Pengakuan Ana, Terduga Penculik Bilqis: Saya Kira Anak Itu Tak Punya Orang Tua

MAKASSAR, SEPUCUKJAMBI.ID – Polisi akhirnya menangkap seorang wanita bernama Sri Yuliana alias Ana (30), terduga pelaku penculikan balita Bilqis (4) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ana sempat terekam kamera CCTV saat menggandeng korban keluar dari area Taman Pakui Sayang, tempat kejadian perkara.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Jatanras Polrestabes Makassar pada Sabtu malam (8/11/2025).

Dalam proses interogasi, Ana yang berambut hitam dengan ujung pirang itu tampak mengenakan jaket.

Saat dimintai keterangan, Ana mengaku membawa Bilqis karena mengira bocah tersebut tidak memiliki orang tua.

Ia mengaku pertama kali bertemu korban yang sedang bermain sendirian di taman pada Minggu pagi (2/11).

“Pertamanya anak-anak main saja. Saya tanya, ‘mana mamakmu?’ Dia bilang tidak ada. ‘Bapakmu?’ Dia cuma geleng,” ujar Ana saat diperiksa polisi.

Ana kemudian mengaku membawa Bilqis tanpa paksaan atau iming-iming.

Ia mengatakan Bilqis hanya mengangguk ketika diajak pergi bersamanya.

Saat itu, Ana juga membawa dua anak kandungnya, yang turut terekam CCTV di lokasi.

Sebelumnya, Bilqis dilaporkan hilang saat menemani ayahnya, Dwi Nur Mas alias Dimas (34), yang sedang berlatih tenis di taman yang sama.

Saat ayahnya bermain, Bilqis bermain di area playground hingga kemudian menghilang.

Dimas baru menyadari anaknya hilang setelah beberapa kali memanggil. Namun tak mendapat jawaban.

Keluarga kemudian melapor ke polisi dan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Dari hasil rekaman, terlihat Ana menggandeng Bilqis, awalnya mengenakan hijab.

Namun di rekaman lain sudah melepas hijab dan mengenakan topi pada Bilqis.

“Dia pintar. Awalnya pakai hijab di taman, tapi di CCTV Jalan Sungai Saddang dia sudah lepas hijab, sementara anakku dipakaikan topi,” ujar Dimas.

Setelah enam hari pencarian, Bilqis akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Jambi pada Sabtu malam (8/11).

“Alhamdulillah, Bilqis ditemukan di Jambi dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Dimas.(*)




Peringati Hari Santri, Komunitas Jambi Karya Raya Gelar Sharing Literasi di Ponpes An Nur

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Komunitas Jambi Karya Raya (JKR) menggelar program literasi bertajuk “Santri Berkarya, Negeri Berjaya.”

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan JKR yang berlangsung sepanjang bulan Oktober hingga November 2025.

Pada Jumat (31/10/2025), Jambi Karya Raya mengadakan kegiatan perdana di Pondok Pesantren An Nur, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Acara tersebut menghadirkan Rahma Yuniarsih, penulis asal Jambi sekaligus founder JKR, sebagai pemateri utama dalam sesi sharing motivation.

Rahma Yuniarsih, yang akrab disapa Raya, menyampaikan pentingnya semangat membaca dan menulis di kalangan santri.

Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pesantren agar para santri dapat berkontribusi aktif di berbagai bidang.

“Santri memiliki potensi besar untuk berkarya. Melalui literasi, mereka bisa ikut membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita dengan penuh semangat,” ujar Raya.

Suasana hangat terasa selama kegiatan berlangsung. Para santri dan santriwati menyambut antusias kehadiran tim JKR.

Momen haru pun terjadi ketika salah satu santriwati bernama Anis menitikkan air mata usai menyampaikan rasa bangganya karena dapat menunjukkan karya tulis miliknya langsung kepada Raya.

Kegiatan literasi Jambi Karya Raya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, serta sejumlah brand muslimah seperti Elzatta dan Azila, juga lembaga sosial Dompet Dhuafa.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Jambi Karya Raya dalam memperluas gerakan literasi di kalangan pelajar dan santri di Provinsi Jambi, agar semakin banyak generasi muda yang mencintai dunia membaca dan menulis.(*)




Polisi Lacak Jejak Pelaku Lewat CCTV! Usai Dosen IAK Setih Setio Ditemukan Tewas

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Polisi terus bekerja keras mengungkap misteri kematian tragis Erni Yuniati (EY), dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo.

Di mana Erni Yuniati ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan BTN Al Kausar Residence, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Korban ditemukan terbaring di atas tempat tidur, tertutup kain sarung, dan masih mengenakan pakaian dalam.

Polisi bersama warga segera mengevakuasi jasad korban ke RSUD H. Hanafie Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kini, Polres Bungo tengah menelusuri rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi untuk menemukan petunjuk baru yang mengarah kepada pelaku.

“Ini kami lagi lakukan penyelidikan dan penyidikan, termasuk mengumpulkan rekaman CCTV dari perumahan warga dalam radius satu kilometer dan di akses jalan yang mungkin dilalui kendaraan korban,” ungkap Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, kepada wartawan, Sabtu (1/11/2025).

Kapolres menambahkan, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dan terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar rumah korban.

“Kami sudah punya beberapa petunjuk awal yang sedang kami dalami,” ujarnya.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan awal di lokasi menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Selain itu, dua kendaraan milik korban satu mobil dan satu motor dilaporkan hilang dari rumahnya.

Temuan ini semakin memperkuat dugaan polisi bahwa kasus ini bermotif pembunuhan disertai pencurian.

Hasil pemeriksaan medis dari dr. Sepriadi di RSUD H. Hanafie Bungo juga menunjukkan adanya lebam di wajah dan bahu, serta benjolan di bagian belakang kepala korban.

Ditemukan pula indikasi sperma pada pakaian korban, dan korban diperkirakan telah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Polisi memastikan akan terus menelusuri jejak pelaku dengan menggabungkan hasil visum, keterangan saksi, dan analisis rekaman CCTV.

“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secepat mungkin. Setiap petunjuk kami telusuri, termasuk dari rekaman CCTV di sekitar lokasi,” tegas AKBP Natalena.(*)




Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar, Mobil dan Motor Dosen Keperawatan Bungo Hilang

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Misteri kematian seorang perempuan di Perumahan BTN Al Kausar Residence, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, mulai terungkap.

Polisi kini mengindikasikan korban Erni Yuniati (EY), seorang dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo, menjadi korban pembunuhan.

Korban ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya, Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi terbaring di tempat tidur dan tertutup kain sarung, masih mengenakan pakaian dalam.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi oleh Satreskrim Polres Bungo menemukan sejumlah kejanggalan.

Selain terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dua kendaraan milik korban satu mobil dan satu sepeda motor dilaporkan hilang dari rumahnya.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, kami mengindikasikan adanya dugaan pembunuhan terhadap korban. Dua kendaraan milik korban juga tidak ditemukan di lokasi,” ungkap Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, pada Sabtu sore.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar tidurnya.

“Korban ditemukan tertutup kain sarung dan masih memakai pakaian dalam. Saat ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari rumah sakit,” jelasnya.

Jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD H. Hanafi Muara Bungo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dr. Sepriadi menunjukkan adanya lebam di wajah dan bahu, serta benjolan di kepala bagian belakang.

Selain itu, ditemukan indikasi sperma pada pakaian korban.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Polisi saat ini masih menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Sementara itu, tim Satreskrim Polres Bungo tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mencari keberadaan mobil dan motor korban yang hilang.

Termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

“Kasus ini kami tangani secara serius. Kami akan mengusut tuntas untuk memastikan motif dan pelaku di balik kematian korban,” tegas Kapolres Natalena.(*)

@sepucukjambi.idkasus pencurian dengan penganiayaan kembali terjadi.. kali ini di Bungo, korb4nnya Erni Yuniati, seorang dosen di Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setiap Setio Muara Bungo, Sabtu 1 November 2025 siang baca selengkapnya di sepucukjambi.id #viraltiktok #fypシ゚ #kabarhariini #viralvideo #muarabungo♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music




Polisi Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Korban! Dosen IAK Setih Setio Tewas di Kamar Tidur

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang perempuan ditemukan terbaring tak bernyawa di atas tempat tidur rumahnya di kawasan BTN Al Kausar Residence, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Sabtu siang (1/11/2025).

Tubuh korban tertutup kain sarung, sementara kondisinya masih mengenakan pakaian dalam.

Penemuan jasad tersebut sontak menggegerkan warga sekitar.

Setelah mendapat laporan, Satreskrim Polres Bungo bersama Tim Inafis segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga:  Tragis, Ketua Prodi Keperawatan IAK Setih Setio Ditemukan Tewas di Rumah Pribadi

Korban diketahui bernama Erni Yuniati, warga Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir.

Ia merupakan Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setih Setio Muara Bungo.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham, membenarkan adanya temuan jasad tersebut.

“Benar, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di BTN Al Kausar, Rimbo Tengah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan di lokasi kejadian.

Namun, polisi tetap mendalami penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter rumah sakit. Saat ini belum dapat disimpulkan apakah korban meninggal akibat pembunuhan atau sebab lain,” jelas AKP Ilham.

Setelah proses identifikasi di lokasi, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD H. Hanafi Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, dokter Sepriadi dari RSUD H. Hanafi mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Kami menemukan lebam di bagian wajah dan bahu serta terdapat benjolan di kepala bagian belakang. Selain itu, ditemukan adanya indikasi sperma di pakaian korban,” terangnya.

Dari hasil analisis medis awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Pihak kepolisian kini menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian dosen tersebut.

Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Bungo.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap kronologi dan motif di balik kematian tragis ini.(*)

@sepucukjambi.id

kasus pencurian dengan penganiayaan kembali terjadi.. kali ini di Bungo, korb4nnya Erni Yuniati, seorang dosen di Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setiap Setio Muara Bungo, Sabtu 1 November 2025 siang baca selengkapnya di sepucukjambi.id #viraltiktok #fypシ゚ #kabarhariini #viralvideo #muarabungo

♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music




Tragis, Ketua Prodi Keperawatan IAK Setih Setio Ditemukan Tewas di Rumah Pribadi

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga BTN Al Kausar Residence, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan di dalam rumah pada Sabtu 1 November 2025 siang.

Korban diketahui bernama Erni Yuniati, warga Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir.

Ia merupakan Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo.

Penemuan ini segera ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bungo.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham, membenarkan laporan tersebut.

“Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia di rumahnya di BTN Al Kausar, Rimbo Tengah,” ujarnya kepada awak media.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian, korban ditemukan dalam posisi terbaring di tempat tidur dan tertutup kain sarung.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian dalam.

Setelah proses identifikasi awal, jasad korban dievakuasi ke RSUD H Hanafi Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata dia.

“Saat ini kami belum dapat menyimpulkan apakah ini merupakan kasus pembunuhan atau bukan,” jelas AKP Ilham.

Ia menambahkan, tim Inafis bersama Unit Reskrim masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, dokter Sepriadi dari RSUD H. Hanafi Muara Bungo mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Kami menemukan lebam di area wajah, bahu, serta terdapat benjolan di bagian belakang kepala. Selain itu, ditemukan pula adanya indikasi sperma di pakaian korban,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)

View this post on Instagram

Shared post on

Televizia



Sopir Hilang Kendali, Kecelakaan di Desa Suka Maju Tewaskan Warga Geragai

Category: Hukum

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan lintas Jambi–Muara Sabak, tepatnya di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur, Jumat (31/10/2025) pagi.

Peristiwa maut ini melibatkan mobil Toyota Avanza hitam dengan nomor polisi BH 1454 TI dan sepeda motor Honda Scoopy hitam bernopol BH 2486 ZS.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Tanjab Timur Iptu Meiselin Lobat mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Mobil Avanza yang dikemudikan Jenny LP (26), warga Desa Pandan Makmur, Geragai, melaju dari arah Jambi menuju Geragai dengan empat penumpang di dalamnya.

“Diduga sopir mengantuk dan kehilangan kendali, sehingga mobil masuk ke jalur berlawanan,” jelas Iptu Meiselin.

Pada saat bersamaan, datang sepeda motor yang dikendarai Solikin (51), warga Desa Rantau Karya, Geragai, dari arah berlawanan. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan.

“Pengemudi mobil berusaha banting stir ke kiri, namun motor tetap terseret hingga menyebabkan pengendaranya meninggal di tempat,” tambahnya.

Beruntung, sopir dan penumpang mobil tidak mengalami luka. Namun, kendaraan sempat keluar dari badan jalan dan masuk ke semak belukar di pinggir jalan.

Saat ini Satlantas Polres Tanjab Timur masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi serta pengemudi mobil. Kedua kendaraan juga telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.(*)




Tips Aman Melewati Persimpangan Jalan di Jambi, Patuh Aturan dan Cari Aman

Category: Bisnis dan Ekonomi,Sepucuk Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persimpangan jalan, mulai dari bentuk T, Y, hingga + (perempatan), merupakan titik rawan kecelakaan jika pengendara tidak waspada.

Di beberapa area, lampu lalu lintas sudah terpasang untuk mengatur arus kendaraan, namun banyak persimpangan di pemukiman atau jalan sepi yang masih tanpa lampu lalu lintas.

Kecelakaan di persimpangan biasanya terjadi karena kelalaian pengendara, penerangan jalan kurang memadai, perilaku ugal-ugalan pengendara lain, atau pandangan terhalang objek di sekitar.

Oleh karena itu, pengendara disarankan selalu berhati-hati, terutama saat melintasi persimpangan tanpa lampu.

Tips aman melewati persimpangan:

Frank Setia, Assistant Manager Marketing Communication Sinsen, menekankan:

“Keselamatan di jalan raya berawal dari kesadaran individu untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. Melalui kampanye #Cari_aman, kami mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, agar peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain.”

Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Selalu waspada, patuhi aturan, dan #Cari_aman saat berkendara!.(*)




Elpsina Tekankan Pemerataan Akses Hukum, Lewat Posbankum di Tingkat Desa

Category: Sepucuk Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Elpsina, mendorong percepatan pembentukan Pos Pelayanan Bantuan Hukum (Posbankum) di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah konkret menghadirkan keadilan bagi masyarakat kecil yang kesulitan mengakses layanan hukum.

“Kita dorong agar tahun depan Kementerian Hukum dan HAM mendapat tambahan anggaran supaya program ini bisa diperluas,” kata Elpsina, Jumat (24/10/2025).

Menurut Elpsina, hingga tahun 2025 Posbankum baru menjangkau sekitar 2.000 desa di seluruh Indonesia, dari total lebih dari 83 ribu desa dan kelurahan.

“Tahun ini baru dimulai, di Provinsi Jambi baru ada tiga desa yang memiliki Posbankum,” ujarnya.

Ia menilai lambatnya realisasi program tersebut disebabkan keterbatasan anggaran.

Namun, hasil rapat kerja dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menunjukkan adanya komitmen untuk memperluas cakupan Posbankum hingga 60–70 persen wilayah Indonesia pada tahun mendatang.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas menjelaskan bahwa Posbankum memiliki peran strategis dalam menyelesaikan persoalan hukum di tingkat desa melalui pendekatan restorative justice.

“Harapannya, persoalan hukum bisa diselesaikan dengan rekonsiliasi dan pemulihan hubungan sosial, bukan sekadar penghukuman,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jambi, Jonson Siagian, menegaskan bahwa program Posbankum merupakan bagian dari prioritas nasional untuk memastikan keadilan merata hingga ke akar rumput.

“Selain memberikan bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu, Posbankum juga berfungsi memetakan potensi permasalahan hukum agar tidak berujung ke pengadilan,” jelas Jonson.

Jika penyelesaian di tingkat desa tidak tercapai, Posbankum akan berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang terdaftar di Kemenkumham guna memberikan pendampingan hukum lanjutan.

“Tujuannya sederhana, keadilan tidak boleh berhenti di kota,” pungkasnya.(*)




Dalam Sepekan, Hutama Karya Catat 51.947 Kendaraan Gunakan Tol Betejam Seksi 3 Tempino-Ness

Category: Nasional,Sepucuk Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kehadiran Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi 3, khususnya pada segmen Tempino–Ness, disambut antusias oleh masyarakat Provinsi Jambi.

Sejak dibuka untuk umum tanpa tarif mulai Minggu, 14 September 2025, hingga 21 September 2025, tercatat sebanyak 51.947 kendaraan telah melintasi ruas tol ini.

Data ini disampaikan oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol, melalui pernyataan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan, Adjib Al Hakim.

Menurut Adjib, tingginya trafik kendaraan yang melintas dalam waktu singkat menunjukkan bahwa masyarakat Jambi memang membutuhkan akses jalan tol sebagai alternatif perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien di jalur Lintas Sumatera.

“Kehadiran Gerbang Tol Pijoan memperluas konektivitas. Perjalanan dari Bayung Lencir ke Simpang Ness kini lebih lancar dan jauh lebih singkat,” jelas Adjib dalam keterangan resmi.

Segmen tol baru ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi waktu. Beberapa contoh pemangkasan waktu tempuh:

Manfaat ini dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Salah satunya, Muhammad Royan Rivaldo, warga Kota Jambi, menyebut tol ini sangat membantu aktivitasnya sehari-hari.

“Biasanya saya harus menempuh perjalanan jauh dan macet. Sekarang lebih cepat dan nyaman. Harapan saya, tol ini bisa disambung ke lebih banyak daerah,” ungkapnya.

Tol Tempino–Ness tidak hanya memudahkan mobilitas, tapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Dengan akses jalan bebas hambatan, distribusi logistik dan pergerakan wisatawan menjadi lebih mudah.

Meski masih dibuka secara gratis selama masa sosialisasi, Hutama Karya tetap mengimbau pengguna jalan untuk membawa kartu uang elektronik (e-money) sebagai persiapan saat memasuki gerbang tol (GT).

“Kami imbau pengguna tetap mematuhi aturan berkendara di jalan tol. Batas kecepatan maksimal 80 km/jam dan bahu jalan hanya boleh digunakan untuk kondisi darurat,” tambah Adjib.

Untuk mempermudah komunikasi dengan pengguna jalan, Hutama Karya menyediakan beberapa saluran informasi:

Pengguna jalan juga disarankan untuk terus mengikuti informasi terbaru terkait perkembangan jalan tol melalui media resmi Hutama Karya.(*)