Nyalakan Motor Curian di Depan Ruko, Pelaku di Jambi Timur Langsung Dibekuk Korban

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aksi seorang pria berinisial M alias R (28) mencuri sepeda motor di kawasan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, berakhir cepat.

Baru saja mencoba menghidupkan motor yang menjadi targetnya, pelaku diketahui pemilik kendaraan dan langsung dikejar hingga berhasil diamankan.

Kasus tersebut terjadi pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Orang Kayo Pingai RT 23, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur.

Motor Yamaha Lexi warna abu-abu dengan nomor polisi BH 2406 ZY saat itu diparkir di depan ruko milik korban.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kunci kontak kendaraan masih dalam posisi menempel.

Korban kemudian masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang dagangan sebelum menutup toko.

Situasi tersebut rupanya dimanfaatkan pelaku. Seorang pria datang dengan berjalan kaki dan mendekati sepeda motor yang terparkir di depan ruko.

Pelaku kemudian mendorong motor, menaikinya, lalu mencoba menghidupkan kendaraan menggunakan starter.

Namun, aksinya tidak berjalan sesuai rencana.

Korban yang keluar dari ruko mengetahui sepeda motornya hendak dibawa pergi.

Korban kemudian mengejar pelaku dan berhasil mengamankannya sebelum menghubungi Polsek Jambi Timur.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti personel piket Reskrim Polsek Jambi Timur.

Polisi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan.

Terduga pelaku selanjutnya diamankan ke Mapolsek Jambi Timur untuk menjalani proses hukum.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang melalui Kapolsek Jambi Timur, AKP R Deddy Wardana Gaous membenarkan pengungkapan kasus tersebut.

“Benar, pada hari Jumat tanggal 25 September 2026 sekira pukul 00.15 WIB, Unit Reskrim Polsek Jambi Timur berhasil mengamankan 1 (satu) orang pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor,” ungkap Kapolsek.

M alias R diketahui berusia 28 tahun. Ia disebut berasal dari Kepulauan Riau dan berdomisili di Kota Jambi.

Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan satu unit Yamaha Lexi warna abu-abu dengan nomor polisi BH 2406 ZY serta satu buah kunci sepeda motor Yamaha Lexi sebagai barang bukti.

Kepolisian menyebut pelaku dijerat Pasal 476 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana dengan ancaman pidana penjara.

Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pemilik kendaraan agar tidak meninggalkan sepeda motor dalam kondisi kunci kontak masih terpasang, meski hanya ditinggalkan untuk waktu singkat.

Polresta Jambi juga mengimbau masyarakat memastikan kendaraan terkunci dengan baik ketika diparkir dan meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

“Polresta Jambi akan terus hadir dan bertindak cepat terhadap setiap laporan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas Kapolsek.(*)




BPBD Kota Jambi Petakan Sejumlah Titik Kekeringan, Paal Merah hingga Jambi Selatan Jadi Perhatian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mengungkap sejumlah kawasan mulai mengalami dampak kekeringan seiring berlangsungnya musim kemarau.

Kondisi paling dominan dilaporkan terjadi di Paal Merah, Jambi Timur, Jambi Selatan hingga Alam Barajo.

Kekeringan terutama dirasakan warga yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketika debit sumur menurun hingga mengering, masyarakat mulai membutuhkan pasokan air dari luar.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan hampir seluruh wilayah Kota Jambi mulai merasakan dampak kemarau. Namun, tingkat kekeringannya tidak sama di setiap kawasan.

“Wilayah relatif semua mengalami kekeringan, cuma yang lebih dominan ada di Paal Merah, Jambi Timur dan Jambi Selatan. Termasuk juga Alam Barajo,” kata Doni.

BPBD kini menjadikan laporan dan permintaan masyarakat sebagai salah satu dasar untuk menentukan lokasi distribusi air.

Pola tersebut dilakukan agar pasokan dapat diarahkan ke kawasan yang memang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, BPBD Kota Jambi bersama sejumlah pihak terus melakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.

Doni menyebut volume air yang telah disalurkan BPBD hingga saat ini mencapai sekitar 960 ribu liter.

“Total air yang sudah kita distribusikan hingga hari ini sekitar 960 ribu liter. Kita melayani sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.

BPBD mengoperasikan empat armada sendiri untuk mendukung pelayanan.

Rinciannya, satu mobil tangki memiliki kapasitas 5.000 liter, sementara tiga armada lainnya masing-masing berkapasitas 4.000 liter.

Kekuatan tersebut diperkuat dua armada dari Batalyon 142/KJ dan satu armada PMI Kota Jambi.

“Untuk BPBD, kita memiliki satu armada 5 ribu liter dan tiga armada 4 ribu liter. Kemudian diback-up Batalyon 142/KJ sebanyak dua armada dan PMI Kota Jambi satu armada,” jelas Doni.

Dengan dukungan tersebut, sedikitnya tujuh armada dari unsur terkait dapat digunakan untuk melayani kebutuhan distribusi air bersih masyarakat.

BPBD tidak mendistribusikan air secara seragam ke seluruh wilayah. Pengiriman dilakukan berdasarkan kebutuhan dan laporan yang diterima dari masyarakat di lapangan.

Cara tersebut memungkinkan armada diarahkan ke kawasan yang sumber airnya sudah mengalami gangguan.

Doni mengatakan pelayanan dilakukan bersama Perumda Air Minum Tirta Mayang dan sejumlah pihak lainnya.

“Kita terus memberikan layanan pendistribusian air bersama PDAM dan pihak lain,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekeringan di Kota Jambi mulai berpengaruh langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di permukiman yang bergantung pada sumber air lokal.

Di tengah pemetaan titik kekeringan tersebut, Wali Kota Jambi, Maulana meminta camat dan lurah aktif memantau kondisi masyarakat.

Menurut Maulana, informasi dari tingkat wilayah diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui lokasi yang mulai mengalami kesulitan air dan segera mengambil langkah.

“Lurah dan camat wajib berkoordinasi untuk wilayah yang mengalami kekeringan,” tegas Maulana.

Ia mengatakan pemantauan ketersediaan air dilakukan secara rutin karena kondisi sumur warga mulai berubah akibat kemarau.

“Saya selalu memonitor tiap hari kondisi ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Sebagian masyarakat menggunakan sumber air permukaan dan sumur, sekarang banyak sumur yang mulai kering,” ujarnya.

Menurut Maulana, respons pemerintah terhadap kondisi kemarau tidak hanya mengandalkan armada BPBD.

Dukungan dari sejumlah pihak juga dikerahkan untuk memperluas distribusi.

Ia menyebut sekitar 35 mobil tangki dapat bergerak setiap hari dengan volume distribusi mencapai sekitar 200 ribu liter air per hari.

“Setiap hari itu kira-kira 35 mobil tangki mendistribusikan air. Sehari bisa mencapai 200 ribu liter air,” kata Maulana.

Dengan demikian, angka distribusi yang dilakukan BPBD merupakan bagian dari pelayanan yang lebih luas melibatkan berbagai unsur pemerintah dan mitra di lapangan.

Pemetaan kawasan terdampak menjadi penting karena kebutuhan air bersih berpotensi meningkat jika musim kemarau berlangsung lebih lama.

BPBD Kota Jambi terus mengandalkan laporan masyarakat untuk menentukan prioritas distribusi, sementara pemerintah daerah meminta kecamatan dan kelurahan memperkuat pemantauan.

Untuk warga yang sumurnya mulai mengering, distribusi menggunakan mobil tangki menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, pemerintah perlu terus memantau perkembangan kondisi sumber air dan memastikan wilayah yang mengalami kekeringan tidak luput dari pelayanan.

Saat ini, Paal Merah, Jambi Timur, Jambi Selatan dan Alam Barajo menjadi sejumlah kawasan yang mendapat perhatian lebih.

Sementara BPBD tetap membuka pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah lainnya.(*)




Wali Kota Jambi Minta Lurah-Camat Jangan Pasif! Warga Kesulitan Air Harus Segera Ditangani

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana meminta seluruh lurah dan camat tidak pasif menghadapi dampak musim kemarau yang mulai mengganggu ketersediaan air bersih di sejumlah permukiman.

Maulana menegaskan, aparat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan harus aktif memantau kondisi warganya.

Jika terdapat kawasan yang mulai mengalami kesulitan air, informasi tersebut harus segera dikoordinasikan agar bantuan dapat diberikan tanpa menunggu persoalan semakin parah.

“Lurah dan camat wajib berkoordinasi untuk wilayah yang mengalami kekeringan,” tegas Maulana.

Instruksi tersebut disampaikan di tengah laporan mulai mengeringnya sejumlah sumur warga.

Bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber kebutuhan rumah tangga, kondisi itu mulai menjadi persoalan serius ketika debit air terus menurun.

Maulana mengatakan dirinya juga terus memantau perkembangan ketersediaan air bersih di kawasan permukiman.

“Saya selalu memonitor tiap hari kondisi ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Sebagian masyarakat menggunakan sumber air permukaan dan sumur, sekarang banyak sumur yang mulai kering,” ujar Maulana.

Permintaan agar camat dan lurah aktif bukan tanpa alasan.

Kondisi kekeringan di setiap wilayah tidak sama sehingga pemerintah membutuhkan informasi langsung dari lapangan untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan.

Pemerintah kota kemudian dapat mengarahkan distribusi air berdasarkan laporan tersebut, terutama bagi permukiman yang sumber air warganya sudah mulai terganggu.

Maulana mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan sekaligus memperkuat distribusi air bersih ke kawasan terdampak.

Setiap hari, sekitar 35 mobil tangki dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Volume air yang disalurkan disebut dapat mencapai sekitar 200 ribu liter per hari.

“Setiap hari itu kira-kira 35 mobil tangki mendistribusikan air. Sehari bisa mencapai 200 ribu liter air,” katanya.

Di lapangan, BPBD Kota Jambi menjadi salah satu unsur yang menjalankan distribusi air secara langsung.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan pihaknya memiliki empat armada, terdiri dari satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan tiga armada berkapasitas masing-masing 4.000 liter.

BPBD juga mendapat dukungan dua armada dari Batalyon 142/KJ serta satu armada dari PMI Kota Jambi.

“Untuk BPBD, kita memiliki satu armada 5 ribu liter dan tiga armada 4 ribu liter. Kemudian diback-up Batalyon 142/KJ sebanyak dua armada dan PMI Kota Jambi satu armada,” kata Doni.

Total terdapat tujuh armada dari unsur tersebut yang aktif mendukung pelayanan distribusi air bersih.

Hingga saat ini, BPBD mencatat sekitar 960 ribu liter air telah didistribusikan kepada masyarakat.

“Total air yang sudah kita distribusikan hingga hari ini sekitar 960 ribu liter. Kita melayani sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujar Doni.

Doni menyebut dampak kekeringan sudah relatif dirasakan di berbagai wilayah Kota Jambi.

Namun, beberapa kawasan dinilai lebih dominan mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air secara lebih intensif.

“Wilayah relatif semua mengalami kekeringan, cuma yang lebih dominan ada di Paal Merah, Jambi Timur dan Jambi Selatan. Termasuk juga Alam Barajo,” katanya.

Kondisi tersebut membuat keberadaan camat dan lurah menjadi penting.

Mereka berada paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat mengetahui lebih awal ketika sumur warga mulai mengering atau kebutuhan air meningkat.

Laporan dari wilayah kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan lokasi pengiriman air.

Penanganan kekeringan tidak hanya mengandalkan armada BPBD. Pemerintah Kota Jambi juga melibatkan TNI, PMI dan Perumda Air Minum Tirta Mayang untuk memperkuat pelayanan.

Doni mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar distribusi dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

“Kita terus memberikan layanan pendistribusian air bersama PDAM dan pihak lain,” ujarnya.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, terutama di permukiman yang sangat bergantung pada sumber air tanah.

Instruksi Maulana kepada camat dan lurah pada akhirnya menempatkan pemerintah tingkat wilayah sebagai ujung tombak dalam mendeteksi persoalan air bersih.

Pemantauan tidak cukup dilakukan ketika warga sudah mengalami krisis. Informasi mengenai penurunan debit sumur, kesulitan mendapatkan air, hingga meningkatnya kebutuhan pasokan perlu segera disampaikan agar distribusi dapat diatur lebih cepat.

Dengan sekitar 960 ribu liter air yang telah disalurkan BPBD dan pengerahan puluhan mobil tangki setiap hari, pemerintah berupaya menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Namun, selama kemarau masih berlangsung, distribusi menggunakan mobil tangki tetap menjadi solusi sementara.

Karena itu, keaktifan camat dan lurah dalam memantau kondisi lapangan menjadi bagian penting agar warga yang mulai kesulitan air tidak luput dari penanganan pemerintah.(*)




Sumur Warga Mulai Kering, Wali Kota Jambi Kerahkan Puluhan Mobil Tangki Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana mengungkapkan pemerintah daerah kini memperkuat distribusi air bersih menyusul mulai mengeringnya sejumlah sumur warga akibat musim kemarau.

Maulana mengatakan kondisi ketersediaan air bersih di permukiman terus dipantaunya setiap hari.

Pemerintah, kata dia, tidak ingin warga yang sumber airnya terganggu harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pasokan.

“Saya selalu memonitor tiap hari kondisi ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Sebagian masyarakat menggunakan sumber air permukaan dan sumur, sekarang banyak sumur yang mulai kering,” ujar Maulana.

Untuk merespons kondisi tersebut, sekitar 35 mobil tangki dikerahkan setiap hari guna mendistribusikan air ke kawasan yang membutuhkan.

Volume distribusinya juga tidak sedikit. Maulana menyebut pasokan air yang disalurkan dapat mencapai sekitar 200 ribu liter dalam sehari.

“Setiap hari itu kira-kira 35 mobil tangki mendistribusikan air. Sehari bisa mencapai 200 ribu liter air,” katanya.

Maulana menegaskan penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan armada pemerintah di lapangan.

Informasi dari tingkat kecamatan dan kelurahan diperlukan agar distribusi air dapat diarahkan ke wilayah yang benar-benar mengalami kesulitan.

Karena itu, camat dan lurah diminta aktif memantau kondisi warganya serta berkoordinasi ketika terdapat kawasan yang mulai mengalami kekurangan air.

“Lurah dan camat wajib berkoordinasi untuk wilayah yang mengalami kekeringan,” tegas Maulana.

Pola tersebut penting karena dampak kemarau tidak sama di setiap kawasan.

Sebagian warga masih dapat mengandalkan sumber air yang tersedia, sedangkan warga lainnya mulai menghadapi sumur yang debitnya menurun bahkan mengering.

Maulana mengatakan pengerahan mobil tangki tidak hanya mengandalkan armada Pemerintah Kota Jambi.

Dukungan TNI dan unsur lainnya juga dilibatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, koordinasi lintas instansi menjadi salah satu kunci agar distribusi air tidak terhenti ketika permintaan masyarakat meningkat.

Di tingkat teknis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi menjadi salah satu unsur yang menjalankan distribusi langsung ke masyarakat.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan pihaknya mengoperasikan empat armada, terdiri dari satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan tiga armada dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter.

Armada tersebut kemudian diperkuat dua mobil tangki dari Batalyon 142/KJ dan satu armada PMI Kota Jambi.

“Untuk BPBD, kita memiliki satu armada 5 ribu liter dan tiga armada 4 ribu liter. Kemudian diback-up Batalyon 142/KJ sebanyak dua armada dan PMI Kota Jambi satu armada,” kata Doni.

BPBD Kota Jambi mencatat total air yang telah didistribusikan kepada masyarakat mencapai sekitar 960 ribu liter.

Doni mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat dan kondisi wilayah yang membutuhkan.

“Total air yang sudah kita distribusikan hingga hari ini sekitar 960 ribu liter. Kita melayani sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Doni, dampak kekeringan relatif mulai dirasakan di berbagai wilayah Kota Jambi. Namun, terdapat sejumlah kawasan yang kondisinya lebih dominan.

“Wilayah relatif semua mengalami kekeringan, cuma yang lebih dominan ada di Paal Merah, Jambi Timur dan Jambi Selatan. Termasuk juga Alam Barajo,” katanya.

Persoalan yang kini dihadapi sebagian warga adalah ketergantungan terhadap sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketika debit air menurun atau sumur mengering, warga membutuhkan pasokan alternatif.

Dalam situasi tersebut, distribusi menggunakan mobil tangki menjadi solusi sementara untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

BPBD juga berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Mayang serta pihak lain untuk memperkuat pelayanan.

“Kita terus memberikan layanan pendistribusian air bersama PDAM dan pihak lain,” ujar Doni.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, kondisi ini menjadi sinyal bahwa dampak kemarau mulai masuk ke persoalan kebutuhan dasar masyarakat.

Pemantauan sumber air, laporan dari kecamatan dan kelurahan, serta pengerahan armada menjadi bagian dari respons pemerintah untuk mencegah warga terdampak mengalami kesulitan air yang lebih parah.

Dengan puluhan armada yang dikerahkan setiap hari dan distribusi yang mencapai ratusan ribu liter, Pemkot Jambi berupaya menjaga pasokan bagi warga yang sumber airnya mulai terganggu.

Namun, distribusi melalui mobil tangki tetap merupakan langkah penanganan sementara.

Keberlanjutan pelayanan akan bergantung pada perkembangan musim kemarau dan kondisi sumber air di masing-masing wilayah.

Untuk itu, Maulana meminta jajaran pemerintahan di tingkat bawah tetap aktif memantau kondisi masyarakat.

Dengan laporan yang cepat dari lapangan, pemerintah dapat menentukan wilayah yang membutuhkan prioritas distribusi air bersih.(*)




Krisis Air Mulai Menghantui Warga! BPBD Kota Jambi Sudah Salurkan 960 Ribu Liter Air Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dampak musim kemarau mulai menekan ketersediaan air bersih di sejumlah kawasan permukiman Kota Jambi.

Sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga mulai mengering, memaksa pemerintah memperkuat distribusi air menggunakan mobil tangki.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi menjadi salah satu unsur utama dalam penanganan kondisi tersebut.

Bersama TNI, PMI, Perumda Air Minum Tirta Mayang dan pihak terkait lainnya, BPBD terus mengirimkan pasokan air ke kawasan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Hingga saat ini, sekitar 960 ribu liter air telah didistribusikan kepada masyarakat.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan pelayanan dilakukan berdasarkan laporan dan permintaan warga di lapangan.

Artinya, distribusi air diarahkan ke kawasan yang sumber airnya mulai terganggu akibat kemarau.

“Total air yang sudah kita distribusikan hingga hari ini sekitar 960 ribu liter. Kita melayani sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujar Doni.

Untuk mendukung distribusi, BPBD Kota Jambi saat ini memiliki empat armada tangki yang terdiri dari satu mobil berkapasitas 5.000 liter dan tiga mobil dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter.

Kekuatan tersebut diperkuat dua armada dari Batalyon 142/KJ dan satu armada PMI Kota Jambi.

Dengan demikian, terdapat tujuh mobil tangki yang secara aktif dapat digunakan untuk pelayanan distribusi air bersih.

“Untuk BPBD, kita memiliki satu armada 5 ribu liter dan tiga armada 4 ribu liter. Kemudian diback-up Batalyon 142/KJ sebanyak dua armada dan PMI Kota Jambi satu armada,” kata Doni.

Keterlibatan sejumlah unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan kekeringan di Kota Jambi tidak hanya mengandalkan kapasitas satu instansi.

Distribusi air membutuhkan dukungan lintas lembaga agar wilayah yang mengalami kekurangan pasokan dapat dilayani lebih luas.

Menurut Doni, dampak kekeringan mulai dirasakan di hampir seluruh wilayah Kota Jambi.

Namun, beberapa kawasan tercatat mengalami kondisi yang lebih dominan sehingga membutuhkan distribusi air lebih intensif.

“Wilayah relatif semua mengalami kekeringan, cuma yang lebih dominan ada di Paal Merah, Jambi Timur dan Jambi Selatan. Termasuk juga Alam Barajo,” ujarnya.

Kondisi tersebut terutama menjadi persoalan bagi warga yang masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketika debit sumur turun atau sumber air mengering, mobil tangki menjadi salah satu alternatif pasokan yang dapat digunakan sementara.

BPBD pun terus memantau permintaan masyarakat untuk menentukan wilayah yang membutuhkan pengiriman air berikutnya.

Di sisi lain, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan pemerintah terus memantau kondisi sumber air di kawasan permukiman.

Menurutnya, pemantauan diperlukan agar wilayah yang mulai mengalami kesulitan air dapat segera ditangani.

“Saya selalu memonitor tiap hari kondisi ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Sebagian masyarakat menggunakan sumber air permukaan dan sumur, sekarang banyak sumur yang mulai kering,” ujar Maulana.

Ia menyebut sekitar 35 mobil tangki dapat dikerahkan setiap hari dengan distribusi air mencapai sekitar 200 ribu liter per hari.

“Setiap hari itu kira-kira 35 mobil tangki mendistribusikan air. Sehari bisa mencapai 200 ribu liter air,” katanya.

Angka tersebut menunjukkan cakupan distribusi pemerintah lebih luas karena tidak hanya berasal dari armada BPBD.

Dukungan dari TNI dan unsur lainnya turut digunakan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Maulana meminta jajaran kecamatan dan kelurahan tidak menunggu persoalan air menjadi lebih parah.

Koordinasi dari tingkat wilayah dinilai penting untuk memastikan kebutuhan warga dapat diketahui lebih cepat.

“Lurah dan camat wajib berkoordinasi untuk wilayah yang mengalami kekeringan,” tegasnya.

Koordinasi tersebut menjadi penting karena kondisi setiap kawasan tidak selalu sama.

Ada permukiman yang masih memiliki sumber air, sementara kawasan lain sudah menghadapi sumur yang mengering.

Dengan mekanisme berdasarkan laporan dan permintaan masyarakat, pemerintah dapat menentukan lokasi prioritas distribusi air.

BPBD Kota Jambi juga terus berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Mayang dan sejumlah pihak lain untuk menjaga pelayanan selama kondisi kemarau berlangsung.

“Kita terus memberikan layanan pendistribusian air bersama PDAM dan pihak lain,” ujar Doni.

Meski telah ratusan ribu liter air disalurkan, distribusi menggunakan mobil tangki pada dasarnya merupakan solusi sementara selama sumber air warga belum kembali normal.

Keberlanjutan pelayanan akan sangat bergantung pada perkembangan musim kemarau dan kondisi sumber air di masing-masing kawasan.

Dengan hampir satu juta liter air yang telah disalurkan, pemerintah berupaya memastikan kekeringan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih berat bagi kebutuhan dasar masyarakat.

Untuk saat ini, BPBD bersama unsur pendukung lainnya masih memperkuat respons di lapangan, terutama di kawasan yang permintaan air bersihnya terus meningkat.(*)




Jambi Timur Jadi Tuan Rumah HUT RI ke-81, Ada Festival Layang-layang hingga Kuliner Jajanan Bengen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mengubah pola perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jika selama ini kegiatan tingkat kota cenderung terkonsentrasi di satu kawasan, tahun ini pusat perayaan dipindahkan ke Kecamatan Jambi Timur.

Selama tiga hari, 20–22 Agustus 2026, Lapangan Langit Biru, Kelurahan Tanjung Sari, akan menjadi titik utama berbagai kegiatan yang dirancang lebih dekat dengan masyarakat.

Pemindahan lokasi bukan sekadar perubahan tempat. Pemkot Jambi ingin kemeriahan peringatan kemerdekaan dapat dirasakan secara lebih merata oleh warga di berbagai wilayah.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Jambi, Vif Fairi, mengatakan konsep tersebut memang disiapkan agar perayaan HUT RI tidak terus berpusat di kawasan yang sama.

“Untuk tahun ini pusat kegiatan kita laksanakan di Kecamatan Jambi Timur, tepatnya di Lapangan Langit Biru, Kelurahan Tanjung Sari,” ujar Vif.

Setiap Tahun Kecamatan Jadi Tuan Rumah Bergantian

Pemkot Jambi bahkan menyiapkan konsep rotasi lokasi untuk perayaan HUT RI tingkat kota. Kecamatan yang menjadi pusat kegiatan akan berganti setiap tahun.

Dengan pola tersebut, pemerintah ingin menghadirkan rasa memiliki yang lebih luas.

Warga di setiap kecamatan berkesempatan menjadi bagian langsung dari perayaan kemerdekaan tanpa harus menunggu kegiatan berlangsung di pusat kota.

“Setiap tahun akan kita gilir kecamatannya. Jadi tidak hanya terpusat di satu kecamatan saja,” kata Vif.

Konsep ini sekaligus membuat perayaan kemerdekaan memiliki dampak yang lebih luas, bukan hanya dari sisi hiburan, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat di wilayah yang menjadi tuan rumah.

Tiga Hari, Ada Layang-Layang hingga Kuliner Jajanan Bengen

Rangkaian kegiatan akan dimulai Kamis, 20 Agustus 2026, melalui Festival Layang-layang.

Kegiatan kemudian berlanjut pada 21 Agustus dengan Festival Kuliner Jajanan Bengen.

Agenda ini menjadi salah satu bagian yang paling dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat karena melibatkan pelaku UMKM lokal.

Masyarakat dapat menikmati beragam jajanan tradisional sekaligus mengenal dan membeli produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.

Sementara pada 22 Agustus, kemeriahan berlanjut dengan lomba panjat pinang dan Senam Bahagia.

Sejumlah lomba lain juga disiapkan untuk berbagai kelompok masyarakat, mulai dari street soccer, tarik tambang, lomba pukul bantal antar-OPD hingga lomba pantun yang melibatkan para ketua RT.

Ada pula lomba domino yang dijadwalkan berlangsung di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Bukan Sekadar Hiburan, UMKM Ikut Digerakkan

Pemkot Jambi tidak ingin perayaan HUT RI berhenti pada kegiatan hiburan. Festival Kuliner Jajanan Bengen dirancang sebagai ruang bertemunya masyarakat dengan pelaku UMKM.

Konsep tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.

Artinya, perayaan kemerdekaan diharapkan ikut menciptakan pergerakan ekonomi di kawasan tempat kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, berbagai kegiatan olahraga dan permainan tradisional diharapkan menjadi ruang interaksi antarwarga sekaligus menghidupkan kembali aktivitas bersama yang mulai jarang ditemui dalam keseharian.

Hiburan Malam Tak Digelar Sampai Larut

Untuk menjaga kenyamanan masyarakat, Pemkot Jambi juga membatasi pelaksanaan hiburan pada malam hari.

Pada malam penutupan, masyarakat akan disuguhkan penampilan band lokal. Namun, kegiatan tidak dirancang berlangsung hingga larut malam.

Seluruh rangkaian perayaan HUT RI ke-81 tingkat Kota Jambi dijadwalkan berakhir pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Dengan konsep lokasi yang berpindah, perpaduan hiburan, olahraga, permainan tradisional dan kegiatan UMKM, Pemkot Jambi berharap perayaan HUT RI tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Bagi Pemkot Jambi, kemerdekaan bukan hanya soal perayaan di satu titik.

Dengan menggilir lokasi setiap tahun, semangat 17 Agustus diharapkan benar-benar bergerak dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya dan dirasakan lebih dekat oleh warga.(*)




Rumah Dua Lantai di Sulanjana Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Oto Iskandardinata (Otista), RT 003, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Selasa 14 Juli 2026 siang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar ringan dan bangunan rumah mengalami kerusakan berat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.44 WIB.

Tim dari Pos Pelayanan Kebakaran Jambi Timur langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sembilan menit kemudian.

Petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke bangunan di sekitar lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah lainnya. Seluruh proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam,” kata Mustari.

Dalam operasi tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan 25 personel serta enam armada yang terdiri atas satu unit mobil komando, tiga mobil tempur, dan dua mobil suplai air.

Penanganan kebakaran juga melibatkan PLN untuk pemutusan aliran listrik, personel TNI dan Polri untuk pengamanan, serta Tim PSC 119 yang memberikan penanganan medis kepada korban.

Mustari mengungkapkan proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi relatif sempit.

Selain itu, posisi rumah yang terbakar cukup jauh dari titik parkir armada sehingga petugas harus memasang selang dengan jarak lebih panjang.

Di sisi lain, banyaknya warga dan pelajar yang memadati lokasi kebakaran juga sempat menghambat ruang gerak petugas saat melakukan pemadaman.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang belum benar-benar padam.

Puntung tersebut diduga mengenai material yang mudah terbakar setelah ditinggalkan oleh anak pemilik rumah.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman petugas.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membuang puntung rokok maupun menggunakan sumber api, karena kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang merugikan,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga bernama Budi Guntoro mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan dari Tim PSC 119.

Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan api di lingkungan permukiman.(*)




Kisah Rafisky, Bocah 7 Tahun Asal Jambi Berjuang Lawan Tumor Rahang, Pemkot Fasilitasi Berobat ke RSCM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat membantu Muhammad Rafisky (7), bocah penderita tumor rahang asal Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Siswa SD Negeri 197 Kota Jambi itu diberangkatkan menggunakan ambulans pada Rabu 24 Juni 2026 sore bersama kedua orang tuanya.

Proses rujukan dilakukan setelah kondisi penyakit yang dideritanya membutuhkan penanganan dokter spesialis di rumah sakit rujukan nasional.

Selama menjalani perawatan di Jakarta hingga 12 Juli 2026 mendatang, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan tempat tinggal sementara di Rumah Teduh agar keluarga dapat fokus mendampingi proses pengobatan Rafisky.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengatakan proses keberangkatan pasien merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak setelah pemerintah menerima laporan mengenai kondisi Rafisky.

“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan penjangkauan ke rumah pasien dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses rujukan ke RSCM dapat segera dilakukan. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak,” ujar Yunita.

Ia menjelaskan, awalnya Rafisky hanya mengalami keluhan sakit gigi yang disertai pembengkakan pada gusi.

Namun dalam waktu sekitar satu bulan, pembengkakan berkembang semakin besar sehingga setelah menjalani pemeriksaan di RS Bhayangkara, pasien akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Yunita, kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri selama proses pengobatan berlangsung.

Ayah Rafisky bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu setiap dua minggu, sehingga kebutuhan hidup selama mendampingi anak di Jakarta masih membutuhkan bantuan.

Meski biaya keberangkatan telah dibantu melalui kolaborasi Pemerintah Kota Jambi, Dinas Pendidikan, Baznas, relawan sosial, pemerintah kecamatan, kelurahan, pihak sekolah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah, kebutuhan selama menjalani pengobatan masih cukup besar.

Karena itu, Dinas Sosial Kota Jambi mengajak masyarakat dan para dermawan yang ingin membantu agar dapat meringankan beban keluarga selama proses pengobatan berlangsung.

“Pengobatan ini membutuhkan waktu cukup lama. Kami berharap ada dukungan dari masyarakat agar keluarga dapat fokus mendampingi ananda Rafisky menjalani seluruh tahapan pengobatan,” kata Yunita.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Jambi akan terus memberikan pendampingan hingga proses pengobatan selesai.

Yunita juga berharap doa dari masyarakat dapat menjadi penyemangat bagi Rafisky agar segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya.

“Semoga seluruh ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik dan ananda Rafisky segera diberikan kesembuhan,” tutupnya.(*)




Warga Sijinjang Geger! Seorang Anak Tega Habisi Nyawa Ibunya Sendiri, Pakai Mesin Pompa Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Jalan Raden Fatah RT 03, Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, dibuat geger oleh peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis siang (28/5/2026).

Seorang ibu rumah tangga berinisial UK (52) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya setelah diduga dianiaya oleh anak kandungnya sendiri.

Pelaku diketahui merupakan pria berinisial FR (21) yang diduga mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 12.08 WIB. Warga sekitar mulai curiga setelah mendengar suara keributan dari dalam rumah korban.

Namun setelah suasana mendadak hening, beberapa warga bersama saksi mencoba masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi penghuni.

Saat berada di bagian dapur rumah, warga mendapati korban sudah tergeletak dengan luka parah di bagian kepala dan berlumuran darah.

Kapolsek Jambi Timur AKP R. Deddy Wardana Gaos membenarkan kejadian tersebut.

Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan mengamankan terduga pelaku.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area dapur rumah. Di lokasi juga ditemukan mesin pompa air yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan,” ujar Kapolsek, Jumat (29/5/2026).

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu unit mesin pompa air merek Shimizu yang terdapat bercak darah.

Selain itu, pakaian korban juga turut diamankan sebagai barang bukti penyelidikan.

Petugas langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi guna menjalani proses visum. Sementara FR diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Namun, saat diperiksa penyidik, jawaban pelaku dinilai tidak konsisten dan sering berubah-ubah.

Polisi menduga kondisi kejiwaan FR menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keterangannya.

“Untuk sementara motif masih didalami karena jawaban pelaku tidak sinkron antara pertanyaan dan jawaban yang diberikan,” kata AKP Deddy.

Saat ini, FR telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi untuk menjalani observasi kejiwaan.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan proses hukum selanjutnya.

Kasus ini pun menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok ibu rumah tangga yang baik dan ramah di lingkungan tempat tinggalnya.(*)




TPS Talang Banjar Ditutup, Pemkot Jambi Terapkan Konsep Sampah Terpilah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mulai melakukan transformasi besar dalam sistem pengelolaan sampah, khususnya di wilayah Jambi Timur

. Salah satu langkah awalnya ditandai dengan peninjauan sekaligus penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di depan Pasar Talang Banjar oleh Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Kamis (21/5).

Di balik penutupan tersebut, Pemkot Jambi tengah menyiapkan konsep baru pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan pengolahan sementara.

Bekas area pasar lama Talang Banjar akan dijadikan transfer depo sementara sekaligus lokasi percontohan pengolahan sampah modern di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyebut Jambi Timur menjadi salah satu wilayah dengan produksi sampah terbesar di kota tersebut.

Setiap harinya, sedikitnya 14 truk fuso sampah diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.

“Jambi Timur ini produksinya sangat besar, sementara kita belum punya transfer depo permanen. Jadi selama ini semua langsung dibawa ke Talang Gulo,” ujar Maulana.

Menurutnya, sistem baru yang akan diterapkan tidak lagi sekadar menampung sampah, melainkan melakukan pemilahan sejak awal.

Sampah organik dan non-organik akan dipisahkan sebelum residunya dikirim ke TPA akhir.

“Di sini nanti ada pemilahan organik dan non-organik. Bekas ruangan pasar lama akan dimanfaatkan untuk pengolahan sementara. Jadi bukan sekadar TPS,” jelasnya.

Pemkot Jambi sebenarnya telah menyiapkan lokasi transfer depo permanen di kawasan dekat Pertamina. Namun, pembangunan fasilitas tersebut masih dalam tahap perencanaan dan penganggaran.

Karena itu, kawasan Talang Banjar dipilih sebagai solusi sementara untuk mengatasi kebutuhan pengelolaan sampah di Jambi Timur, terlebih beberapa TPS lain seperti di Tanjung Sari dan Pasar 46 juga akan ditutup secara bertahap.

Menariknya, penataan kawasan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat. Maulana menyebut ada peran aktif warga dan tokoh masyarakat yang turut mendukung penataan secara swadaya.

“Ada inisiatif dari Ketua LPM dan masyarakat di sini. Nantinya area ini akan ditutup menggunakan seng secara gotong royong,” katanya.

Selain itu, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum juga akan diturunkan untuk membantu penataan lokasi, serta penambahan armada pengangkut sampah guna mempercepat proses pengangkutan.

Maulana menegaskan penutupan TPS dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

Penutupan hanya dilakukan jika program Operasi Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) telah berjalan minimal 80 persen di wilayah terkait.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih aktif dalam sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan, seperti bank sampah dan kelompok pengelola sampah di tingkat RT.

“Jangan pasif lagi. Masyarakat harus aktif mencari informasi ke RT, ikut bank sampah, TPS 3R, atau kelompok pengelola yang sudah berjalan,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Jambi juga telah memetakan armada bentor pengangkut sampah untuk mendukung penutupan TPS liar dan titik penumpukan sampah di berbagai wilayah kota.

Dengan langkah ini, Pemkot Jambi berharap sistem pengelolaan sampah di Jambi Timur tidak lagi bergantung pada pola lama, melainkan bertransformasi menjadi sistem modern berbasis pemilahan, lingkungan, dan partisipasi masyarakat.(*)