Sinyal Makin Kuat, Indosat Perkuat Jaringan Lewat Tambahan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) memperkuat strategi pengembangan jaringan nasional dengan menambah kapasitas spektrum sebesar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan konektivitas digital yang lebih cepat, stabil, dan mampu menjawab lonjakan kebutuhan data masyarakat.

Penambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperluas jangkauan layanan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas digital pelanggan yang membutuhkan akses internet berkualitas.

AVP Communications Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Siti Sarah, mengatakan penguatan infrastruktur jaringan menjadi salah satu prioritas utama perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan.

“Pengembangan jaringan menjadi salah satu fokus utama Indosat dalam memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan. Tambahan spektrum pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz akan memperkuat kemampuan jaringan kami, baik dari sisi jangkauan maupun kapasitas,” ujar Siti Sarah.

Menurutnya, pemanfaatan tambahan spektrum tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, mulai dari aktivitas digital harian, kebutuhan bisnis, hingga layanan berbasis teknologi masa depan.

Pita frekuensi 700 MHz memiliki karakteristik yang mendukung perluasan cakupan layanan karena mampu menjangkau area lebih luas dengan efisiensi yang baik.

Spektrum ini dinilai strategis untuk membantu pemerataan akses konektivitas, termasuk di berbagai wilayah yang membutuhkan penguatan jaringan.

Sementara itu, pita 2,6 GHz akan berperan dalam meningkatkan kapasitas jaringan, khususnya di wilayah dengan kepadatan trafik data tinggi seperti kawasan perkotaan dan pusat aktivitas masyarakat.

Indosat menilai peningkatan kapasitas jaringan menjadi kebutuhan penting seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital, mulai dari komunikasi, pendidikan, ekonomi digital, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Kami akan terus memperkuat jaringan dan menghadirkan inovasi layanan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menikmati konektivitas digital yang berkualitas, aman, dan mampu mendukung percepatan transformasi digital nasional,” kata Siti Sarah.

Selain memperkuat jaringan 4G, Indosat juga terus mempersiapkan pengembangan layanan 5G secara bertahap.

Perusahaan memastikan implementasi teknologi tersebut akan mengikuti kesiapan ekosistem digital, kebutuhan pelanggan, serta kebijakan pemerintah.

Penguatan jaringan ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang Indosat dalam membangun infrastruktur digital yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi, memperluas akses teknologi, serta mendukung berbagai sektor yang membutuhkan konektivitas berkecepatan tinggi.

Dengan tambahan spektrum dan peningkatan kapasitas jaringan, Indosat optimistis dapat menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia.(*)




Indosat Perkuat Jaringan AI, Trafik Data Naik Signifikan Selama Nataru 2025

JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatat lonjakan signifikan trafik data sepanjang tahun 2025, seiring meningkatnya konsumsi layanan digital masyarakat Indonesia. Puncak kenaikan terjadi pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yakni pada 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Selama periode tersebut, trafik data nasional meningkat sekitar 15 persen dibandingkan hari normal, serta lebih dari 20 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Lonjakan ini mencerminkan semakin meluasnya aktivitas digital masyarakat, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di wilayah wisata dan daerah yang sebelumnya memiliki aktivitas digital terbatas.

Didukung oleh jaringan yang andal di ribuan titik strategis, Indosat memastikan lonjakan kebutuhan data tetap dapat terlayani secara stabil.

Kesiapan ini ditopang oleh perluasan infrastruktur jaringan yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Optimalisasi Jaringan Berbasis AI

Untuk menjaga kualitas layanan selama lonjakan trafik, Indosat mengoptimalkan jaringan melalui Digital Intelligence Operations Center (DIOC), pusat operasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang memungkinkan pemantauan performa jaringan secara real-time.

Pemanfaatan teknologi AI ini memungkinkan penyesuaian kapasitas jaringan secara adaptif di lokasi-lokasi dengan lonjakan trafik tertinggi.

Dengan demikian, pelanggan IM3, Tri, dan HiFi tetap dapat menikmati koneksi yang stabil, termasuk untuk aktivitas video streaming dan gaming, bahkan di tengah tingginya konsumsi data secara serentak.

“Pertumbuhan trafik data bukan sekadar indikator teknis, tetapi gambaran nyata perkembangan ekonomi digital Indonesia. Lonjakan penggunaan data kini tidak hanya terjadi di kota besar, melainkan juga di kawasan wisata dan pusat ekonomi baru,” ujar Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Ia menambahkan, dukungan teknologi AI di DIOC memungkinkan tim teknis Indosat menangani potensi gangguan dengan lebih cepat dan presisi, sehingga kualitas layanan tetap terjaga di berbagai kondisi.

Perkuat Jaringan di Titik Trafik Tertinggi

Untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas digital masyarakat, Indosat memperkuat kapasitas jaringan di berbagai wilayah yang mencatat trafik tertinggi.

Di antaranya Bogor, Sukabumi, dan Tangerang di wilayah Jabodetabek; Garut, Bandung, dan Klaten di Pulau Jawa; serta Kota Denpasar, Tabanan, dan Bandung di wilayah Bali dan Nusra.

Penguatan jaringan juga dilakukan di wilayah Sumatera seperti Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Banyuasin, serta di Kalimantan dan Sulawesi, termasuk Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sanggau, Gowa, Maros, dan Bulukumba.

Pada periode yang sama, lima aplikasi dengan lonjakan penggunaan tertinggi tercatat adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube.

Saat ini, Indosat didukung oleh lebih dari 208 ribu BTS 4G serta 1.404 BTS 5G yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah BTS 4G tersebut tumbuh 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga semakin memperluas jangkauan layanan bagi pelanggan.

Pemulihan Konektivitas di Wilayah Bencana

Selain menjaga kualitas layanan selama Nataru, Indosat juga terus mempercepat pemulihan jaringan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera.

Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Aceh telah mencapai 97,5 persen.

Pemulihan ini menjadi bagian dari komitmen Indosat untuk terus hadir mendampingi masyarakat, mulai dari masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga sebagai sarana utama koordinasi dan akses informasi.

Indosat juga menambah jumlah personel teknis di wilayah terdampak serta berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar serta akses ke wilayah yang sempat terisolasi.

Sebagai langkah tambahan, Indosat menempatkan tim siaga di berbagai lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, dan area pengungsian.

Selain itu, Posko Pemantauan (Command Center) tetap dioperasikan secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk mendukung seluruh tim di lapangan.(*)