PWI Kota Jambi Dukung Sosialisasi Jasa Raharja ke Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya memperkuat kolaborasi antara insan pers dan mitra strategis terus dilakukan.

Kali ini, jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi melakukan kunjungan silaturahmi ke Jasa Raharja wilayah Jambi, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja, Agung Abimanyu, bersama jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Irwansyah menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa, selama ini hubungan antara PWI Kota Jambi dan Jasa Raharja telah terjalin baik, khususnya dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang dilakukan tidak hanya sebatas pemberitaan, tetapi juga edukasi terkait pentingnya peran Jasa Raharja bagi pengguna kendaraan bermotor maupun penumpang transportasi umum.

“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan semakin ditingkatkan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Agung Abimanyu menyambut positif kunjungan tersebut dan mengapresiasi kontribusi PWI Kota Jambi dalam mendukung publikasi program-program Jasa Raharja.

Ia menilai, peran media sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan dan fungsi Jasa Raharja, terutama dalam hal perlindungan dasar bagi korban kecelakaan.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 serta target yang akan dicapai pada 2026, sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepada masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini terus terjalin, karena tujuan kita sama, yakni memberikan manfaat dan memajukan daerah yang kita cintai,” ungkapnya.

Sebagai penutup, kegiatan silaturahmi ditandai dengan penyerahan cendera mata berupa plakat dari PWI Kota Jambi kepada Kepala Kanwil Jasa Raharja sebagai simbol kemitraan yang erat.(*)




Jasa Raharja Jambi Salurkan Santunan Rp8,17 Miliar, Fatalitas Kecelakaan Turun Drastis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Jasa Raharja Cabang Jambi mencatat kinerja pelayanan yang kuat sepanjang kuartal pertama 2026.

Lembaga ini terus menunjukkan perannya sebagai pelindung dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas melalui penyaluran santunan dan respons cepat di lapangan.

Hingga 31 Maret 2026, total santunan yang telah disalurkan kepada masyarakat mencapai Rp8,17 miliar.

Nilai tersebut mencakup berbagai jenis bantuan, mulai dari santunan korban meninggal dunia, biaya perawatan luka-luka, hingga biaya pemakaman bagi korban tanpa ahli waris.

Kepala Jasa Raharja Cabang Jambi, A.A.N. Agung Abimanyu, menyebut capaian ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah di jalan raya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Jambi yang berlangsung di Hotel Aston pada Kamis (2/4/2026).

Selain kinerja santunan, Jasa Raharja juga mencatat capaian signifikan dalam menekan angka fatalitas kecelakaan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Data menunjukkan penurunan drastis jumlah korban meninggal dunia, dari 26 orang pada 2025 menjadi hanya 4 orang di tahun 2026.

Penurunan sebesar 85 persen ini menjadikan Jambi sebagai salah satu daerah dengan tingkat kecelakaan terendah secara nasional pada momentum Lebaran tahun ini.

Agung mengapresiasi peran masyarakat yang semakin disiplin dalam berlalu lintas serta dukungan aparat kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, yang memberikan apresiasi terhadap kinerja industri jasa keuangan di daerah, termasuk Jasa Raharja.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi keuangan agar lebih mudah dipahami publik.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga keuangan, seperti Khairul Suhairi, Benny Setiawan, serta perwakilan dari berbagai organisasi keuangan lainnya.

Secara umum, sektor keuangan di Jambi dinilai tetap stabil meskipun menghadapi tekanan ekonomi global.

Bahkan, Bursa Efek Indonesia mencatat nilai investasi masyarakat Jambi telah mencapai Rp3,3 triliun hingga Februari 2026.

Melalui kolaborasi antara Jasa Raharja, FKIJK, dan media, diharapkan literasi keuangan masyarakat terus meningkat.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya terlindungi saat berkendara, tetapi juga semakin cerdas dalam mengelola risiko keuangan di masa depan.(*)




Angkutan Lebaran 2026 di Jambi Berjalan Aman dan Lancar, Ini Data Lengkap dari BPTD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDAngkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi berjalan aman, lancar, dan terkendali, berkat koordinasi ketat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Pelaksanaan ini merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 56 Tahun 2026, yang menegaskan BPTD Jambi sebagai Penanggung Jawab Pos Koordinasi di wilayah provinsi.

Selama masa Angkutan Lebaran 2026 (H-10 hingga H+9), tercatat 63 posko dan fasilitas pendukung, meliputi:

  • 8 Posko Moda Darat

  • 5 Posko Moda Laut

  • 3 Posko Moda Udara

  • 45 Pos Pengamanan dan Pelayanan (28 pos pengamanan, 17 pos pelayanan, 1 pos terpadu)

  • 111 rest area dan masjid ramah pemudik

Kinerja Angkutan per Moda:

Moda Darat (13–29 Maret 2026)

  • Kedatangan bus: 3.469 unit (-17%)

  • Penumpang datang: 5.200 orang (+22%)

  • Keberangkatan bus: 3.756 unit (-15%)

  • Penumpang berangkat: 14.169 orang (+28%)
    Puncak arus mudik terjadi H-6 (15 Maret, 1.377 penumpang) dan puncak arus balik H+7 (28 Maret, 690 penumpang). Terminal Alam Barajo menjadi terminal tersibuk.

Moda Laut (13–29 Maret 2026)

  • Kedatangan kapal: 157 unit (+391%)

  • Penumpang datang: 9.549 orang (+98%)

  • Keberangkatan kapal: 162 unit (+413%)

  • Penumpang berangkat: 6.354 orang (+2%)
    Puncak arus mudik H-3 (18 Maret), arus balik H+4 (25 Maret).

Moda Udara (13–29 Maret 2026)

  • Kedatangan pesawat: 252 unit (+3%)

  • Penumpang datang: 36.484 orang (stabil)

  • Keberangkatan pesawat: 254 unit (+3%)

  • Penumpang berangkat: 35.104 orang (+6%)
    Puncak arus mudik H-4 (17 Maret), arus balik H+6 (27 Maret).

Dominasi Kendaraan Pribadi

Mayoritas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi:

  • Sepeda motor: 478.753 unit

  • Mobil pribadi: 510.898 unit
    Keberadaan Jalan Tol Pijoan–Tempino mempengaruhi pola perjalanan masyarakat dan aktivitas terminal.

Rest Area dan Lalu Lintas

Di rest area UPPKB Jambi Merlung dan Muara Tembesi:

  • Kendaraan singgah: 87 unit

  • Pemudik: 408 orang
    Tercatat peningkatan signifikan, menunjukkan rest area menjadi tempat favorit pemudik beristirahat.

Keselamatan Pemudik

Data Jasa Raharja Wilayah Jambi mencatat:

  • Korban meninggal dunia: 5 orang (-85% dibanding 2025)

  • Korban luka-luka: 121 orang (-12%)

  • Nilai santunan turun 87%
    Tidak terdapat korban meninggal dari penumpang angkutan umum, menandakan peningkatan signifikan keselamatan transportasi.

Meski berjalan lancar, BPTD Jambi mencatat beberapa hal yang perlu perhatian:

  • Pelanggaran operasional angkutan barang

  • Praktik menaik-turunkan penumpang di titik tidak resmi

  • Operasional travel gelap (angkutan ilegal)

  • Kapal penyeberangan rakyat <7 GT belum memiliki izin operasional dan perlindungan asuransi

Ke depan, BPTD Kelas II Jambi akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KSOP, dan Jasa Raharja untuk pengawasan keselamatan, perizinan, serta perlindungan penumpang.

Alhamdulillah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi berjalan aman dan lancar. Semua ini berkat sinergi pemangku kepentingan,” ujar Kepala BPTD Kelas II Jambi.

BPTD Kelas II Jambi berkomitmen meningkatkan pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung sistem transportasi nasional.(*)