Update Terbaru Bandara Sultan Thaha: 6 Penerbangan Terdampak Kabut Asap, Susi Air RTB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis 8 Oktober 2026.

Hingga pukul 10.30 WIB, jarak pandang di kawasan bandara turun menjadi 800 meter dan sejumlah penerbangan mengalami gangguan.

Dampak paling mencolok terjadi pada penerbangan Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep.

Pesawat tersebut tidak melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sultan Thaha dan berstatus Return To Base (RTB) atau kembali ke bandara asal.

Selain penerbangan Susi Air tersebut, sejumlah penerbangan lain dari dan menuju Bandara Sultan Thaha juga mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap.

Informasi operasional bandara menunjukkan kondisi jarak pandang mengalami perubahan sejak pagi.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter.

Namun, kondisi kemudian turun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang sempat membaik menjadi 1.200 meter pada pukul 07.30 WIB dan 1.400 meter pada pukul 08.00 WIB.

Setelah itu, kondisi kembali memburuk. Jarak pandang tercatat 1.100 meter pada pukul 08.30 WIB, turun menjadi 1.000 meter pada pukul 09.00 WIB, kemudian sempat meningkat menjadi 1.300 meter pada pukul 09.30 WIB.

Memasuki pukul 10.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter. Setengah jam kemudian, pada pukul 10.30 WIB, jarak pandang hanya mencapai 800 meter.

Susi Air dari Dabo Singkep RTB

Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan yang dijadwalkan tiba maupun berangkat dari Bandara Sultan Thaha.

Untuk penerbangan kedatangan, Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep tercatat berstatus Return To Base (RTB).

Sementara Batik Air ID 6804 dari Jakarta berstatus ditunda karena kabut asap atau Delayed due to Haze.

Penerbangan Susi Air SI 7222 dari Kerinci juga mengalami penundaan dengan alasan yang sama.

Gangguan juga terjadi pada sisi keberangkatan.

Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci berstatus ditunda karena kabut asap. Begitu pula Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Susi Air SI 7218 tujuan Dabo Singkep yang mengalami penundaan.

Dengan kondisi tersebut, calon penumpang perlu memperhatikan perkembangan terbaru sebelum menuju Bandara Sultan Thaha.

Batik Air Pagi Masih Berangkat

Di tengah memburuknya jarak pandang, satu penerbangan keberangkatan masih dapat beroperasi pada pagi hari.

Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) telah berangkat pada pukul 06.07 WIB ketika jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter.

Penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night), yakni pesawat yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Namun, kondisi jarak pandang setelah penerbangan tersebut berangkat terus berubah dan kembali turun hingga 800 meter pada pukul 10.30 WIB.

Bandara Perbarui Informasi Penerbangan

Pihak Bandara Sultan Thaha terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan terhadap penumpang.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan bahwa informasi operasional penerbangan akan terus diperbarui mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

Tim operasional juga melakukan pemantauan terhadap penerbangan yang terdampak kabut asap dan berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan penanganan penumpang.

Bagi pengguna jasa bandara, perubahan jadwal masih dapat terjadi mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang.

Karena itu, calon penumpang diminta tidak hanya mengacu pada jadwal awal penerbangan, tetapi kembali mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui 172.

Penurunan jarak pandang hingga 800 meter pada pukul 10.30 WIB menjadi perhatian dalam operasional penerbangan Bandara Sultan Thaha.

Perkembangan kondisi asap dan jarak pandang akan menentukan kelancaran penerbangan berikutnya.(*)




Update Penerbangan Jambi: Hingga Sore Jarak Pandang Sempat 500 Meter, Sejumlah Pesawat Delay

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu 7 Oktober 2026.

Kondisi sempat memburuk pada siang hari ketika jarak pandang turun hingga hanya 500 meter.

Data operasional Bandara Sultan Thaha mencatat jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB.

Namun, kondisi kemudian menurun menjadi 1.200 meter pada pukul 07.00 WIB dan bertahan hingga pukul 09.00 WIB.

Jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter pada pukul 10.00 dan 11.00 WIB.

Memasuki pukul 12.00 WIB, jarak pandang tinggal 800 meter. Kondisi kemudian mencapai titik terendah pada pukul 13.00 dan 14.00 WIB dengan jarak pandang hanya 500 meter.

Perbaikan mulai terlihat setelah pukul 14.00 WIB. Jarak pandang naik menjadi 1.000 meter pada pukul 14.30 WIB dan 15.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 1.100 meter pada pukul 16.00 WIB dan 1.200 meter pada pukul 17.00 WIB.

Meski jarak pandang berangsur membaik pada sore hari, dampak terhadap jadwal penerbangan masih terasa.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta mengalami penundaan serta perubahan waktu kedatangan maupun keberangkatan.

Penerbangan Jakarta-Jambi Bergeser hingga Malam

Pada sisi kedatangan, Batik Air ID 6804 dari Jakarta masih menunggu kondisi jarak pandang membaik dan berstatus Delayed due to Haze.

Citilink QG 960 dari Jakarta mengalami perubahan jadwal kedatangan menjadi pukul 19.55 WIB.

Citilink QG 966 dari Jakarta juga mengalami perubahan jadwal menjadi pukul 20.10 WIB, dengan status ditunda karena asap.

Sementara itu, Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta tercatat mengalami perubahan jadwal menjadi pukul 19.20 WIB dan 19.45 WIB, masing-masing dengan status ditunda karena asap.

Perubahan jadwal tersebut menunjukkan dampak kabut asap tidak hanya terjadi pada penerbangan pagi. Gangguan operasional juga berlanjut hingga jadwal penerbangan malam.

Penerbangan dari Jambi Ikut Terdampak

Gangguan serupa terjadi pada penerbangan keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha menuju Jakarta.

Batik Air ID 6805 masih berstatus ditunda karena asap.

Citilink QG 961 mengalami perubahan waktu keberangkatan menjadi pukul 20.25 WIB.

Citilink QG 966 juga bergeser menjadi pukul 20.40 WIB.

Sementara itu, Garuda Indonesia GA 127 dijadwalkan menjadi pukul 20.05 WIB, sedangkan GA 129 menjadi pukul 20.30 WIB.

Seluruh penerbangan tersebut tercatat berstatus Delayed due to Haze.

Batik Air ID 6807 Sempat Berangkat Pagi Hari

Di tengah kondisi yang kemudian memburuk, Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta masih sempat berangkat pada pukul 06.05 WIB.

Saat penerbangan tersebut berangkat, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha masih mencapai 1.500 meter.

Pesawat yang digunakan merupakan pesawat Remain Over Night (RON), atau pesawat yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Setelah keberangkatan tersebut, jarak pandang terus mengalami penurunan hingga mencapai 500 meter pada siang hari.

Sore Hari Jarak Pandang Mulai Membaik

Data terbaru menunjukkan kondisi mulai membaik setelah pukul 14.00 WIB.

Jarak pandang yang sebelumnya hanya 500 meter meningkat menjadi 1.000 meter pada pukul 14.30 WIB. Angka tersebut bertahan hingga pukul 15.00 WIB.

Pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang kembali meningkat menjadi 1.100 meter dan mencapai 1.200 meter pada pukul 17.00 WIB.

Namun, membaiknya jarak pandang belum otomatis menghapus dampak terhadap jadwal penerbangan. Pesawat yang mengalami penundaan tetap membutuhkan penyesuaian jadwal operasional.

Kondisi cuaca di Bandara Sultan Thaha masih didominasi fenomena asap (smoke). Vertical visibility tercatat sekitar 1.000 kaki karena kondisi langit tertutup kabut.

Penumpang Diminta Cek Jadwal Sebelum ke Bandara

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan.

Pihak bandara juga melakukan pembaruan informasi jadwal penerbangan secara berkala mengikuti perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang.

Calon penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui nomor 172.

Kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Jambi menjadi faktor penting dalam operasional penerbangan hari ini.

Perubahan jarak pandang dapat memengaruhi keputusan operasional maskapai, sehingga jadwal penerbangan masih dapat berubah mengikuti kondisi terbaru di Bandara Sultan Thaha.(*)




Super Air Jet IU840 4 Kali Berputar di Atas Jambi, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pergerakan pesawat Super Air Jet IU840 dari Jakarta menuju Jambi menarik perhatian pada Senin 5 Oktober 2026.

Pantauan melalui Flightradar menunjukkan pesawat tersebut sudah empat kali berputar di atas wilayah Jambi sebelum mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat Super Air Jet IU840 terbang dari Jakarta menuju Jambi dengan jadwal kedatangan sekitar pukul 16.15 WIB.

Namun, kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha yang kembali berfluktuasi membuat proses kedatangan pesawat berlangsung tidak seperti jadwal normal.

Pergerakan IU840 yang berulang kali berputar di udara menjadi gambaran situasi penerbangan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Jambi.

Sebelumnya, Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan IU840 masih berputar di wilayah udara Jambi.

“Super Air Jet IU 840 dari Jakarta estimasi kedatangan pukul 16.15 WIB, masih berputar-putar di atas wilayah Jambi,” ujar Ikhsan.

Batik Air Berhasil Mendarat dan Kembali ke Jakarta

Di tengah kondisi tersebut, tidak seluruh penerbangan mengalami kendala yang sama.

Pesawat Batik Air ID6804 dari Jakarta berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi sekitar pukul 15.00 WIB.

Pesawat yang sama kemudian kembali melanjutkan penerbangan ke Jakarta menggunakan nomor penerbangan ID6805 pada pukul 15.45 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih berjalan, meski maskapai harus menyesuaikan pergerakan pesawat dengan kondisi jarak pandang dan cuaca di sekitar bandara.

Jarak Pandang Sempat Turun Jadi 1.000 Meter

Pada hari yang sama, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha mengalami perubahan cukup tajam.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang mencapai 2.200 meter pada pukul 15.00 WIB. Namun, kondisi kemudian memburuk.

Pada pukul 15.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.100 meter dan kembali merosot menjadi 1.000 meter pada pukul 16.00 WIB.

Perubahan tersebut membuat kondisi penerbangan terus mendapat pemantauan.

Selain IU840, penerbangan Citilink QG966 dari Jakarta dengan estimasi kedatangan pukul 16.45 WIB juga masih berada di sekitar wilayah Sumatera Selatan berdasarkan pembaruan sebelumnya.

Sementara itu, penerbangan Susi Air dengan rute menuju dan dari Kerinci tercatat batal.

Penumpang Diminta Pantau Informasi Maskapai

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi penerbangan.

Penumpang juga diminta mengecek informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara karena perubahan jarak pandang dapat memengaruhi jadwal kedatangan maupun keberangkatan.

Kondisi tersebut membuat pergerakan pesawat di Bandara Sultan Thaha pada Senin sore sangat bergantung pada perkembangan jarak pandang.

Perbedaan kondisi antar-penerbangan juga terlihat jelas. Batik Air ID6804 berhasil mendarat dan kembali terbang menuju Jakarta, sementara Super Air Jet IU840 harus berputar beberapa kali di atas wilayah Jambi sebelum melanjutkan proses kedatangannya.(*)




Update Penerbangan Jambi: Susi Air ke Kerinci Dibatalkan, Dua Pesawat dari Jakarta Masih Berputar di Udara

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 5 Oktober 2026.

Dampaknya mulai terasa pada penerbangan sore. Dua pesawat dari Jakarta belum dapat mendarat sesuai jadwal karena jarak pandang di sekitar bandara kembali memburuk.

Super Air Jet IU 840 dan Citilink QG 966 masih berada di udara saat kondisi jarak pandang berubah-ubah.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan Super Air Jet IU 840 dari Jakarta semula memiliki estimasi kedatangan pukul 16.15 WIB.

Namun, pesawat tersebut masih berputar di wilayah udara Jambi.

“Super Air Jet IU 840 dari Jakarta estimasi kedatangan pukul 16.15 WIB, masih berputar-putar di atas wilayah Jambi,” ujar Ikhsan.

Tak lama berselang, kondisi serupa juga terjadi pada Citilink QG 966 dari Jakarta.

Pesawat tersebut memiliki estimasi kedatangan pukul 16.45 WIB, tetapi masih berada di sekitar wilayah Sumatera Selatan.

“Citilink QG 966 dari Jakarta estimasi pukul 16.45 WIB, masih di atas wilayah Sumsel,” katanya.

Perubahan jarak pandang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

Data pemantauan menunjukkan kondisi sempat membaik pada siang hingga sore awal.

Jarak pandang tercatat 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 1.900 meter pada pukul 11.00 WIB.

Pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang berada di angka 1.800 meter. Angka tersebut kemudian turun menjadi 1.600 meter pada pukul 13.00 WIB dan sedikit membaik menjadi 1.700 meter pada pukul 14.00 WIB.

Kondisi sempat mencapai 2.200 meter pada pukul 15.00 WIB.

Namun, perbaikan itu tidak bertahan lama.

Setengah jam kemudian, jarak pandang kembali merosot menjadi 1.100 meter. Pada pukul 16.00 WIB, angka tersebut kembali turun hingga 1.000 meter.

Fluktuasi inilah yang membuat kondisi operasional penerbangan harus terus menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Gangguan akibat kondisi udara juga berdampak pada penerbangan Susi Air dengan rute menuju dan dari Kerinci.

Pihak bandara memastikan penerbangan tersebut dibatalkan atau cancelled.

Sementara penerbangan lainnya masih bergantung pada perkembangan jarak pandang dan kondisi operasional bandara.

Situasi tersebut menunjukkan dampak kabut asap tidak hanya menyentuh penerbangan yang hendak mendarat di Jambi, tetapi juga dapat memengaruhi konektivitas udara menuju wilayah lain di Provinsi Jambi.

Ikhsan mengatakan pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perubahan jarak pandang dan berkoordinasi dengan maskapai serta pihak terkait.

Menurutnya, perubahan kondisi dapat berlangsung cepat sehingga status penerbangan juga dapat berubah mengikuti situasi operasional.

Karena itu, penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal awal yang tercantum dalam tiket.

Mereka perlu mengecek informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.

“Kondisi jarak pandang yang fluktuatif terus kami pantau karena dapat memengaruhi operasional penerbangan, khususnya proses kedatangan dan keberangkatan pesawat,” kata Ikhsan.

Sebelumnya, kabut asap juga telah mengganggu sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Beberapa penerbangan mengalami penundaan hingga pengalihan ke bandara lain.

Dengan kondisi terbaru pada Senin sore, kelancaran penerbangan di Bandara Sultan Thaha masih sangat bergantung pada perubahan jarak pandang.

“Untuk update penerbangan akan terus kami sampaikan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Ikhsan.(*)




Update Penerbangan Bandara Sultan Thaha: Akibat Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan Ditunda dan Citilink Diverted ke Palembang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap masih memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 5 Oktober 2026.

Kondisi jarak pandang di kawasan bandara memang membaik dibanding pagi hari, namun masih berfluktuasi.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, jarak pandang pada siang hari berada di atas 1.000 meter.

“Update jarak pandang di Bandara Sultan Thaha, pukul 10.00 WIB tercatat 1.100 meter, pukul 11.00 WIB 1.900 meter, pukul 12.00 WIB 1.800 meter, dan pukul 13.00 WIB 1.600 meter,” ujar Ikhsan.

Meski jarak pandang berangsur membaik, sejumlah penerbangan masih terdampak kondisi kabut asap.

Menurut Ikhsan, beberapa maskapai memilih menjadwalkan ulang keberangkatan ke sore hari dengan harapan kondisi cuaca dan jarak pandang membaik.

“Penerbangan yang terdampak masih sama, karena beberapa maskapai menjadwalkan ulang keberangkatan ke sore dengan harapan cuaca di sore nanti lebih baik,” katanya.

Selain penundaan penerbangan, terdapat penerbangan yang harus dialihkan atau diverted ke bandara lain.

Ikhsan menyampaikan, penerbangan Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK) tidak mendarat di Bandara Sultan Thaha, melainkan dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (PLM).

“Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK) diverted ke Palembang (PLM),” ujar Ikhsan.

Sebelumnya, kondisi kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha sejak pagi.

Jarak pandang sempat berada di level rendah dan berfluktuasi cukup cepat. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 750 meter.

Kondisi kemudian membaik menjadi 900 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB.

Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 800 meter pada pukul 07.30 WIB dan mencapai titik terendah 600 meter pada pukul 08.00 WIB.

Setelah itu, jarak pandang kembali berubah-ubah.

Pada pukul 08.30 WIB tercatat 1.000 meter, kemudian 900 meter pada pukul 09.00 WIB dan 800 meter pada pukul 09.30 WIB.

Memasuki siang hari, kondisi berangsur membaik dengan jarak pandang mencapai 1.900 meter pada pukul 11.00 WIB, sebelum kembali turun menjadi 1.800 meter pada pukul 12.00 WIB dan 1.600 meter pada pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, sedikitnya delapan penerbangan tercatat terdampak kondisi kabut asap, terdiri dari empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan.

Penerbangan kedatangan yang terdampak antara lain Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep (SIQ), Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK), Batik Air ID 6804 dari Jakarta (CGK), serta Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (CGK).

Sementara penerbangan keberangkatan yang terdampak yakni Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci (KRC), Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK), Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK), dan Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK).

Di tengah kondisi tersebut, dua penerbangan tetap berangkat pada pagi hari, yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta yang berangkat pukul 06.01 WIB dan Batik Air ID 6879 tujuan Kualanamu-Medan yang berangkat pukul 08.00 WIB.

Kedua penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Pihak Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi jarak pandang serta dampaknya terhadap operasional penerbangan.

Penumpang juga diminta memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara, mengingat kondisi jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di nomor 172.

Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian karena perubahan jarak pandang dapat memengaruhi proses kedatangan maupun keberangkatan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan terus melakukan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang menjadi salah satu faktor memburuknya kondisi udara di wilayah Jambi.(*)




Jarak Pandang Turun hingga 600 Meter, 8 Penerbangan Bandara Sultan Thaha Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 5 Oktober 2026.

Hingga pukul 09.00 WIB, sedikitnya delapan penerbangan terdampak dengan status ditunda.

Gangguan terjadi ketika jarak pandang di kawasan bandara berfluktuasi dan sempat turun hingga 600 meter pada pukul 08.00 WIB.

Data pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang pada pagi hari berubah cukup cepat. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 750 meter.

Kondisi kemudian membaik menjadi 900 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB.

Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 800 meter pada pukul 07.30 WIB dan mencapai titik terendah 600 meter pada pukul 08.00 WIB.

Setelah itu, jarak pandang kembali bergerak naik turun. Pada pukul 08.30 WIB tercatat 1.000 meter, kemudian 900 meter pada pukul 09.00 WIB dan 800 meter pada pukul 09.30 WIB.

8 Penerbangan Terdampak

Kabut asap berdampak pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan.

Untuk penerbangan kedatangan (arrival), empat penerbangan tercatat mengalami penundaan, yakni:

  • Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep (SIQ)

  • Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK)

  • Batik Air ID 6804 dari Jakarta (CGK)

  • Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (CGK)

Keempat penerbangan tersebut berstatus delayed.

Sementara pada penerbangan keberangkatan (departure), empat penerbangan juga mengalami penundaan.

Pesawat yang terdampak yakni:

  • Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci (KRC)

  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK)

  • Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK)

  • Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK)

Dengan demikian, hingga pukul 09.00 WIB terdapat empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan yang tertunda akibat kondisi kabut asap.

Dua Penerbangan Tetap Berangkat

Di tengah kondisi jarak pandang yang berubah-ubah, dua penerbangan tetap berangkat dari Bandara Sultan Thaha pada pagi hari.

Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) berangkat pada pukul 06.01 WIB ketika jarak pandang berada di angka 750 meter.

Kemudian Batik Air ID 6879 tujuan Kualanamu-Medan (KNO) berangkat pada pukul 08.00 WIB, saat jarak pandang tercatat 600 meter.

Kedua penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Penumpang Diminta Pantau Jadwal Penerbangan

Manajemen Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan.

Tim operasional juga melakukan pembaruan informasi secara berkala mengenai jadwal kedatangan dan keberangkatan yang terdampak kondisi kabut asap.

Penumpang yang akan menggunakan jasa penerbangan diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum menuju bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di nomor 172.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa selama kondisi kabut asap berlangsung.

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan jarak pandang akibat kabut asap dapat memengaruhi kelancaran penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan segera menangani kebakaran hutan dan lahan yang memicu memburuknya kondisi udara di wilayah Jambi.(*)




Update Bandara Sultan Thaha Jambi: Jarak Pandang Sempat 1.000 Meter, Kini 2.800 Meter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap mulai memengaruhi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pagi hari. Jarak pandang bahkan sempat turun hingga 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Meski mengalami penurunan cukup signifikan, kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas penerbangan.

Hingga menjelang siang, tidak ada penerbangan yang tertunda secara khusus akibat kabut asap.

Data pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB masih berada di angka 1.800 meter. Satu jam kemudian, angka tersebut turun menjadi 1.000 meter.

Kondisi berangsur membaik setelah pukul 07.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang naik menjadi 1.700 meter dan mencapai 3.200 meter pada pukul 09.00 WIB.

Namun, kondisi kembali berubah. Pada pukul 10.00 WIB jarak pandang tercatat 2.400 meter sebelum meningkat lagi menjadi 2.800 meter pada pukul 10.30 WIB.

Penerbangan Belum Terdampak Kabut Asap

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, memastikan kabut asap sejauh ini belum menyebabkan gangguan terhadap operasional penerbangan.

Menurut Ikhsan, keterlambatan yang terjadi bukan karena kondisi jarak pandang akibat kabut asap.

“Sejauh ini pesawat yang tertunda karena alasan operasional maskapai atau pesawat. Untuk yang terdampak oleh kabut asap tidak ada,” kata Ikhsan.

Ia menjelaskan, kondisi jarak pandang masih memungkinkan aktivitas penerbangan berlangsung. Pada pengamatan terakhir, jarak pandang mencapai 2.800 meter.

“Karena jarak pandang masih ideal, di atas 1.800 meter,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas keberangkatan dan kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi masih berjalan normal dan belum mengalami gangguan khusus akibat kabut asap.

Jarak Pandang Terus Dipantau

Perubahan jarak pandang sepanjang pagi membuat kondisi di sekitar bandara tetap menjadi perhatian.

Penurunan dari 1.800 meter menjadi 1.000 meter dalam satu jam menunjukkan kondisi atmosfer dapat berubah cukup cepat.

Pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perkembangan jarak pandang untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Hingga pengamatan pukul 10.30 WIB, jarak pandang berada di level 2.800 meter.

Artinya, meski kabut asap sempat menekan jarak pandang hingga 1.000 meter pada pagi hari, belum ada penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi yang terdampak secara khusus akibat kondisi tersebut.(*)




Update: Super Air Jet IU 840 Akhirnya Landing, Susul Batik Air ID 6804

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UPDATE terbaru kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi: Super Air Jet IU 840 dari Jakarta akhirnya mendarat pada pukul 15.29 WIB, Jumat 2 Oktober 2026.

Pendaratan Super Air Jet IU 840 menambah daftar pesawat dari Jakarta yang berhasil tiba di Bandara Sultan Thaha setelah sebelumnya terdampak kondisi kabut asap dan jarak pandang yang fluktuatif.

Pesawat Super Air Jet tersebut sebelumnya sempat holding di atas wilayah Jambi sebelum akhirnya melanjutkan proses pendaratan.

Super Air Jet IU 840 mendarat sekitar 11 menit setelah Batik Air ID 6804 dari Jakarta yang lebih dulu menyentuh landasan pada pukul 15.18 WIB.

Dengan demikian, hingga pembaruan terbaru ini, dua penerbangan dari Jakarta yang sebelumnya masih berada dalam kondisi holding telah berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Super Air Jet Susul Batik Air

Sebelumnya, Batik Air ID 6804 dari Jakarta berhasil mendarat pada pukul 15.18 WIB.

Pesawat tersebut sempat holding karena kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha yang belum stabil akibat kabut asap.

Batik Air ID 6804 awalnya dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB.

Setelah menunggu kondisi memungkinkan, pesawat akhirnya dapat mendarat delapan menit dari jadwal estimasi sebelumnya.

Tak lama kemudian, giliran Super Air Jet IU 840 yang berhasil mendarat pada pukul 15.29 WIB.

Kabut Asap Sempat Ganggu Sejumlah Penerbangan

Kondisi kabut asap sebelumnya berdampak terhadap sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

Citilink QG 960 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 13.20 WIB tercatat dialihkan atau diverted ke Palembang (PLM).

Sementara itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, yakni GA 126 dan GA 128, tercatat mengalami Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Keputusan tersebut menunjukkan kondisi jarak pandang sempat memengaruhi kelancaran operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha pada Jumat siang.

Jarak Pandang Masih Fluktuatif

Data pengelola Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mengalami perubahan sepanjang Jumat.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Angka tersebut kemudian berubah menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, 1.300 meter pukul 08.00 WIB, 1.500 meter pukul 09.00 WIB, dan 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Memasuki siang hari, jarak pandang tercatat 1.800 meter pada pukul 11.00 WIB, 1.900 meter pukul 12.00 WIB, 1.600 meter pukul 13.00 WIB, serta 1.500 meter pada pukul 14.00 dan 15.00 WIB.

Fluktuasi tersebut membuat kondisi operasional penerbangan tetap perlu mendapat pemantauan secara berkala.

Sejumlah Keberangkatan Masih Terdampak

Di sisi keberangkatan, sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Thaha sebelumnya juga mengalami penundaan.

Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Citilink QG 961 tujuan Jakarta tercatat mengalami delay. Data operasional juga mencantumkan penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak penundaan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak kondisi kabut asap, termasuk pelayanan terhadap penumpang yang penerbangannya mengalami perubahan jadwal.

Pengguna jasa bandara diminta tetap mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara karena kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

UPDATE ini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan terbaru operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)




Kabut Asap Makin Ganggu Penerbangan Jambi! 3 Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Sultan Thaha

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 2 Oktober 2026.

Hingga pukul 15.00 WIB, sejumlah penerbangan mengalami penundaan, pengalihan rute hingga kembali ke bandara asal.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan mengatakan, dampak paling signifikan terjadi pada penerbangan dari Jakarta menuju Jambi. Citilink QG 960 yang dijadwalkan tiba pukul 13.20 WIB harus dialihkan atau diverted ke Palembang (PLM).

“Sementara itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta memilih kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK),” kata dia, dalam rilis yang diterima d

Garuda Indonesia GA 126 dengan estimasi tiba pukul 14.05 WIB tercatat RTB ke Jakarta. Hal serupa terjadi pada GA 128 yang dijadwalkan tiba pukul 14.10 WIB.

Kondisi berbeda terjadi pada dua pesawat yang hingga pukul 15.00 WIB masih berada di udara.

Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 840, yang sama-sama berasal dari Jakarta dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB, masih holding di atas wilayah Jambi.

Jarak Pandang Fluktuatif

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha berubah-ubah sepanjang hari.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Angka tersebut kemudian naik menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, sebelum kembali turun menjadi 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.

Jarak pandang mencapai 1.500 meter pada pukul 09.00 WIB dan turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Kondisi kemudian membaik pada siang hari. Jarak pandang tercatat 1.800 meter pukul 11.00 WIB dan 1.900 meter pukul 12.00 WIB.

Setelah itu, jarak pandang kembali menurun menjadi 1.600 meter pukul 13.00 WIB dan 1.500 meter pada pukul 14.00 serta 15.00 WIB.

Meski jarak pandang sempat membaik, kondisi atmosfer tetap berdampak terhadap operasional sejumlah penerbangan.

Sejumlah Penerbangan Keberangkatan Ditunda

Gangguan kabut asap juga berdampak pada penerbangan dari Bandara Sultan Thaha.

Hingga pukul 15.00 WIB, beberapa penerbangan tercatat mengalami penundaan, yakni:

  • Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta.

  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta.

  • Garuda Indonesia tujuan Jakarta.

Dalam data operasional yang diterima, terdapat satu entri Garuda Indonesia yang tercatat dua kali sebagai GA 126.

Karena itu, nomor penerbangan tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pengelola bandara atau maskapai untuk memastikan data keberangkatan.

Bandara Koordinasi dengan Maskapai

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak gangguan penerbangan, terutama terhadap penumpang yang mengalami penundaan.

Pengelola bandara juga melakukan pembaruan informasi secara berkala mengenai kondisi kedatangan dan keberangkatan yang terdampak kabut asap.

Calon penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui 172.

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan selama kondisi kabut asap masih berdampak terhadap operasional penerbangan.(*)




Jarak Pandang Turun hingga 1.000 Meter, Penerbangan Bandara Sultan Thaha Kembali Terdampak Hari Ini

JAMBI — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 2 Oktober 2026.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan mengatakan, kondisi jarak pandang yang berubah-ubah membuat sejumlah penerbangan harus mendapat perhatian khusus dari pengelola bandara dan maskapai.

“Hingga pukul 10.00 WIB, dua penerbangan tercatat terdampak kondisi cuaca, yakni penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta dan Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta,” kata dia.

Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha pada pukul 10.15 WIB. Sementara Batik Air ID 6805 dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

Kondisi tersebut berbeda dengan dua penerbangan keberangkatan sebelumnya yang berhasil beroperasi pada pagi hari.

Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pukul 06.00 WIB ketika jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Selanjutnya, Super Air Jet IU 377 tujuan Yogyakarta International Airport (YIA) berangkat pada pukul 09.40 WIB saat jarak pandang berada di angka 1.500 meter.

“Kedua pesawat tersebut merupakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang menginap di Bandara Sultan Thaha,” sebutnya.

Jarak Pandang Fluktuatif

Data operasional Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mengalami perubahan sepanjang pagi.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Kondisi membaik menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, kemudian turun menjadi 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.

Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang kembali berada di angka 1.500 meter sebelum turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Fluktuasi jarak pandang tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi kabut asap masih menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha.

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak terhadap penumpang, termasuk penumpang yang mengalami penundaan penerbangan.

Pengelola bandara juga melakukan pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala terhadap jadwal kedatangan maupun keberangkatan yang terdampak kondisi kabut asap.

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.

Penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Untuk informasi terkait layanan kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

Pengelola Bandara Sultan Thaha juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran pelayanan penerbangan di tengah kondisi kabut asap.

Kondisi ini sekaligus menambah perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan aktivitas transport penerbanganterganggu batikair batikairjambi superairjet asapjambi karhutlaasi udara.(*)