FGD Ditintelkam Polda Jambi, Media Punya Peran Strategis Cegah Disinformasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Intelkam Polda Jambi menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Peran Media Dalam Memitigasi Terjadinya Aksi Unjuk Rasa Anarkis”, bertempat di Hotel Ratu Duo, Kota Jambi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita dalam memperkokoh Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Ditintelkam Polda Jambi, AKBP S Bagus Santoso dan dihadiri oleh berbagai elemen pers.

Hadir pula Kasubdit Sosial Budaya AKBP Ali Sadikin, perwakilan Bidhumas Polda Jambi Kompol M Amin Nasution, Kompol Erwandi, serta sekitar 100 jurnalis dari berbagai organisasi pers, seperti SMSI, JMSI, PWI, IWO, IJTI dan lainnya.

Baca juga:  Melintas di Depan Mapolda Jambi, Ditintelkam Bagikan Takjil Gratis ke Pengendara

Baca juga:  Pemkot Jambi Gelar FGD, Wawako Diza : Pemutakhiran NJOP Langkah Strategis

Beberapa narasumber yang tampil dalam forum ini antara lain, Mukhtadi Puteranusa selaku Ketua SMSI Provinsi Jambi & Pengurus PWI Pusat (Wakil Direktur Satgas Anti Hoax), membawakan materi peran media sebagai pilar pencegahan disinformasi saat unjuk rasa.

Selanjutnya, Pirma Satria, merupakan Pemimpin Redaksi Jambi Ekspres dan Jambiupdate.com, mengulas tentang framing pemberitaan dalam liputan aksi demonstrasi.

Selanjutnya, Irwansyah A – Ketua PWI Kota Jambi, menyampaikan materi profesionalisme wartawan di era digital dan media sosial.

Kemudian AKP Suhartono, selaku Kanit I Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi, memaparkan kinerja Tim Cyber Polda dalam memantau potensi kerawanan di media sosial dan grup percakapan saat unjuk rasa berlangsung.

Baca juga:  Cegah Geng Motor dan Balap Liar, Polda Jambi Edukasi Pelajar Lewat Forum Diskusi

Baca juga:  Kasus Pengeroyokan Kader HMI: Polda Jambi Minta Mahasiswa Percayai Proses Hukum

FGD ini dipandu oleh Rahimin, akademisi sekaligus Pemimpin Redaksi makalamnews.id.

Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta.

Mereka mengangkat isu terkait mitigasi risiko liputan unjuk rasa, peran lembaga pers dalam melindungi wartawan, hingga pemantauan grup WhatsApp saat aksi berlangsung.

Salah satu jurnalis senior, Anton Nugros dari Trans7, membagikan pengalamannya saat menjadi korban kekerasan saat meliput unjuk rasa tahun 2013.

Baca juga:  Perampokan Sadis di Jambi! Pelaku Terpantau Masuk Tol Sebapo Jambi Pakai Mobil Curian, Kabur ke Arah Sumsel

Baca juga:  Ditemukan Tewas Mengenaskan dan Mobil Pajero Hilang, Ini Kronologis Kejadian Berdasarkan Keterangan Warga Sekitar

Ia menegaskan pentingnya mitigasi dan perlindungan bagi jurnalis yang bertugas di lapangan.

Terdapat sejumlah poin penting dari hasil diskusi tersebut. Seperti, disinformasi adalah ancaman nyata dalam aksi unjuk rasa. Media berperan penting dalam menyaring dan menyajikan informasi yang akurat.

Kemudian mitigasi peliputan sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan jurnalis di lapangan.

Selanjutnya, profesionalisme jurnalis yang harus dijaga dengan menaati kode etik jurnalistik dan tidak memframing isu yang dapat memicu kericuhan.

Baca juga:  Wali Kota Maulana: Wakaf Uang Bukan Hanya Menjaga Nilai Pokok, Tapi Mengalirkan Manfaat Sepanjang Masa

Baca juga:  Rotasi Pejabat Pemkot Jambi, Berikut Daftar Lengkap Pejabat Eselon II yang Dilantik Walikota Maulana

Serta Jurnalis wajib menyaring informasi dan tidak menyebarkan hoaks, serta menjaga keberimbangan dalam pemberitaan.

Dalam sambutannya, AKBP S. Bagus Santoso menyampaikan bahwa, media dan Polri adalah mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan.

“Melalui FGD ini, kami berharap terbangun rasa saling percaya antara jurnalis dan Polri. Pemberitaan yang disampaikan media hendaknya menyejukkan, edukatif, dan mencegah aksi unjuk rasa berkembang menjadi anarkis,” ungkapnya.(*)




Wali Kota Jambi Apresiasi Lomba Jurnalistik PWI, Dorong Media Dukung Pembangunan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, menegaskan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan informasi yang membangun dan mendukung program pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara penyerahan hadiah Lomba Karya Tulis Jurnalistik dan Lomba Foto dalam Berita yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Senin (8/9/2025) di Aula Bappeda Kota Jambi.

“Tanpa peran jurnalis, apa yang kami lakukan tidak akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Wali Kota juga mengapresiasi PWI Kota Jambi atas terselenggaranya lomba ini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah peningkatan kualitas dan keterampilan jurnalis di Kota Jambi.

“Lomba ini mengasah mutu dan keahlian para jurnalis. Informasi yang disampaikan pun jadi lebih tajam dan bermanfaat,” tambahnya.

Ketua PWI Provinsi Jambi, H. R. Ridwan Agus Depati, turut menyampaikan apresiasinya.

Ia berharap melalui lomba ini akan lahir jurnalis yang lebih berdedikasi, beretika, dan faktual dalam menyampaikan informasi.

“Kolaborasi dan kekompakan sangat penting. Jangan sampai tulisan justru menimbulkan kontroversi,” tegasnya.

Kategori Lomba Karya Tulis Jurnalistik:

  • Juara 1: Iqbal Ferdiyal (Pemimpin Redaksi MetroJambi.com)

  • Juara 2: Zainuddin (Media Chanel24)

  • Juara 3: Rio Andrefami (Jambi Ekspres)

Kategori Lomba Foto dalam Berita:

  • Juara 1: Wigian Fajri (Bidik Indonesia News)

  • Juara 2: M. Musyawir Febri (Media Seputar Berita)

  • Juara 3: Rizal Zebua (Jambi Independent)

Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, mengatakan bahwa lomba ini merupakan bagian dari program kerja PWI Kota Jambi periode 2023–2026.

Ia menyebut kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dengan piala bergilir PWI Kota Jambi.

“Ini kegiatan perdana yang akan terus kita gelar setiap tahun. Harapannya, semangat dan profesionalisme jurnalis terus terjaga,” ujarnya.(*)