Jarak Pandang Bandara Jambi Turun ke 1.100 Meter, Penerbangan Pagi Terbatas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi menurun hingga 1.100 meter pada Rabu 14 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.

Kondisi tersebut terjadi setelah jarak pandang sempat mencapai 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB, berdasarkan data pemantauan yang diterima.

Perubahan jarak pandang pada pagi hari menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di bandara tersebut.

Hingga pukul 09.00 WIB, baru satu penerbangan keberangkatan yang tercatat, yakni ID 6807 tujuan Jakarta, yang telah berangkat pada pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, penerbangan berikutnya dalam jadwal yang tersedia berlangsung pada sore hari.

Sejumlah maskapai juga menjadwalkan penerbangan pada sore hingga malam sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas pada pagi hingga siang hari.

Data pemantauan pada 14 Oktober 2026 menunjukkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami perubahan cukup besar sepanjang pagi.

Berikut rincian jarak pandang berdasarkan waktu pengamatan:

Waktu pengamatan Jarak pandang
06.00 WIB 3.800 meter
07.00 WIB 1.600 meter
08.00 WIB 1.900 meter
09.00 WIB 1.100 meter

Jarak pandang turun dari 3.800 meter pada pukul 06.00 WIB menjadi 1.600 meter satu jam kemudian.

Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang sempat meningkat menjadi 1.900 meter sebelum kembali turun ke 1.100 meter pada pukul 09.00 WIB.

Data tersebut memperlihatkan bahwa jarak pandang tidak menurun secara berurutan setiap jam, tetapi mengalami fluktuasi.

Angka terendah dalam rangkaian pengamatan tersebut tercatat pada pukul 09.00 WIB.

Di tengah perubahan jarak pandang tersebut, penerbangan ID 6807 tujuan Jakarta menjadi satu-satunya penerbangan keberangkatan yang tercatat telah berangkat hingga pukul 09.00 WIB.

Jadwal penerbangan berikutnya dalam informasi yang tersedia berada pada sore hari.

Sejumlah maskapai turut mengatur jadwal penerbangan sore dan malam sebagai antisipasi terhadap kondisi jarak pandang yang terbatas sejak pagi hingga siang.

Meski demikian, data tersebut belum menunjukkan bahwa seluruh penerbangan pagi mengalami pembatalan atau penundaan.

Kepastian mengenai perubahan jadwal setiap penerbangan perlu merujuk pada informasi resmi bandara dan maskapai terkait.

Jarak pandang merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi atmosfer membatasi visibilitas di sekitar bandara.

Keputusan untuk memberangkatkan, menunda, atau menyesuaikan penerbangan tidak hanya bergantung pada angka jarak pandang.

Maskapai dan pihak operasional penerbangan juga mempertimbangkan kondisi cuaca, prosedur penerbangan, kemampuan fasilitas navigasi, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Karena itu, perubahan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi perlu dipantau bersama perkembangan jadwal penerbangan sepanjang hari.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026 sebaiknya memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Data jarak pandang pada pagi hari ini memberikan gambaran kondisi visibilitas di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada hasil pemantauan cuaca dan informasi operasional resmi sepanjang hari.(*)