Wagub Jambi Soroti Kesiapan Arena MTQ ke-55, Kota Jambi Diminta Matangkan Fasilitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani menekankan pentingnya kesiapan arena utama serta sarana dan prasarana menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.

Ia mengingatkan Pemerintah Kota Jambi agar mematangkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan seiring semakin dekatnya jadwal pelaksanaan.

Abdullah Sani menyampaikan apresiasi atas langkah persiapan yang dilakukan Kota Jambi sebagai tuan rumah.

Namun, ia juga menyoroti pentingnya memastikan fasilitas utama benar-benar siap mendukung kelancaran ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.

“Apa yang dilakukan Kota Jambi dalam mempersiapkan gelaran MTQ patut kita apresiasi,” kata Abdullah Sani.

Ia menegaskan, arena utama membutuhkan perhatian khusus karena menjadi salah satu pusat pelaksanaan kegiatan.

Kesiapan lokasi dan fasilitas pendukung perlu mendapat perhatian agar seluruh rangkaian MTQ berjalan sesuai rencana.

“Kan ada arena utama, nah ini biasanya perlu persiapan matang. Karena di sini adalah ukurannya, jadi memang harus memantapkannya,” ujarnya.

MTQ ke-55 Tingkat Provinsi Jambi dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Kota Jambi menjadi tuan rumah dan menyiapkan sejumlah lokasi perlombaan, termasuk kawasan Kantor Wali Kota Jambi serta masjid-masjid di berbagai wilayah kota.

Menjelang pelaksanaan, Pemerintah Kota Jambi mematangkan persiapan melalui ekspose yang dipimpin Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha pada Senin 26 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut, panitia membahas kesiapan teknis, lokasi perlombaan, kebutuhan peserta, koordinasi lintas instansi, hingga pelayanan bagi kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Diza meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan kebersihan lingkungan, kesiapan tempat, fasilitas pendukung, serta pelayanan bagi peserta dan tamu undangan.

“Pastikan mulai dari kebersihan, kesiapan tempat, hingga pelayanan dapat berjalan optimal,” tegas Diza.

Panitia juga menyiapkan penyambutan kafilah yang dijadwalkan mulai berdatangan pada 30 Oktober.

Petugas pendamping atau liaison officer (LO) perlu memastikan koordinasi akomodasi dan kebutuhan peserta berjalan lancar.

Selain kesiapan fasilitas, panitia memperhatikan potensi hujan selama pelaksanaan MTQ. Langkah antisipasi diperlukan agar cuaca tidak mengganggu perlombaan maupun kegiatan pendukung.

Di tengah persiapan sebagai tuan rumah, Kota Jambi juga membidik prestasi dengan mempertahankan gelar juara umum MTQ untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Diza menyampaikan target tersebut dalam ekspose persiapan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan harus berjalan seiring dengan pencapaian prestasi kafilah Kota Jambi.

“Kami ingin mempertahankan gelar juara umum untuk kelima kalinya. Kami juga tidak mau kalah, meskipun kabupaten dan kota lain tentu memiliki keinginan yang sama untuk menjadi juara umum,” ujar Diza.

Menurutnya, Kota Jambi perlu menyiapkan dua aspek sekaligus, yakni keberhasilan sebagai tuan rumah dan kesiapan menghadapi persaingan di arena perlombaan.

MTQ ke-55 akan mempertandingkan sejumlah cabang, meliputi seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan Al-Qur’an, tafsir, fahmil dan syarhil Qur’an, musabaqah hadis Nabi, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan hadis, serta Barzanji Marhaba.

Ajang ini mengusung tema “Melalui MTQ ke-55 Provinsi Jambi, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Membentuk Generasi Penerus yang Beriman, Berkarakter Mantap Menuju Masa Depan yang Bahagia”.

Ekspose persiapan turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Jambi, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jambi dan Kota Jambi, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Jambi, instansi vertikal, perwakilan kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, serta sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor.

Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, pemantapan arena utama, kelengkapan fasilitas, dan koordinasi panitia menjadi bagian penting menjelang pembukaan MTQ.

Sementara itu, target mempertahankan gelar juara umum tetap menjadi sasaran Kota Jambi di tengah persaingan antardaerah.(*)




Kota Jambi Bidik Juara Umum MTQ Kelima Kali Beruntun, Persiapan Tuan Rumah Dikebut

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi membidik dua sasaran sekaligus dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026, menyukseskan penyelenggaraan sebagai tuan rumah dan mempertahankan gelar juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan target tersebut saat memimpin ekspose persiapan MTQ ke-55 di Kota Jambi, Senin 26 Oktober 2026.

Pemerintah Kota Jambi kini mematangkan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari kesiapan arena perlombaan hingga pelayanan bagi kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“ Kami ingin mempertahankan gelar juara umum untuk kelima kalinya. Kami juga tidak mau kalah, meskipun kabupaten dan kota lain tentu memiliki keinginan yang sama untuk menjadi juara umum,” ujar Diza.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kota Jambi tidak hanya mengejar keberhasilan sebagai penyelenggara.

Persaingan antardaerah dalam perebutan prestasi juga menjadi perhatian pemerintah kota menjelang pembukaan MTQ.

Diza menyebut keberhasilan penyelenggaraan dan pencapaian prestasi sebagai dua sasaran utama yang perlu berjalan beriringan.

Sebagai tuan rumah, Kota Jambi harus memberikan pelayanan yang baik kepada peserta dan tamu, sekaligus mempersiapkan kafilahnya untuk menghadapi persaingan.

MTQ ke-55 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026. Panitia merencanakan kegiatan di kawasan Kantor Wali Kota Jambi serta sejumlah masjid di berbagai wilayah kota.

Waktu persiapan yang semakin dekat membuat koordinasi antarpanitia dan perangkat daerah menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana.

Rangkaian kegiatan mencakup penyambutan kafilah, pawai ta’aruf, pembukaan stan bazar, pelantikan dewan hakim, seminar Al-Qur’an, serta upacara pembukaan dan penutupan MTQ.

Dalam ekspose tersebut, Diza meminta seluruh pihak memastikan kesiapan lokasi perlombaan, kebersihan lingkungan, fasilitas pendukung, dan pelayanan bagi peserta.

“Pastikan mulai dari kebersihan, kesiapan tempat, hingga pelayanan dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Panitia juga perlu memastikan kesiapan petugas pendamping atau liaison officer (LO), terutama untuk membantu kafilah yang mulai berdatangan pada 30 Oktober.

Koordinasi mengenai akomodasi, kebutuhan peserta, dan kelancaran kegiatan harus berjalan sebelum rangkaian perlombaan dimulai.

Diza turut mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan setara kepada seluruh kafilah tanpa membedakan daerah asal.

Selain itu, panitia perlu menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi hujan selama pelaksanaan MTQ yang berlangsung hingga awal November.

Aspek tersebut menjadi perhatian karena keberhasilan sebuah ajang tingkat provinsi tidak hanya bergantung pada kelancaran seremoni, tetapi juga pada kesiapan arena, kenyamanan peserta, dan koordinasi selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah Kota Jambi juga menekankan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, untuk mendukung pelaksanaan MTQ.

Selama kegiatan berlangsung, ASN diminta tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, kecuali untuk keperluan darurat.

Kebijakan tersebut diharapkan membantu menjaga dukungan personel selama penyelenggaraan.

Namun, pelaksanaan di lapangan tetap membutuhkan pembagian tugas yang jelas agar kebutuhan pelayanan pemerintahan dan kegiatan MTQ sama-sama terpenuhi.

MTQ ke-55 akan mempertandingkan sejumlah cabang, antara lain seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan Al-Qur’an, tafsir, fahmil dan syarhil Qur’an, musabaqah hadis Nabi, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan hadis, serta Barzanji Marhaba.

Ajang ini mengusung tema “Melalui MTQ ke-55 Provinsi Jambi, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Membentuk Generasi Penerus yang Beriman, Berkarakter Mantap Menuju Masa Depan yang Bahagia”.

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, mengapresiasi persiapan yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi sebagai tuan rumah.

Ia juga menekankan pentingnya pemantapan sarana dan prasarana, terutama arena utama yang menjadi pusat penyelenggaraan.

“Apa yang dilakukan Kota Jambi dalam mempersiapkan gelaran MTQ patut kita apresiasi,” kata Abdullah Sani.

Menurutnya, panitia perlu memberikan perhatian khusus pada kesiapan arena utama karena lokasi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan MTQ.

Ekspose persiapan turut melibatkan jajaran Pemerintah Kota Jambi, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jambi dan Kota Jambi, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Jambi, instansi vertikal, perwakilan kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, serta pemangku kepentingan lintas sektor.

Dengan jadwal pelaksanaan yang semakin dekat, kesiapan fasilitas, koordinasi panitia, dan pelayanan kafilah menjadi pekerjaan penting yang perlu dituntaskan.

Di saat bersamaan, target mempertahankan gelar juara umum untuk kelima kalinya secara beruntun menempatkan prestasi sebagai tantangan tersendiri bagi Kota Jambi.

Keberhasilan tuan rumah nantinya tidak hanya terlihat dari kelancaran rangkaian acara, tetapi juga dari kemampuan panitia memenuhi kebutuhan peserta serta hasil yang diraih kafilah di arena perlombaan.(*)




Jelang MTQ Jambi 2026, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah Selama Acara

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mematangkan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Selain memastikan penyelenggaraan berjalan lancar, Wali Kota Jambi Maulana juga membidik keberhasilan prestasi dengan mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih Kota Jambi selama empat tahun berturut-turut.

Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha memimpin rapat finalisasi persiapan MTQ di Aula Bapperida Kota Jambi, Rabu 21 Oktober 2026.

Rapat tersebut membahas kesiapan panitia, pelayanan kafilah, lokasi kegiatan, hingga langkah antisipasi terhadap potensi hujan.

“Persiapkan semuanya seoptimal mungkin dan lakukan yang terbaik, karena ini menyangkut marwah Kota Jambi sebagai tuan rumah,” kata Maulana.

Salah satu arahan Maulana menyasar kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Ia meminta seluruh ASN, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah selama MTQ berlangsung, kecuali dalam kondisi darurat.

Maulana juga mengajak ASN berpartisipasi menyemarakkan kegiatan dan membantu para kafilah.

Namun, ia mengingatkan seluruh pihak agar memberikan dukungan secara adil tanpa membedakan asal kabupaten atau kota peserta.

Instruksi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi mengerahkan dukungan internal selama penyelenggaraan.

Panitia dari setiap perangkat daerah juga harus memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan lokasi, kebersihan, serta pelayanan bagi peserta dan pengunjung.

Pemkot Jambi merencanakan pusat kegiatan MTQ di kawasan Kantor Wali Kota Jambi dan sejumlah masjid di berbagai wilayah kota.

Rangkaian acara mencakup penyambutan kafilah, pawai ta’aruf, bazar, pelantikan dewan hakim, seminar Al-Qur’an, serta seremoni pembukaan dan penutupan.

Kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi dijadwalkan mulai berdatangan pada 30 Oktober 2026.

Karena itu, Maulana meminta petugas pendamping atau liaison officer (LO) dari setiap daerah memberikan sambutan dan pelayanan terbaik.

Kesiapan akomodasi, koordinasi antarpanitia, serta kelancaran mobilitas peserta menjadi bagian penting dari persiapan.

Pemkot juga perlu memastikan informasi lokasi lomba dan layanan pendukung tersampaikan dengan jelas kepada setiap kafilah.

Selain pelayanan peserta, faktor cuaca turut menjadi perhatian dalam rapat finalisasi.

Maulana meminta panitia mengantisipasi potensi hujan pada akhir Oktober dengan menyiapkan langkah teknis agar kegiatan tetap berjalan nyaman dan aman.

Kesiapan tersebut penting, terutama untuk rangkaian kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka, termasuk pawai ta’aruf dan aktivitas pendukung lainnya.

Panitia perlu memastikan lokasi alternatif, perlindungan peralatan, serta pengaturan peserta dan pengunjung sesuai kebutuhan lapangan.

Maulana juga mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ.

Menurutnya, penyelenggaraan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Kota Jambi untuk memperlihatkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

“Tunjukkan bahwa Kota Jambi adalah kota yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

MTQ ke-55 Tingkat Provinsi Jambi menghadirkan berbagai cabang lomba yang menguji kemampuan peserta dalam membaca, menghafal, memahami, serta mengembangkan kajian Al-Qur’an dan hadis.

Berikut cabang lomba yang tercantum dalam materi persiapan panitia:

  1. Seni baca Al-Qur’an golongan remaja dan dewasa.
  2. Tartil dan tilawah Al-Qur’an untuk anak-anak serta peserta tunanetra.
  3. Qiraat Al-Qur’an golongan mujawwad dan murattal untuk remaja dan dewasa.
  4. Hifzil Qur’an golongan 1 juz dan tilawah serta 5 juz dan tilawah.
  5. Hifzil Qur’an golongan 10 juz, 20 juz, dan 30 juz.
  6. Tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.
  7. Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an.
  8. Musabaqah Hadits Nabi golongan 100 hadits dan 500 hadits.
  9. Kaligrafi Al-Qur’an golongan naskah, hiasan mushaf, kontemporer, dan digital.
  10. Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
  11. Karya Tulis Ilmiah Hadits.
  12. Barzanji Marhaba.

Beragam cabang tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan tilawah, hafalan, pemahaman keagamaan, penulisan ilmiah, hingga seni kaligrafi.

Dengan jadwal pelaksanaan yang semakin dekat, Pemkot Jambi menghadapi dua sasaran sekaligus, memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan tertib dan memberikan pelayanan optimal kepada kafilah dari seluruh daerah, sekaligus mempertahankan prestasi sebagai juara umum.

Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya bergantung pada kesiapan seremoni. Koordinasi antarpanitia, kesiapan lokasi, layanan peserta, dan mitigasi cuaca juga menentukan kelancaran kegiatan selama 10 hari.

Pemkot Jambi berharap MTQ ke-55 menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta meneguhkan nilai keagamaan dan toleransi dalam kehidupan masyarakat.(*)




Jadi Tuan Rumah MTQ 2026, Pemkot Jambi Siapkan Pelayanan Terbaik untuk Kafilah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Provinsi Jambi tahun 2026.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha memimpin langsung rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda Kota Jambi di Aula Bapperida, Kamis (21/5/2026).

Rapat tersebut membahas berbagai kesiapan teknis, mulai dari lokasi pelaksanaan, akomodasi kafilah, transportasi, keamanan, kebersihan, hingga teknis perlombaan.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik demi menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Jambi yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Ajang syiar Islam terbesar di Provinsi Jambi itu nantinya akan dipusatkan di EX Arena MTQ Provinsi Jambi dengan mengusung tema “Melalui MTQ ke-55 Provinsi Jambi, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an Dalam Membentuk Generasi Penerus Yang Beriman, Berkarakter Mantap Menuju Masa Depan Yang Bahagia”.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Karena itu seluruh persiapan harus dilakukan secara matang,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jambi merupakan momentum penting bagi Kota Jambi setelah menunggu selama 11 tahun.

Menurutnya, seluruh tamu dan kafilah dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi harus mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Kota Jambi.

“Saya ingin seluruh tamu yang pulang dari Kota Jambi membawa kesan positif dan mengapresiasi pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Jambi,” katanya.

Selain itu, Maulana juga meminta seluruh anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat dioptimalkan agar pelaksanaan MTQ berlangsung maksimal.

Ia turut meminta dukungan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait dalam menjaga kelancaran serta keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami bersama tim sudah menyusun konsep kegiatan, termasuk menentukan titik-titik arena perlombaan di sejumlah masjid bersejarah sebagai bagian dari pengembangan wisata religi di Kota Jambi,” ungkapnya.

Sebagai tuan rumah, Maulana berharap seluruh masyarakat Kota Jambi ikut berpartisipasi menyukseskan MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

“Kepada seluruh pengurus masjid dan masyarakat Kota Jambi, mari bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik agar kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan kesan terbaik,” tutupnya.

Pemerintah Kota Jambi juga optimistis mampu kembali meraih prestasi terbaik pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jambi, setelah empat tahun berturut-turut sukses menjadi juara umum.(*)