Update: Garuda GA 126 Gagal Mendarat di Jambi, Pesawat Kembali ke Soekarno-Hatta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Penerbangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta terdampak kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat yang semula diperkirakan tiba pukul 11.50 WIB akhirnya kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau Return To Base (RTB) karena jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi hanya mencapai 1.300 meter.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi terus berubah sepanjang Senin 6 Oktober 2026.

Setelah sempat membaik pada pagi hingga menjelang siang, jarak pandang kembali menurun dan berdampak pada operasional penerbangan.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, sebelumnya menyampaikan jarak pandang pada pukul 11.30 WIB berada di angka 1.300 meter.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kedatangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta.

Pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB itu kemudian tidak melanjutkan pendaratan di Bandara Sultan Thaha Jambi dan memilih kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Jarak Pandang Kembali Turun Jadi 1.000 Meter

Perkembangan kondisi terbaru menunjukkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali memburuk.

Pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 1.000 meter, turun 300 meter dibandingkan kondisi pada pukul 11.30 WIB yang masih berada di angka 1.300 meter.

Penurunan tersebut terjadi setelah jarak pandang sempat mencapai titik terbaik 2.800 meter pada pukul 11.00 WIB.

Artinya, dalam waktu satu jam, jarak pandang di kawasan Bandara Sultan Thaha Jambi berubah dari 2.800 meter menjadi 1.000 meter.

Perubahan cepat ini menjadi perhatian dalam operasional penerbangan, terutama bagi pesawat yang akan melakukan proses pendaratan.

Sempat Membaik, Kondisi Berubah Cepat

Sejak pagi, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi memang menunjukkan pola yang fluktuatif.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Angka tersebut turun menjadi 800 meter pada pukul 06.30 WIB.

Kondisi kemudian kembali mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Memasuki pukul 08.30 WIB, jarak pandang mulai membaik menjadi 1.400 meter.

Perbaikan berlanjut menjadi 2.000 meter pada pukul 09.00 WIB dan 2.500 meter pada pukul 10.00 WIB.

Pukul 11.00 WIB menjadi titik tertinggi dengan jarak pandang mencapai 2.800 meter.

Namun, kondisi kembali berubah hanya dalam waktu 30 menit. Pada pukul 11.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.300 meter.

Satu jam setelah mencapai 2.800 meter, jarak pandang kembali merosot hingga 1.000 meter pada pukul 12.00 WIB.

Garuda GA 126 Jadi Penerbangan yang Terdampak

Sebelumnya, penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta tercatat telah mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 11.05 WIB, setelah mengalami perubahan dari jadwal kedatangan awal pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Garuda Indonesia GA 126 menghadapi kondisi berbeda.

Pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB memilih kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau RTB setelah kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi berada di level 1.300 meter.

Hingga pembaruan pukul 12.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter.

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca untuk mendukung keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.(*)




Update Bandara Sultan Thaha Jambi: Jarak Pandang Turun 1.300 Meter, Garuda Dijadwalkan Tiba

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali berubah pada Senin 6 Oktober 2026.

Setelah sempat membaik hingga 2.800 meter pada pukul 11.00 WIB, jarak pandang justru turun cukup tajam menjadi 1.300 meter hanya 30 menit kemudian.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan perubahan tersebut berdasarkan pemantauan kondisi di kawasan bandara.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang sejak pagi bergerak cukup fluktuatif.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang berada di angka 1.000 meter. Kondisi kemudian memburuk hingga 800 meter pada pukul 06.30 WIB.

Jarak pandang kembali mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB dan bertahan hingga pukul 08.00 WIB.

Perbaikan mulai terlihat pada pukul 08.30 WIB ketika jarak pandang meningkat menjadi 1.400 meter.

Angka tersebut terus naik menjadi 2.000 meter pada pukul 09.00 WIB, kemudian 2.500 meter pada pukul 10.00 WIB.

Puncak perbaikan terjadi pukul 11.00 WIB. Saat itu, jarak pandang mencapai 2.800 meter.

Namun, kondisi kembali berubah dalam waktu singkat.

“Update terakhir pukul 11.30 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.300 meter,” kata Ikhsan Pulungan.

Penerbangan Tetap Berjalan

Perubahan jarak pandang tersebut belum menghentikan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6804 dari Jakarta yang semula dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB tercatat mendarat pada pukul 11.05 WIB.

Sementara itu, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 126 dari Jakarta dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB.

Kondisi ini menunjukkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung di tengah perubahan jarak pandang yang terjadi sejak pagi.

Pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang dan cuaca untuk mendukung keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.

Fluktuasi jarak pandang menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Pemantauan secara berkala pun menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan operasional penerbangan.

Hingga pembaruan terakhir pukul 11.30 WIB, jarak pandang Bandara Sultan Thaha Jambi tercatat 1.300 meter.

Penerbangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta menjadi salah satu penerbangan yang dijadwalkan tiba setelah pembaruan tersebut, dengan estimasi pendaratan sekitar pukul 11.50 WIB.(*)