambi, Suparyono, mewakili seluruh Ketua RT, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Wali Kota.

“Ini pertama kali di Indonesia Ketua RT diberikan dana langsung untuk dikelola. Mari kita jaga amanah ini dan jalankan secara bertanggung jawab,” ujar Suparyono.

Program ini diyakini akan terus berlanjut dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat, dengan partisipasi aktif warga dan kekompakan RT.

Acara peresmian ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, perwakilan DPMPPA Kota Jambi, Camat Alam Barajo Iper Riyansuni beserta jajaran, Forkopimcam Kecamatan Alam Barajo, FKRT se-Kecamatan Alam Barajo, serta fasilitator dan pendamping Kampung Bahagia.(*)




Fraksi PAN Puji Program 100 Juta per RT, Naim: Pembangunan di RT 09 Dianggap Paling Berhasil

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi PAN, Naim mengapresiasi penuh Program Kampung Bahagia yang mengalokasikan Rp100 juta per RT.

Ia menilai program tersebut terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan, dana tersebut telah dimanfaatkan untuk pembangunan berbagai fasilitas.

Seperti lapangan futsal yang juga difungsikan untuk voli, fasilitas tenis meja, pembangunan drainase terbuka dan tertutup, jalan cor, serta infrastruktur lingkungan lainnya.

Menurutnya, pembangunan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Naim menyampaikan bahwa, Program Kampung Bahagia mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan aktivitas sosial masyarakat.

Ia berharap program ini terus diperkuat agar pemerataan pembangunan di tingkat RT semakin optimal.

Sementara itu, ia juga menilai kegiatan yang diinisiasi Pokja Kampung Bahagia RT 09 merupakan contoh sukses penerapan program.

Mulai dari tahapan Urun Rembug, seluruh proses berjalan sesuai harapan dan melibatkan partisipasi aktif warga.

“Saya berharap keberhasilan RT 09 dapat menjadi rujukan bagi Pokja lainnya, sehingga praktik baik ini bisa direplikasi pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Naim menegaskan, keberhasilan Program Kampung Bahagia sangat bergantung pada kebersamaan serta kemauan warga untuk saling berbagi pengalaman.

Ia memberikan apresiasi kepada Pokja, koordinator, pendamping, panitia, serta seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan program tersebut.(*)




Kampung Bahagia Berjalan Baik di RT 16, Wali Kota Jambi: Ada Penguatan Ekonomi dan UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, mengapresiasi keberhasilan warga RT 16 Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, dalam menerapkan Program Kampung Bahagia.

Kunjungan Maulana ke wilayah tersebut dilakukan bersama sejumlah pejabat terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap gerakan pembangunan berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keseriusan warga RT 16 dalam menjalankan program tersebut.

“Saya berada di RT 16 Kelurahan Pematang Sulur didampingi beberapa pihak. Saya sangat bersyukur karena RT 16 sukses menerapkan Program Kampung Bahagia. Ada unsur penguatan kelembagaan, penguatan ekonomi, serta bantuan UMKM yang berjalan secara optimal,” ujar Maulana.

Ia menegaskan bahwa capaian yang ditunjukkan RT 16 merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Apa Itu Program Kampung Bahagia?

Program Kampung Bahagia adalah salah satu inovasi Pemerintah Kota Jambi yang bertujuan mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat, tertata, mandiri, dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.

Program ini menekankan tiga aspek utama:

  1. Penguatan Kelembagaan Masyarakat
    RT dan perangkat lingkungan dibekali kemampuan untuk meningkatkan tata kelola wilayah, transparansi, partisipasi warga, dan penguatan koordinasi antarwarga.

  2. Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM
    Warga didorong mengembangkan usaha mikro melalui pendampingan, bantuan usaha, pelatihan manajemen keuangan, serta pemasaran berbasis digital.

  3. Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Sosial
    Mendorong kebersihan lingkungan, pembangunan fasilitas umum berbasis swadaya, hingga kegiatan sosial seperti posyandu, pendidikan keluarga, dan kegiatan pemuda.

Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga menciptakan masyarakat yang bahagia, produktif, dan saling mendukung.

Di RT 16 Pematang Sulur, sejumlah kegiatan telah menunjukkan hasil nyata.

Selain penguatan kelembagaan RT, warga juga mendapatkan dukungan UMKM, pelatihan keterampilan masyarakat, serta pengembangan kegiatan ekonomi tingkat lingkungan.

Partisipasi aktif warga menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program di wilayah tersebut.

Maulana berharap keberhasilan RT 16 dapat memberikan motivasi bagi RT lain di Kota Jambi agar turut berinovasi dan memperkuat gerakan pemberdayaan berbasis masyarakat.

“Capaian RT 16 ini harus menjadi contoh. Pemerintah siap hadir memperkuat, tetapi kunci utamanya adalah partisipasi masyarakat. Jika kebersamaan tetap terjaga, Kampung Bahagia akan berkembang di seluruh Kota Jambi,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, Pemkot Jambi menargetkan terciptanya lingkungan permukiman yang lebih mandiri, produktif, aman, serta memberikan rasa nyaman kepada seluruh warganya.(*)