60 Persen untuk Banjir, Kajang Lako Disiapkan Jadi Ruang Publik dan Destinasi Baru Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan kawasan Danau Telago Kajang Lako.

Proyek yang berada di kawasan kolam retensi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026, terutama karena musim hujan mulai memasuki wilayah Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan percepatan Kajang Lako menjadi perhatian Pemkot Jambi setelah pemerintah mendapat evaluasi mengenai kondisi cuaca dan musim hujan dari BMKG.

Memasuki November, intensitas hujan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam target pengoperasian kawasan tersebut.

“Danau Kajang Lako memang direncanakan akhir tahun ini sudah beroperasi. Ini juga mengingat kemarin kita mendapatkan evaluasi dari BMKG, karena November sudah masuk musim hujan,” kata Diza, Selasa 6 Oktober 2026.

Target tersebut membuat fungsi pengendalian banjir menjadi sorotan utama. Pemkot Jambi merancang sekitar 60 persen fungsi kawasan Kajang Lako untuk mendukung pengendalian banjir.

Artinya, keberadaan Danau Telago Kajang Lako tidak semata diarahkan sebagai ruang rekreasi atau ikon baru kota.

Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam sistem penanganan genangan dan pengendalian air di Kota Jambi.

Pemkot Jambi tidak ingin fungsi pengendalian banjir membuat kawasan Kajang Lako kehilangan potensi sebagai ruang publik.

Di luar fungsi utamanya, pemerintah menyiapkan sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

“Penggunaannya nanti 60 persen memang untuk mengatasi banjir, tetapi juga ada space-space tertentu yang bisa digunakan UMKM,” ujar Diza.

Menurut dia, konsep tersebut menjadi bagian dari strategi menggabungkan fungsi infrastruktur dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, ketika kawasan tidak digunakan untuk fungsi pengendalian air, ruang yang tersedia tetap dapat memberikan manfaat bagi warga melalui kegiatan publik maupun ekonomi.

Konsep itu juga sejalan dengan program Kota Tangguh yang dikembangkan Pemkot Jambi.

Pemerintah ingin membangun kawasan yang tidak hanya mampu menghadapi persoalan banjir, tetapi juga menyediakan ruang bagi aktivitas ekonomi dan masyarakat.

Kajang Lako juga masuk dalam konsep penataan kawasan publik yang lebih luas.

Pemkot Jambi sebelumnya menyiapkan konektivitas kawasan yang menghubungkan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Konsep tersebut bertujuan membuat berbagai ruang publik dan ikon kota saling terhubung sehingga membentuk kawasan yang lebih terintegrasi.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan di kawasan Kajang Lako.

Salah satunya jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Jalur tersebut dirancang dengan pepohonan peneduh dan penerangan sehingga dapat menunjang aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat.

Penataan lanskap juga dilakukan melalui penghijauan dengan menanam pohon tanjung dan tabebuya.

Pemkot Jambi melihat Kajang Lako memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Jambi.

Namun, pengembangan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi utama kawasan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.

Pemerintah ingin ruang yang dibangun tidak berhenti sebagai infrastruktur teknis.

Kawasan tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang interaksi warga, lokasi aktivitas olahraga, tempat rekreasi hingga wadah bagi kegiatan ekonomi UMKM.

Dengan target mulai beroperasi pada akhir 2026, Kajang Lako kini menghadapi dua kepentingan sekaligus, memastikan fungsi pengendalian banjir berjalan dan menghadirkan ruang publik yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemkot Jambi juga merencanakan prosesi peresmian kawasan tersebut pada 2027 setelah seluruh penataan dan fasilitas pendukung rampung.

Jika target berjalan sesuai rencana, Danau Telago Kajang Lako tidak hanya menjadi kolam retensi, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu ruang publik baru yang menggabungkan fungsi pengendalian banjir, olahraga, rekreasi, UMKM, penghijauan dan pariwisata di Kota Jambi.(*)