81 Miles for Indonesia, Cara XLSMART Uji 5G Sekaligus Tebar Kepedulian di Jawa Tengah-Yogyakarta

SEMARANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan Semarang-Solo-Yogyakarta yang ditempuh XLSMART pada 21-22 Agustus 2026 bukan sekadar agenda touring untuk memperingati 81 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Di balik perjalanan sepanjang 81 miles tersebut, perusahaan telekomunikasi ini membawa pesan yang lebih besar: memperluas akses konektivitas 5G sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan jaringan perlu berjalan beriringan dengan manfaat sosial.

Melalui program “81 Miles for Indonesia – Connected Beyond the Journey”, XLSMART menggabungkan pengujian pengalaman jaringan 5G, aktivitas komunitas, kunjungan layanan pelanggan dan program sosial XLSMART Berbagi dalam satu rangkaian perjalanan.

Pilihan rute Semarang-Solo-Yogyakarta menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana konektivitas digunakan dalam mobilitas sehari-hari.

Peserta tidak hanya menempuh perjalanan bersama komunitas XLSMART Motorcycle Club, tetapi juga merasakan langsung pengalaman jaringan di sejumlah titik sepanjang jalur yang dilalui.

Bagi XLSMART, konektivitas 5G tidak lagi semata-mata diposisikan sebagai teknologi dengan kecepatan lebih tinggi.

Jaringan tersebut diarahkan untuk menopang kebutuhan digital masyarakat, mulai dari komunikasi, akses informasi, pertukaran konten hingga berbagai aktivitas berbasis internet.

Target 88 Kota Jadi Tantangan Berikutnya

Langkah tersebut menjadi relevan di tengah agenda ekspansi jaringan 5G XLSMART. Perusahaan menyebut layanan 5G-nya saat ini telah tersedia di lebih dari 50 kota dan kabupaten di Indonesia.

Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 88 kota dan kabupaten hingga akhir 2026.

Target itu menunjukkan bahwa pekerjaan terbesar bukan hanya menghadirkan teknologi 5G di pusat-pusat kota, tetapi memperluas jangkauannya agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati konektivitas generasi terbaru.

Direktur & Chief People Officer XLSMART Jeremiah Rathadi mengatakan semangat kemerdekaan menjadi landasan bagi perusahaan untuk menghubungkan teknologi dengan kepedulian sosial.

“Bagi XLSMART, menghubungkan Indonesia bukan hanya tentang membangun jaringan. Lebih dari itu, konektivitas harus mampu mendekatkan masyarakat, membuka kesempatan, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan bersama,” ujar Jeremiah.

Menurut dia, konsep Connected Beyond the Journey menggambarkan upaya XLSMART untuk menjadikan konektivitas bukan sekadar infrastruktur digital, tetapi bagian dari upaya memperluas kesempatan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Bukan Sekadar Klaim Jaringan

Agenda 81 Miles juga menjadi momentum bagi XLSMART untuk membawa pengalaman jaringan lebih dekat kepada pengguna.

Sepanjang rute, peserta mendapatkan kesempatan menguji pengalaman konektivitas 5G dalam kondisi perjalanan.

Aktivitas tersebut memberi gambaran mengenai penggunaan jaringan untuk berbagai kebutuhan digital ketika masyarakat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain.

Dari sisi kualitas jaringan, layanan XL yang ditopang infrastruktur XLSMART sebelumnya memperoleh empat penghargaan dalam Ookla Speedtest Awards H1 2026.

Penghargaan tersebut mencakup Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Namun, capaian penghargaan jaringan sekaligus menghadirkan tantangan berikutnya bagi operator: bagaimana mempertahankan kualitas ketika cakupan terus diperluas.

Karena itu, ekspansi menuju 88 kota dan kabupaten menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana konektivitas 5G dapat hadir lebih luas, bukan hanya kuat di wilayah tertentu.

Tiga Kota, Tiga Sasaran Bantuan

Dimensi lain dari 81 Miles for Indonesia terlihat dari program XLSMART Berbagi yang digelar di tiga wilayah.

Di Semarang, bantuan diberikan kepada para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Bantuan kebutuhan pokok tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada kelompok yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah perjuangan bangsa.

Dari Semarang, rangkaian kepedulian berlanjut ke Solo. XLSMART memberikan dukungan kepada lansia di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta, terutama untuk kebutuhan perawatan dan kebersihan sehari-hari.

Sementara di Yogyakarta, bantuan diarahkan kepada Yayasan Mutiara Hikmah. Dukungan diberikan dalam bentuk kebutuhan renovasi masjid, termasuk material bangunan, furnitur dan perlengkapan ibadah.

Dengan demikian, perjalanan yang mengambil simbol angka 81 tidak berhenti pada jarak yang ditempuh. Setiap kota yang menjadi bagian dari rute juga menjadi titik pelaksanaan kegiatan sosial.

Menggabungkan Teknologi dan Komunitas

Rangkaian 81 Miles for Indonesia membawa sedikitnya lima agenda sekaligus, yakni touring bersama XLSMART Motorcycle Club, kunjungan ke galeri layanan, kegiatan XLSMART Berbagi, interaksi dengan komunitas otomotif serta pengujian pengalaman jaringan 5G.

Perjalanan dimulai dari Semarang menuju Solo pada Jumat, 21 Agustus 2026. Sehari kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan dari Solo menuju Sleman, Yogyakarta, sebelum seluruh rangkaian berakhir di Yogyakarta.

Bagi XLSMART, format tersebut menjadi cara untuk mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: teknologi, komunitas dan kontribusi sosial.

Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin mengandalkan kualitas jaringan dan pengalaman digital, pendekatan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kedekatan dengan pengguna.

Melalui semangat “Connected Beyond the Journey”, XLSMART menyatakan akan melanjutkan penguatan konektivitas sekaligus program sosial untuk mendukung Indonesia yang lebih terkoneksi, inklusif dan maju.

Target memperluas 5G hingga 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026 kini menjadi salah satu pekerjaan besar yang akan menentukan seberapa jauh ambisi konektivitas tersebut dapat diwujudkan.(*)




Transformasi Digital Makin Cepat, Nokia dan Indosat Kembangkan 5G Berbasis AI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi memperkuat kemitraan strategis untuk memodernisasi jaringan seluler nasional melalui pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jaringan, tetapi juga menjadi langkah besar dalam membangun infrastruktur digital masa depan yang mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.

Dalam proyek tersebut, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama yang mendukung implementasi 5G Radio Access Network (RAN) generasi terbaru di Indonesia, termasuk pemanfaatan spektrum frekuensi rendah dan frekuensi menengah untuk memperluas cakupan layanan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan, memperkuat kualitas layanan digital, serta memberikan pengalaman internet yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi jutaan pelanggan Indosat di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, jaringan baru tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai layanan masa depan, mulai dari hiburan digital, gaming, layanan publik berbasis teknologi, hingga kebutuhan sektor industri dan korporasi yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi.

AI dan 5G Disatukan dalam Satu Ekosistem

Salah satu aspek paling menarik dari kerja sama ini adalah pengembangan teknologi AI-RAN, sebuah konsep yang menggabungkan kecerdasan buatan langsung ke dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Dalam proyek ini, Nokia menggandeng NVIDIA untuk mengembangkan platform AI-RAN yang memungkinkan jaringan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi infrastruktur komputasi AI yang mampu menjalankan berbagai layanan cerdas secara real-time.

Ketiga perusahaan telah mencatat tonggak awal melalui keberhasilan panggilan AI-RAN pertama yang diperkenalkan pada Mobile World Congress 2026.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Melalui pengembangan tersebut, Nokia juga menyiapkan algoritma AI terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi dan optimalisasi performa jaringan.

Fondasi AI Grid untuk Indonesia

Indosat menyebut pengembangan jaringan 5G dan AI-RAN ini menjadi bagian penting dalam pembangunan AI Grid nasional, yakni infrastruktur yang menghubungkan pusat data AI dengan jaringan telekomunikasi untuk memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, layanan publik, hingga sektor ekonomi digital.

Pengembangan tersebut juga didukung keberadaan AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center yang menjadi pusat kolaborasi pengembangan teknologi AI di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi jaringan yang sedang dibangun bertujuan menghadirkan pengalaman digital yang lebih relevan dan berkualitas bagi pelanggan.

Menurutnya, integrasi AI ke dalam jaringan telekomunikasi akan membuka peluang lahirnya inovasi digital baru sekaligus memperkuat upaya pemerataan akses teknologi di Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang mampu meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Vikram.

Sementara itu, Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan buatan, dan efisiensi operasional dalam satu platform.

Menurutnya, investasi pada jaringan berbasis AI akan membuka peluang model bisnis baru sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Di sisi lain, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu contoh implementasi AI-RAN terbesar di kawasan.

Ia mengatakan pengembangan tersebut akan menghadirkan jaringan yang tidak hanya menyediakan layanan komunikasi, tetapi juga mampu menjalankan aplikasi berbasis AI secara langsung di dalam infrastruktur telekomunikasi.

Target 80 Persen Jaringan Terjangkau 5G Menengah

Sebagai bagian dari modernisasi jaringan, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta sistem otomasi jaringan berbasis AI.

Dalam rencana pengembangannya, layanan 5G frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan Indosat.

Sementara cakupan 5G frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun mendatang.

Selain meningkatkan kualitas layanan, teknologi tersebut juga dirancang untuk menghemat konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi operasional sehingga mendukung transformasi digital yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Nokia, Indosat, dan NVIDIA menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang saat ini dikembangkan di Indonesia.

Proyek ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat adopsi AI dan memperluas akses konektivitas digital bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.(*)